Jumat, 24 Mei 2019

Posted by kholimi Posted on Mei 24, 2019 | No comments

Internet Itu Dari Dulu Tidak Aman, Jadi Jangan Khawatir

Internet adalah kumpulan beberapa jaringan komputer yang terhubung menjadi satu jaringan besar. Pada dasarnya, ketika kita melewatkan sebuah informasi melalui internet, maka otomatis informasi tersebut melalui berbagai jaringan-jaringan kecil yang bahkan kita tidak tahu apakah pemilik atau orang yang berwenang di jaringan yang dilewati itu bisa dipercaya atau tidak.

Ketika kita mengirim sebuah surat melalui jasa pengiriman pos, tentu kita paham, tidak semua oknum pegawai jasa pengiriman pos tersebut bisa dipercaya. Oleh sebab itu, kita memasukkan surat kita tersebut ke dalam amplop. Semakin berharga surat tersebut, amplop yang digunakan juga semakin bermutu, dan bersegel yang kuat.

Berbicara tentang surat elektronik (surel) itu hampir sama seperti berbicara tentang surat pada umumnya. Penyedia Jasa Layanan Internet yang kita pakai bisa jadi ada oknum yang tidak bisa dipercaya. Apalagi, informasi yang kita kirimkan tidak hanya melalui penyedia jasa layanan internet yang kita pakai. Untuk mengatasi hal ini, di internet berkembang teknologi https misalnya, yang akan merahasiakan isi dari informasi yang terkirim melalui internet. Walaupun https belum bisa menjaga informasi tentang dari dan ke perangkat mana informasi tersebut bergerak serta jenis informasi apakah yang dikirimkan (jenis informasi: text, gambar, video, dll), tapi isinya masih bisa terjaga dengan baik sehingga aman dari kebocoran informasi terlebih lagi dari perubahan isi informasi.

Virtual Private Network (VPN) adalah salah satu teknologi yang membungkus kelemahan https. Jika https menutup informasi tentang isi datanya, maka VPN menutup pintu informasi dari dan kepada siapa informasi tersebut dikirim serta jenis file apa yang dikirim. Hal inilah yang membuat VPN sulit diblokir ketika salah satu alamat di internet di blokir. Karena memblokir VPN berarti memblokir internet.

Pakai VPN dan Https, tapi kok masih kebobolan?
VPN dan HTTPS mungkin aman, namun masih ada potensi kebobolan. Ada dua kemungkinan sumber kebocoran informasi, pertama komputer pengguna dan kedua, server yang dituju. Komputer pengguna merupakan sumber terbanyak kebocoran informasi, mulai dari sistem di sisi pengguna yang tidak pernah diupdate, sampai terinstalnya malware di sistem pengguna tersebut. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan kesalahan di sisi sistem server. Sebagai misal, salah satu teman dekat penulis pernah mengalami kehilangan uang di bank. Pada awalnya pihak bank tidak mau mengakui kesalahannya, setelah berbagai bukti diberikan, akhirnya bank mau mengakui bahwa kesalahan memang ada di sistem transaksi mobile banking-nya.

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa sistem VPN dan HTTPS sebenarnya cukup aman, dan kebocoran informasi biasanya berasal dari ujung ke ujung, yakni sistem pengguna atau sistem server. Terlalu menyalahkan teknologi VPN adalah kurang tepat. Bagi pengguna VPN gratis, cari aplikasi VPN yang terpercaya, yang dipastikan tidak menanam malware di sistem anda.

Malang,
20 Ramadhan 1440/ 25 Mei 2019
Ali S Kholimi