Minggu, 20 Januari 2019

Drs. Nuruddin, M.Si, Dosen prodi Komunikasi UMM, Ketua MPI PDM Kab. Malang.

Malangmu.or.id - UMM. MINATNYA pada kajian media sosial dan media massa pada umumnya mendorong Nurudin untuk menelurkan banyak buku. Buku teranyarnya _Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenial_ menyajikan ulasan menarik dan tuntas seputar kemunculan media baru satu ini. Salah satu perkembangan yang menarik untuk dikaji dari media sosial menurutnya adalah semakin marak beredarnya berita bohong atau hoaks.

Media sosial telah tumbuh dan sangat menentukan sikap dan perilaku masyarakat milenial. Bahkan, dijelaskan Nurudin, ia berkembang atau sengaja dikembangkan seolah sebagai agama. Karenanya, masyarakat cenderung mengaca pada media sosial, layaknya ajaran agama itu. “Padahal sebagian pesan media sosial perlu diyakini sebagai sebuah kebohongan yang dilegalkan,” kata dosen program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, Selasa (16/1).

Tentu saja, sambung Nurudin, dampak carut-marut pesan media sosial tidak hanya Hoaks dimana-mana, tetapi juga suasana saling membenci, mencaci, dan menghujat antar sesama. “Melihat perkembanganya, media sosial nyata telah mengancam disintegrasi bangsa. Media sosial telah menciptakan komunikasi di masyarakat berjalan dengan tidak tulus,” ungkap pria berkumis yang menerbitkan belasan buku ini.

Buku _Media Sosial: Agama Baru Masyarakat Milenial_ mengeksplorasi mengapa itu terjadi, bagaimana dampaknya dan apa yang harus dilakukan agar media sosial tidak dijadikan kambing hitam semua sebab. Buku yang ditulis berdasar penelitian dan tulisan-tulisannya di media massa ini merekam jejak pasang surut pengguna media sosial dan dampaknya di masyarakat serta solusi yang harus dilakukan.

Penyebaran hoaks, ternyata bisa dilakukan siapapun. Tak dipungkiri masyarakat tengah dimabuk dan dimudahkan dengan teknologi. Mereka kebanyakan menyebar berita, bukan berdasarkan benar-salahnya. Melainkan sesuai dengan kecenderungan dirinya. “Otak kita seringkali kalah cepat dari jempol kita. Apalagi di tengah situasi politik saat ini, tidak bisa dipungkiri hoaks menjadi sangat politis,” ungkapnya.

Media sosial menjadi lahan paling subur penyebaran Hoaks. Sementara di media mainstream hoaks dapat ditekan karena terduri dari sistem kemediaan yang dituntut profesional. “Mereka punya karyawan, punya pembaca, punya penonton, sehingga kalau menyebar hoaks, ya, mesti hati-hati. Kalau tidak, akan diingatkan oleh aparat hukum. Konsekuensi terberatnya, media itu bakal bubar,” bebernya.

Sementara hoaks, biasanya disebarkan oleh aktor individual. Jika terindikasi akun yang dikelolanya terbukti melakukan aksi penyebaran hoaks, mudah saja, yang lantas dilakukan adalah menghapus akunnya. “Masalahnya di manapun dan kapanpun, hemat saya media itu lebih banyak menginduk kepada penguasa. Kita tidak usah mengkritik fenomena sekarang, memang sejak dulu sudah seperti itu,” ungkapnya.

Tugas mencerdaskan masyarakat tentang melek media, tegas Nurudin, bukan cuma tugas para akademisi seperti dirinya. ”Kalau saya sendiri, dalam setiap perkuliahan, pergaulan dan diskusi saya selalu menekankan untuk selalu melek media. Melek media itu adalah kita sadar media selalu punya dampak negatif. Kalau sudah sadar, orang cenderung berhati-hati. Inilah yang kita sebut dengan praktik media literasi,” sebutnya.

Perhatian besarnya pada gerakan literasi media yang akhirnya mangantarkan Nurudin mendapat ganjaran ketua Prodi terbaik dari Kopertis Jawa Timur saat menjabat sebagai Ketua Prodi Ilmu Komunikasi beberapa tahun silam. “Beberapa kali kami lakukan kegiatan literasi media ke SMP-SMA yang menurut kami jadi sasaran empuk Hoaks. Meskipun disadari, menangkal penyebaran hoaks itu sangat sulit,” tuturnya. (rid)
Posted by Ridlo Posted on Januari 20, 2019 | No comments

Sekum PP Muhammadiyah Lantik Khusus PRM Baru

Sekum PP Muhammadiyah selesai melantik PRM Genengan menyempatkan waktu foto bersama
dengan jajaran pengurus Muhammadiyah kab. Malang

Malangmu-PAKISAJI. Ada yang istimewa pada acara pengajian daerah Muhammadiyah kali ini. Ini jarang sekali dilakukan. Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah melantik  Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Genengan serta Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 11 Pakiaji yang baru saja dibentuk dan dipilih. Idealnya pelantikan setingkat PRM hanya dilakukan oleh Pimpinan Cabang, tapi kali ini dilantik khusus oleh Sekretaris Umum PPM.

Dr. H. Abdul Mu’ti  M.Ed. dengan antusias dan bersemangat membacakan naskah pelantikan pimpinan ranting baru dibentuk baik Muhammadiyah maupun Aisyiyah dan Kepala Sekolah  SMP Muhammadiyah 11 Pakisaji. Pelantikan berjalan dengan hikmat dan lancar dan diakhiri dengan bersalaman dan berfoto bersama.

Bersamaan dengan itu, penandanganan prasasti pembangunan masjid al hikmah Lawing juga dilakukan oleh Sekum PP Muh dan ketua PDM kabupaten Malang. “Semoga pembangunan masjid ini akan bisa membawa kita ke surga, “harap  Abdul Mu’ti dalam pidato sambutannya.

Mursidi, Ketua PDM Kab. Malang mengatakan semoga dengan dialantiknya pimpinan ranting baru Muhammadiyah dan Aisyiyah serta Kepala Sekolah  bisa membrikan semangat dan niat untuk benar-benar bergerak untuk kemajuan Muhammadiyah (rid).
Atraksi Tapak Suci siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, memeriahkan pembukaan
Pengajian Daerah Muhammadiyah di Pakisaji.

Malangmu-PAKISAJI. Dentuman suara bass drum dan sirine  dengan irama rancak drumband TK ABA 21 Pakisaji  menyemarakkan rangkaian pra acara pengajian  Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang (20/1/19). Berlokasi di area halaman pabrik Pusri Nggenengan Pakisaji , PCM Pakisaji telah menyediakan tenda besar dan panggung  memadai. Tenda itu bisa menampung   ribuan peserta pengajian yang terdiri dari pengurus PCM, PRM dan jajaran pengurus AUM serta warga Muhammadiyah semalang Raya.

Acara itu kemudian dimeriahkan juga dengan  atraksi Drumband TK ABA, Tari Saman Aceh, Lantunan Asmaul Husna, Alunan ayat Quran dari TPQ Darul Arqom Muhammadiyah, Puisi dari SMP Muhammadiyah Pakisaji serta Atraksi Tapak Suci SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Disamping itu, hadir juga bus donor darah PMI Kota Malang yang bisa memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendonorkan darahnya dan cek kesehatan gratis. Donor ini diprakarsai oleh Remaja Masjid Muhammadiyah  Darul Hikmah  Pakisaji.

Salah satu peserta pengajian sedang mendonorkan darah di mobil donor milik PMI Kota Malang.

Pengajian Daerah Muhammadiyah di Pakisaji ini dihadiri oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Abdul Mu’ti, MED sekaligus sebagai pembicara utama.  Saat diminta pendapatnya terkait pembicara, Nurul Humidi, skretaris Umum PDM Kab. Malang  mengatakan karena ia memang capable untuk memberikan informasi strategis dan terkini mengenai perkembangan Muhammadiyah dan Negara.

“Pak Mu’ti tentu punya informasi akurat dan berguna bagi warga persyarikatan. Maka ia kita undang.  Harapan saya, semoga pengajian ini  memberikan banyak pencerahan tentang Muhammadiyah ditahun politik ini, ”pungkas Nurul yang juga Wakil Dekan III FAI UMM ini.

Menyemarakkan pengajian kali ini, di sekitar panggung  dilengkapi dengan  stand-stand bazar produk Muhammadiyah yang dibina oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PDM kabupaten Malang. Aneka olahan makanan, produk kerajinan, unit unit usaha, produk jasa dan serba serbi barang Muhammadiyah juga disuguhkan. KecapMu, salah satu produk usaha Muhammadiyah Singosari selalu hadir menyemarakkan bazar stand Muhammadiyah.

Pengurus Lazismu sedang menunjukkan kecapmu di arena stand Bazar pengajian PDM Kab Malang di halaman
pabrik Pusri Genengan Pakisaji

Seperti biasa, Lazismu kabupaten Malang telah menyiapkan paket bantuan untuk kaum duafa disekitar acara pengajian.  “Ini bagian dari kegiatan rutin Lazismu, dimana setiap ada acara event Muhammadiyah selalu kita sediakan paket paket bantuan yang akan diberikan kepada yang berhak”, jelas Imam, salah satu pengurus Lazismu kabupaten Malang kepada malangmu (rid).