Minggu, 11 November 2018

Ibu Masruhatin, S.Ag ketiak memberi Sambutan pada Acara Reuni Veteran Pemuda Muhammadiyah Malang Raya, Ahad 11/11/2018.


Malangmu.or.id -- Sesepuh Aisyyah Dau, Ibu Masruhatin, S.Ag memberikan wejangan keras terhadap kader Muhammadiyah yang hadir dalam Reuni Veteran Pemuda Muhammadiyah Malang Raya di Padepokan Hizbul Wathan, Ahad 11 Nopember 2018.

Mamak, sapaan akrab dari Istri Allahuyarham K.H. Drs. Abdullah Hasyim, Tokoh Muhammadiyah Malang ini berkesempatan memberikan sambutan di hadapan peserta reuni. Menurutnya, “kumpul grudak-gruduk, ngobrol dan makan-makan tanpa ada nilai yang diambil, ini bukan ciri generasi Muhammadiyah”.

Kader Muhammadiyah itu dalam setiap aktivitasnya tidak terlepas dari nilia-nilai Muhammadiyah. Perkumpulan, acara formal dan informal harus menghasilkan ide-ide untuk pengembangan Muhammadiyah. Jelasnya.

Ibu yang tinggal di komplek Padepokan HW Jetak Lor Mulyoagung Dau ini bertanya kepada hadirin, sudahkan anda semua menanam benih kebajikan untuk masa depan Muhammadiyah? Pertanyaan ini harus direnungkan dan kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karenanya, obrolan kader Muhammadiyah harus berkualitas, senantiasa ada nilai. Di padepkan ini gunakan sebagai wahana berdiskusi, berlatih dan terlebih sebagai pusat ide-ide pengembangan Muhammadiyah. Silakan gunakan untuk segala kegiatan yang menunjang dan bermanfaat untuk Muhammadiyah. Ajaknya secara tegas.

Sosok Kharismatik yang berusia 70 tahun lebih ini mengingatkan bahwa banyak musuh yang harus dihadapi Muhammadiyah. Ribuan Amal Usaha Muhammadiyah berada di mana yang harus tetap dirawat, dijaga dan dikembangkan. Sudah berkali-kali AUM kita diambil oleh orang lain, maka kader-kader militan inilah yang harus terus dipupuk.

Perintis beberapa AUM di Dau, TK ABA Kucur, TK ABA Princi, Panti Asuhan Aisyiyah, Panti Asuhan Putri Ulil Abshar, Sekolah Alam (PAUD) Dermo, TK Restu dan SD Aisyiyah Dinoyo ini berpesan “Jangan mengaku Muhammadiyah jikalau masih bakhil. Jadilah orang yang dermawan. Dermawan waktu, pikiran, harta dan sebagainya untuk Muhammadiyah. Muhammadiyah tidak akan bisa berkembang jika kader-kadernya bakhil”.  (hil)

0 komentar:

Posting Komentar