Minggu, 21 Oktober 2018


Muhammad Khoirul Abduh SAg MSi saat menjadi narasumber Baitul Arqam AUM, MPK PDM Kabupaten Malang, Sabtu (20/10/2018)

Malangmu.or.id – Menurut Muhammad Khoirul Abduh, S.Ag, M.Si ada tujuh hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ketujuh hal itu disampaikan pada acara Baitul Arqam AUM Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPK PDM) Kabupaten Malang, di SMK Muhammadiyah 2 Pagak Malang, Sabtu (20/10/2018).

Pertama adalah AUM dikelola secara rasional dan profesional. “Jika AUM dikelola dengan rasional dan profesional, maka akan mampu berdiri mandiri dan kokoh di kakinya sendiri,” ujarnya.

Kedua, pengelola AUM harus tampil ikhsan (berbuat baik) agar tampil secara bermartabat. “Pengelola dan karyawan yang berbakti atau bekerja di AUM harus berpenampilan yang baik, murah senyum dan ikhlas melayani umat dan masyarakat yang membutuhkan layanan. Jika tidak, maka yang ada hanya nggerundel dan ngeresulo dan gampang marah saat melayani masyarakat dan umat,” sambungnya sambil mengingatkan.

Hal ketiga adalah pengelola beserta karyawan AUM harus bekerja keras, “Dengan kerja keras, maka kita secara sungguh-sungguh melayani dan membantu umat dan masyarakat dengan misi dakwah Muhammadiyah,”  kata Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang ini. 

Adapun yang keempat adalah memegang teguh prinsip-prinsip moral yang baik. “Ini penting bagi pengelola dan karyawan AUM, karena moralitas yang baik adalah cerminan AUM, selain itu juga merupakan ajaran KH Dahlan saat menyebarkan ajaran Islam melalui gerakan Muhammadiyah dengan pendekatan kepada kaum dhuafa dikalangan masyarakat bawah”. 

Kelima, kerja sama yang rapi, guyub dan rukun. “Kerja di AUM itu harus secara bersama, guyup dan rukun, jangan 'bengkerengan' dan saling memusuhi antar karyawan. Bagaimana bisa memajukan AUM jika hanya ribut didalam AUM saja,” tuturnya. “Harus rukun, saling kerja sama dan guyup antar karyawan AUM,” jelasnya.

Keenam, AUM dikelola dengan prinsip amanah adalah . Dan, terakhir adalah memelihara prinsip kesederhanaan. “Sebagai kader Muhammadiyah kita tidak boleh bermewah-mewah dan sombong, terutama menjadi pengelola AUM”.

Abduh, mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur berpesan pada seluruh peserta Baitul Arqam AUM supaya selalu bermanfaat bagi Muhammadiyah. Bukan sebaliknya, yang selalu berfikir memanfaatkan Muhammadiyah. “Bermanfaatlah bagi Muhammadiyah, bukan memanfaatkan Muhammadiyah untuk kehidupan pribadi atau individu,” pesannya. (Udin/hil)

0 komentar:

Posting Komentar