Langsung ke konten utama

Tiga Fakta Mendasar Diselenggarakannya Perkaderan Ulama Tarjih Muhammadiyah

Prof. Dr. Thohir Luth (foto paling kiri) ketika memberikan sambutan pembukaan (7/9/18)
Malangmu.or.id -- Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyelenggarakan Perkaderan Ulama Tarjih Muhammadiyah pada 7 - 9 September 2018 di Aula Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini bertema "Revitalisasi Gerakan Ketarjihan di Muhammadiyah".

Prof. Dr. Thohir Luth, M.A ketika memberikan sambutan pembukaan menyampaikan bahwa alasan utama diselenggarakan kegiatan ini dilandaskan atas beberapa fakta. Pertama, Ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam hal ini adalah masjid atau mimbar-mimbar kita sering dipakai oleh orang-orang yang memiliki metode berfikir di luar Muhammadiyah. Kedua, fenomena keberagamaan di Jawa Timur terjadi gerakan amaliyah yang berbeda-beda. Misal saja, rakaat sholat tarawih, gerakan takbir dalam sholat ied, dan sebagaianya.

Fakta ketiga menurut Ketua PWM Jatim Periode 2010 s/d 2015 ini adalah persoalan serius, yakni langkahnya ulama tarjih di Muhammadiyah. Padahal jati diri berislam dalam Muhammadiyah paking tidak adalah bersumber dari keputusan-keputusan tarjih Muhammadiyah. Tegasnya.

Lebih lanjut menurut Professor yang berdomisili di Sekaling Malang ini, Ulama tarjih ini adalah ulama khoos (husus). Ulama yang mendalami secara husus bidang ketarjihan. Mereka bukan ulama biasa. Oleh karenanya, Kelangkaan ulama tarjih Muhammadiyah ini mengakibatkan persoalan kebangsaan kita semakin parah. Paparnya di depan 110 peserta utusan PDM se-Jatim. Prof. Thohir (sapaan akrabnya) berharap agar peserta yang hadir ini ketika kembali ke daerah masing-masing menjadi motor penggerak dalam memulai pengkajian secara serius tentang manhaj tarjih (ketarjihan) ini.

Adapun Dr. Abdul Haris, M.A selaku Pimpinan MTT PWM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan awal dalam "proyek" pembentukan ulama tarjih Muhammadiyah yang serius mendalami ketarjihan. Oleh karenanya, materi yang dikaji selama 3 hari ini, masih bersifat mendasar dan sedikit masuk ke manhaj tarjih. Adapun ke depan, tahap kedua dan seterusnya baru akan masuk pada proses yang lebih mendalam tentang pengambilan hukum (istinbath) dalam manhaj tarjih. Tegasnya.

Sehingga, tujuan utama acara ini yakni membangun cara berpikir dan model keberagamaan warga Muhammadiyah yang sesuai manhaj tarjih Muhammadiyah melalui da'i atau ulama tarjih Muhanmadiyah bisa tercapai. (hil)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Reuni Veteran Pemuda Muhammadiyah, Bangkitkan Semangat Ber-Muhammadiyah

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…