Sabtu, 08 September 2018

Prof. Dr. Thohir Luth (foto paling kiri) ketika memberikan sambutan pembukaan (7/9/18)
Malangmu.or.id -- Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyelenggarakan Perkaderan Ulama Tarjih Muhammadiyah pada 7 - 9 September 2018 di Aula Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini bertema "Revitalisasi Gerakan Ketarjihan di Muhammadiyah".

Prof. Dr. Thohir Luth, M.A ketika memberikan sambutan pembukaan menyampaikan bahwa alasan utama diselenggarakan kegiatan ini dilandaskan atas beberapa fakta. Pertama, Ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam hal ini adalah masjid atau mimbar-mimbar kita sering dipakai oleh orang-orang yang memiliki metode berfikir di luar Muhammadiyah. Kedua, fenomena keberagamaan di Jawa Timur terjadi gerakan amaliyah yang berbeda-beda. Misal saja, rakaat sholat tarawih, gerakan takbir dalam sholat ied, dan sebagaianya.

Fakta ketiga menurut Ketua PWM Jatim Periode 2010 s/d 2015 ini adalah persoalan serius, yakni langkahnya ulama tarjih di Muhammadiyah. Padahal jati diri berislam dalam Muhammadiyah paking tidak adalah bersumber dari keputusan-keputusan tarjih Muhammadiyah. Tegasnya.

Lebih lanjut menurut Professor yang berdomisili di Sekaling Malang ini, Ulama tarjih ini adalah ulama khoos (husus). Ulama yang mendalami secara husus bidang ketarjihan. Mereka bukan ulama biasa. Oleh karenanya, Kelangkaan ulama tarjih Muhammadiyah ini mengakibatkan persoalan kebangsaan kita semakin parah. Paparnya di depan 110 peserta utusan PDM se-Jatim. Prof. Thohir (sapaan akrabnya) berharap agar peserta yang hadir ini ketika kembali ke daerah masing-masing menjadi motor penggerak dalam memulai pengkajian secara serius tentang manhaj tarjih (ketarjihan) ini.

Adapun Dr. Abdul Haris, M.A selaku Pimpinan MTT PWM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan awal dalam "proyek" pembentukan ulama tarjih Muhammadiyah yang serius mendalami ketarjihan. Oleh karenanya, materi yang dikaji selama 3 hari ini, masih bersifat mendasar dan sedikit masuk ke manhaj tarjih. Adapun ke depan, tahap kedua dan seterusnya baru akan masuk pada proses yang lebih mendalam tentang pengambilan hukum (istinbath) dalam manhaj tarjih. Tegasnya.

Sehingga, tujuan utama acara ini yakni membangun cara berpikir dan model keberagamaan warga Muhammadiyah yang sesuai manhaj tarjih Muhammadiyah melalui da'i atau ulama tarjih Muhanmadiyah bisa tercapai. (hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar