Minggu, 16 September 2018

Posted by hilmi Posted on September 16, 2018 | No comments

KPU dan Banwaslu Harus Berterima Kasih kepada Muhammadiyah

Nadjib Hamid, M.Si dalam acara Pengajian Daerah Muhammadiyah Kab. Malang, Ahad (16/09/18)
Malangmu.or.id -- Blulawang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) selayaknya harus berterima kasih pada Muhammadiyah. Sebab, selama ini Muhammadiyah nyata dalam membantu KPU untuk sosialisasi Pemilu. Acara pengajian menjadi salah satu cara sosialisasi baik dan menyadarkan pentingnya Pemilu bagi warga, khususnya Muhammadiyah.

Demikian ungkapan Drs. Nadjib Hamid, M,Si saat mengisi pengajian dwi bulanan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang di lapangan Bululawang (16/9). Acara yang dihadiri ribuan warga persyarikatan itu sekaligus mengukuhkan Najib  sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) wilayah Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, wakil ketua PWM Jatim itu menekankan bahwa  penyelenggara pemilu tidak perlu khawatir pada pengajian politik Muhammadiyah. Justru, ia harus berterima kasih karena mereka dibantu untuk sosialisasi mengenai segala sesuatu tentang penyelenggaraan pemilihan.

“Kalau KPU akan menyelenggarakan sosialisasi perlu angggaran dana besar, dan itu uang negara. Tapi kalau model pengajian seperti di Muhammadiyah ini tidak perlu biaya sama sekali. Jadi, hal ini akan sangat membantu mereka untuk mengenalkan dan menyosialisasikan penyelenggaraan pemilihan”, tegasnya diawal ceramah pengajian.

Menurutnya, data membuktikan bahwa ketika pak Nadjib menjabat sebagai anggota KPU maupun Banwaslu membuktikan bahwa hampir 99% maysrarakat masih awam kapan pelaksanaan pemilihan dilakukan, harus memilih bagaimana dan gimana prosesnya. Pengajian seperti ini akan membantu untuk memberikan informasi secara murah, jelas dan pasti objeknya sehingga masyarakat bisa paham akan pemilu.

Wakil ketua PWM ini lalu mengungkapkan bahwa ceramah pengajian yang topiknya politik itu sangat qurani. Sebab,  Quran mengajari kita untuk memilih pemimpin yang baik. Inti dari politik adalah mencari pemimpin yang baik.

“Politik itu kan mencari pemimpin yang baik. Yang tidak diperbolehkan adalah ceramah politik yang sifatnya profokatif dan menyudutkan pilihan tertentu. Doa yang sering kita panjatkan diakhir sholat  seperti wa ja’alna lil muttaqiina imama itu adalah seruan politik. Seruan kepada umat untuk memilih pemimpin yang terbaik, “tegasnya lebih lanjut.

Untuk itulah, Muhammadiyah dengan melihat kondisi bangsa ini memutuskan untuk berjihad politik demi  ikut membangun dan menata kondisi Negara yang lebih baik dan berkemajuan sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dasar Negara Pancasila. (Rid/Nrd)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar