Senin, 10 September 2018

Dr. Sa'ad Ibrahim, M.A; Ketua PWM Jatim
Refleksi 1 Muharram 1440H oleh Ketua PWM Jawa Timur, Dr. M. Saad Ibrahim, M.A

Malangmu.or.id -- Memasuki tahun baru 1440 Hijriyah ini, terasa sekali ada sodokan yang menghunjam kesadaran eksistensial keIslaman kita, yang memacu aktualisasi berbagai proyeksi bagi kemajuan peradaban Islam. Sodokan ini semakin terasa ketika kontemplasi terhadap kehakikian hijrah yang dilakoni Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Yatsrib yang terjadi pada tahun 622 Masihi merasuk ke ranah dalam kedirian kita.

Ketika itu, Makkah menolak pewujudan  bangunan peradaban yang dibasisi dimensi teologis monistik yang dibimbing wahyu suci melalui kiprah total Nabi Muhammad saw dan sedikit para sahabat beliau. Bahkan tidak sekedar penolakan, tetapi bahkan berbagai persekusi.

Ada prestise yang mati-matian dipertahankan oleh subyek tindak persekusi ini. Prestise itu mengambil bentuk keangkuhan mempertahankan status quo terhadap berbagai idol imitasi sebagai "maa wajadnaa 'alayh aabaaanaa", seraya menegasikan logika yang lurus.

Dengan hijrahnya pembawa misi suci ini, tertundalah perwujudan peradaban teologis monistik yang menghadirkan kerahmatan bagi semua, dan baru dimulai kembali  secara frontal sekitar dua tahun sebelum Beliau wafat, melalui fath Makkah. Sementara itu Yatsrib telah berubah dengan bangunan peradaban baru yang teologis monistik, yang ditandai dengan: kesaudaraan antar berbagai kelompok, khususnya antara Muhajirin dan Anshar,  ketertiban tatanan kekuasaan, terutama melalui shahifah Madinah, juga perubahan nama Yatsrib menjadi al-Madinah al-Munawwarah - Kota yang tercerahkan, dan sebagainya.

Bangunan peradaban teoligis monistik humanis inilah yang jauh hari ketika masih di Makkah, Nabi saw proyeksikan tidak saja bagi kawasan Arab tapi juga bagi kawasan di luarnya: rahmatan lil 'aalamiin. Proyeksi ini,  sekarang di tahun baru 1440 Hijriyah, menohok kembali ke kesadaran eksistensial kita, menuntut ketercapaiannya di seluruh jengkal bumi ini.

Hijrahlah ke kawasan masa hadapan, ke Amerika, ke Prancis, ke Jerman, ke Inggris, ke Australia, ke Jepang, ke Tiongkok, dan berbagai kawasan lain! Tentu sebelum hijrah ke kawasan yang dijanjikan, ke kawasan AmpunanNya dan ke SorgaNya!
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar