Langsung ke konten utama

Hijrah: Elan Vital Kemajuan Peradaban Islam (Renungan Sambut 1 Muharram 1440H)

Dr. Sa'ad Ibrahim, M.A; Ketua PWM Jatim
Refleksi 1 Muharram 1440H oleh Ketua PWM Jawa Timur, Dr. M. Saad Ibrahim, M.A

Malangmu.or.id -- Memasuki tahun baru 1440 Hijriyah ini, terasa sekali ada sodokan yang menghunjam kesadaran eksistensial keIslaman kita, yang memacu aktualisasi berbagai proyeksi bagi kemajuan peradaban Islam. Sodokan ini semakin terasa ketika kontemplasi terhadap kehakikian hijrah yang dilakoni Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Yatsrib yang terjadi pada tahun 622 Masihi merasuk ke ranah dalam kedirian kita.

Ketika itu, Makkah menolak pewujudan  bangunan peradaban yang dibasisi dimensi teologis monistik yang dibimbing wahyu suci melalui kiprah total Nabi Muhammad saw dan sedikit para sahabat beliau. Bahkan tidak sekedar penolakan, tetapi bahkan berbagai persekusi.

Ada prestise yang mati-matian dipertahankan oleh subyek tindak persekusi ini. Prestise itu mengambil bentuk keangkuhan mempertahankan status quo terhadap berbagai idol imitasi sebagai "maa wajadnaa 'alayh aabaaanaa", seraya menegasikan logika yang lurus.

Dengan hijrahnya pembawa misi suci ini, tertundalah perwujudan peradaban teologis monistik yang menghadirkan kerahmatan bagi semua, dan baru dimulai kembali  secara frontal sekitar dua tahun sebelum Beliau wafat, melalui fath Makkah. Sementara itu Yatsrib telah berubah dengan bangunan peradaban baru yang teologis monistik, yang ditandai dengan: kesaudaraan antar berbagai kelompok, khususnya antara Muhajirin dan Anshar,  ketertiban tatanan kekuasaan, terutama melalui shahifah Madinah, juga perubahan nama Yatsrib menjadi al-Madinah al-Munawwarah - Kota yang tercerahkan, dan sebagainya.

Bangunan peradaban teoligis monistik humanis inilah yang jauh hari ketika masih di Makkah, Nabi saw proyeksikan tidak saja bagi kawasan Arab tapi juga bagi kawasan di luarnya: rahmatan lil 'aalamiin. Proyeksi ini,  sekarang di tahun baru 1440 Hijriyah, menohok kembali ke kesadaran eksistensial kita, menuntut ketercapaiannya di seluruh jengkal bumi ini.

Hijrahlah ke kawasan masa hadapan, ke Amerika, ke Prancis, ke Jerman, ke Inggris, ke Australia, ke Jepang, ke Tiongkok, dan berbagai kawasan lain! Tentu sebelum hijrah ke kawasan yang dijanjikan, ke kawasan AmpunanNya dan ke SorgaNya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Reuni Veteran Pemuda Muhammadiyah, Bangkitkan Semangat Ber-Muhammadiyah

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…