Jumat, 03 Agustus 2018

Posted by hilmi Posted on Agustus 03, 2018 | No comments

Jihad Digital Muhammadiyah, Edukasi Warganet Bermedsos Santun

Prof. Dadang Kahmad ketika memberi sambutan penutupan acara Temu Warganet Muhammadiyah di LPMP Yogyakarta, 03/08/2018
YOGYAKARTA - Persyarikatan Muhammadiyah memiliki sejumlah agenda besar di bidang informasi. Memberikan edukasi menggunakan media sosial secara positif menjadi salah satu prioritas jihad informasi Muhammadiyah.

Hal ini mengemuka dalam Temu Nasional Warganet Muhammadiyah yang dilangsungkan di Yogyakarta, 2-3 Agustus 2018 ini. Forum ini mempertemukan delegasi aktivis Muhammadiyah se Indonesia yang selama ini bergelut di bidang literasi, yakni Majelis Pustaka dan Informasi (MPI).

"Ada keprihatinan PP Muhammadiyah terkait banyaknya masalah hukum akibat yang dilakukan di medsos. Cantohnya adanya aktivis yang terlibat Muhammadiyah yang diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan penyebaran hate speech yang menyinggung Presiden Jokowi," ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi, Prof Dr Dadang Kahmad, Kamis (2/3) malam.

Ditegaskan, edukasi bermedsos menjadi penting terlebih juga kini muncul fenomena keberagaman post-truth, yakni anggapan kebenaran dan realitas obyektif yang tidak penting bagi publik dunia maya.

"Ahlak dalam memanfaatkan sosial media sangat penting diperhatikan dan tidak bisa dikesampingkan. Bermedsos secara santun harus tetap menjadi karakter warga Muhammadiyah" tegas Prof Dadang.

Peserta Temu Nasional Warganet Muhammadiyah juga dibekali materi UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan perundangan lainnya agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan medsos.

Dr Sonny Zuihuda, narasumber lainnya menegaskan, perlunya internalisai nilai-nilai masyarakat digital agar medsos tetap digunakan secara positif dan tidak serampangan. Dikatakan, teknologi informasi hanya alat untuk mencapai tujuan dan tidak bebas nilai. Fungsinya hanya membantu, bukan menggantikan manusia.

Pria yang juga ketua PCM Istimewa Malaysia ini juga mengingatkan agar tidak sembarang data atau konten dituliskan di medsos.

"Data ibaratnya adalah mata uang. Hal privat dalam data yang dimunculkan di medsos, akan mudah diakses (dicuri) dan dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan dan tidak bertanggung jawab," tegas Sony.

Menurutnya, cara terbaik malawan maraknya konten negatif adalah dengan membuat konten positif sebanyak-banyaknya.

"Internet dan media alam maya juga bisa dijadikan medan dakwah Muhammadiyah dengan konten-konten kebaikan," pungkasnya. (amin)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar