Kamis, 02 Agustus 2018

Dr. Agung Danarto, M.Ag ketika membuka Acara Temu Warganet Muhammadiyah di LPMP Jogjakarta, 2 Agustus 2018

YOGYAKARTA - Maraknya serbuan konten dan praktik penyalahgunaan media sosial saat ini menjadi keprihatinan Muhammmadiyah. Agar tepat dan positif dalam bermedsos, netizen Muhammadiyah duduk bersama dalam Temu Nasional Warganet Muhammadiyah di Yogyakarta, 2-3 Agustus 2018 ini.

Dalam kesempatan membuka acara temu nasional yang dilangsungkan di LPMP Yogyakarta ini, Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Agung Danarto MAg menegaskan, dunia maya sejatinya sekarang adalah dunia nyata yang dihadapi semua orang. Teknologi informasi bahkan telah mendisrupsi di segala aspek kehidupan kita.

"Saat ini eranya post-truth, realitas obyektif tidak lagi dominan dalam memengurihi opini publik dunia maya," kata Agung Danarto, Kamis (2/8) sore.

Saat ini, lanjutnya, bisa jadi kebenaran yang dikirim tidak terlalu penting, tapi bagaimana reaksi dan respon dengan cepat diperoleh dari netizen, sehingga akan mudah memengaruhi opini publik. Akan tetapi, kata Agung, semakin banyak dishare, kebenaran dan realitas obyektif akan menjadi mainstream jiga disampaikan terus menerus dan sesering mungkin.

"Tafsir terhadap realitas (kebenaran) bisa direbut dari publik muslim di Indonesia. Jadi, netizen Muhammadiyah juga harus bisa memenangi persingan konten digital," tegasnya.

Sementara itu, ketua MPI PP Muhammadiyah Mukhlas menegaskan, Temu Nasional Warganet ini diikuti setidaknya 132 delegasi MPI PDM kabupaten/kota dan 22 PWM se Indonesia.

"Kami berharap forum Warganet Muhammadiyah ini akan menghasilkan narasi alternatif konten digital dan cetak biru yang bisa dipedomani bersama-sama pengelola jejaring media Muhammadiyah," kata Mukhlas. (amin)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar