Sabtu, 19 Mei 2018

Posted by hilmi Posted on Mei 19, 2018 | No comments

Meraih Keberkahan Sahur

Ustadz M.  Syarif Hidayatullah

Meraih Keberkahan Sahur

Oleh : Ust. M. Syarif Hidayatullah
(Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah {PDM} Kota Batu)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan, tidak hanya keberkahan puasa, tetapi serangkaian ketaatan pada bulan suci itu menjadi berkah bagi umat Islam. Antara lain  shalat malam (tarawih), membaca atau tadarus al-Qur'an, makan sahur, memberi makan orang yang berpuasa (ifthoorus shooim), berdoa, umrah, bersedekah (zakat) dan ketaatan lainnya.
Keberkahan bulan Ramadhan disebutkan dalam sabda Nabi SAW sebagaimana diriwayatkan Imam An-Nasaa'i dari Abu Hurairah ra. sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Dari Abu Hurairah ra Rasulullah SAW bersabda: _Telah datang kepada kalian, Ramadhan Bulan Penuh Berkah, Allah mewajibkan kalian berpuasa, Pintu-pintu langit dibuka, Pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang mengharamkan kebaikan malam itu, maka ia tidak mendapatkan keutamaannya._ (HR An-Nasaa’I No. 2079)

*Defenisi Keberkahan (Al-Barakah)*

Dalam kitab Duruus Ramadhan yang ditulis oleh Muhammad Ibrahim al-Hamdy menjelaskan tentang defenisi keberkahan (al-barakah) yaitu:

البَرَكَةُ هِيَ نُزُوْلُ الخَيْرِ الإِلهِي فِي الشَّيْءِ، وَثُبُوْتُهُ فِيْهِ

Artinya: _"Keberkahan adalah turunnya kebaikan dari Allah pada sesuatu dan kebaikan itu senantiasa ada pada sesuatu itu"_. Atau:

البَرَكَةُ تَعْنِي الزِّيَادَةُ فِي الخَيْرِ وَالأَجْرِ، وَكُلِّ مَا يَحْتَاجُهُ العَبْدُ مِنْ مَنَافِعِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

Artinya: _"Keberkahan adalah bertambahnya kebaikan dan pahala (dari Allah), dan segala sesuatu yang diperlukan seseorang untuk manfaat kehidupannya di dunia dan di akhirat"._

Dari dua defenisi yang dikemukan di atas dapat disimpulkan bahwa keberkahan adalah turunnya kebaikan dari Allah SWT pada sesuatu baik itu tempat seperti Masjidil Haram, atau waktu seperti Ramadhan maupun person seperti Nabi Muhammad SAW. Dan keberkahan itu akan selalu melekat pada sesuatu itu. Keberkahan juga berarti bertambahnya kebaikan dan ganjaran (pahala) dari Allah SWT serta bertambahnya segala sesuatu yang dibutuhkan seseorang untuk kemaslahatan hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.
Keberkahan tidak datang kecuali dari Allah SWT. Dan untuk memperolehnya adalah dengan ketaatan kepadaNya. Di antara keberkahan Ramadhan yang paling sering diabaikan oleh sebagaian orang yang berpuasa adalah keberkahan sahur. Sering seseorang merasa kuat berpuasa tanpa makan sahur. Atau memilih makan pada awal waktu atau tengah malam agar bisa menikmati tidurnya tanpa harus bersusah payah bangun pada waktu sahur. Padahal makan pada waktu-waktu itu tidak termasuk sahur yang memperoleh berkah. Sebag aimana ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik ra.:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: _"Dari Anas bin Malik ra Rasulullah SAW bersabda: Makan sahurlah kalian, karena dalam makan sahur terdapat berkah"._ (HR al-Bukhari No. 1789 dan Muslim No. 1835)

*Keberkahan Sahur*

Bagi seorang muslim, memperoleh keberkahan sahur adalah bagian dari keberkahan bulan suci Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan. Karena itu ia akan selalu berusaha untuk mendapatkannya dan mengajak keluarga dan saudara muslim lainnya agar menegakkan syi'ar Islam ini. Dengan demikian memahami amaliah yang satu ini adalah langkah awal untuk keberkahan yang terdapat di dalamnya. Adapun keberkahan sahur antara lain:

*a.* Dengan makan sahur sesungguhnya seseorang telah mentaati Rasulnya, karena Rasulullah dalam hadits yang menyebutkan keberkahan sahur  bersabda : تَسَحَّرُوا yang berarti _"makan sahurlah kalian"_. _Tasahharuu_ adalah kata perintah. Orang yang makan sahur adalah orang yang menjalankan perintah Rasul SAW. Ketaatan kepada Rasul SAW. berarti taat kepada Allah SWT dan akan memperoleh kemenangan yang besar. Hal ini dinyatakan dalam firmanNya dalam surat An-Nisaa' ayat 80 sebagai berikut:

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ...

Artinya: _"Barang siapa yang mentaati Rasul sesungguhnya dia mentaati Allah…"_
Dalam ayat lain Allah berfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: _"Dan Barang siapa yang taat kepada Allah dan RasulNya sesungguhnya ia telah memperoleh kemenangan yang besar"._ (QS. Al-Ahzaab : 71)

*b.* Dengan makan sahur sesungguhnya seseorang telah mengagungkan Syi’ar Islam dan menyelisihi Ahlul Kitab dalam berpuasa. Mengagungkan Syi’ar Islam adalah lahir dari ketaqwaan hati seseorang. Sebagaimana firman Allah ketika menjelaskan keutamaan ibadah haji:

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Artinya: _"Demikianlah (perintah Allah) dan barang siapa yang mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah Maka sesungguhnya itu lahir dari ketaqwaan hati"._ (QS. Al-Hajj :32)

Sedangkan menyelisihi Ahlul Kitab sering dilakukan Rasulullah untuk mempertegas identitas keislaman umatnya termasuk dalam ibadah puasa sebagaimana sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Amri ibn al-Ash ra.:

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Artinya: _"Dari Amri ibn ‘Ash ra.  bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Beda puasa kita dengan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur"._ (HR Muslim No. 1836)

*c.* Dengan makan sahur sesungguhnya seseorang telah memperoleh kebaikan.
Sebagaimana sabda Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Ahamad dari Abu Sa'id Al-Khudry:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْإِفْطَارَ وَأَخَّرُوا السُّحُورَ

Artinya: _"Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra.  ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Umatku senantiasa berada dalam kebaikan manakala menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur."_ (HR Ahmad No. 20350)

*d.* Dengan makan sahur sesungguhnya seseorang akan memperoleh shalawat dari Allah SWT dan para MalaikatNya. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Sa'id Al-Khudry:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Artinya: _"Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra.  ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Makan sahur itu berkah. Karena itu jangan kalian tinggalkan walaupun seseorang meminum seteguk air, karena sesungguhnya Allah beserta para Malaikatnya bershalawat kepada orang yang makan sahur."_ (HR Ahmad No. 10664)

Dalam hadits tersebut Rasulullah melarang umatnya untuk meninggalkan sahur, jika seseorang tidak berkeinginan untuk makan pada waktu itu maka dengan meneguk seteguk airpun telah dikatakan makan sahur. Sehingga berhak memperoleh shalawat dari Allah dan MalaikatNya. Menurut Abu Sufyan Ats-Tsaury dalam Tafsir Ibnu Katsir Shalawat Allah adalah rahmatNya dan shalawat Malaikat adalah permohonan ampun dari Malaikat untuk orang-orang yang makan sahur.

*e.* Dengan makan sahur sesungguhnya seseorang tengah berada pada waktu yang penuh dengan keberkahan di mana Allah SWT turun ke langit dunia, untuk mengabulkan doa dan permohonan hamba-hambaNya serta mengampuni orang-orang yang beristighfar kepadanya. Hal ini dijelaskan dalam sabdanya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra.:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: "Dari Abu Hurairah ra.  ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT turun ke langit dunia setiap malam yakni pada sepertiga malam akhir dan berkata: _“Siapa yang berdoa kepadaKu akan Ku kabulkan siapa yang memohon kepadaKu akan Ku penuhi dan siapa yang memohon ampun akan Aku ampuni."_
(HR al-Bukhari No. 6940, Muslim No. 1261)

Berdasarkan hadits di atas, waktu sahur merupakan waktu terbaik untuk memohon ampun  kepada Allah SWT. Hal ini juga disebutkan dalam Al-Qur'an pada dua ayat yang berbeda redaksinya namun memiliki makna yang sama. Yaitu pada surat Ali Imran: 17 dan surat Adz-Dzariyaat: 18

...وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Artinya: _"Dan orang-orang yang beristigfar pada waktu sahur"_ (QS. Ali-Imron: 17)

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: _"Dan pada waktu sahur mereka beristigfar"_ (QS. Adz-Dzariyaat : 18)

*f.* Dengan makan sahur sesungguhnya seseorang lebih terjaga untuk melaksanakan suatu ibadah yang sangat utama, yaitu shalat Shubuh berjama’ah beserta keutamaan yang ada di dalamnya, terutama jika seseorang mengakhirkan makan sahur. Tentang keutamaan shalat subuh ini Allah SWT berfirman dalam surat Al-Israa': 78 sebagai berikut:

...إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: _"Sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan (oleh para malaikat)."_
Nabi SAW ketika menjelaskan ayat ini sebagaimana termaktub dalam shahih al-Bukhari mengatakan bahwa para Malaikat yang bertugas di malam hari dan Malaikat yang bertugas di siang hari berkumpul saat shalat Shubuh.
Bahkan dalam riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah ra. Nabi SAW. dengan bahasa yang lugas memotivasi umatnya untuk melaksanakan ibadah ini:

وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Artinya: _"Seandainya mereka tahu apa yang ada pada shalat Isya' dan Shubuh maka mereka akan mendatanginya walaupun harus  merangkak"._  (HR. al-Bukhari No. 580)
Lebih dari itu shalat sunnah dua rakaat sebelum Shubuh pun memiliki keutamaan yang luar biasa, yaitu lebih baik dari dunia dan segala isinya. Nabi SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari 'Aisyah ra. :

عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya: _"Dari Aisyah ra.  ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: dua raka’at sebelum shalat shubuh lebih baik dari dunia dan isinya"._ (HR Muslim No. 1193)

Inilah sebagian dari keberkahan sahur, yang harus diraih oleh orang yang berpuasa. Namun sangat disayangkan, pada waktu yang berlimpah keberkahan ini, sebagian besar stasiun televisi kita sering menayangkan program-program yang tidak menggugah masyarakat Islam untuk meraih keberkahan ini. Dengan alasan membangunkan atau menemani mereka sahur, tapi justru lebih sering melalaikan umat dari keberkahan ini.

_Wallahu a'lam bish-shawaab._
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar