Rabu, 30 Mei 2018

Tim KLL dan MEK PCM Lawang memberikan paket sembako bagi warga di Masjid Al - Hikmah, Selasa (29/05/18)
Malangmu.or.id -- Ramadhan merupakan bulan yang mulia dan bulan yang penuh berkah. Pada bulan inilah hendaknya kita berlomba-lomba mencari ridho oleh Allah. Kesempatan yang datang ini tak di sia-siakan oleh kantor layanan Lazismu (KLL) Lawang Kabupaten Malang.

Pada hari Selasa (29/05/18) KLL Lawang yang bekerja sama dengan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lawang berbagi untuk warga dhuafa dengan menggelar bakti sosial bertempat di masjid Al - Hikmah Desa Ketindan Kecamatan Lawang.

Acara yang banyak di hadiri oleh warga dan simpatisan Muhammadiyah Lawang ini mengundang tak kurang dari 40 warga dhuafa di sekitar desa Ketindan untuk menerima bantuan paket Sembako.

Rahmad, ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ketindan dalam sambutannya mengatakan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. "Alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar, terimakasih kepada KLL Lawang dan MEK PCM Lawang yang sudah berkolaborasi untuk kelancaran Acara ini. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat bagi  penerima santunan". Kata Rahmad

Sementara itu, Imam Suhariadi Islam mewakili Lazismu Kabupaten Malang merasa bangga atas apa yang di lakukan oleh KLL Lawang dan MEK PCM Lawang. Menurutnya kegiatan ini merupakan bukti bahwa adanya Muhammadiyah akan memberikan manfaat bagi warga sekitar.

"Muhammadiyah harus bermanfaat, karena Muhammadiyah itu bertekad mewujudkan Islam yang rahmatan lil 'alamin". Tegasnya. Acara ini berlangsung mulai dari pukul 16.30 dan ditutup dengan buka puasa bersama.

Minggu, 27 Mei 2018

Ketua PWM Jatim, Saad Ibrahim (di mimbar) dalam Kajian Ramadhan 1439H PDM kab. Malang, Ahad 27/05/18 (foto: Aqib)
Malangmu.or.id -- Islam memiliki sejarah sangat panjang hingga menuju puncak kejayaannya. Peran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya begitu besar pengaruhnya terhadap kejayaan Islam yang diperjuangkannya.

"Muhammadiyah adalah pengikut Nabi Muhammad SAW. Karenanya, pemimpin harus meneladani semangat dan keinginan Rasul seperti saat ingin menaklukkan Mekkah," kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Saad Ibrahim, di sela Kajian Ramadhan ke-26 PDM Kabupaten Malang di aula SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Ahad (27/5) pagi.

Kyai Saad lalu berpesan, pimpinan Muhammadiyah harus selalu punya iradath (kemauan kuat) dan proyeksi dalam dakwah dan perjuangan. Dengan kemauan dan berpikir proyektif ini, tegasnya, maka Muhammadiyah bisa eksis dan semakin besar sehingga bisa terus mensiarkan keislaman.

Dalam kajian ramadhan yang diikuti sekitar hampir seribu jamaah warga Muhammadiyah ini, Saad Ibrahim banyak menyinggung sirah perjuangan Nabi dan kejayaan Islam hingga keruntuhannya. Dikatakan, Nabi Muhammad SAW dengan pengikutnya yang hanya sejumlah 300 mukminin mampu mengalahkan kaum quraisy.

Saad mengatakan, pada 631 Masehi, Nabi akhirnya menguasai Makkah (fathu Makkah). Sebelumnya, pada 622 M Nabi Muhammadi hijrah, serta mendirikan baitul aqabah dan menguasai Yatsrib (Madinah).

"Saat memimpin kaum muslimin yang jumlahnya masih sangat kecil, Nabi Muhammad SAW sudah berproyeksi bakal bisa menguasai Madinah. Beberapa saat sebelum wafat, Nabi melangsungkan Haji Wadda' bersama 124 ribu muslimin di Makkah saat itu," imbuhnya. (amin)
Prof. Dr. Zainuddin Maliki dalam Kajian Ramadhan PDM kab. Malang 1439H, Ahad 27/05/18

Malangmu.or.id – “Muhammadiyah sejak berdiri tidak pernah terlepas dari politik. Tetapi, Mulai berdiri hingga sekarang tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai partai politik, melainkan sebagai organisasi dakwah. Organisasi yang memfokuskan diri dalam pengembangan di bidang dakwah dan penguatan di bidang kultural.” Demikian pernyataan Prof. Dr. Zainuddin Maliki dalam mengawali taushiyahnya pada Kajian Ramadhan 1439H Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang, Ahad 27 Mei 2018.

Pada acara yang digelar di Aula SMK Muhammadiyah 01 Kepanjen itu, Zainuddin –nama panggilannya- mengupas persoalan hubungan Muhammadiyah dengan politik. Menurutnya, Muhammadiyah tidak pernah berpengalaman di bidang kepesertaan pemilu. Muhammadiyah tidak memiliki pengalaman secara langsung sebagai partai peserta pemilu. Hal ini, jelas Dosen Unesa ini, tentu saja memiliki kelebihan dan sekaligus kekurangan. Apa itu?

Kelebihannya adalah Muhammamdiyah tidak dikalkulasikan sebagai lawan politik. Papar Zainuddin. Karena, dalam politik itu pola hubugannya adalah siapa mendapat apa? Pola hubungan demikian ini tidak pernah terjadi dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.

Dikarenakan Muhammadiyah membatasi diri untuk tidak terlibat secara langsung dengan urusan politik praktis maka,menurut wakil ketua PWM Jatim, ini akan mendapatkan kesempatan yang luas untuk menyalurkan energinya di dalam pengembangan yang bersifat kultural, jelasnya. Muhammadiyah itu gerakan kultural, kaya akan gerakan sosial juga sekaligus gerakan spiritual. Modal kultural, sosial dan spiritual menjadi fokus garapan Muhammadiyah. Tegasnya di depan peserta Kajian Ramadhan PDM kab. Malang.

Zainuddin menilai bahwa sebenarnya, modal kultural, sosial dan spiritual jika dikalkulasi maka akan menjadi modal politik. Karenanya tidak sedikit personal atau individu Muhammadiyah yang dilirik dan dijadikan sebagai aktor politik, bagian dari kekuasaan yang dipercaya oleh penguasa.

Inilah sesungguhnya bukti bahwa Muhammadiyah cenderung memilih berpolitik tidak berpolitik. Tidak berpolitik itu ya politik, tegas Pria kelahiran Tulungagung ini. Berpolitik yang tidak berpolitik inilah merupakan strategi politik Muhammadiyah yang bisa mewarnai dunia politik.

Sedangkan kelemahan politik yang tidak berpolitik ini adalah pengalaman berkuasa tidak ada, tegasnya. Dengan demikian kemampuan bersiasat masih rendah. Pola memainkan peran dalam panggung kekuasaan perlu banyak belajar, tambahnya. (hil)

Sabtu, 26 Mei 2018

Saad Ibrahim, Ketua PWM Jatim dalam Kajian Ramadhan PDM kab. Malang 27/05/18 (foto: Aqib)
Malangmu.or.id – “Kalau kita berbicara Kepemimpinan berarti kita bicara kekuasaan. Salah satu atribut Allah di dalam asmaul husna adalah kekuasaan. Nama-nama itu termaktub dalam al-Qodir, al-Jabbar, al-Qahar dan al-Aziz. Oleh karenanya, kita harus menyatakan secara esensisal bahwa kekuasaan itu milik Allah SWT.” Demikian ungkap Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Saad Ibrahim, M.A dalam Kajian Ramadhan ke-26 1439H di Kepanjen.
Kajian Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang di Aula SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen ini diikuti oleh seluruh Pimpinan Muhammadiyah dan ortomnya mulai tingkat Ranting hingga Daerah beserta para penggerak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-kab. Malang. Sekitar 1000 peserta jamaah kajian memadati ruang Aula.
Sa’ad –panggilan akrab ketua PWM Jatim—menguraikan dengan panjang lebar tentang makna kekuasaan yang termuat dalam al-Qur’an. Seperti halnya yang disebutkan dalam Q.S. Al-Mulk ayat 1, yang bermakna  keseluruhan kerajaan adalah milik Allah. Adapun sebagian kekuasan diberikan kepada manusia, hal ini disebutkan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 30, yang menjelaskan tugas manusia untuk mengatur, memakmurkan bumi yang didasarkan kepada kekuasaan hanyalah milik Allah SWT.
“Pada hakikatnya, manusia mengabdi kepada Allah. Manusia bertugas mengatur di bumi ini sesuai dengan aturan-aturan Allah.” Terang Saad. Seluruh manusia itu kholaaif (pemimpin), jelas Saad. Hal ini sebagaimana disitir oleh hadits kullukum raa’in wa kullukum masulun 'an raiyyatihi yang memiliki arti, setiap kamu semua adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban. Tetapi, kata Saad, kekuasaan yang dimiliki oleh manusia itu pada dasarnya sekedar dipinjami. Karena atas dasar dipinjami oleh Allah, maka harus sesuai ketentuanNya. Demikian jelas Saad di depan peserta Kajian Ramadhan 1439H PDM Kab. Malang.
Dalam tataran praktis atau riil, berbagai macam bentuk kepemimpinan muncul, mulai teokrasi, demokrasi dan sebagainya itu adalah wujud implementasi dari teori-teori kekuasaan yang terungkap dalam Qur’an. Menurut Saad, di dalam Qur’an bukan persoalan bentuknya yang ada seperti monarki, demokrasi dan sebagainya itu, melainkan bagaimana sistem pemerintahan itu dijalankan. Apakah sistem itu sudah di jalankan sesuai dengan kaidah-kaidah atau nilai-nilai kepemimpinan dalam al-Qur’an atau belum? Sebab, kepemimpinan itu dipertanggungjawabkan bukan hanya secara horizontal, sesama manusia saja, melainkan yang paling utama adalah vertikal, kepada Allah SWT. (hil/Aqib)
Dr. Mursidi, M.M dalam Kajian Ramadhan 1439H di Aula SMKM 1 Kepanjen, Ahad 27/05/18

Malangmu.or.id – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang, Dr. Mursidi, M.M mengingatkan bahwa kita ini tidak memiliki banyak ilmu, melainkan sedikit sekali. “Meski ada professor, doktor dan sebagainya, tetapi ilmunya tetap sedikit, masih banyak ilmu pengetahuan yang bersumber dari ayat qauliyah dan kuniyah yang belum terungkap, karenanya jangan sesekali sombong dikarenakan titel yang dimiliki.” Mursidi lantas menyitir QS Al Israa’ ayat 85 yang menyatakan bahwa “dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Itulah inti point yang disampaikan oleh Ketua PDM kab. Malang dalam memberikan sambutan pada Kajian Ramadhan ke-26 1439H yang bertepatan dengan tangal 27 Mei 2018 di Aula SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Mursidi mengajak agar kajian yang bertema Kepemimpinan dalam Islam ini diikuti dengan serius, agar memiliki banyak wawasan tentang konsep Islam dalam hal kepemimpinan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kepanjen, Abdul Rauf memberikan sambutan yang menguraikan agenda mega proyek di PCM Kepanjen. Agenda besar tersebut adalah membangung Gedung Dakwah Muhammadiyah dan Gedung sekolah PAUD As-Sakinah. Perihal dibangunnya Gedung Dakwah Muhammadiyah di kompleks masjid Nurul Hidayah di jalan protokol ibu kota kabupaten Malang ini, Abdul Rauf mengatakan bahwa mega proyek ini sesungguhnya telah dilikuidasi oleh PDM. Artinya, proyek ini tidak hanya menjadi tanggung jawab warga Muhammadiyah Kepanjen, tetapi warga Muhammadiyah seluruh kabupaten Malang bahkan lebih luas lagi.

Membangun gedung dakwah Muhammadiyah di kompleks masjid Nurul Hidayah ini didesign 4 lantai. Lantai dasar adalah Parkir. Lantai dua untuk tempat sholat. Lantai tiga untuk aula, dan lantai empat untuk perpustakaan. Bangunan ini akan menelan biaya lebih dari 4,5 Milyar dan diproyeksikan akan selesai pada tahun 2020. Dengan dibangunnya gedung ini, harapannya PDM sudah mulai bergeser ke sini, karena tanah di sekitar gdung dakwah ini juga dijual yang cocok untuk kantor PDM, sehingga komplit. Harap Rauf.

Sementara itu, Ketua PDM Kab. Malang, Dr. Mursidi, M.M menyambut hangat rencana pemindahan kantor PDM di Kepanjen, tetapi perlu banyak pertimbangan. Tetapi kalau memang Allah menghendaki kantor PDM pindah ke Kepanjen, maka tidak mustahil. Yang jelas, kata Mursidi, Semua Cabang Muhammadiyah se-kabupaten Malang ini memiliki mega proyek masing-masing. Semuanya kita support, tegasnya.

Kajian Ramadhan yang diselenggarakan pada hari ke 11 di bulan Ramadhan 1439H ini dihadiri oleh sekitar 1000 jamaah yang terdiri dari Pimpinan Muhammadiyah dan ortomnya mulai tingkat Daerah hingga Ranting, anggota dan simpatisan Muhammadiyah serta pengurus Amal Usaha Muhammadiyah se-kabupaten Malang. (hil)