Minggu, 25 Maret 2018

Posted by hilmi Posted on Maret 25, 2018 | No comments

Padepokan, Komunitas Berkhitmat Kepada Persyarikatan

Malangmu.or.id -- Bersyukur diberi kehormatan memberi 'tausyiyah' di padepokan tepatnya Pesantren Hizbul Wathan yang digagas dan didirikan oleh allahuyarham Kyai Abdulah Hasyim. Seorang ulama zuhud dan wara yang pernah saya kenal. Ini kesempatan yang kedua (Senin, 05/03/18), pada kajian rutin setiap Senin malam, puluhan jamaah hadir. Seperti baru kemarin saya berjabat dan bercengkerama dengan beliau, guru, ayah sekaligus sahabat.

Ketokohan dan ke ulama-anya begitu kental. Salah satu ulama rujukan yang dihormati. Penggerak juga perintis MUHAMMADIYAH di Malang Raya sekaligus pelopor berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang, bersama Prof Malik, allahuyarham Pak Sukiyanto, Prof Imam Suprayogo dan Prof Muhadjir Effendy.

Malam ini, saya di pesantren Guruku, duduk bersama putra-putrinya tercinta, jangan tanya bangga dan suka citaku. Inilah pertemuan yang membahagiakan, berasa pulang kembali. Menjadi orang Muhammadiyah biasa tanpa simbol dam topeng. Kami hanya ingin berkhidmat tak ada niat lain. Bukan berebut jabatan atau stempel organisasi, tapi memperbanyak amal sebagai bukti kecintaan kepada Persyarikatan.

*^*
Ada kerinduan yang sangat dari sebagian besar jamaah Muhammadiyah akar rumput. Bertemu dan bersilaturrahim. Kegelisahan ditengah kebanggaan,  amal usaha menjulang tinggi, modernisasi di sana-sini. Berbagai amal usaha tumbuh subur sebagai kebanggaan dan menghidupi orang banyak. Tapi hati kami semakin menjauh, seakan ada hijab yang membatasi.

Allah Tabaraka Wataala seakan mencurahkan rahmat malam itu. Tak disangka beberapa putra tokoh MUHAMMADIYAH generasi awal di Malang Raya hadir dalam halaqah. Seakan sebuah reuni keluarga Persyarikatan. Kami pulang ... " kata salah satu putra aktifis pergerakan sambil berkaca-kaca.  

Tak terasa diskusi berlanjut hingga 11 malam. Kami tak henti hentinya berkisah tentang banyak tokok-tokoh Muhammadiyah yang dilupakan. Kyai M Yasien Suhaimie sekretaris PDM, Ustdz Joko Santoso penggagas dan perintis Corp Mubaligh Muhammadiyah (CMM), ustadz Adimral Manan aktifis pergerakan di kalangan mahasiswa, ustadz Manan Idris tausiyahnya teduh dan menyentuh kami selalu berburu kemana beliau Khutbah dan memberi tausiyah, allahuyarham: Kyai Muhammad Gusti, Kyai As'ad Ihsan, Ustad Abu Bakar Muhammad, pak Sukiyanto, ustadz Kapten Sudjarwo, Kyai Darmani yang sangat lucu, ustadz Imam Suharno dan lainnya .. Masya Allah ... ada keberkahan yang banyak yang saya dapat malam ini di pesantren guruku.

*^*
Setidaknya semangat berkhidmat di Persyarikatan semakin menguat. Kami tidak sendirian. Masih banyak teman seiring yang se-niat. Bergandeng tangan saling menguatkan. 'Ini Persyarikatan adalah  tenda besar ... ' kata Buya Syafi'i Ma'rif suatu ketika, agar kita tak saling berebut tempat pada lahan sempit karena kurangnya cakrawala pandang.

Mari berkhidmat saling menggenapi. Laiknya orkestra saling memperindah dengan berbagai bentuk dan suara. Insya Allah kita akan bertemu kembali di tempat lain yang lebih indah. Insya Allah...

@nurbaniyusuf
Di Padepokan Guruku: Hizbul Wathan
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar