Kamis, 04 Oktober 2018

Posted by hilmi Posted on Oktober 04, 2018 | No comments

Kemitraan dengan BUMN, MEK PDM Fasilitasi Modal Kerja

Foto bersama penandatangan MoU BTN dengan MEK PDM di Hotel UMM Inn,  Kamis (04/10/18) 

Malangmu.or.id -- Pemberdayaan ekonomi kerakyatan bagian dari program kerja Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MEK-PDM) Kabupaten Malang mulai direalisasikan. Menggandeng pihak BUMN, dilakukan kerja sama kemitraan untuk memfasilitasi UKM binaan MEK-PDM kab. Malang.

Kerja sama kemitraan salah satunya dengan pihak BTN ini ditandai dengan penandatanganan MoU Kerja sama yang dilakukan hari ini, 4 Oktober 2018, di UMM Inn.
"Alhamdulillah, koordinasi awal Agustus lalu, antara pihak BTN dan Pengurus MEK serta PDM yg diwakili oleh Prof. Yunianto selaku Pembina MEK. Segera ditindaklanjuti awal September revisi MoU dalam rangka menyelaraskan keseimbangan manfaat antara BTN dan pengusaha Muhammadiyah. Terang Bahtiar (Ketua MEK PDM).

Acara yang digelar di Hotel Inn UMM dihadiri 25 UKM dari Lawang, Karangploso, Dau, Pakisaji, Kepanjen dan Gondanglegi yang selama ini menjadi binaan MEK PDM Kabupaten Malang.

"Pengusaha UKM ini siap menerima realisasi modal kerja dari program kemitraan ini. Karena BTN merupakan BUMN yang menyalurkan modal kerja murah, maka MEK melakukan kerja sama kemitraan," demikian Bahtiar Effendi, ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PDM Kabupaten Malang, Kamis (4/10).

"Pada akhir Oktober ini, modal kerja akan direalisasikan. Setelah itu, dalam waktu dekat kerjasama akan dilanjutkan untuk pengembangan peternakan ayam petelor dan Pendirian Toko Ritail Surya Mart", lanjut Bahtiar. (Hil/Amn)

Senin, 17 September 2018

Posted by Ridlo Posted on September 17, 2018 | No comments

Aparat Keamanan Perlu Belajar dari Teladan Kiai Ahmad Dahlan


Drs. Nadjib Hamid, M.Si dalam Pengajian Daerah Muhammadiyah Kab. Malang, Ahad (16/09/18)
Malangmu.or.id -BULULAWANG- Dikisahkan, ketika Kiai Haji Ahmad Dahlan akan melaksanakan dakwah di daerah Banyuwangi Jawa Timur, beliau mendapatkan surat kaleng yang isinya berupa ancaman pembunuhan. Jika Dahlan tetap pergi di kota Gandrung, sebutan lain Banyuwangi, maka sekelompok orang-orang disana akan siap menghadang untuk membunuhnya.

“Kalau Dahlan nekat ke Banyuwangi, maka pulang akan tinggal nama dan istrinya akan dijadikan pelayan”, diantar bunyi ancaman yang dikirimkan. Ini adalah cerita Drs. Nadjib Hamid, M.Si, Wakil Ketua PWM Jawa Timur ketika berceramah di Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang yang berlokasi di lapangan Bululawang (16/9).

Najib melanjutkan ceritanya. Namun ancaman itu tidak membuat Dahlan bergeming, karena beliau yakin dan ikhlas berjuang untuk Islam hanya dengan Ridho Allah. Bahkan Dahlan berangkat bersama istrinya ke kota Banyuwangi dengan naik kereta api. Sesampainya di stasiun kota Banyuwangi, sudah disambut oleh sekelompok yang sudah siap untuk menghadang dan membunuhnya dengan dikawal beberapa aparat keamanan. Ketika Dahlan turun dari kereta beberapa aparat menghampirinya dengan bermaksud mencegah Dahlan agar mengurungkan niatnya melanjutkan perjalanan. Tapi, Dahlan justru mengatakan, “Saya ini akan menyebarkan kebaikan dan kebenaran, kok justru tidak boleh. Lha mereka itu jelas jelas kelompok yang mau membunuh saya kok malah dibiarkan?”, jelas Dahlan sebagaimana dikutip Najib.

Akhirnya karena tidak bisa menjawab pertanyaan Dahlan, maka mereka tidak bisa mencegah untuk tetap melanjutkan perjalanannnya menuju lokasi pengajian. Lanjut cerita Nadjib yang membuat seribuan jamaah pengajian Muhammadiyan kabupaten Malang terkesima menyimaknya.

Dalam paparannya, Nadjib menyebutkan beberapa hal menarik dan mengejutkan setelah Kiai Dahlan memberikan pengajian di Banyuwangi. Pertama, ternyata orang yang membuat surat kaleng, konon namanya Abdullah, adalah orang yang pertama kali masuk Muhammadiyah setelah mengikuti ceramah Dahlan. Justru dia menjadi pioneer pergerakan Muhammadiyah di Banyuwangi waktu itu. Hal tersebut sesuai dengan buku sejarah berdirinya Muhammadiyah Banyuwangi. Ini membuktikan bahwa dakwah Dahlan yang gigih penuh keikhlasan dan keberanian menjadi bukti pergerakan dan kemajuan Muhammadiyah sampai sekarang.

Kedua, sadarnya aparat keamanan jaman dulu akan penting memutuskan tindakan yang benar, sehingga bisa menentukan mana yang hak dan mana yang bathil. “Harusnya aparat keamanan sekarang ini mestinya mencontoh apa yang telah dilakukan Kiai Ahmad Dahlan seabad yang lalu. Bila aparat sekarang ini memberikan perlindungan kepada pihak yang menolak pengajian pengajian maka akan bahaya kedepan mereka yang menolak akan merajalela karna bila ada pengajaian yang tidak sealiran maka akan lebih melakukan aksi aksi lagi, ”tegas Nadjib yang diwakafkan Muhammadiyah untuk maju menjadi calon anggota DPD RI Dapil Jawa Timur.

Nadjib berharap semoga aparat keamanan sekarang benar-benar bisa mencontoh apa yang telah dilakukan Kiai Dahlan seabad yang lalu. Kejadian yang sama terjadi lagi di akhir akhir ini, namun sikap aparat sudah beda dengan yang lalu. “Semoga mereka segera bisa memilih dan bersikap yang benar, mementingkan yang haq dan menyingkirkan yang bathil serta tidak adanya campur tangan pihak-pihak tertentu untuk menjaga kemaslahatan umat Islam di Indonesia, “pungkas Nadjib diwarnai applause jamaah pengajian yang memadati area lapangan Bululawang (rid/nrd).

Minggu, 16 September 2018

Posted by hilmi Posted on September 16, 2018 | No comments

KPU dan Banwaslu Harus Berterima Kasih kepada Muhammadiyah

Nadjib Hamid, M.Si dalam acara Pengajian Daerah Muhammadiyah Kab. Malang, Ahad (16/09/18)
Malangmu.or.id -- Blulawang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) selayaknya harus berterima kasih pada Muhammadiyah. Sebab, selama ini Muhammadiyah nyata dalam membantu KPU untuk sosialisasi Pemilu. Acara pengajian menjadi salah satu cara sosialisasi baik dan menyadarkan pentingnya Pemilu bagi warga, khususnya Muhammadiyah.

Demikian ungkapan Drs. Nadjib Hamid, M,Si saat mengisi pengajian dwi bulanan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang di lapangan Bululawang (16/9). Acara yang dihadiri ribuan warga persyarikatan itu sekaligus mengukuhkan Najib  sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) wilayah Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, wakil ketua PWM Jatim itu menekankan bahwa  penyelenggara pemilu tidak perlu khawatir pada pengajian politik Muhammadiyah. Justru, ia harus berterima kasih karena mereka dibantu untuk sosialisasi mengenai segala sesuatu tentang penyelenggaraan pemilihan.

“Kalau KPU akan menyelenggarakan sosialisasi perlu angggaran dana besar, dan itu uang negara. Tapi kalau model pengajian seperti di Muhammadiyah ini tidak perlu biaya sama sekali. Jadi, hal ini akan sangat membantu mereka untuk mengenalkan dan menyosialisasikan penyelenggaraan pemilihan”, tegasnya diawal ceramah pengajian.

Menurutnya, data membuktikan bahwa ketika pak Nadjib menjabat sebagai anggota KPU maupun Banwaslu membuktikan bahwa hampir 99% maysrarakat masih awam kapan pelaksanaan pemilihan dilakukan, harus memilih bagaimana dan gimana prosesnya. Pengajian seperti ini akan membantu untuk memberikan informasi secara murah, jelas dan pasti objeknya sehingga masyarakat bisa paham akan pemilu.

Wakil ketua PWM ini lalu mengungkapkan bahwa ceramah pengajian yang topiknya politik itu sangat qurani. Sebab,  Quran mengajari kita untuk memilih pemimpin yang baik. Inti dari politik adalah mencari pemimpin yang baik.

“Politik itu kan mencari pemimpin yang baik. Yang tidak diperbolehkan adalah ceramah politik yang sifatnya profokatif dan menyudutkan pilihan tertentu. Doa yang sering kita panjatkan diakhir sholat  seperti wa ja’alna lil muttaqiina imama itu adalah seruan politik. Seruan kepada umat untuk memilih pemimpin yang terbaik, “tegasnya lebih lanjut.

Untuk itulah, Muhammadiyah dengan melihat kondisi bangsa ini memutuskan untuk berjihad politik demi  ikut membangun dan menata kondisi Negara yang lebih baik dan berkemajuan sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dasar Negara Pancasila. (Rid/Nrd)

Sabtu, 15 September 2018

Posted by Ridlo Posted on September 15, 2018 | No comments

Saatnya Muhammadiyah Sukseskan Jihad Politik

Dr. Mursidi, MM, Ketua PDM Kabupaten Malang ketika memberikan sambutan di Pengajian Daerah Muhammadiyah di Lapangan Bululawang.

Malangmu.or.id. BULULAWANG - Bululawang - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Dr. Mursidi, MM, dalam sambutannya pada Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang (16/9) menyampaikan bahwa pengajian di Bululawang ini adalah pengajian Istimewa.  Itu tak lain karena pengajian Muhammadiyah dihadiri tokoh-tokoh politik. Pengajian dwi bulanan PDM Kabupaten Malang itu diselenggarakan di stadion sepak bola Bululawang, Kabupaten Malang.

“Pengajian kita kali ini istimewa. Sebab, pengajian ini  Muhammadiyah kabupaten Malang kali ini yang dihadiri banyak tokoh politik dari kalangan Muhammadiyah. Jadi ini bisa dikatakan pengajian politik Muhammadiyah’, terangnya dihadapan ribuan  jamaah Muhammadiyah.

Diawal sambutannya, Mursidi mengenalkan beberapa anggota dewan yang hadir di pengajian ini. Diantannya Totok Daryanto, anggota DPR RI dari wilayah Malang Raya yang juga Dewan Pakar Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Najib Hamid calon anggota DPD RI dapil Jawa Timur yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah serta beberapa anggota dewan dari berbagai partai.

Dalam ulasannya, Dosen Fakultas Ekonomi UMM ini menekankan kembali akan penting pergerakan dalam berjuang di Muhammadiyah. “Kita berorganisasi harus bergerak dan tergerak untuk mendenyutkan roh Muhammadiyah. Berjuang harus siap berkurban lahir batin dan pantang menyerah. Karena dengan begitu, Muhammadiyah  bisa eksis dan hidup beguna bagi masyarakat untuk menjalan misi dakwahnya dalam Islam berkemajuan”, pungkasnya.

Diakhir sambutannya, Mursidi mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Muhammadiyah untuk menyukseskan jihad Muhammadiyah dalam mewarnai politik dan pemerintahan di Indonesia. Muhammadiyah telah resmi menerbitkan SK Pencalonan Bapak Najib Hamid sebagai Calon Anggota DPD RI dapil Jatim. Muhammadiyah telah galang untuk yang kedua. Maka yang ketiga ini harus sukses menampilkan wakilnya untuk membantu kemajuan pemerintahan di Dewan Perwakilan Daerah. “Kita semua berharap semoga misi ini bisa sukses dan Muhammadiyah akan menjadi bagian penting dari membangun kemajuan bangsa, “katanya lebih lanjut.

Sebelum menutup sambutannya, Mursidi mengukuhkan Tim sukses pemenangan Najib Hamid for DPD RI, memberikan secara simbolis sembako dari Lazismu, Pelantikan PRM Dampit, dan penyerahakan Mobil Bantuan Ambulance dari bapak Totok Daryanto. (Rid/Nrd)

Kios-kios produk MEK PDM Kabupaten Malang menghiasi arena Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang di Lapangan Bululawang

Malangmu.or.id.BULULAWANG- Gelaran Pengajian dwi bulanan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang kali ini (16/9) bertempat di Stadion Sepak Bola Bululawang. Pengajian diselenggarakan dibawah koordinasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bululawang. Lapangan Sepak Bola Bululawang yang luas dan mudah dijangkau karena lokasinya dipinggir jalan raya Bululawang ini memudahkan peserta membanjiri. Pembicara dalam pengajian ini Drs. Nadjib Hamid, M.Si. (wakil ketua PWM Jawa Timur).

Disamping pengajian, ada pameran produk usaha Muhammadiyah dan pameran amal usaha Muhammadiyah yang ikut menghiasai arena pengajian. Aneka ragam produk usaha mulai makanan dan kerajinan serta usaha jasa Muhammadiyah banyak di munculkan di arena ini.

Pada pengajian daerah  ke 270  menghadirkan pembicara Drs. Nadjib Hamid, MSi. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kab Malang. Dia juga salah satu Calon Anggota DPD RI yang telah resmi diwakafkan oleh Muhammadiyah untuk mewakili Muhammadiyah di daerah pilihan propinsi Jawa Timur. Pengajian diikuti dengan  dideklarasikan tim sukses kemenangan Nadjib Hamid untuk DPD RI.

Kaitannya dengan pameran produk, Bahtiar Efendi, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PDM Kabupaten Malang menjelaskan bahwa pameran produk ini akan terus mendampingi kegiatan kegiatan besar Muhammadiyah. “Tak terkecuali pengaian Daerah sekarang ini. Semoga akan memberikan semangat dan menjalin ukhwah untuk memajukan perekenomian Muhammadiyah di Kab Malang”, ungkapnya.

Selain itu, PDM Kab Malang juga memperoleh bantuan Mobil ambulance dari bapak Totok Daryanto, anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Malang Raya. Mobil ambulance yang sudah dibentuk dan dikaroseri ambulance siap pakai untuk kepentingan bantuan kesehatan seluruh masyarakat Malang.

Acara lain yakni pelantikan ranting baru Muhamadiyah daerah Dampit. Pelantikan dilakukan setelah dibentuk dan disepakati untuk pendiriannya oleh PDM Kabupaten Malang yang merupakan cikal bakal berdirinya PCM Dampit ke depan.  Menyambut peserta pengajjian, aneka hiburan tari dari sekolah amal usaha Muhammadiyah Bululawang disuguhkan sehingga menambah semarak acara. (Rid/Nrd)

Senin, 10 September 2018

Dr. Sa'ad Ibrahim, M.A; Ketua PWM Jatim
Refleksi 1 Muharram 1440H oleh Ketua PWM Jawa Timur, Dr. M. Saad Ibrahim, M.A

Malangmu.or.id -- Memasuki tahun baru 1440 Hijriyah ini, terasa sekali ada sodokan yang menghunjam kesadaran eksistensial keIslaman kita, yang memacu aktualisasi berbagai proyeksi bagi kemajuan peradaban Islam. Sodokan ini semakin terasa ketika kontemplasi terhadap kehakikian hijrah yang dilakoni Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Yatsrib yang terjadi pada tahun 622 Masihi merasuk ke ranah dalam kedirian kita.

Ketika itu, Makkah menolak pewujudan  bangunan peradaban yang dibasisi dimensi teologis monistik yang dibimbing wahyu suci melalui kiprah total Nabi Muhammad saw dan sedikit para sahabat beliau. Bahkan tidak sekedar penolakan, tetapi bahkan berbagai persekusi.

Ada prestise yang mati-matian dipertahankan oleh subyek tindak persekusi ini. Prestise itu mengambil bentuk keangkuhan mempertahankan status quo terhadap berbagai idol imitasi sebagai "maa wajadnaa 'alayh aabaaanaa", seraya menegasikan logika yang lurus.

Dengan hijrahnya pembawa misi suci ini, tertundalah perwujudan peradaban teologis monistik yang menghadirkan kerahmatan bagi semua, dan baru dimulai kembali  secara frontal sekitar dua tahun sebelum Beliau wafat, melalui fath Makkah. Sementara itu Yatsrib telah berubah dengan bangunan peradaban baru yang teologis monistik, yang ditandai dengan: kesaudaraan antar berbagai kelompok, khususnya antara Muhajirin dan Anshar,  ketertiban tatanan kekuasaan, terutama melalui shahifah Madinah, juga perubahan nama Yatsrib menjadi al-Madinah al-Munawwarah - Kota yang tercerahkan, dan sebagainya.

Bangunan peradaban teoligis monistik humanis inilah yang jauh hari ketika masih di Makkah, Nabi saw proyeksikan tidak saja bagi kawasan Arab tapi juga bagi kawasan di luarnya: rahmatan lil 'aalamiin. Proyeksi ini,  sekarang di tahun baru 1440 Hijriyah, menohok kembali ke kesadaran eksistensial kita, menuntut ketercapaiannya di seluruh jengkal bumi ini.

Hijrahlah ke kawasan masa hadapan, ke Amerika, ke Prancis, ke Jerman, ke Inggris, ke Australia, ke Jepang, ke Tiongkok, dan berbagai kawasan lain! Tentu sebelum hijrah ke kawasan yang dijanjikan, ke kawasan AmpunanNya dan ke SorgaNya!

Sabtu, 08 September 2018

Posted by hilmi Posted on September 08, 2018 | No comments

Sekolah Muhammadiyah Alami Kenaikan Pendaftar 80 Persen


Malangmu.or.id -- Warga Muhammadiyah Kabupaten Malang layak bersyukur karena pada tahun 2018, sekolah Muhammadiyah mengalami peningkatan pendaftar sekitar 80 persen.  Ini tentu wujud kepercayaan masyarakat pada lembaga amal usaha yang bergerak di bidang sekolah.

Hal demikian dikatakan Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. Mursidi, MM saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) di Gedung Muhammadiyah Kabupaten Malang (9/9/18).

“Pada tahun ajaran 2018/2019 ini hampir 80 pesen mengalami kenaikan pemerimaan siswa baru,  baik tingkat dasar maupun tingkat menengah. Ini menjadi semangat kita untuk terus berkhidmat dalam persyarikatan Muhammadiyah. Juga tidak membuat kita terlena dengan capaian ini, “Mursidi menekankan.

Diakuinya  juga, bahwa masih ada sekolah Muhamamdiyah yang tetap perlu didorong dan butuh perhatian serius, misalnya, SMPM 11, SMKM 8 dan 9. Mursidi mengajak Musyawirin untuk   membuat terobosan agar 3 sekolah itu semakin menunjukkan kemajuan yang berarti.

Ia juga melaporkan bahwa di Kabupaten Malang belum ada  Rumah Sakit (RS) yang mumpuni. Ada klinik rawat inap Muhammadiyah Sumberpucung yang saat ini masih berjibaku untukmengubah diri ke bentuk RS dengan Tipe D.  Semua itu menjadi tugas warga dan pimpinan Muhammadiyah (nrd/hil/ali).
Posted by hilmi Posted on September 08, 2018 | No comments

Bikin Masalah Kreatif dan Inovatif, Demi Kemajuan Muhammadiyah

Ketua PWM Jatim (foto kedua dari kiri) dalam acara Musypimda kab. Malang, Ahad (09/09/18)
Malangmu.or.id -- Pada acara Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) Muhammadiyah Kabupaten Malang di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, Ahad 08/09/18, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Sa'ad Ibrahim hadir memberikan orientasi atau arahan.

Dalam paparannya, Sa'ad mengatakan bahwa kita tidak terlalu sadar akan karunia Allah SWT kepada kita yakni Muhammadiyah. Muhammadiyah yang besar, yang sudah berjalan satu abad lebih ini, memiliki kekayaan yang luar biasa. Ini merupakan karunia tersendiri yang diberikan kepada kita. Oleh karenanya, demi meraih karunia yang lebih besar lagi, Muhammadiyah harus dijaga, dirawat dan terus dikembangkan agar mampu meraih tujuannya, yang salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Republik Muhammadiyah itu jauh lebih hebat dari Republik Indonesia. Tentu, Republik Indonesia ini sebagai daarul ahdi wa syahadah yang sudah digariskan Persyarikatan kita. Indonesia sebagai Daarul Ahdi wa Syahadah ini sudah tidak perly lagi dipertanyakan tentang NKRI nya, “katanya yang  kemudian disambut geer Musyawirin.  

Sebagai contoh kehebatan Muhammadiyah adalah  jika Muhammadiyah mendapat bantuan dana dari siapapun, misal sebesar 500 juta. Maka akan jadi aset atau bangunan yang nilainya 1,5 Milyar.

Sa'ad kemudian berpesan pada  peserta yang hadir, dalam mengembangkan Muhammadiyah ini harus sering-sering bikin masalah dalam tanda kutip. Nabi Muhammad SAW ketika berdakwah di Mekkah  selalu "bikin masalah"? "Bikin masalah" hingga bisa menguasai Mekkah ketika itu. Demikian juga di Muhammadiyah, jika tidak ada masalah sama sekali maka Muhammadiyah tidak akan bisa berkembang.

Selain "bikin masalah", pesan Sa'ad selanjutnya adalah pengurus atau pimpinan harus kreatif dan inovatif. Daya kreasi dan invovasi ini menjadi kewajiban bagi semua pimpinan di manapun organisasinya. Tanpa daya kreasi dan inovasi, organisasi itu akan stagnan. (hil)
Lukman Hakim (foto kiri) secara resmi menerima mandat dari Ketua PDM kab. Malang, Ahad (09/09/18)
Malangmu.or.id -- Acara Musyawarah Pimpinan Daerah  (Musypimda) PDM Kabupaten Malang sekaligus mengukuhkan Lukman Hakim, S.Ag (ketua PCM Pakis) sebagai Ketua Tim Pemenangan H. Najib Hamid, M.Si. Pak Najib, begitu ia biasa dipanggil, ditugaskan PWM Jawa Timur (Jatim) sebagai anggota DPD utusan Jawa Timur. Acara pengukuhan dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah oleh Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. Mursidi, MM (9/9/18) disaksikan oleh peserta Musypimda.

Sebagai sebuah amanah organisasi, Lukman sangat antusias melaksanakan tugas yang tidak ringan ini. Bahkan, dia ditarget untuk memberikan suara 220 ribu suara bagi kesuksesan Najib. Untuk itu, ia telah mulai memetakan per Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Malang.

“Kita memang ditarget. Tentu ini tugas kita bersama, bukan hanya tugas tim pemenangan. Saya berharap warga persyarikatan ikut andil dalam menyukseskan amanah organisasi ini, “tegas Lukman lebih lanjut.

Saat dihubungi malangmu, sebelum ditunjuk sebagai ketua Tim Pemenangan,  Lukman juga sudah melaksanakan pengenalan calon kepada masyarakat. PCM Pakis pernah melaksanakan program “M to M” dengan dibungkus pengajian. Pulangnya, mereka yang hadir diberikan bungkusan sebanyak 150 buah. Itu hanya salah satu dakwah dengan memberikan kenang-kenangan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan lebih lanjut, “Tentu ini bukan kampanye karena di dalamnya tidak ada gambar atau pesan-pesan politik. Ini murni pengajian Muhammadiyah. Tentu saja harapan kita ke depan masyarakat mengenal Muhammadiyah dengan baik, dan program-programnya,  termasuk pengenalan pak Najib itu sendiri”.

Tugas bapak berputera empat ini ke depan antara lain,membentuk tim pemenangan dan mengenalkan calon kepada masyarakat umum. Ada dua cara yang dilakukan secara ideologis ke warga Muhammadiyah dan non ideologi kepada orang selain Muhammadiyah. Ada yang mengajak agar dilakukan kampanye bagaimana anggota legislatif seperti transaksi materi. Lukman mengakui, ia tidak gegabah melakukan cara-cara tersebut. Semua harus dilakukan dengan baik dan berlandaskan etika yang santun.

“Kita berharap kepada warga Muhammadiyah bertekad menyukseskan program pemenangan Najib Hamid. Ini tugas kita bersama. Apalagi selama ini kita sudah mengenal pak Najib yang berjuang untuk Muhammadiyah dengan baik tanpa cela. Diharapkan, ia akan amanah untuk melaksakan amanat PWM Jatim jika terpilih nanti”, tegas bapak yang pengusaha property ini (nrd/ali).
Posted by hilmi Posted on September 08, 2018 | No comments

Jamroji, Sosok Dibalik Flash Mob Pesmaba UMM 2018


Malangmu.or.id -- Ada sosok penting dibalik hadirnya mahakarya tujuh formasi flashmob Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2018 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Flasmbob itu kemudian menjadi viral di Media Sosial (Medsos).  Itu semua tak lepas dari  peran  dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM Jamroji, M.Comms.

Berkat kreativitasnya, pria alumni Curtin University Australia ini berhasil menciptakan gambar dan tulisan dengan menggerakan lebih dari 7.500 mahasiswa baru (Maba) dalam sejumlah formasi. Hebatnya untuk membentuk ketujuh formasi tersebut yakni “Merah-Putih”, “KH Ahmad Dahlan”, “Logo UMM”, “Students Today, Leaders Tomorrow”, “Peta Indonesia dan Pray for Lombok”, Jamroji tak perlu ilmu khusus. Ia mengaku hanya punya persiapan selama 30 menit. Juga,   hanya belajar secara otodidak.

“Saya belajar flashmob otodidak. Saya menemukan sendiri cara yang efektif, efisien dan presisi membuat formasi itu. Waktu yang diberikan panitia juga sangat mepet,” terang Jamroji, Rabu (5/9).

Menjadi flashmob yang keempat, Jamroji mengaku persiapan yang dilakukan pada tahun ini terbilang pendek, total hanya membutuhkan waktu selama enam hari. Dengan dibantu 20 orang mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, ia pun mengeksekusi konsep yang disetujui pihak kampus untuk direalisasikan.

“Karena ini sudah yang keempat dan tempatnya sama, maka bisa dibilang waktu persiapannya singkat. Saya dapat surat tugas 20 Agustus 2018, lalu saya mulai membuat enam sketsa di komputer dalam waktu dua hari. Setelah sketsa disetujui, saya dan tim melakukan griding di Helipad,” ujar pria yang juga menjadi inisiator Kampung Warna-Warni Jodipan Malang yang melegenda secara nasional tersebut.
            
Meski bukan yang pertama kali, diakui Jamroji, tidak mudah menyempurnakan sebuah flashmob. Dalam mengeksekusi proyek ini, ia perlu melibatkan sekitar 20 orang mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM untuk membantu mulai dari proses desain hingga penataan posisi Maba. Hal tersulit menurutnya, ada pada proses mencocokkan sketsa formasi dengan grid di excel.

Selain itu proses griding di Helipad juga memiliki tantangan tersendiri, karena membutuhkan ketelitian dan ketelatenan dalam memasang lebih dari 7.000 lakban sebagai penanda formasi. “Yang tak kalah sulit adalah menata barisan untuk ribuan Maba ini,” imbuhnya.

Memiliki kekhasan dibanding flashmob lain, UMM tetap mempertahankan tradisi tanpa alat bantu peraga. Flashmob UMM hanya memanfaatkan atribut yang sudah melekat pada mahasiswa baru, yaitu seragam putih-putih, almamater dan topi. Inilah sebabnya mengapa flashmob UMM disebut sebagai Jas Merah Mob.

Tak hanya sekedar membuat formasi, Jas Merah Mob juga berbagai membawa pesan yang ingin disampaikan pada khalayak luas. Salah satunya “Pray for Lombok” yang juga diikuti oleh aksi donasi untuk Lombok. “Ini untuk menunjukkan kepedulian pada negeri ini. Donasi nantinya akan kami salurkan melalui Lazismu,” pungkas pria kelahiran Karanganyar ini.

Sukses menciptakan karya kreatif melalui Flashmob Pesmaba dan Kampung Warna-Warni Jodipan, Jamroji kini tengah mempersiapkan mega proyek lain yakni Discover Gresik dengan target merubah sebuah kawasan biasa menjadi daerah dengan berbagai konsep wisata (hms/nrd).
Posted by hilmi Posted on September 08, 2018 | No comments

Mengurai Praktik Korupsi Berjamaah di Kota Malang

Cegah Korupsi: Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan UMM, Salahudin, (kedua dari kiri) sedang memberikan solusi untuk mencegah korupsi di daerah dalam  Diskusi Publik (8/9/18)
Malangmu.or.id -- Diskusi publik mengenai korupsi yang terjadi di Malang kembali digelar Program Studi (prodi) Ilmu Pemerintahan FISIP UMM. Diskusi mengangkat tema “Praktik Korupsi dan Mafia APBD di Kota Malang” di ruang Sidang Wakil Rektor I UMM (08/09). Acara tersebut diikuti oleh segenap aktivis dan civitas akademika. Dengan pemateri yang paham tentang praktik korupsi yang terjadi di Kota malang salah satunya Luthfi Jayadi.


Lookh Makhfudz selaku mantan anggota DPRD mengatakan bahwa banyak diantara anggota DPRD tersebut kurang dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM). Pernah  terjadi bahwa seorang diantara anggota DPRD pekerjaannya menjadi peternak lalu di angkat sama masyarakat naik ke kursi DPRD. Namun ketika sudah jadi anggota dewan jadi  bingung apa yang mau dilakukan. Hal ini menjadi pintu gerbang besar untuk memanipulasi dan melakukan praktik penipuan yang menghasilkan pola korupsi.


Sementara itu Luthfi Jayadi selaku aktivis anti korupsi dan pendiri Malang Corruption Watch (MCW) menjelaskan hubungan praktik korupsi yang dilakukan daerah memiliki hubungan  jenjaring korupsi antara birokrat, politisi, aparat hukum dan pengusaha.


“Coba dicek. Praktik korupsi bisa dilakukan antara legislatif dengan eksekutif. Maka, dalam praktik lapangan anggota legislatif berkerja sama dengan anggota eksekutif untuk saling menutupi praktik korupsi yang telah mereka buat. Hal tersebut terjadi dengan jelas tertangkapnya 41 dari 45 orang anggota DPRD kota Malang yang terbukti korupsi”, tegas aktivis era 90-an itu.


Salahudin selaku pengamat APBD dan Ketua prodi Ilmu Pemerintahan (FISIP) UMM memberikan suatu solusi untuk mengatasi itu semua. Solusinya tersebut adalah dengan memberdayakan masyarakat luas tentang politik dan pemerintahan. Dengan pahamnya masyarakat luas, maka masyarakat jadi paham tentang siapa saja yang benar-benar harus dipilih dan siapa saja yang tidak layak terpilih sebagai wakil rakyat. Dengan pemilihan yang bersih maka terciptalah pemimpin yang bersih dan bebas korupsi (hil/nrd).
Prof. Dr. Thohir Luth (foto paling kiri) ketika memberikan sambutan pembukaan (7/9/18)
Malangmu.or.id -- Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyelenggarakan Perkaderan Ulama Tarjih Muhammadiyah pada 7 - 9 September 2018 di Aula Gedung Rusunawa Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini bertema "Revitalisasi Gerakan Ketarjihan di Muhammadiyah".

Prof. Dr. Thohir Luth, M.A ketika memberikan sambutan pembukaan menyampaikan bahwa alasan utama diselenggarakan kegiatan ini dilandaskan atas beberapa fakta. Pertama, Ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam hal ini adalah masjid atau mimbar-mimbar kita sering dipakai oleh orang-orang yang memiliki metode berfikir di luar Muhammadiyah. Kedua, fenomena keberagamaan di Jawa Timur terjadi gerakan amaliyah yang berbeda-beda. Misal saja, rakaat sholat tarawih, gerakan takbir dalam sholat ied, dan sebagaianya.

Fakta ketiga menurut Ketua PWM Jatim Periode 2010 s/d 2015 ini adalah persoalan serius, yakni langkahnya ulama tarjih di Muhammadiyah. Padahal jati diri berislam dalam Muhammadiyah paking tidak adalah bersumber dari keputusan-keputusan tarjih Muhammadiyah. Tegasnya.

Lebih lanjut menurut Professor yang berdomisili di Sekaling Malang ini, Ulama tarjih ini adalah ulama khoos (husus). Ulama yang mendalami secara husus bidang ketarjihan. Mereka bukan ulama biasa. Oleh karenanya, Kelangkaan ulama tarjih Muhammadiyah ini mengakibatkan persoalan kebangsaan kita semakin parah. Paparnya di depan 110 peserta utusan PDM se-Jatim. Prof. Thohir (sapaan akrabnya) berharap agar peserta yang hadir ini ketika kembali ke daerah masing-masing menjadi motor penggerak dalam memulai pengkajian secara serius tentang manhaj tarjih (ketarjihan) ini.

Adapun Dr. Abdul Haris, M.A selaku Pimpinan MTT PWM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan awal dalam "proyek" pembentukan ulama tarjih Muhammadiyah yang serius mendalami ketarjihan. Oleh karenanya, materi yang dikaji selama 3 hari ini, masih bersifat mendasar dan sedikit masuk ke manhaj tarjih. Adapun ke depan, tahap kedua dan seterusnya baru akan masuk pada proses yang lebih mendalam tentang pengambilan hukum (istinbath) dalam manhaj tarjih. Tegasnya.

Sehingga, tujuan utama acara ini yakni membangun cara berpikir dan model keberagamaan warga Muhammadiyah yang sesuai manhaj tarjih Muhammadiyah melalui da'i atau ulama tarjih Muhanmadiyah bisa tercapai. (hil)
Posted by hilmi Posted on September 08, 2018 | No comments

Muspimda PDM Kabupaten Malang Jelang Pemilu 2019


Malangmu.or.id -- Dalam rangka menguatkan syiar dan mengevaluasi program pengurus Muhammadiyah di Kabupaten Malang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang mengadakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) periode 1. Acara ini diselenggarakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah  PDM Jl. Raya Sengaling, Malang (9/9/18).

Acara diselenggarakan untuk mengevaluasi program kerja dan pertanggungjawaban pengurus PDM kepada warga persyarikatan. Disamping evaluasi juga untuk merencakan, menguatkan, dan memberikan solusi bagi program kerja ke depan. Muspimda ini menarik karena bersinggungan dengan suasana menjelang Pemilu 2019.

Dr. Mursidi MM, selaku ketua umum PDM Kabupaten Malang menegaskan, “Ini acara rutin sebagai konsenkuensi amanat warga pada pengurus. Jadi, kita melaksanakan progam yang sudah digariskan pada Musda dua tahun lalu . Kemudian seberapa jauh program sudah dijalankan. Tentu ada kendala. Inilah yang harus kita komunikasikan pada warga persyarikatan.”.

Di mata Mursidi, Muspimda penting karena untuk merencanakan program ke depan juga. Apa yang sudah dilaksanakan, apa yang belum, mengapa belum dilaksanakan. Untuk itu, kita perlu melaporkan, mengevaluasi dan menyusun program 2 tahun ke depan dengan musyawarah daerah. Dalam Muspimda juga akan diberikan penjelasan apa yang harus dilakukan warga persyarikatan menjelang dan saat Pemilu 2019.

Agenda Muspimda dihadiri oleh PDM Kabupaten Malang, Ketua dan Sekretaris PDA Kabupaten Malang, Ketua dan Sekretaris Majelas/Lembaga, PDPM, PDNA, PDIPM, KWARDA, HW, PIMDA, Tapak Suci, Ketua dan Sekretaris PCM, Kepala Sekolah Muhammadiyah, dan Kepala Amal Usaha Muhammadiyah se Kabupaten Malang.

Muspimda kali ini juga menguatkan sikap kemana suara Muhammadiyah akan diberikan saat Pemilu 2019. Tentu, diharapkan warga memberikan suaranya pada kader-kader terbaik Muhammadiyah (nrd).

Sabtu, 01 September 2018

Posted by hilmi Posted on September 01, 2018 | No comments

Silaturahim Dan Mengaji Sebagai Bentuk Kesyukuran



Malangmu.or.id--Wagir, Ahad (2/9) - Majelis Tabligh PC Muhammadiyah Wagir menghadirkan Ustadz Imam "Zainudin MZ" Sugandi dalam Kajian Ahad Pagi rutin di Masjid Thariqul Khair Wagir. Mengangkat tema "Akhlak Yang Baik Dan Kalimat Thayyibah", kajian ini dihadiri oleh warga Muhammadiyah dan simpatisan di Wilayah Kecamatan Wagir.

"Dalam hadits Rasulullah SAW pernah berwasiat: “Barang siapa yang bisa menjamin (keselamatan) antara dua rahangnya (lisan) dan dua kakinya (faraj) maka aku menjamin baginya surga, demikian di hadits riwayat Imam Bukhari dijelaskan", demikian Ustadz Imam Sugandi mengawali kajiannya.

"Berhati-hatilah dalam menjaga keduanya. Termasuk menghadapi tantangan dan godaan duniawiyah", sambung Ustadz anggota Corps Mubaligh Muhammadiyah Malang ini.

Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan Majelis Tabligh PC Muhammadiyah Wagir diselenggarakan di dua masjid yakni Masjid Thariqul Khair Wagir dan Masjid Al Firdaus Temu Sitirejo sebagai pusat gerakan dakwah Islam.

Minggu, 05 Agustus 2018

Posted by hilmi Posted on Agustus 05, 2018 | 1 comment

Merah Putih Tutupi Masjid K.H. Ahmad Dahlan Malang

Bendera Merah Putih tutupi bagian atas masjid KH Ahmad Dahlan, Karang Ploso kab. Malang
Malangmu.or.id -- Bendera Merah Putih raksasa di stadion saat pertandingan timnas Indonesia mungkin sudah biasa. Tetapi, ada yang berbeda di bangunan Masjid KH Ahmad Dahlan Ngijo Karangploso Kabupaten Malang, yang tertutup Merah Putih raksasa.

"Dipasangnya Merah Putih ini sebagai wujud kepedulian terhadap NKRI dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-73," kata Sugiyanto, ketua Takmir Masjid KH Ahmad Dahlan Ngijo Karangploso, Sabtu (5/8).

Ia berharap, bendera yang dipasang di masjid KH Ahmad Dahlan tersebut juga mengingatkan agar jama'ah khususnya, dan masyarakat tidak lupa bahwa kita berada di wilayah NKRI dan bisa sumbangsih terhadap kemerdekaan yang diraih dengan banyak pengorbanan. Bendera Merah Putih raksasa ini rencananya dipasang selama bulan Agustus 2018.

Bendera Merah Putih ini berukuran 25 x 6 meter, dan sudah dipasang mengelilingi dua sisi bagian atas bangunan masjid sejak 1 Agustus lalu. Masjid KH Ahmad Dahlan sendiri berada komplek Perum Griya Permata Alam blok O Karangploso di atas tanah wakaf warga Sidoarjo seluas 180 meter persegi.

Menurut Sugiyanto, masjid KH Ahmad Dahlan Ngijo Karangploso ini berdiri sejak Juni 2012. Di lantai satu gedung masjid, sudah ada TPQ Aisyiyah dan Taman Pengasuhan Anak Cita Sakinah. Pihaknya juga merencanakan pengembangan dengan dana  pembangunan sekitar Rp 40 miliar yang di lahan dekat masjid yang berjarak 200 meter.

"PC Muhammadiyah Karangploso akan mengembangkan juga gedung untuk dunia pendidikan. Insya Allah kami akan mendirikan pesantren berbasis vokasi, dengan rancang bangun gedung lima lantai," pungkasnya. (amn)
Posted by hilmi Posted on Agustus 05, 2018 | No comments

Workshop Manajemen Sukses Usaha KADOMU

Workshop Manajemen Sukses Usaha KADOMU, Ahad, 5/08/18
Malangmu.or.id -- WORKSHOP "Manajemen Sukses Usaha Kambing Domba (KADO-MU)" yang diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten Malang, Ahad 5 Agustus 2018 / 23 Dzulqo'dah 1439H berlangsung lancar dan sukses. Acara yang digelar di Masjid Al-Hilal Pondok Bestari Indah ini dilengkapi dengan hidangan menu konsumsi Nasi Kabuli khas Arab.

Lengkap dg analisis BISNIS KADO qurban & Perah, dan Pembentukan "KOMUNITAS PETERNAK KADOMU" di Masjid Al Hilal Pondok Bestari Indah. Menu konsumsi Nasi Kabuli khas Arab (masjid Nabawi):

Diikuti oleh peserta sebanyak 30 orang dan dihadiri oleh Wakil Ketua PDM yang membawahi 3 majelis (MPM, MEK, dan MLH). Dihadiri pula oleh ketua Majlis MEK bapak Bachtiar  sebagai bentuk riil sinergi MPM-MEK PDM Kab. Malang.

Pada Workshop ini, Peserta diberikan pengetahuan  teori dan praktek manjemen KADO-MU. Selain itu, terbentuk komunitas pengusaha "KADOMU" yang diketuai Bpk. Nur Khozin S.Pt. Rencana jangka pendek komunitas ini adalah akan membuat kemitraan usaha penggemukan domba dengan mengumpulkan saham dari warga Muhammadiyah. Jelas Ketua MPM PDM kab. Malang, Bpk. Achmad Wahyudi. Adapun jangka panjangnya adalah insyaallah akan membentuk jejaring usaha peternakan kambing perah sistem inti plasma. Imbuhnya. (hil)

Jumat, 03 Agustus 2018

Posted by hilmi Posted on Agustus 03, 2018 | No comments

Jihad Digital Muhammadiyah, Edukasi Warganet Bermedsos Santun

Prof. Dadang Kahmad ketika memberi sambutan penutupan acara Temu Warganet Muhammadiyah di LPMP Yogyakarta, 03/08/2018
YOGYAKARTA - Persyarikatan Muhammadiyah memiliki sejumlah agenda besar di bidang informasi. Memberikan edukasi menggunakan media sosial secara positif menjadi salah satu prioritas jihad informasi Muhammadiyah.

Hal ini mengemuka dalam Temu Nasional Warganet Muhammadiyah yang dilangsungkan di Yogyakarta, 2-3 Agustus 2018 ini. Forum ini mempertemukan delegasi aktivis Muhammadiyah se Indonesia yang selama ini bergelut di bidang literasi, yakni Majelis Pustaka dan Informasi (MPI).

"Ada keprihatinan PP Muhammadiyah terkait banyaknya masalah hukum akibat yang dilakukan di medsos. Cantohnya adanya aktivis yang terlibat Muhammadiyah yang diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan penyebaran hate speech yang menyinggung Presiden Jokowi," ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi, Prof Dr Dadang Kahmad, Kamis (2/3) malam.

Ditegaskan, edukasi bermedsos menjadi penting terlebih juga kini muncul fenomena keberagaman post-truth, yakni anggapan kebenaran dan realitas obyektif yang tidak penting bagi publik dunia maya.

"Ahlak dalam memanfaatkan sosial media sangat penting diperhatikan dan tidak bisa dikesampingkan. Bermedsos secara santun harus tetap menjadi karakter warga Muhammadiyah" tegas Prof Dadang.

Peserta Temu Nasional Warganet Muhammadiyah juga dibekali materi UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan perundangan lainnya agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan medsos.

Dr Sonny Zuihuda, narasumber lainnya menegaskan, perlunya internalisai nilai-nilai masyarakat digital agar medsos tetap digunakan secara positif dan tidak serampangan. Dikatakan, teknologi informasi hanya alat untuk mencapai tujuan dan tidak bebas nilai. Fungsinya hanya membantu, bukan menggantikan manusia.

Pria yang juga ketua PCM Istimewa Malaysia ini juga mengingatkan agar tidak sembarang data atau konten dituliskan di medsos.

"Data ibaratnya adalah mata uang. Hal privat dalam data yang dimunculkan di medsos, akan mudah diakses (dicuri) dan dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan dan tidak bertanggung jawab," tegas Sony.

Menurutnya, cara terbaik malawan maraknya konten negatif adalah dengan membuat konten positif sebanyak-banyaknya.

"Internet dan media alam maya juga bisa dijadikan medan dakwah Muhammadiyah dengan konten-konten kebaikan," pungkasnya. (amin)
Posted by hilmi Posted on Agustus 03, 2018 | No comments

Temu Warganet Muhammadiyah Gagas Medsos Berkemajuan

Dr. Sonny Zulhada ketika memberikan materi Etika Bermedsos dan UU ITE di Temu Warganet Muhammadiyah, Jogjakarta 2 - 3 Agustus 2018
Jogjakarta -- MEDSOS Berkemajuan menjadi trending topik pada acara Temu Warganet Muhammadiyah se-Indonesia di Jogjakarta, 2-3 Agustus 2018. Acara yang digagas oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta. Mereka adalah utusan dari PWM dan PDM se-Indonesia yang membidangi MPI.

Bertempat di Aula gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jogjakarta inilah para penggerak Medsos Muhammadiyah digembleng selama 2 hari. Acara ini menghadirkan Pemateri yang handal baik dari kalangan akademisi, praktisi dan Birokrat.

Kepala Pustekkom Kemendikbud RI yang diwakili oleh Machhendra Setyo Atmaja sebagai pemateri Media Sosial dan Karakter Bangsa mengatakan, ada dua hal penting yang harus dilakukan oleh Muhammadiyah dalam berkiprah di dunia Medos ini. Pertama adalah harmonisasi. Menjalin hubungan yang erat antara Pusat hingga Ranting terutama dalam kaitannya dengan informasi. Jika terjalin hubungan yang harmonis, maka apapun aktifitas, kegiatan, agenda dan proyeksi ke depan bisa disikapi dengan bijak.

Kedua adalah Konsolidasi. Konsolidasi dalam dunia maya atau medsos penting dilakukan. Contoh, satu orang bicara tentang suatu hal, tidak akan menjadi apa-apa jika dibandingkan dengan sepuluh ribu orang yang menyuarakan suatu hal. Kekuatan konsolidasi inilah yang akan mengantarkan medsos yang dikelolah bisa berkembang dan menguasi jagat maya.

Lebih lanjut menurutnya, Salah satu faktor Bapak Mendikbud, Muhadjir Effendy yang menekankan pendidikan karakter adalah semakin minimnya literasi di tingkat anak didik. Kecenderungan untuk ketergantungan anak kepada Medsos yang masih banyak nilai negatifnya, menjadi keresahan dunia pendidikan. oleh karenanya, menguasai Medsos menjadi mendesak untuk dilakukan Persyarikatan Muhammadiyah agar masyarakat di semua lapisan mendapatkan pencerahan.

Senada dengan itu, Dr. Agung Danarto menyampaikan bahwa Muhammadiyah sudah seharusnya mampu menguasasi jagat media ini. Kemampuan secara intelektual, Skill/keahlian dalam IT sudah tidak diragukan lagi, begitu juga soal finansial. Tetapi, harus diakui, sampai saat ini dunia medsos masih dikuasi tetangga sebelah. inilah keprihatian kita sebagai organisasi yang dibilang modern, tetapi ternyata ketinggalan, keliatan tradisional.

Adapun Ketua MPI Pusat, Dr. Muchlas, M.T berharap kepada seluruh Jajaran MPI baik ditingkat Pusat, Wilayah dan Daerah bangkit secara bersama-sama untuk membangun Muhammadiyah lewat dunia Digital ini. Media Sosial harus kita rebut, jadikan Medsos sebagai lahan dakwah. Hadirkan Narasi Alternaitf dalam bermedos yang berkemajuan. Bukan sekedar tulisan yang tidak berbobot, tetapi sebaliknya. narasi edukasi yang berkualitas dan mencerahkan. (hil)

Kamis, 02 Agustus 2018

Dr. Agung Danarto, M.Ag ketika membuka Acara Temu Warganet Muhammadiyah di LPMP Jogjakarta, 2 Agustus 2018

YOGYAKARTA - Maraknya serbuan konten dan praktik penyalahgunaan media sosial saat ini menjadi keprihatinan Muhammmadiyah. Agar tepat dan positif dalam bermedsos, netizen Muhammadiyah duduk bersama dalam Temu Nasional Warganet Muhammadiyah di Yogyakarta, 2-3 Agustus 2018 ini.

Dalam kesempatan membuka acara temu nasional yang dilangsungkan di LPMP Yogyakarta ini, Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Agung Danarto MAg menegaskan, dunia maya sejatinya sekarang adalah dunia nyata yang dihadapi semua orang. Teknologi informasi bahkan telah mendisrupsi di segala aspek kehidupan kita.

"Saat ini eranya post-truth, realitas obyektif tidak lagi dominan dalam memengurihi opini publik dunia maya," kata Agung Danarto, Kamis (2/8) sore.

Saat ini, lanjutnya, bisa jadi kebenaran yang dikirim tidak terlalu penting, tapi bagaimana reaksi dan respon dengan cepat diperoleh dari netizen, sehingga akan mudah memengaruhi opini publik. Akan tetapi, kata Agung, semakin banyak dishare, kebenaran dan realitas obyektif akan menjadi mainstream jiga disampaikan terus menerus dan sesering mungkin.

"Tafsir terhadap realitas (kebenaran) bisa direbut dari publik muslim di Indonesia. Jadi, netizen Muhammadiyah juga harus bisa memenangi persingan konten digital," tegasnya.

Sementara itu, ketua MPI PP Muhammadiyah Mukhlas menegaskan, Temu Nasional Warganet ini diikuti setidaknya 132 delegasi MPI PDM kabupaten/kota dan 22 PWM se Indonesia.

"Kami berharap forum Warganet Muhammadiyah ini akan menghasilkan narasi alternatif konten digital dan cetak biru yang bisa dipedomani bersama-sama pengelola jejaring media Muhammadiyah," kata Mukhlas. (amin)

Selasa, 05 Juni 2018

Posted by hilmi Posted on Juni 05, 2018 | No comments

Gandeng Pemain Arema FC, KLL Jabung Berbagi Kebahagiaan


Malangmu.or.id -- Kantor Layanan Lazismu (KLL) Jabung mengadakan bakti sosial untuk warga Desa kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang,  Minggu (3/5/2018). Bertempat di Masjid Aisiyah Radhiyallahu ‘Anha, acara tersebut berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 18.00.

Agar lebih semarak, KLL Jabung menggandeng pemain Arema FC untuk mensupport kegiatan ini. Acara yang juga dihadiri oleh jajaran Polsek, Babinsa, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jabung membagikan sebanyak 60 amplop santunan untuk anak yatim dan dhuafa di sekitar desa kemantren.

Ketua KLL Jabung, Roni merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya keberlangsungan acara ini tak lepas dari kerja sama dari semua pihak. “Alhamdulillah, ramadhan tahun ini kami bisa berbagi untuk warga yang kurang beruntung di desa kemantren. Terimakasih, kepada semua pihak yang telah membantu acara ini diantaranya PCM Jabung, teman – teman Banser, warga dan simpatisan Muhammadiyah Jabung, dan tentunya pemain Arema FC yang telah memberikan donasinya sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan”. Ucapnya penuh rasa syukur.

Sementara itu, Dendi Santoso mewakili pemain Arema FC merasa bahagia dapat berbagi kepada warga yang kurang beruntung di Desa Kemantren. Dia berharap, acara seperti ini bisa diadakan tiap tahunnya. Dendi juga meminta do’a dan dukungan dari peserta untuk kebaikan Arema FC. “Mohon do’a dan dukungannya agar kami bisa keluar dari zona degradasi dan bisa bangkit pada musim ini”. Ujar pemain yang berposisi gelandang tersebut.

Acara ini juga di isi dengan tausiyah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwa’an peserta. Ustad Arifin, sebagai pentausiyah mengajak seluruh hadirin untuk menjaga ukhuwah dan meningkatkan persatuan antar sesama muslim. “Umat muslim itu saudara bagi muslim yang lain, dan sebaik- baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya yaitu salah satunya dengan ringan bershodaqoh dan saling berbagi”. Terang Pria asal Batu itu.

Senin, 04 Juni 2018

Posted by Ridlo Posted on Juni 04, 2018 | 1 comment

Berita Fatwa Ulama tidak Begitu Disukai

Peserta Bedah Buku dari kalangan anggota dewan,  KPU,  Parpol,  mahasiswa dan dosen berpose bersama penulis dan pembicara

Malangmu.or.id - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  menggelar seminar dan bedah buku berjudul: Media Politik, Politik Media karya Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad di Aula BAU,  Senin (4/6).

Bedah buku ini dihadiri pengamat komunikasi politik, Dr Suko Widodo dosen Universitas Airlangga dan  Dr. Rinikso Kartono M,Si pengamat politik sekaligus Dekan FISIP UMM.

Buku ini berisi tentang bagaimana memahami perilaku memilih, apa saja yang memengaruhi faktor memilih, dan sejauh mana media massa bisa memengaruhi perilaku memilih. Menariknya,  Kurniawan juga mengungkapkan beberapa data-data terkait bacaan yang paling disukai pembaca. 



“Ternyata yang paling disukai adalah berita tentang tokoh atau pemimpin parpol, perbandingannya itu cukup ekstrim. 70,2 persen menyukai berita parpol dan rubrik yang paling banyak tidak disukai adalah fatwa ulama 22,5 persen,” terangnya.

Fatwa ulama yang dimaksud seperti berita-berita yang menginformasikan untuk memilih orang tertentu. “Itulah malah yang tidak disukai pembaca,” lanjutnya.

Kepala Pusat Kajian Sosial Politik (KPKSP), Nurudin mengatakan bahwa buku tersebut bisa menjadi literatur mahasiswa. Selain itu, buku ini berisikan penjelasan tentang pengaruh tingkat keterbacaan rubrik khusus di harian Jawa Pos terhadap perilaku memilih konsumen media dalam pemilu 2009.

“Penulis memang menginginkan launching buku Media Politik, Politik Media ini di kampus-kampus. Dan UMM mendapat kesempatan pertama untuk tempat launching,” pungkas Nurudin.(Nrd)

Jumat, 01 Juni 2018

Posted by hilmi Posted on Juni 01, 2018 | 1 comment

Padepokan HW Malang Gelar Ma'arij Camp I 2018

Acara Pembukaan Ma'arij Camp di Padepokan HW Malang, Jumat (01/06/18)

Malangmu.or.id -- Jum'at, 01 Juni 2018 menjadi hari pertama pelaksanaan Pondok Ramadhan yang diselenggarakan oleh Padepokan Hizbul Wathan Malang. Acara yang dikemas dengan tema "Ramadhan Moment Meng-upgrade Kapasitas Diri" ini mengkaji secara mendalam Qur'an surat Al-Ma'arij.

"Dikarenakan kajian utama dalam pondok Ramadhan ini Q.S. Al-Ma'arij, maka kami menamakan kegiatan ini dengan Ma'arij Camp." Demikian kata ketua pelaksana, Muklis Ahmad. Anak-anak didik dalam kegiatan ini diajak memahami secara mendalam dan juga sekaligus menghafalkan surat Al-Ma'arij ini. Lanjutnya.

Acara yang dihelat selama 3 hari, Jum'at - Ahad, 01 - 03 Juni 2018 didesain se-menarik mungkin. Hal ini dikarenakan peserta terdiri dari beragam usia, mulai siswa kelas 5 SD hingga kelas 11 SMA. Sekitar 50 peseta didik yang mayoritas anak-anak Muhammadiyah mengikiti acara ini, maka pendekatan atau metode pendidikan juga bervariasi. Kata Direktur Padepokan HW Malang, Sukma Jaya. Diharapkan, melalui Ma'arij Camp ini, peserta dapat meningkatkan kualitas diri, mulai pengetahuan hingga membekas dalam ahlaknya. Jelasnya ditengah-tengah memberikan sambutan pembukaan acara.

Selain kompleks Padepokan HW yang beralamat di Jl. Terusan Mulyodadi 118 Mulyoagung Dau Malang, sebagai lokasi acara selama tiga hari ke depan adalah masjid Salman Al-Farisi Karangwidoro Dau Malang. Masjid yang terkenal dengan "Tajmahal" Malang ini menjadi wahana edukasi peserta Ma'arij Camp. Rencananya, kegiatan ini akan digelar setiap Ramadhan. (hil)

Rabu, 30 Mei 2018

Tim KLL dan MEK PCM Lawang memberikan paket sembako bagi warga di Masjid Al - Hikmah, Selasa (29/05/18)
Malangmu.or.id -- Ramadhan merupakan bulan yang mulia dan bulan yang penuh berkah. Pada bulan inilah hendaknya kita berlomba-lomba mencari ridho oleh Allah. Kesempatan yang datang ini tak di sia-siakan oleh kantor layanan Lazismu (KLL) Lawang Kabupaten Malang.

Pada hari Selasa (29/05/18) KLL Lawang yang bekerja sama dengan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lawang berbagi untuk warga dhuafa dengan menggelar bakti sosial bertempat di masjid Al - Hikmah Desa Ketindan Kecamatan Lawang.

Acara yang banyak di hadiri oleh warga dan simpatisan Muhammadiyah Lawang ini mengundang tak kurang dari 40 warga dhuafa di sekitar desa Ketindan untuk menerima bantuan paket Sembako.

Rahmad, ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ketindan dalam sambutannya mengatakan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. "Alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar, terimakasih kepada KLL Lawang dan MEK PCM Lawang yang sudah berkolaborasi untuk kelancaran Acara ini. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat bagi  penerima santunan". Kata Rahmad

Sementara itu, Imam Suhariadi Islam mewakili Lazismu Kabupaten Malang merasa bangga atas apa yang di lakukan oleh KLL Lawang dan MEK PCM Lawang. Menurutnya kegiatan ini merupakan bukti bahwa adanya Muhammadiyah akan memberikan manfaat bagi warga sekitar.

"Muhammadiyah harus bermanfaat, karena Muhammadiyah itu bertekad mewujudkan Islam yang rahmatan lil 'alamin". Tegasnya. Acara ini berlangsung mulai dari pukul 16.30 dan ditutup dengan buka puasa bersama.

Minggu, 27 Mei 2018

Ketua PWM Jatim, Saad Ibrahim (di mimbar) dalam Kajian Ramadhan 1439H PDM kab. Malang, Ahad 27/05/18 (foto: Aqib)
Malangmu.or.id -- Islam memiliki sejarah sangat panjang hingga menuju puncak kejayaannya. Peran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya begitu besar pengaruhnya terhadap kejayaan Islam yang diperjuangkannya.

"Muhammadiyah adalah pengikut Nabi Muhammad SAW. Karenanya, pemimpin harus meneladani semangat dan keinginan Rasul seperti saat ingin menaklukkan Mekkah," kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Saad Ibrahim, di sela Kajian Ramadhan ke-26 PDM Kabupaten Malang di aula SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Ahad (27/5) pagi.

Kyai Saad lalu berpesan, pimpinan Muhammadiyah harus selalu punya iradath (kemauan kuat) dan proyeksi dalam dakwah dan perjuangan. Dengan kemauan dan berpikir proyektif ini, tegasnya, maka Muhammadiyah bisa eksis dan semakin besar sehingga bisa terus mensiarkan keislaman.

Dalam kajian ramadhan yang diikuti sekitar hampir seribu jamaah warga Muhammadiyah ini, Saad Ibrahim banyak menyinggung sirah perjuangan Nabi dan kejayaan Islam hingga keruntuhannya. Dikatakan, Nabi Muhammad SAW dengan pengikutnya yang hanya sejumlah 300 mukminin mampu mengalahkan kaum quraisy.

Saad mengatakan, pada 631 Masehi, Nabi akhirnya menguasai Makkah (fathu Makkah). Sebelumnya, pada 622 M Nabi Muhammadi hijrah, serta mendirikan baitul aqabah dan menguasai Yatsrib (Madinah).

"Saat memimpin kaum muslimin yang jumlahnya masih sangat kecil, Nabi Muhammad SAW sudah berproyeksi bakal bisa menguasai Madinah. Beberapa saat sebelum wafat, Nabi melangsungkan Haji Wadda' bersama 124 ribu muslimin di Makkah saat itu," imbuhnya. (amin)
Prof. Dr. Zainuddin Maliki dalam Kajian Ramadhan PDM kab. Malang 1439H, Ahad 27/05/18

Malangmu.or.id – “Muhammadiyah sejak berdiri tidak pernah terlepas dari politik. Tetapi, Mulai berdiri hingga sekarang tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai partai politik, melainkan sebagai organisasi dakwah. Organisasi yang memfokuskan diri dalam pengembangan di bidang dakwah dan penguatan di bidang kultural.” Demikian pernyataan Prof. Dr. Zainuddin Maliki dalam mengawali taushiyahnya pada Kajian Ramadhan 1439H Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang, Ahad 27 Mei 2018.

Pada acara yang digelar di Aula SMK Muhammadiyah 01 Kepanjen itu, Zainuddin –nama panggilannya- mengupas persoalan hubungan Muhammadiyah dengan politik. Menurutnya, Muhammadiyah tidak pernah berpengalaman di bidang kepesertaan pemilu. Muhammadiyah tidak memiliki pengalaman secara langsung sebagai partai peserta pemilu. Hal ini, jelas Dosen Unesa ini, tentu saja memiliki kelebihan dan sekaligus kekurangan. Apa itu?

Kelebihannya adalah Muhammamdiyah tidak dikalkulasikan sebagai lawan politik. Papar Zainuddin. Karena, dalam politik itu pola hubugannya adalah siapa mendapat apa? Pola hubungan demikian ini tidak pernah terjadi dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.

Dikarenakan Muhammadiyah membatasi diri untuk tidak terlibat secara langsung dengan urusan politik praktis maka,menurut wakil ketua PWM Jatim, ini akan mendapatkan kesempatan yang luas untuk menyalurkan energinya di dalam pengembangan yang bersifat kultural, jelasnya. Muhammadiyah itu gerakan kultural, kaya akan gerakan sosial juga sekaligus gerakan spiritual. Modal kultural, sosial dan spiritual menjadi fokus garapan Muhammadiyah. Tegasnya di depan peserta Kajian Ramadhan PDM kab. Malang.

Zainuddin menilai bahwa sebenarnya, modal kultural, sosial dan spiritual jika dikalkulasi maka akan menjadi modal politik. Karenanya tidak sedikit personal atau individu Muhammadiyah yang dilirik dan dijadikan sebagai aktor politik, bagian dari kekuasaan yang dipercaya oleh penguasa.

Inilah sesungguhnya bukti bahwa Muhammadiyah cenderung memilih berpolitik tidak berpolitik. Tidak berpolitik itu ya politik, tegas Pria kelahiran Tulungagung ini. Berpolitik yang tidak berpolitik inilah merupakan strategi politik Muhammadiyah yang bisa mewarnai dunia politik.

Sedangkan kelemahan politik yang tidak berpolitik ini adalah pengalaman berkuasa tidak ada, tegasnya. Dengan demikian kemampuan bersiasat masih rendah. Pola memainkan peran dalam panggung kekuasaan perlu banyak belajar, tambahnya. (hil)