Minggu, 10 Desember 2017

Drs. Wachid Djarwono, M.Si ketika memberi materi pada Sarasehan LPCR PDM kab. Malang, Ahad 10/12/17
Malangmu.or.id -- "Sesuai khittah K.H. Ahmad Dahlan, Panjenengan jadi  Pengurus Cabang, Ranting, nek wes de Muhammadiyah kudu gelem diprotes, ora nesuan, tidak boleh marah, tidak boleh dendam tidak boleh putus asa." Demikian Pemateri dari PCM Kertosono mengingatkan peserta Sarasehan LPCR PDM kab. Malang di Basement RS UMM, Ahad, 10/12/17.

Pak Djarwo -panggilan akrabnya- mengajak para hadirin agar tidak ragu dalam meneruskan langkah perjuangan membangun Cabang dan Ranting Muhammadiyah agar senantiasa lebih baik, terus berkembang dan maju. Kritik di Muhammadiyah itu sudah biasa, justru dengan kritik itulah kita akan semakin dewasa. Tegasnya.

Pria yang memiliki nama lengkap Drs. Wachid Djarwono, M.Si itu mengungkapkan bahwa di Muhammadiyah itu juga ada dan mungkin banyak yang menjadi anggota "NATO", not action talk only. Mereka senangnya ngerasani, ngeritik bahkan mencemooh orang-orang yang sudah berjuang dengan benar demi perayarikatan. Ungkapnya.

Yang penting, menurutnya, kita menjalankan organisasi ini tidak melanggar aturan organisasi. Jalankan program yang telah disepakati. Tegasnya. Karenanya, ulet, istiqomah dan sabar adalah kunci berorganisasi.

Di akhir materinya, Jarwo berpesan dua hal. Pertama adalah Pimpinan AUM harus tunduk dan taat pada kebijakan pimpinan persyarikatan. Kedua adalah fungsi Amal Usaha yang dibangun Muhammadiyah BUKAN semata mata bertujuan menyediakan pencari nafkah yang TIDAK PEDULI pada tugas dan kepentingan persyarikatan, tetapi hendaknya dipahami bahwa AUM berfungsi sebagai media dakwah dan sarana kaderisasi persyarikatan. (hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar