Minggu, 10 Desember 2017

Posted by hilmi Posted on Desember 10, 2017 | No comments

Menunggu Kiprah Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah

Kopdarnas Pegiat Literasi di Kampus 1 Univeraitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu 09/12/17.

Malangmu.or.id -- SURAKARTA - Perpustakaan dan pegiat literasi dalam lingkup Muhammadiyah akhirnya berjejaring secara nasional. Ini setelah peserta Kopdarnas Literasi #1 yang digelar MPI PP Muhammadiyah memutuskan lahirnya Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah (STPM).

Terbentuknya Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah setelah sesi terakhir Kopdarnas Literasi #1 yang dilangsungkan di Gedung Siti Walidah Kampus I Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (9/12) malam. Peserta Kopdarnas yang merupakat pegiat literasi dan pustaka se Indonesia ini juga langsung mencanangkan sejumlah program tindak lanjut prioritas.

Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Mukhlas MT mengungkapkan, terbentuknya Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah diharapkan menjadi gerakan bersama literasi yang efektif. Keberadaan jejaring SPTM akan melengkapi tiga lembaga nonstruktural bentukan MPI yang sudah ada. Yakni, Forum Komunikasi Perpustakaan PTMA, JariMu dan Netizmu.

"Kami (MPI PP Muhammadiyah) akan memfasilitsi penyediaan infrastruktur untuk pengembangan web sebagai salah satu program prioritas yang direkomendasikan. STPM tentunya harus bisa melakukan penguatan  forum perpustakaan di tingkat sekolah," tegas pria yang juga Wakil Rektor Universitas Ahmad Dahlan ini.

Sejumlah prioritas program bersama Serikat PTM diantaranya, pembuatan portal web taman pustaka, program KKN Tematik Literasi pengembangan Taman Pustaka, dan optimalisasi peran MPI di daerah dengan gerakan satu cabang satu taman pustaka.

Program andalan ini dihasilkan dari hasil sidang komisi peserta Kopdarnas Literasi yang dibagi empat kelompok. Yakni, komisi komunitas, literasi, forum perpustakaan sekolah Muhammadiyah, Majelis Pustaka dan forum perpustakaan PTM. Tiap komisi masing-masing menghasilkan 3-4 rencana program.

Penggagas Kopdarnas Literasi Muhammadiyah David Effendi mengungkapkan, kopdarnas pegiat literasi yang terafiliasi Muhammadiyah ini dalam rangka rekonstruksi jati diri Gerakan pencerahan dalam Muhammadiyah dan untuk memperkuat apa yang sudah berjalan. Selain itu, kopdarnas adalah pemanasan menuju jambore literasi tahun 2018 mendatang.

Tentunya, keberadaan struktur fungsional Serikat Taman Pustaka sangat diperlukan dengan mengedepankan kerja sama lintas majelis. MPI juga diharapkan tidak jumawa untuk menggarap komitmen besar jihad literasi ini sendirian. Ini sekaligus memberikan ruang dan penyadaran bagi para pengurus Muhammadiyah di tingkat cabang maupun daerah. (amin)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar