Rabu, 27 Desember 2017

Posted by hilmi Posted on Desember 27, 2017 | No comments

Lazismu Perkuat Ideologi dan Berdayakan Mubaligh


Nur Cholis Huda, M.Si., sedang menyematkan jas cmms-2 kepada H. Achwan Burhanudin, anggota cmms-2 didampingi Dr. H. Mursidi, M.M. (paling kiri), Alfi Nurhidayat, S.T., M.T. (kedua dari kanan), Suparno R./ketua cmms-2 (kedua dari kiri) dan Drs. H. Sulasnoko, M.Pd.I., sekretaris cmms-2 (paling kanan) pada acara Workshop CMMs-2 di Tumpang, 25/12/2017
 Malangmu.or.id -- Menindaklanjuti arahan Rakornas Lazismu tentang program prioritas di tahun 2018, yaitu program berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan, diantaranya adalah pemberdayaan di bidang dakwah. Karena itu, Kantor Layanan Lazismu (KLL) masjid al-Furqon dan KLL PCM Pakis kabupaten Malang menyelenggarakan Workshop. Kegiatan ini bekerjasama dengan Corps Mubaligh Muhammadiyah (CMM) sektor-2 yang terdiri dari 4 PCM (Pakis, Jabung, Tumpang dan Poncokusumo).

Workshop CMM yang bertema “Penguatan Ideologi Persyarikatan dan Pencerdasan Dakwah Berkemajuan” digelar pada senin, 25 Desember 2017, bertempat di masjid al-Furqon PRM Kulonpasar Tumpang kab. Malang.

Selain memberikan bekal penguatan ideologi dan pencerdasan metode dakwah, pada acara ini, lazismu memberikan apresiasi, berupa pemberian jas berlogo Muhammadiyah warna putih dan bertuliskan CMMs-2 disaku kiri atas, kepada 19 orang yang tergabung dalam cmm sektor-2. Workshop CMMs-2 ini juga diikuti oleh unsur perwakilan anggota PCM, PCA, PRM dan takmir serta AUM dari 4 kecamatan. Tidak kurang dari 100 orang peserta hadir di acara workshop ini.

Workshop dibuka tepat pada pukul 08:00 wib. dan dibuka secara resmi oleh Dr. H. Mursidi, M.M. selaku Ketua PDM kab. Malang). Tiga pemateri yang dihadirkan pada workshop CMMs-2 ini yaitu; ustadz Nur Cholis Huda, M.Si., wakil ketua PWM Jawa Timur dengan materi “Ideologi Gerakan Dakwah Muhammadiyah”. Ustadz Pradana Boy ZTF., M.A., Ph.D., Kepala Pusat Studi Islam dan Filsafat UMM dengan materi “Etika Komunikasi Dakwah”. Ketiga adalah ustadz Zakaria Subiantoro, S.E., M.H. beliau adalah Ketua Badan Pengurus Lazismu PDM kota Malang dengan materi “Filantropi dan Gelombang Baru Gerakan Muhammadiyah.” (BP/hil)

Senin, 25 Desember 2017


Malangmu.or.id -- PENGALAMAN begitu bermakna dirasakan dua kader LKSA Aisyiyah Kabupaten Malang, Dela Romadhona dan Eka Widiya Sari. Gegara terampil menulis, keduanya berkesempatan menikmati keindahan pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tak sekadar menikmati liburan dan pesona pulau Lombok, bagi Eka Widiya Sari, dari LKSA Aisyiyah Reverside Dau, perjalanan ini bahkan akan mengantarkannya untuk meraih salah satu mimpinya.

“Senang sekali, karena di sini Insyaa Allah saya bisa mewujudkan salah satu mimpi saya, yaitu menerbitkan sebuah buku,” katanya.

Dela Romadhona, dari LKSA Aisyiyah Dau seakan tak percaya akan pengalamannya ini. “Saya shok, gak nyangka. Gara-gara nulis, cuma kegiatan curahin pikiran ke bentuk tulisan malah bisa antarkan saya liburan ke Pulau Lombok dan naik pesawat,” kisahnya.

Itulah kalimat dari dua pemenang lomba menulis dengan tema, “Aku Bahagia” yang diselenggarkan oleh Yayasan GSKB (Gerakan Sadar Kebaikan Buku). Eka Widya terpilih sebagainpemenang juara 1, sedangkan Dela Romadhona adalah pemenang juara 2. Dengan kemenangan ini, keduanya berhak mendapatkan hadiah liburan ke Pulau Lombok selama empat hari, dari Senin-Kamis, 18-21 Desember 2017 lalu.

Sebelumnya, karya mereka juga telah dibukukan dengan 20 tulisan adik panti lainnya dan sudah di launching pada pada Ahad, 26 November 2017, di Aula Tazkia Internasional Islamic Boarding School, Malang.

Kegiatan ini kami namakan dengan PMK (Perjalanan Menemukan Karya)#1. Perjalanan yang dilakukan bukan semata liburan, melainkan mengajak keduanya untuk menemukan karya sesungguhnya. Panitia mengajak mereka untuk berani melihat, merasakan langsung, menyapa, hingga mengabadikan ciptaan Allah lewat goresan pena. Sebagaimana dalam QS. Shad 27, Allah menjelaskan jika penciptaan langit dan bumi tidak dengan sia-sia.

Sebelum pemberangkatan, Sabtu (16/12) keduanya mendapatkan pembekalan dasar tentang menulis reportase di koran dan kemampuan berbicara di depan umum yang diampu oleh tim GSKB. Bekal ini tentunya bermanfaat untuk mereka saat mengikuti program perjalanan maupun pascaprogram. Sebab menulis dan berbicara merupakan keahlian dasar yang sebaiknya dimiliki oleh siapa pun.

Panitia Perjalanan Menemukan Karya #1 mengungkapkan, selama di Pulau Lombok peserta diajak rekreasi ke wisata alam, sejarah, religus, dan berburu kuliner. Pihaknya mengajak mereka melihat langsung ciptaan Allah yang ada di laut, yaitu Gili Lampu, Gili Petagan, Gili Kapal, Gili Bidara, dan Gili Kondo. Kemudian ke Desa Sade, melihat kebudayaan dan cantiknya ragam corak kain tenun warga, selanjutnya ke Masjid Raya Hubbul Wathan, serta merasakan ragam kuliner khas Lombok.

Setidaknya ada tiga tujuan dari PMK yaitu, pertama memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi adik-adik. Kedua, memberi apresiasi atas keberanian mereka menuangkan pemikiran dalam bentuk tulisan. Ketiga, memotivasi mereka untuk selalu berkarya. Keempat, membuktikan secara riil jika dengan seseorang menulis, akan mendapatkan manfaat secara psikologis hingga materi.

"Ada dua output kegiatan ini, pertama menghasilkan karya tulis berupa pengalaman selama liburan di Pulau Lombok, kemudian dipublikasikan di website GSKB dan tulisan reportase mereka terbit di media cetak," terang Sandi Iswahyudi. (san/min).
Posted by hilmi Posted on Desember 25, 2017 | No comments

Lima Doktrin Muhammadiyah yang Harus Diingat

Foto bersama, dari kiri: Dr. Mursidi, Dr. Pradana Boy, Nur Cholish Huda, M.Si, Alfie Nurhidayat, M.T dalam acara Workshop CMM di Tumpang, Senin 25/12017
Malangmu.or.id -- Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Nur Cholis Huda, M.Si menyampaikan lima doktrin Muhammadiyah di depan peserta Workshop Corps Muballigh Muhammadiyah (CMM) sektor 2 di masjid Al-Furqan Tumpang, 25 Desember 2017.

Menurutnya, ada lima doktrin Muhammadiyah yang wajib diingat dan dipegang oleh warga, anggota, pengurus dan terutama yang tergabung di CMM ini. Pertama adalah Muhammadiyah dalam memahami Islam berdasarkan pada Al-Quran dan As-Sunnah. Tidak terikat dengan aliran teologis, madzhab fikih, dan tariqat sufiyah apapun. Walaupun secara de facto ahlus sunnah. Muhammadiyah menganut fikih manhaji, mementingkan dalil dibanding pendapat para imam mazhab. Paham agama dalam Muhammadiyah bersifat independen, komprehensif, dan integratif. Namun Muhammadiyah sama sekali tidak anti terhadap alirah theologi, mazhab, dan tasawuf.

Kedua, Muhammadiyah mencirikan diri sebagai gerakan tajdid. "Dalam Anggaran Dasar disebutkan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi mungkar, dan tajdid." Tegasnya. Tajdid yang diusung oleh Muhammadiyah terbagi menjadi purifikasi dan dinamisasi. Keduanya harus berjalan seimbang. "Purifikasi dalam hal akidah (pemurnian dari syirik), ibadah (pemurnian dari bid’ah), dan akhlak (pemurnian dari yang menyimpang)." Jelasnya di acara yang bertema "Penguatan Ideologi Persyarikatan dan Pencerahan Dakwah Berkemajuan" ini.

Sementara, kata Nur Cholis Huda, dinaminasi atau modernisasi dilakukan dalam hal urusan keduniawian. Sehingga ajaran Islam dapat diaplikasikan secara aktual dan fungsional. Oleh karena itu, bid’ah hanya ada dalam ibadah mahdhah, dalam wilayah budaya tidak ada bid’ah.

Doktrin ketiga adalah Muhammadiyah memposisikan diri sebagai Islam moderat atau wasatiyah. Muhammadiyah tidak radikal dan tidak liberal. Muhammadiyah memegang teguh prinsip  tawasut (tengah-tengah), tawazun (seimbang) dan ta’adul (adil).

Muhammadiyah itu berkemajuan, dalam artian berorientasi kekinian dan masa depan. Muhammadiyah sedikit bicara banyak bekerja. Walaupun sedikit warganya tapi amal usahanya tumbuh di mana-mana, sehingga mandiri dan tidak bergantung pada kekuasaan  kemandirian ini menjadi pengokoh sikap independensi Muhammadiyah di hadapan penguasa.

Sedangkan doktrin keempat adalah Muhammadiyah menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik. Muhammadiyah bukan dan tidak berafiliasi kepada salah satu partai mana pun. Muhammadiyah menganut politik etis atau high politic atau politik adiluhung.

Terahir, doktrin kelima adalah Muhammadiyah bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah tidak bertujuan untuk mendirikan negara syariah atau khilafah islamiyah. Dalam rangka mencapai tujuannya, Muhammadiyah lebih menggunakan pendekatan kultural dibandingkan dengan pendekatan struktural (kekuasaan). Dalam pendekatan kultural, Muhammadiyah mencerdaskan masyarakat dari bawah dengan dakwahnya yang berkemajuan, mencerahkan, dan membebaskan. (Alfie/hil)

Selasa, 19 Desember 2017

Posted by hilmi Posted on Desember 19, 2017 | 2 comments

LAZISMU Kabupaten Malang membangun "Istana" Sauri dalam Sehari



Malangmu.or.id -- Dengan semangat memberi untuk Negeri, Lazismu KAbupaten Malang terus meningkatkan pelayanan kepada Masyarakat. Te rus mensukseskan program-progam yang dimiliki  adalah bentuk nyata memberikan kontribusi pembangunan masyarakat khususnya di Kabupaten Malang. Di bulan penutup tahun ini , LAZISMU Kabupaten Malang memberikan kado "Istana" untuk Sauri.

Bapak Sauri (67) merupakan warga RT.11/ RW.04 Dusun Krajan Desa Wiyurejo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Sauri tinggal bersama istrinya Supiah ( 66) dan putra bungsunya Ahmad Sholikin (34). Keluarga ini tergolong keluarga tidak mampu di Desa Wiyurejo. Untuk kebutuhan sehari-hari keluarga ini hanya mengandalkan penghasilan Sholikin yang hanya berprofesi sebgai buruh tani. Kondisi kesehatan bapak Sauri serta ibu Supiah yang kurang baik, juga memberikan beban bagi keluarga ini.

Keluarga  Sauri tinggal di sebuah rumah yang sudah tak layak huni, kondisinya sangat memprihatinkan. Dengan dinding bambu ( usang dan reyot) atap rumah berlubang, berlantai tanah, satu kamar tidur (berukuran 1,5x1) di rumah inilah mereka berlindung dari panas dan hujan selama 40 tahun. Atas informasi inilah yang mempertemukan mereka dengan LAZISMU Kabupaten Malang.

"Berawal dari tugas saya sebagai pengayom masyarakat, dan saya dibantu oleh bapak Kasun akhirnya bertemu dengan bapak Sauri ini yang keadaannya sangat memprihatinkan. Bukan hanya rumahnya yang tidak layak huni tapi kondisi kesehatan beliau juga tidak baik. Akhirnya kami berkoordinasi dan alhamdulillah bisa bertemu dengan LAZISMU, dan LAZISMU meberikan respon positif kepada laporan kami," ungkap Wahyu (Kabinmas Desa Wiyurejo - Pujon)

Selasa-19/12/2017, LAZISMU Kabupaten Malang dibantu oleh perangkat serta warga Dusun Krajan mewujudkan "Istana" untuk Sauri. Pembangunan  ini  dimulai dari pukul 06.00 WIB yang diawali dengan pemasangan pondasi rumah, hingga pukul 13.00 WIB dinding telah terpasang dan siap untuk pemsangan kontruksi atap.

"Alhamdulillah semua bisa berjalan lancar seperti yang kami harapkan. Kemarin (15/12/17) kami bongkar rumah ini dan Bapak Sauri dipindahkan sementara di rumah tetangga. Esok harinya kami mulai membuat kerangka serta penggalian lubang pondasi dan hari ini mulai pagi jam 06.00 WIB kami mulai pembangunan Istana untuk Sauri ini. Alhamdulillah lagi gotong royong dari warga sekitar sangat membantu kami sehingga "Istana" untuk Sauri ini dapat kami selesaikan dalam waktu sehari," ungkap Hari (Divisi Pengembang Lazismu Kab.Malang).

Dana Pembangunan Istana untuk Sauri ini didapat dari pengalangan dana melalui jejarin sosial Whatapp (WA) oleh LAZISMU Kabupaten Malang. Dalam waktu kurang lebih 15 Hari dana yang terkumpul  berupa uang tunai sebesar  10 Juta dan bantuan berupa material pasir, batu, kayu dan bambu. Konsidi Bapak Sauri bukanlah satu-satunya yang ada di Kabupaten Malang. Mari bersama - sama meringankan beban mereka mewujudkan Istana untuk sesama. (Zie/Har.Lazismu_kab.Malang)

Bergengsi.  Dava Ananda Rizki (kiri)  dan Jimly Adam Ahmad (kanan) mejeng di panggung AYRO Singapore.  Keduanya berhak wakili Asia di AJR Australia 2018.
Malangmu.or.id -- GONDANGLEGI- Tradisi juara kembali ditunjukkan kegiatan Ekstra Kulrikuler (Ekskul) robot (M-Turbo) SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi, Malang. Kali ini, dua siswanya meraih kejuaraan bergengsi Asian Youth Robot Olympiad (AYRO) di Singapura (16/12/2017). Kejuaraan kali ini semakin melengkapi prestasi SMK Mutu Gondanglegi yang sudah go international.

Dua medali sekaligus diraih pada ajang International Robotic Competition kali ini. Yaitu, excellent medal,  kategori creative robotic dan bronze medal pada kategori theater robotic. Dengan mengusung tema 'Robot Help People' tim M-Turbo SMK Mutu Gondanglegi mempercayai Jimly Adam Ahmad dan Dava Ananda Rizki sebagai kreator untuk beradu kreatif dengan 600 peserta se-Asian.

"Pada kategori teater robot, selain tema harus menarik, performance, electrical, jenis mikro controller, bahkan seni pementasan pun masuk dalam  kriteria penilaian," ujar Jimly siswa kelas XI jurusan Ototronik.

Sedangkan untuk kategori kreatif robot, lanjut Jimly dan Rizki membuat robot pendeteksi pencurian di Bank. Robot dilengkapi dengan mikro kontroler, sensor, infra red, sensor gerakan dan suara.

Hasil yang diraih dua siswa itu membuat pembimbiny M-Turbo, Martono, ST  bersuka cita dan penuh harap. Ia menyatakan, "Hasil dari AYRO Singapore belum maksimal, masih perlu ditingkatkan baik dalam hal porsi latihan maupun daya kreativitas, guna menghadapi kejuaraan robot selanjutnya. Kita harus terus genjot mereka agar nantinya lebih baik"

Perlu diketahui selain mendapat medali, sertifikat, dan voucher senilai 250 USD, Jimly Adam Ahmad dan Dava Ananda Rizki  juga berhak maju ke Asian Junior Robotic (AJR) yang akan diselenggarakan di Australia tahun 2018 nanti  (faruk)

Sabtu, 16 Desember 2017

Posted by hilmi Posted on Desember 16, 2017 | No comments

Ibu Tangguh itu Bernama Ida

Penyerahan Bantuan Save Our School kepada ibu Ida oleh Tim Lazismu kab. Malang
Malangmu.or.id -- Pendidikan merupakan hal terpenting bagi seorang anak. Maulidia seorang gadis remaja yang menyandang kebutuhan khusus ini tetap semnagat dalam belajar. Ia tercacat sebagia siswi  di  Sekolah Luar Biasa (SLB) Idayu Sawojajar Kota Malang. Untuk berangkat kesekolah ia harus menempuh jarak  yang cukup jauh , dengan 2 x naik angkot , ter kadang ia pun harus  jalan kaki  kurang lebih selama 2 jam untuk  bisa bersekolah. meskipun demikian sang ibu (Ida) terus mendampingi dan menyemangati anaknya utuk tetap bersekolah.

Dengan kondisi  lidia yang  berkebutuhan khusus tak membuat ibu ida patah semangat untuk menyayangi dan mendidik lidia seperti  yang lainnya.  ibu ida (ibu Maulidia) merupakan janda dengan 3 orang anak, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari Bu Ida bekerja sebagai buruh masak disalah satu warung makan di  daerah sawojajar. Ia bekerja  dari siang hingga jam 10 malam dengan upah 700 ribu perbulannya. untuk menambah penghasilan Bu Ida berusaha  dengan membuat kue atau jajanan dengan modal seadanya untuk dititipkan di warung - warun dan di  pasar. meskipun hasilnya kurang dari kata cukup bu ida terus berusaha aggar ia bisa  memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.

"selama kita mau berusaha pasti ada jalan, saya tiidak mau menjadi pengemis mbak, biarpun saya hidup dijalanan, tidur digerobak,  mandi  dan mencuci baju menumpang dipasar atau disuangai,  alhamdulillah saya dan anak saya masih bisa makan, masih bisa mengusahakan anak anak tetep sekolah," jelas bu Ida

Hidup dijalanan pernah ia alami selama  11 tahun,  dengan mengandalkan sebuah gerobak, ia  bekerja sebagai pemulung di daerah pasar Cobran Kota Malang. Tidur di emperan tokoh sudah hal biasa bagi ibu ida dan anaknya. meskipun dengan keadaan yang serba kekurangan , ibu ida tetap bertekat kuat untuk bisa menyekolahkan anaknya . ibu ida selalu giat mencari informasi unruk mendapat beasiswa untuk anaknya, dengan  harapan jangan sampai nasib anaknya kelak sama seperi  yang beliau alami saat ini .

Saat ini bu ida dan ke- 3 anaknya tinggal di sebuah rumah milik saudaranya yang terletak  di dekat pasar sawojajar Kota Malang, dengan membeyar kontrak semampunya. semangat  itulah yang membuat ibu ida dan lidia bertemu  dengan  LAZISMU Kab.Malang . Dengan semangat belajarnya, Alhamdulillah lidia menjadi  salah satu siswa penerima beasiswa pendidikan S.O.S  (Save our School) lazismu Kab.M alang . Beasiswa ini rutin diberikan setiap 6 bulan sekali atau persemester. Program yang tellah 1 tahun berjalan ini, in syaa Allah akan berlanjut  diberikan hingga lidia lulus dari SLB indayu sawojajar  Kota malang. " allah selalu memberi jalan bagi hambanya yg giat berusaha dan berdo'a LAZISMU Kab.Malang  selalu mengambil peran dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan khusuya di Malang Raya" . (Sigi/Zie.Lazismu.mlg)
Posted by hilmi Posted on Desember 16, 2017 | No comments

Lazismu Berikan Bantuan Kesehatan

Tim Lazismu Memberikan Bantuan  Program Peduli Kesehatan Umat Kepada ibu SR
Malangmu.or.id -- LAZISMU Kabupaten Malang dengan Program Peduli Kesehatan Umat atau PPKU, terus berupaya memberikan bantuan kesehhatan bagi masyarakat khususnya di Malang raya. Pada tanggal 28 November 2017 lalu tim LAZISMU Kab.Malang mendatangi salah Satu labolatorium pemeriksaan di Kota Malang guna memberikan bantuan biaya pemeriksaan kepada seorang Bayi dengan inisial "E" yang di diaknosa mengidap penyakit berbahaya dan  menular.

Bayi "E" merupakan anak dari pasangan SR (ibu/nama samaran) dan MY (ayah/nama samaran) yang bertempat tinggal di dusun Sobo desa madiredo Kecamatan pujon kabupaten malang. bayi yang lahir pada tanggal 10 nov 2017 dengan barat badan rendah 2200 gram ini lahir melalui proses persalinan cesar.  keadaan bayi tersebut  berawal dari saat sang ibu mengandung  7 bulan. kondisi kesehatan menurun dengan gejalayang lain, sang ibu divonis dengan penyakit berbahaya dan menular. dengan kondisi kesehatan itulah  ibu dan bayi  harus diberikan tindakan medis lanjutan yang bersifat mendesak . serta diperlukan perawatan yang bersifat permanen atau seumur hidup dengan kondoisi riwayat kesehatan sang  ibu yang memungkinkan  80% membahayakan kesehatan sang bayi.

Ibu SR bukanlah pasien bpjs atau jamkesnas (info dijelaskan bidan desa maya yang mendampingi pasien) sehingga harus menanggung biaya pengobatan secara mandiri. SR dan MY tergolong keluarga kurang mampu, my yang hanya berprofesi sebagai  pekkerja serabutan tidak bisa membiayai  pengobatan lanjutan.

"Karena takut  nanti dengan kondisi kesehatan bayi, jadi bayi tidak boleh minum ASI dan harus minum susu formula, meskipun susu formula mahal tapi bayi harus tetap dipertahankan mbak, ya saya setiap minggu minta bantuan susu kepada teman-teman dokter dan bidan lainnya di puskesmas agar si bayi juga bisa bertahan mbak," ucap maya, bidan pendamping pasien. (Sigi/Zie.Lazismu.mlg)

Jumat, 15 Desember 2017

Posted by hilmi Posted on Desember 15, 2017 | No comments

B2B Masih ada Seat, Jangan Lewatkan Kesempatan Emas ini


Malangmu.or.id -- Kegiatan Temu Saudagar Muhammadiyah dan Bussiness to Bussiness (B2B) edisi - 2 di Hotel Royal Orchids Garden Batu, 16-17 Desember 2017 masih dibuka kesempatan pendaftaran. Acara yang diprakarsai oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PWM Jatim ini berlevel Nasional, Jawa-Bali. Artinya, pemateri dan peserta tidak terbatas lokal Malang Raya.

Drs. Bahtiar Efendy, mewakili Panitia Malang Raya mengatakan, sungguh sangat disayangkan jika pengusaha, hususnya yang tinggal di Malang Raya dan Jawa Timur ini tidak mengambil bagian dalam kegiatan ini. Peserta bisa nyambi buka lapak lhoo, dengan stand yang disediakan oleh panitia. Tuturnya.

Pemateri yang sangat berkompeten di dunia bisnis ini dihadirkan sebagai narasumber, testimoni, motivator dan sekaligus partner usaha. Karena nanti ada beberapa bidang unit usaha yang akan dishare kepada peserta B2B ini. Lanjut Bahtiar.
Panitia masih membuka peluang pendaftaran hingga pukul 10.00 Wib. Caranya:
1) klik: http://bit.ly/B2BMALANG.
2) Transfer biaya pendaftaran ke Rekening BNI Syariah: 0610 663 919 an. Fathul Mufid
3) Konfirmasi ke Nomor: +62838 7272 7042 (Fathul Mufid)
Biaya Pendaftar yang tidak menginap Rp. 300.000
Posted by hilmi Posted on Desember 15, 2017 | No comments

SMK Muda Pagak Gelar Milad ke-32

Pentas Seni dalam Milad ke-32 SMK Muda, Kamis (14/12/17)
Malangmu.or.id -- Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 02 (SMK Muda) Pagak kabupaten Malang, Kamis 14 Desember 2017 menggelar acara Milad ke 32.

Serangkaian acara seni diselenggarakan dalam rangka "tasyakuran kelahiran" atau sering disebut Milad, mulai dari seni musik, seni karawitan, seni tari dan seni teater. Pentas seni tersebut ditampilkan oleh semua kelas mulai dari kelas 10, 11 dan 12 yang berjumlah 22 kelas (tim belajar).

SMK Muda Pagak berdiri sejak tahun 1985, yang awalnya alih fungsi dari SPG Muhammadiyah 01 Malang yang lahir di tahun 1968. Dalam catatan sekolah, SMK Muda Pagak dari th.1985 sd 2017 jumlah siswa yang pernah dididik sebanyak 3.244. Adapun yang tercatat sebagai  Alumni atau Lulus adalah sejumlah 2.669 siswa. Kondisi jumlah siswa saat ini sebanyak 575 Siwa dengan 4 jurusan, yakni Administrasi Perkantoran, Multi Media, Akuntansi dan Teknik Sepeda Motor. Demikian informasi yang diberikan oleh Rasyim, Waka Humas dan Sarpas. kepada malangmu.or.id

Milad ini dimotori oleh anak-anak Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muda. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun. Tutur Pengajar PKN dan Kemuhammadiyahan SMK Muda. Dengan harapan, kegiatan ini bisa meningkatkan kreatifitas, prestasi dan ketrampilan siswa.

Adapun Sukadi, S.Pd., selaku Kepala Sekolah ketika dihubungi malangmu.or.id menyampaikan bahwa SMK Muda Pagak berkomitmen untuk selalu menumbuhkembangkan siswa yang berkarakter. Hal ini dibuktikan dengan mengawali proses belajar mengajarnya dengan Sholat dhuha setiap hari dan berakhir denga sholat  Ashar serta kegiatan ekstra kurikuler.

Selain itu, kata Sukadi, Melalui milad ini pula, siswa kami ajak untuk berfikir kedepannya agar mereka Lulus dari Smk Muda Pagak menjadi orang yg berkarakter dan dapat bekerja sesuai dgn ketrampilan di jurusannya. (Hil)
Posted by hilmi Posted on Desember 15, 2017 | No comments

Temu Saudagar Muhammadiyah dan B2B edisi-2


Malangmu.or.id -- Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan  (MEK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bakal menyelenggarakan kegiatan "Temu Saudagar dan B2B Muhammadiyah Jatim edisi ke-2", Sabtu-Ahad, 16-17 Desember 2017.

Acara yang mengundang seluruh pegiat usaha, pengusaha retail, produsen, peternak hingga properti se Jawa-Bali itu akan digelar di hotel Royal Orchids Gardens, Batu Malang. Ditargetkan dihadiri 200 saudagar Muhammadiyah.

Menurut Fathul Mufid, selaku Sekretaris MEK PWM Jatim, acara akan dikemas dengan Bussiness to Bussiness (B2B) antar peserta dan Bussiness Trip pada beberapa lokasi usaha di Malang, diantaranya properti, peternakan, air minum dan pengolahan makanan. Kunjungan ke beberapa titik bisnis ini diharapkan akan menambah antusiasme para Saudagar Muhammadiyah. Terang Mufid.

Lebih lanjut Mufid menjelaskan, sebelumnya pada April 2017 yang lalu, kegiatan B2B edisi-1 telah sukses digelar di Blitar. Karenanya, B2B edisi-2 menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh para saudagar Muhammadiyah. Pastikan, Anda mengosongkan waktunya khusus untuk mengikuti acara B2B tersebut edisi-2 di Batu besok. Ajak Mufid kepada pembaca.

Sementara itu, mewakili panitia Malang Raya, Drs. Bahtiar Efendy menyampaikan bahwa kegiatan B2B ini akan dikemas dengan model yang sangat menarik. Bukan seperti seminar biasa, melainkan lebih ke hal-hal praksis. Bussiness sharing. Peserta akan diajak membaca peluang dan sekaligus berpartisipasi, bersinergi serta investasi.

Narasumber yang dihadirkan adalah para pelaku usaha Muhammadiyah yang sukses di tingkat Nasional hingga Internasional. Ir. Mohammad Nadjih, CEO KML Group. Masfuk, S.H, Owner Eka Group, Yasin Marseley, Milyarder Madura, dan lain lain.

Pastikan anda ikut hadir dan tampilkan produk di ajang B2B 16-17 Besok, karena panitia telah menyediakan stand untuk display barang anda. Jelas Bahtiar, yang menjabat ketua MEK PDM kab. Malang ini.  (Hilmi)


Minggu, 10 Desember 2017

Posted by hilmi Posted on Desember 10, 2017 | No comments

Menunggu Kiprah Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah

Kopdarnas Pegiat Literasi di Kampus 1 Univeraitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu 09/12/17.

Malangmu.or.id -- SURAKARTA - Perpustakaan dan pegiat literasi dalam lingkup Muhammadiyah akhirnya berjejaring secara nasional. Ini setelah peserta Kopdarnas Literasi #1 yang digelar MPI PP Muhammadiyah memutuskan lahirnya Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah (STPM).

Terbentuknya Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah setelah sesi terakhir Kopdarnas Literasi #1 yang dilangsungkan di Gedung Siti Walidah Kampus I Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (9/12) malam. Peserta Kopdarnas yang merupakat pegiat literasi dan pustaka se Indonesia ini juga langsung mencanangkan sejumlah program tindak lanjut prioritas.

Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Mukhlas MT mengungkapkan, terbentuknya Serikat Taman Pustaka Muhammadiyah diharapkan menjadi gerakan bersama literasi yang efektif. Keberadaan jejaring SPTM akan melengkapi tiga lembaga nonstruktural bentukan MPI yang sudah ada. Yakni, Forum Komunikasi Perpustakaan PTMA, JariMu dan Netizmu.

"Kami (MPI PP Muhammadiyah) akan memfasilitsi penyediaan infrastruktur untuk pengembangan web sebagai salah satu program prioritas yang direkomendasikan. STPM tentunya harus bisa melakukan penguatan  forum perpustakaan di tingkat sekolah," tegas pria yang juga Wakil Rektor Universitas Ahmad Dahlan ini.

Sejumlah prioritas program bersama Serikat PTM diantaranya, pembuatan portal web taman pustaka, program KKN Tematik Literasi pengembangan Taman Pustaka, dan optimalisasi peran MPI di daerah dengan gerakan satu cabang satu taman pustaka.

Program andalan ini dihasilkan dari hasil sidang komisi peserta Kopdarnas Literasi yang dibagi empat kelompok. Yakni, komisi komunitas, literasi, forum perpustakaan sekolah Muhammadiyah, Majelis Pustaka dan forum perpustakaan PTM. Tiap komisi masing-masing menghasilkan 3-4 rencana program.

Penggagas Kopdarnas Literasi Muhammadiyah David Effendi mengungkapkan, kopdarnas pegiat literasi yang terafiliasi Muhammadiyah ini dalam rangka rekonstruksi jati diri Gerakan pencerahan dalam Muhammadiyah dan untuk memperkuat apa yang sudah berjalan. Selain itu, kopdarnas adalah pemanasan menuju jambore literasi tahun 2018 mendatang.

Tentunya, keberadaan struktur fungsional Serikat Taman Pustaka sangat diperlukan dengan mengedepankan kerja sama lintas majelis. MPI juga diharapkan tidak jumawa untuk menggarap komitmen besar jihad literasi ini sendirian. Ini sekaligus memberikan ruang dan penyadaran bagi para pengurus Muhammadiyah di tingkat cabang maupun daerah. (amin)
Posted by hilmi Posted on Desember 10, 2017 | No comments

Dua Hal Penting untuk Laju Persyarikatan, Apa itu?

Drs. Wachid Djarwono, M.Si ketika memberi materi pada Sarasehan LPCR PDM kab. Malang, Ahad 10/12/17
Malangmu.or.id -- "Sesuai khittah K.H. Ahmad Dahlan, Panjenengan jadi  Pengurus Cabang, Ranting, nek wes de Muhammadiyah kudu gelem diprotes, ora nesuan, tidak boleh marah, tidak boleh dendam tidak boleh putus asa." Demikian Pemateri dari PCM Kertosono mengingatkan peserta Sarasehan LPCR PDM kab. Malang di Basement RS UMM, Ahad, 10/12/17.

Pak Jarwo -panggilan akrabnya- mengajak para hadirin agar tidak ragu dalam meneruskan langkah perjuangan membangun Cabang dan Ranting Muhammadiyah agar senantiasa lebih baik, terus berkembang dan maju. Kritik di Muhammadiyah itu sudah biasa, justru dengan kritik itulah kita akan semakin dewasa. Tegasnya.

Pria yang memiliki nama lengkap Drs. Wachid Djarwono, M.Si itu mengungkapkan bahwa di Muhammadiyah itu juga ada dan mungkin banyak yang menjadi anggota "NATO", not action talk only. Mereka senangnya ngerasani, ngeritik bahkan mencemooh orang-orang yang sudah berjuang dengan benar demi perayarikatan. Ungkapnya.

Yang penting, menurutnya, kita menjalankan organisasi ini tidak melanggar aturan organisasi. Jalankan program yang telah disepakati. Tegasnya. Karenanya, ulet, istiqomah dan sabar adalah kunci berorganisasi.

Di akhir materinya, Jarwo berpesan dua hal. Pertama adalah Pimpinan AUM harus tunduk dan taat pada kebijakan pimpinan persyarikatan. Kedua adalah fungsi Amal Usaha yang dibangun Muhammadiyah BUKAN semata mata bertujuan menyediakan pencari nafkah yang TIDAK PEDULI pada tugas dan kepentingan persyarikatan, tetapi hendaknya dipahami bahwa AUM berfungsi sebagai media dakwah dan sarana kaderisasi persyarikatan. (hil)
Drs. Wachid Djarwono, M.Si ketika memberi materi pada Sarasehan LPCR PDM kab. Malang, Ahad 10/12/17
Malangmu.or.id -- "Sesuai khittah K.H. Ahmad Dahlan, Panjenengan jadi  Pengurus Cabang, Ranting, nek wes de Muhammadiyah kudu gelem diprotes, ora nesuan, tidak boleh marah, tidak boleh dendam tidak boleh putus asa." Demikian Pemateri dari PCM Kertosono mengingatkan peserta Sarasehan LPCR PDM kab. Malang di Basement RS UMM, Ahad, 10/12/17.

Pak Djarwo -panggilan akrabnya- mengajak para hadirin agar tidak ragu dalam meneruskan langkah perjuangan membangun Cabang dan Ranting Muhammadiyah agar senantiasa lebih baik, terus berkembang dan maju. Kritik di Muhammadiyah itu sudah biasa, justru dengan kritik itulah kita akan semakin dewasa. Tegasnya.

Pria yang memiliki nama lengkap Drs. Wachid Djarwono, M.Si itu mengungkapkan bahwa di Muhammadiyah itu juga ada dan mungkin banyak yang menjadi anggota "NATO", not action talk only. Mereka senangnya ngerasani, ngeritik bahkan mencemooh orang-orang yang sudah berjuang dengan benar demi perayarikatan. Ungkapnya.

Yang penting, menurutnya, kita menjalankan organisasi ini tidak melanggar aturan organisasi. Jalankan program yang telah disepakati. Tegasnya. Karenanya, ulet, istiqomah dan sabar adalah kunci berorganisasi.

Di akhir materinya, Jarwo berpesan dua hal. Pertama adalah Pimpinan AUM harus tunduk dan taat pada kebijakan pimpinan persyarikatan. Kedua adalah fungsi Amal Usaha yang dibangun Muhammadiyah BUKAN semata mata bertujuan menyediakan pencari nafkah yang TIDAK PEDULI pada tugas dan kepentingan persyarikatan, tetapi hendaknya dipahami bahwa AUM berfungsi sebagai media dakwah dan sarana kaderisasi persyarikatan. (hil)

Sabtu, 09 Desember 2017

Posted by hilmi Posted on Desember 09, 2017 | No comments

Beberapa Tips menuju Cabang Unggulan

Ketua PCM GKB, M. Jufri (foto tengah) saat memberi mateei acara sarasehan LPCR PDM kab. Malang, Ahad (10/12/17)
Malangmu.or.id -- Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) bapak Mochammad Jufri memberikan testimoni dalam memimpin Cabang GKB di hadapan peserta Sarasehan LPCR PDM kab. Malang, Ahad, 10/12/17 di Basement RS UMM.

Menurutnya, ada beberapa kunci pokok atau keunggulan yang dijadikan pegangan Cabang GKB dalam menggerakkan roda cabang hingga menjadi cabang unggulan.

Pertama adalah sinergitas program antar majelis. Bekerjasama antarmajelis dalam menjalankan program yang memiliki nilai dan visi yang senada atau searah harus dipadukan. Kedua, keunikan PCM GKB. Maksudnya, pluralitas penduduk GKB yang mayoritas urban adalah nilai tersendiri dari PCM GKB.

Keunggulan ketiga adalah potensi Sumberdaya manusia (SDM). Masyarakat yang menengah ke atas baik secara ekonomi maupun potensi lainnya adalah modal besar bagi GKB.

Keempat adalah sentralisasi manajemen organisasi. Keuangan dan kegiatan apapun terkait pendanaan tertuju pada satu pintu. Hal ini akan lebih memudahkan dalam mengontrol semua.

Ketua PCM GKB juga menjelaskan struktur organisasi yang di pimpinnya. Jika pada umumnya majelis Dikdasmen dan Kader berdiri sendiri (terpisah) maka di PCM GKB, majelis Pendidikan harus membawahi kader juga. Sebab dari anak didik yang ada di AUM itulah diharapkan akan tumbuh kader-kader persyarikatan, sehingga ketua majelis dikdasmen harus mengurusi kader juga.

Majelis tabligh yang biasa mengurusi dakwah keliling ke Ranting-ranting dibebani untuk membina dan pengembangan ranting. Keterlibatan dan kedekatan majelis tabligh inilah sebagai modal dalam usaha pemekaran dan pengembangan ranting. Tegasnya.

Begitu juga majelis ekonomi dan wakaf, pada umumnya terpisah, di PCM GKB ini dijadikan satu majelis yakni Majelis ekonomi, wakaf dan kehartabendaan. Dan satu majelis lagi yang sudah berjalan secara optimal, yakni majelia Infokom, pustaka dan pembinaan ortom. Ini dipimpin satu orang.

Perpaduan majelis-majelis ini dilakukan atas dasar efektifitas, efisiensi dan profesionalitas. Di atas itu semua, kuncinya adalah serius, bersungguh-sungguh dalam mengurus perayarikatan. Man jadda wa jadda. Ungkapnya. (hil)
Posted by hilmi Posted on Desember 09, 2017 | No comments

Cabang dan Ranting Unggulan Berawal dari Kecil

Nugroho Hadi Kusumo (foto kiri) ketika memberikan materi pada acara Sarasehan LPCR PDM kab. Malang, Ahad, 10/12/17.
Malangmu.or.id -- Kalau kita mengurus persyarikatan ini dengan baik, maka kita akan bisa masuk ke struktur masyarakat manapun, bahkan paling bawah. Inilah salah satu point penting yang disampaikan oleh perwakilan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, bapak Nugroho Hadi Kusumo dalam acara Sarasehan LPCR PDM kabupaten Malang.

Nugroho banyak memaparkan kondisi cabang dan ranting di Jatim. Menurutnya, tidak bisa dipungkiri, cabang dan ranting kita masih ada yang terbelakang, ada yang beranjak berbenah dan juga ada yang sudah maju terdepan. Saya kira Ini adalah fenomena yang normal dalam suatu organisasi, terlebih Muhammadiyah yang menjadi organisasi terbesar di Indonesia. Tetapi, jelasnya, cabang dan ranting yabg belum maju itu jangan dibiarkan berlarut, mari bersama kita tata, benahi agar maju bersama-sama. Ajaknya.

Semua cabang dan ranting yang kini bisa digolongkan maju, unggulan seperti Cabang GKB Gresik, Kertosono, Sepanjang, Babat itu awalnya juga kecil. Karena dimenej secara serius ahirnya menjadi besar. Terang nugroho di hadapan 50 peserta Sarasehan.

Acara yang digelar di Basement Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang hari Ahad, 10/12/2017 diikuti oleh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se kab. Malang ini bertema Cabang Berbenah, Ranting Melangkah. Menghadirkan pemateri dari PWM, dan 2 pemateri lainnya dari Cabang Unggulan di Jatim yakni PCM GKB Gresik dan PCM Kertosono. (Hil)