Langsung ke konten utama

Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami Ajak Muhammadiyah Ramaikan Masjid Salman Al Farisi



Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami (kanan) ketika memberi Taushiyah pada acara Upgrading PCM Dau, Sabtu (11/11/17)

Malangmu.or.id – Salah satu Pembina Yayasan Assunnah Husnul Khotimah, Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami memberikan taushiyah pada acara Upgrading Organisasi (PRM, PRA dan AUM), Sabtu 11 November 2017. Dalam taushiyahnya, beliau menyampaikan “saya kalau teringat Muhammadiyah, ingat surat Al-Maun. Dahulu, dalam ceritanya, K.H. Ahmad Dahlan terus menerus, setiap hari mengajarkan murid-muridnya surat Al-Maun. Sampai-sampai, Kyai Dahlan pernah diprotes muridnya, meminta belajar ganti surat yang lain. Kami sudah hafal, kami sudah mengerti, tolong ganti yang lain, kan.. al-Qur’an terdiri dari 114 surat pak Kyai, kata muridnya. Kyai Dahlan pun bertanya, sudah diamalkan atau belum? Dijawab "belum" oleh murid-muridnya. Besok surat Al-Maun lagi, buat apa pindah surat lain, sedangkan Al-Maun belum diamalkan, tegas Kyai Dahlan. Jadi, dengan berlandaskan surat Al-Maun ini lahirlah Muhammadiyah. Betul bapak/Ibu? Tanya Ustadz asli Arema ini.

Jadi Muhammadiyah ini, lanjutnya, dilahirkan untuk memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi bangsa, Negara dan agama. Dengan berlandaskan surat Al-Maun, Muhammadiyah membuat rumah sakit, panti-panti asuhan, sekolahan-sekolahan, masjid dan lain-lain. Jelasnya di depan peserta Upgrading.

Masjid Salman Al-Farisi yang berada di bawah naungan Yayasan Assunnah Husnul Khotimah, dan  K.H. Taufiq Kusuma, Ketua PDM Kota Malang periode 2000-2010 sebagai salah satu Pembina Yayasan bersama Ustadz Abdullah Hadrami ini diminta untuk diramaikan kegiatan-kegiatan Muhammadiyah. Masjid ini, kata Ustadz Abdullah, ditakdirkan oleh Allah untuk bersama-sama, bekerjasama atau ta’awun, dengan Muhammadiyah. Ungkapnya. Karenanya, mari bapak-bapak Muhammadiyah, ibu-ibu Aisyiyah meramaikan, memfungsikan masjid ini dengan baik, semaksimal mungkin dengan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat bagi umat. Ajak ustadz yang pernah mengenyam pendidikan di MTs Negeri 1 Malang ini.

Prinsip kami, tegas ustadz yang pernah berguru pada Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin –Rahimahullah- di Unaizah-Al Qasim Kerajaan Saudi Arabia selama empat tahun ini, hidup ini sementara, dan kami pasti akan mati, semuanya akan mati, dan tujuan utama diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah. Mumpung belum mati, mari kita membuat kebaikan sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya. (hil)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Reuni Veteran Pemuda Muhammadiyah, Bangkitkan Semangat Ber-Muhammadiyah

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…