Minggu, 12 November 2017



Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami (kanan) ketika memberi Taushiyah pada acara Upgrading PCM Dau, Sabtu (11/11/17)

Malangmu.or.id – Salah satu Pembina Yayasan Assunnah Husnul Khotimah, Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami memberikan taushiyah pada acara Upgrading Organisasi (PRM, PRA dan AUM), Sabtu 11 November 2017. Dalam taushiyahnya, beliau menyampaikan “saya kalau teringat Muhammadiyah, ingat surat Al-Maun. Dahulu, dalam ceritanya, K.H. Ahmad Dahlan terus menerus, setiap hari mengajarkan murid-muridnya surat Al-Maun. Sampai-sampai, Kyai Dahlan pernah diprotes muridnya, meminta belajar ganti surat yang lain. Kami sudah hafal, kami sudah mengerti, tolong ganti yang lain, kan.. al-Qur’an terdiri dari 114 surat pak Kyai, kata muridnya. Kyai Dahlan pun bertanya, sudah diamalkan atau belum? Dijawab "belum" oleh murid-muridnya. Besok surat Al-Maun lagi, buat apa pindah surat lain, sedangkan Al-Maun belum diamalkan, tegas Kyai Dahlan. Jadi, dengan berlandaskan surat Al-Maun ini lahirlah Muhammadiyah. Betul bapak/Ibu? Tanya Ustadz asli Arema ini.

Jadi Muhammadiyah ini, lanjutnya, dilahirkan untuk memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi bangsa, Negara dan agama. Dengan berlandaskan surat Al-Maun, Muhammadiyah membuat rumah sakit, panti-panti asuhan, sekolahan-sekolahan, masjid dan lain-lain. Jelasnya di depan peserta Upgrading.

Masjid Salman Al-Farisi yang berada di bawah naungan Yayasan Assunnah Husnul Khotimah, dan  K.H. Taufiq Kusuma, Ketua PDM Kota Malang periode 2000-2010 sebagai salah satu Pembina Yayasan bersama Ustadz Abdullah Hadrami ini diminta untuk diramaikan kegiatan-kegiatan Muhammadiyah. Masjid ini, kata Ustadz Abdullah, ditakdirkan oleh Allah untuk bersama-sama, bekerjasama atau ta’awun, dengan Muhammadiyah. Ungkapnya. Karenanya, mari bapak-bapak Muhammadiyah, ibu-ibu Aisyiyah meramaikan, memfungsikan masjid ini dengan baik, semaksimal mungkin dengan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat bagi umat. Ajak ustadz yang pernah mengenyam pendidikan di MTs Negeri 1 Malang ini.

Prinsip kami, tegas ustadz yang pernah berguru pada Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin –Rahimahullah- di Unaizah-Al Qasim Kerajaan Saudi Arabia selama empat tahun ini, hidup ini sementara, dan kami pasti akan mati, semuanya akan mati, dan tujuan utama diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah. Mumpung belum mati, mari kita membuat kebaikan sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya. (hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar