Sabtu, 04 November 2017

Posted by hilmi Posted on November 04, 2017 | No comments

Mengurus Muhammadiyah Harus Siap Menjadi Pasukan PLO

Prof. Thohir Luth (ketiga dari kanan) ketika memberi taushiyah pada pengajian ranting Jetis Dau Malang (Sabtu, 04/11/17)
Malangmu.or.id -- Pengajian rutin, sebulan sekali yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jetis Mulyoagung Dau Malang kali ini terasa istimewa. Salah satu keistimewaannya adalah Prof. Dr. Thohir Luth, M.A bersedia hadir sebagai penceramahnya.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Drs. Taufiq Burhan, M.Pd dalam sambutannya memberi apresiasi terhadap PRM Jetis atas kegiatan rutin yang diselenggarakan dengan istiqomah dan semarak. Ucapan terimakasihpun juga disampaikan kepada Prof. Thohir atas kesediannya memberikan siraman ruhani ini.

Pengajian yang digelar pada Sabtu, 4 Nopember 2017 ba'da Isya ini, Prof. Thohir menyampaikan bahwa setiap anggota Muhammadiyah ini harus siap menjadi Mujahidin. Karena memang, kata Profesor yang sekarang tinggal di Sengkaling Dau Malang ini, hidup ini penuh perjuangan. Bermuhammadiyah harus rela berjuang dalam segala hal. Karenanya, mengurus Muhammadiyah baik di Ranting, Cabang, Daerah dan di manapun adalah perjuangan. Siap menjadi PLO, Pasukan Lali Omah. Katanya.

Predikat mujahidin adalah predikat yang mulia. Penghuni surga dalam al Quran adalah orang-orang mujahidin. Mujahidin ini memiliki tingkat lebih tinggi daripada taqwa. Tuturnya, di hadapan lebih dari 60 jamaah pengajian.  Mereka yang berjuang di jalan Allah, baik secara fisik, waktu, harta benda jauh lebih mulia di sisi Allah daripada mereka yang hanya bekerja mencari nafkah buat anak istri. Tambahnya.

Wakil Ketua PWM Jatim ini resah terhadap fenomena keberagamaan masyarakat dewasa ini. Ibarat sapi yang ditarik kesana kemari, sebagian umat Islam mudah digoyangkan dengan gambar merah "Soekarno-Hatta", alias lembaran uang. Mereka yang larut dan tergiur dengan iming-iming dana itu berjuang untuk orang/umat lain, untuk agama lain, bukan berjuang menegakkan agama Islam.

Ketua PWM Jatim periode 2010-2015 ini lebih lanjut menjelaskan, di era faham yang sangat materialistik ini, suka menumpuk harta kekayaan demi dirinya sendiri, sibuk ngurus dirinya sendiri, kita (Muhammadiyah) harus waspada. Tanamkan pada diri kita, keluarga kita, agar tidak terjerumus pada faham yang menyesatkan itu. Karena Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan demikian. Nabi mendeklarasikan dirinya bersama sahabat untuk berjuang fii sabiilillah.

Sungguh mulia kita dalam organisasi Muhammadiyah, karena selalu mengajak berjuang. Muhammadiyah adalah ladang yang sangat luas, hampir tak pernah berakhir dalam mewujudkan perjuangan sebagai mujahid-mujahid yang mulia disisiNya. Tegasnya. (hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar