Sabtu, 25 November 2017

Ketua LSBO PWM Jawa Timur, Ir Sadarusman (berdiri), didampingi ketua Majelis Pustaka, Mulayana AZ, saat sesi penutupan rakor, Sabtu (25/11).

Malangmu.or.id -- Muhammadiyah selama ini cukup dikenal dengan berbagai keunggulan dan karya-karya inovatif. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur siap memfasilitasi proses literasi dan berbagai karya intelektual yang lebih banyak lagi.

Komitmen ini mengemuka dalam rapat kerja oleh Majelis Pustaka (MP) dan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PW Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (25/11). Dalam raker ini, juga dipaparkan arah dan proyeksi program terkait literasi serta budaya dan olahraga ke depan.

"Melalui raker bersama ini, dilakukan optimalisasi disain program berkemajuan hingga 2020 mendatang," kata Ketua Majelis Pustaka PW Muhammadiyah Jatim Mulyana AZ, MPd, Sabtu (25/11) petang.

Dikatakan, silaturahmi melalui raker ini diikuti sekitar 110 anggota dari 30 perwakilan PDM kabupaten/kota di bawah Majelis Pustaka dan LSBO. Menurutnya, optimalisasi program-program berkemajuan menjadi tantangan bersama yang dihasilkan melalui raker selama sehari ini.

Dalam bidang literasi misalnya, banyak dipaparkan program terkait hak kekayaan intelektual, publikasi dan diseminasi ilmiah, serta terkait penerbitan dan pengembangan kepustakaan.

"Produk literasi Majelis Pustaka salah satunya nanti menuliskan sejarah perkembangan Muhammadiyah Jawa Timur dalam kurun 2005-2017 ini. Ini adalah lanjutan buku Jilid Pertama yang diterbitkan PWM Jatim sebelumnya," imbuhnya.

Dalam rakerwil ini, peserta juga dibagi menjadi kelompok-kelompok diskusi yang dibagi menjadi bidang pustaka dan SBO. Tiap selanjutnya kelompok melalukan panel untuk mempertajam dan sinkronisasi lingkup dan program masing-masing. Hasilnya, sebagai rekomendasi program MPI dan LSBO PWM yang akan dilaksanakan di daerah (kabupaten/kota).

MPI PDM Kabupaten Malang misalnya, mengusulkan diadakannya kegiatan penguatan literasi media bagi pengurus Muhammadiyah cabang dan ranting. Sementara, agar memiliki tradisi literasi yang baik, juga diusulkan diadakannya sekolah atau kelas literasi yang diikuti siswa dan guru di semua sekolah Muhammadiyah. [min]

Minggu, 19 November 2017

Posted by hilmi Posted on November 19, 2017 | No comments

Mengikuti Muhammadiyah, Kualitas keIslaman Semakin Baik

dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes ketika ceramah di pengajian PDM kab. Malang di Wagir, 19/11/17
Malangmu.or.id -- Menjalani Islam dengan lebih baik dan benar menjadi hikmah penting yang diserukan bagi warga Muhammadiyah. Milad Muhammadiyah yang ke-105 perlu dimaknai sebagai refleksi kualitas keberislaman yang lebih baik.

Begitu pesan yang disampaikan Agus Taufiqurrahman, ketua PP Muhammadiyah kepada warga dan simpatisan dalam pengajian daerah dan Milad Muhammadiyah yang diselenggarakan di PCM Wagir, Ahad (19/11). Agus mengajak semua jamaah untuk berkaca sebagai tasyakuran memaknai Milad Muhammadiyah ke-105 hijriyah ini.

"Tugas kita dalam tasyakur milad ini adalah berkaca. Yakni mengoreksi diri mana yang baik untuk diteruskan menjadi lebih, mana yang kurang baik segera dieliminasi agar tidak terus buruk dan membuang kejelekan itu digantikan kebaikan," katanya di hadapan hadirin yang berkumpul di lapangan SMK Muhammadiyah 8 Wagir

Dalam konteks berMuhammadiyah, lanjutnya, maka kita harus memahami bahwa berislam dengan benar, tidak boleh keluar dari nilai-nilai ajaran Islam.

"Sehingga ketika sudah bergabung lama di Muhammadiyah, maka berislamnya harus semakin baik seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Inilah intinya kita bermuhammmadiyah," kata Kyai sekaligus dokter ini.

Menurutnya, di Muhammadiyah taqlid Islamnya adalah bagaimana mengaji alquran dengan baik dan benar. Jangan heran kalau ada kegiatan one day one hadits atau ayat. Di Jawa Barat, contohnya, kegiatan itu bahkan sudah berjalan sejak 9 tahun yang lalu.

Agus Taifiquraan juga mengajak untuk bermuhammadiyah yang benar supaya tetap selalu dilindungi dan diberkahi olah Allah SWT. (hil/min)

Sabtu, 18 November 2017

Dr. Mursidi, MM ketika memberikan sambutan pada acara pengajian daerah di Wagir, Ahad (19/11/17)
Malangmu.or.id -- Sebagai organisasi keagamaan tertua di Indonesia, Muhammadiyah telah tampil mengawal republik ini dengan tindakan nyata. Tidak hanya berwacana, tetapi langsung memberikan kontribusi positif ke masyarakat dengan program nyata. Tidak hanya berurusan dengan memperkuat basis keagamaan tetapi juga sekaligus memberdayakan masyarakat. Karenanya, Muhammadiyah harus terus dinamis.

Dalam usaha mensyukuri semakin berkembangkan amal usaha Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menyelenggarakan Pengajian sekaligus peringatan Milad Muhammadiyah yang ke ke 108 H/105 M. Acara diselenggarakan di wilayah  Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wagir, tepatnya di SMK Muhammadiyah 9 Malang.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. Mursidi, MM., menyampaikan bahwa tantangan Muhammadiyah semakin berat. Maka, harus lebih menggiatkan lagi kegiatan-kegiatan dalam persyarikatan. Muhammadiyah harus dinamis, harus bergerak maju. Jangan sampai pimpinan stagnan dalam menjalankan organisasinya. Juga, karena kebutuhan warga persyarikatan semakin meningkat.

“Saya titip kepada semuanya, terutama para muballigh. Jangan sampai ada pernyataan organisasi tidak penting. Yang penting dakwah dan pengajiannya. Ini jelas keliru dan tidak pas. Organisasi penting agar kegiatan dakwah lebih mengenai sasaran yang lebih tepat. Pengajian juga bisa terprogram dan terlaksana dengan baik.  Ini semua, butuh kemampuan organisasi yang dinamis itu, “pesan Mursidi sebelum pengajian inti dimulai.

Tak lupa, PCM juga harus berdaya. PCM di Malang sudah sangat dinamis. Luar biasa tekad menghimpun dana untuk membesarkan persyaritakan. “PCM Kepanjen bisa dijadikan contoh. Ia bersemangat merenovasi masjid di tengah kota. PCM Lawang masih proses penggalian dana sebesar 12 milyar. PCM Pakis memiliki program pembebasan tanah untuk pendirian masjid di sepanjang jalan Wendit. Ini contoh konkrit kerja nyata bermuhammadiyah, “tegas Mursidi.

Sementara itu, Dr. Hery Susanto (ketua PCM Wagir), dalam sambutannya menyatakan bahwa Cabang Wagir telah berdiri tahun 2002, tetapi tanpa ranting.  Lalu, 3 Januari 2004 sudah ada 5  ranting. Kita terus bergerak dan menapak ke depan.  Sebagai ketua PCM, ia memberikan apresiasi pada pelaksanaan acara ini, “Kehadiran bapak/ibu ke Wagir ini merupakan hal yang istimewa bagi kami. Karena memberikan support tersendiri bagi perkembangan Muhammadiyah di daerah ini”.

Pengajian dan Milad Muhammadiyah ini menampilkan pembicara utama dr. H. Agus Taufiqurrahman, SP.S, M.Kes sekalu Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Di usia yang ke 108 ini, Lembaga pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah saja mencapai lebih dari 10 ribu lebih (TK/PTQ berjumlah 4623; SD/MI berjumlah 2.604; SMP/MTs berjumlah 1772; SMA/SMK/MA berjumlah 1143, Ponpes berjumlah 67 dan PT berjumlah 172). Itu belum termasuk amal usaha di bidang kesehatan, yatim piatu dan lembaga lain. (hilmi/nrd).
Bazar di pengajian daerah, di Wagir, Ahad (19/11/17)
Malangmu.or.id-- Pengajian Daerah sekaligus Milad Muhammadiyah ke-105 tahun Masehi atau 108 tahun Hijriyah, yang diselenggarakan di SMK Muhammadiyah 09 Wagir, Ahad (19/11/17) diramaikan dengan Bazar. PCM Wagir, sebagai panitia pelaksana sengaja menyiapkan tenda / stand husus untuk bazar yang terletak di pintu masuk menuju lokasi pengajian.

Bazar atau pameran berbagai produk diikuti oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah  Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Wagir, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangwidoro Dau, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakis dan SMK Muhammadiyah 09 Wagir. Berbagai produk ditampilkan di dalam bazar tersebut. Mulai makanan ringan, buah-buahan hingga busana muslim/muslimah.

SMK M 9 Wagir yang diwakili oleh siswi-siswi jurusan Tata Boga menyuguhkan hasil karyanya yang terdiri dari makaroni pedas, krupuk pangsit pedas, krupuk balado, pisang coklat, tahu krispy, rujak manis dan lain-lain.

Prof. Dr. Wahyudi, selaku wakil ketua PDM mengapresiasi kegiatan bazar ini. Menurutnya, bazar seperti ini harus tetap ada di setiap pengajian-pengajian daerah. Karena akan berdampak sangat baik bagi tumbuh-kembangnya kegiatan ekonomi warga Muhammadiyah.

Cuma, lanjutnya, ke depan agar dikelolah lebih maksimal. Misal, dipublikasikan jauh hari sebelumnya agar  dan harus lbh dikembangkan, diramaikan, publikasi jaug hari sebelumnya agar lebih maksimal peserta dan persiapan lainnya. (hil)

Minggu, 12 November 2017


K.H. A.R. Abdul Ghani, ketika memberi materi pada acara Upgrading PCM Dau, Sabtu (11/11/17)

Malangmu.or.id – Acara Upgrading Organisasi yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau menghadirkan K.H. Abdurrahim Abdul Ghani sebagai testimoni yang memberikan wacana tentang Pola Kelola PCM&PRM yang Unggul. Dihadirkannya Kyai yang sukses membawa PCM Sepanjang sebagai PCM Unggulan Jawa Timur itu penting untuk memberikan semangat peserta yang mengikuti kegiatan ini.
K.H. A.R. Abdul Ghani sebagai pembicara utama dalam kegiatan yang diikuti oleh Pengurus PCM, PCA dan seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah serta AUM se Cabang Dau ini mula-mula menyampaikan bahwa untuk membangun PCM yang baik, bagus, unggul itu perlu membangun sistem yang baik pula. “Terus terang, tidak mudah, untuk membangun sistem yang baik itu harus ihlas, sabar, juga harus tahan banting” katanya. Karena, menurutnya, nanti akan berhadapan dengan mereka yang sudah terlalu lama menikmati sistem yang dibangunnya, entah bener atau tidak sistem itu, kemudian ada yang mau merubah, pasti ada yang tersinggung, “tertabrak” dan sebagainya, itu wajar.

Kyai yang di beberapa tempat dipanggil Ustadz Abdurrahim ini bertanya kepada para hadirin, Pimpinan Persyarikatan Cabang dan Ranting, siapa yang sebenarnya, “Pemilik” Rumah Sakit, sekolahan-sekolahan yang berada di Cabang itu? Direktur Rumah Sakit kah, Kepala Sekolah kah? Ini harus dipertegas, ini persyarikatan. Sebenarnya, juragannya ini siapa? PCM atau Kepala Sekolah? Pemiliknya adalah Persyarikatan, dalam hal ini PCM yang punya hak, bukan Kepala Sekolah atau DIrektur. Segala Amal Usaha harus tunduk kepada PCM. Kepala Sekolah, guru, Direktur RS adalah pegawai persyaraikatan. Tegasnya.

Di Sepanjang, segala “Investasi Hidup”, kegiatan-kegiatan yang bersentuhan dengan umat, diselenggaraan, diprogram oleh persyarikatan (PCM), termasuk mengatur pembangunan dan pengembangan sekolah-sekolah yang ada di sana. Sekolah tidak membangun sendiri-sendiri, tetapi diatur oleh PCM. Pungkas Ketua PCM yang telah menjalankan program sistem pelaporan keuangan terpadu ini.

Seringkali, dan terjadi di mana-mana, ketika PCM punya gawe (acara) seakan-akan meminta, “mengemis” kepada AUM. Di sinilah kemudian mengesankan PCM tidak punya wibawa. Katanya. Padahal, seharusnya dari AUM lah yang mensupport semua kegiatan Persyarikatan. Karenanya, mengingatkan para hadirin, jika PCM sudah solid, memiliki niat dan tekad yang kuat untuk merubah, membangun sistem yang baik, semua akan berjalan dengan baik pula. Hubungan PCM dengan Ranting dan AUM tetap berjalan harmonis seperti yang telah dilakukan PCM Sepanjang. (hil)


Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami (kanan) ketika memberi Taushiyah pada acara Upgrading PCM Dau, Sabtu (11/11/17)

Malangmu.or.id – Salah satu Pembina Yayasan Assunnah Husnul Khotimah, Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami memberikan taushiyah pada acara Upgrading Organisasi (PRM, PRA dan AUM), Sabtu 11 November 2017. Dalam taushiyahnya, beliau menyampaikan “saya kalau teringat Muhammadiyah, ingat surat Al-Maun. Dahulu, dalam ceritanya, K.H. Ahmad Dahlan terus menerus, setiap hari mengajarkan murid-muridnya surat Al-Maun. Sampai-sampai, Kyai Dahlan pernah diprotes muridnya, meminta belajar ganti surat yang lain. Kami sudah hafal, kami sudah mengerti, tolong ganti yang lain, kan.. al-Qur’an terdiri dari 114 surat pak Kyai, kata muridnya. Kyai Dahlan pun bertanya, sudah diamalkan atau belum? Dijawab "belum" oleh murid-muridnya. Besok surat Al-Maun lagi, buat apa pindah surat lain, sedangkan Al-Maun belum diamalkan, tegas Kyai Dahlan. Jadi, dengan berlandaskan surat Al-Maun ini lahirlah Muhammadiyah. Betul bapak/Ibu? Tanya Ustadz asli Arema ini.

Jadi Muhammadiyah ini, lanjutnya, dilahirkan untuk memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi bangsa, Negara dan agama. Dengan berlandaskan surat Al-Maun, Muhammadiyah membuat rumah sakit, panti-panti asuhan, sekolahan-sekolahan, masjid dan lain-lain. Jelasnya di depan peserta Upgrading.

Masjid Salman Al-Farisi yang berada di bawah naungan Yayasan Assunnah Husnul Khotimah, dan  K.H. Taufiq Kusuma, Ketua PDM Kota Malang periode 2000-2010 sebagai salah satu Pembina Yayasan bersama Ustadz Abdullah Hadrami ini diminta untuk diramaikan kegiatan-kegiatan Muhammadiyah. Masjid ini, kata Ustadz Abdullah, ditakdirkan oleh Allah untuk bersama-sama, bekerjasama atau ta’awun, dengan Muhammadiyah. Ungkapnya. Karenanya, mari bapak-bapak Muhammadiyah, ibu-ibu Aisyiyah meramaikan, memfungsikan masjid ini dengan baik, semaksimal mungkin dengan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat bagi umat. Ajak ustadz yang pernah mengenyam pendidikan di MTs Negeri 1 Malang ini.

Prinsip kami, tegas ustadz yang pernah berguru pada Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin –Rahimahullah- di Unaizah-Al Qasim Kerajaan Saudi Arabia selama empat tahun ini, hidup ini sementara, dan kami pasti akan mati, semuanya akan mati, dan tujuan utama diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah. Mumpung belum mati, mari kita membuat kebaikan sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya. (hil)
Posted by hilmi Posted on November 12, 2017 | No comments

Usia Muda Nahkodai Ranting Karangwidoro itu Resmi Dilantik



Ketua PCM Dau (foto paling kiri) sedang melantik pengurus baru PRM Karangwidoro periode 2015-2020, Sabtu (11/11/2017)

Malangmu.or.id – Sabtu, 11 November 2017 di masjid Salman Al Farisi, Pengurus baru Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangwidoro resmi dilantik oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau. Ikrar atau janji pimpinan dibacakan langsung oleh Ketua PCM Dau, Bpk. Drs. Taufiq Burhan, M.Pd. Sembilan personil pengurus Ranting mengikuti ikrar yang dibacakan itu.

Salah satu Penasehat Ranting yang hadir dan ikut dalam prosesi pelantikan tersebut adalah Bpk. Setiadi, C. P, M.T. mengatakan, bangga dan bersyukur atas terbentuknya kepengurusan baru di Ranting Karangwidoro ini. Pengurus yang relative masih muda ini diharapkan bisa membawa perubahan dan perkembangan serta kemajuan Muhammadiyah di Karangwidoro hususnya, dan di masyarakat sekitar umunya. Harapnya.

Pelantikan pengurus Ranting yang usia mereka masih kurang lebih 30th itu dilaksanakan di tengah-tengah acara Upgrading Organisasi (PRM, PRA dan AUM) yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kader dan Pengembangan Ranting PCM Dau. Acara yang diikuti utusan PRM, PRA dan Pimpinan AUM se-Cabang Dau itu menjadi saksi bahwa Ranting Karangwidoro mulai bangkit dengan personil-personil muda yang menjadi punggawa atau nahkoda organisasi di tingkat bawah.

Di desa Karangwidoro sebenarnya sudah berdiri Ranting Muhammadiyah di bawah kepemimpinan Bapak Drs. Zusiadi, namun dikarenakan berbagai banyak faktor, Ranting ini kurang berjalan dinamis. Nah, di tengah kefakuman inilah dan momen yang tepat juga, setelah masjid Salman AL Farisi resmi diserahkan kepada Muhammadiyah dalam hal pengelolaannya, maka segera dibentuk pengurus baru.

Kompleks Masjid Salman Al Farisi menjadi kantor PRM Karangwidoro

Bpk. Sukma Jaya, S.Ag, selaku wakil ketua PCM Dau yang membidangi Kader dan Pengembangan Ranting berharap, dengan telah terbentuknya dan dilantiknya pengurus Ranting baru ini, kompleks masjid Salman Al Farisi dihiasi dengan kegiatan-kegiatan Muhammadiyah. Pengurus Ranting Karangwidoro dengan semangat jiwa mudanya harus meramaikan, menyemarakkan dengan berbagai kegiatan, bukan hanya kegiatan pengajian saja, melainkan social, ekonomi dan kesehatan. Insyaallah PCM siap mendampingi. Tegasnya (hil)