Sabtu, 07 Oktober 2017

Pembukaan Workshop Produksi Audiovisual dan Media Konvergensi di SMK Mutu Gondanglegi (8/10)

Malangmu.or.id - SMK MUTU.  Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur kembali menggelar Workshop Produksi Audiovisual dan Media Konvergensi yang diadakan di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (8/10). Workshop yang digelar rutin roadshow ke daerah-daerah ini untuk memperkuat jaringan media Muhammadiyah.

Kegiatan bertempat di basement gedung Titanium Building dan diikuti oleh alumni workshop sebelumnya di PWM Jatim dan peserta utusan dari  Muhammadiyah beberapa daerah sekitar. Pada pembukaan workshop, Ketua LIK PWM Jawa Timur Kholid AS mengungkapkan tentang tujuan serta prospek kedepan dari tindak lanjut rangkaian pelatihan ini.

“Kedepan kita akan memiliki siaran televisi milik PWM Jatim, yaitu pwmutv. Untuk menyiapkan SDM-nya, banyak diperlukan banyak kontributor daerah-daerah yang akan mengisi slot-slot rubrik acara yang telah dikonsep oleh tim LIK," ujar Cholid, Ahad (8/10) pagi.

Peserta workshop mengikuti materi teori, diantaranya sosialisasi rencana program/rubrik pwmu.tv, proses pengambilan gambar video yang baik, editing video, standarisasi konten yang siap tayang serta news reporting dan presenting. Dengan workshop ini, lanjutnya, pihaknya akan menyiapkan kontributor andal dan kompeten sesuai dengan kebutuhan broadcast pwmu.tv kedepan.

Sementara itu, Dr. H. Mursidi, Ketua PDM Kabupaten Malang dalam kesempatan sambutan sebelum penyampaian materi workshop, menekankan tentang pentingnya komunikasi media dalam mensyiarkan Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah harus menguatkan medianya untuk mengikuti cepatnya perkembangan dan persaingan dengan media yang dikuasai oleh asing ataupun non-muslim.

“Kami sangat mendukung kegiatan workshop ini, semoga bisa menghasilkan teknisi dan kontributor yang mumpuni dan siap mensukseskan persiapan peluncuran televisi milik PWM Jatim yaitu pwmu.tv. Kanal pwmu.tv ini diharapkan akan mewarnai dunia pertelevisian yang bernuansa Muhammadiyah dan Islami,” pungkas dosen Fakultas Ekonomi UMM ini. (rid/min)

0 komentar:

Posting Komentar