Senin, 16 Oktober 2017

Posted by Ridlo Posted on Oktober 16, 2017 | No comments

Ambisi Presiden UEA yang Patut Ditiru

Performance Masjid Syeikh Zayed Grand Masqoe dari depan.
Catatan Perjalanan Pahri/Principal SMKM 7 Gondanglegi (2)

Malangmu.or.id - UEA. Saat diangkat menjadi presiden pertama Uni Emirat Arab (UEA) 1971,  Syeikh Zayed punya mimpi besar dalam hidup-nya. Pertama,  membangun Masjid terbesar di dunia dan yang kedua menghijaukan tanah gersang nan tandus di Abu Dhabi (Ibu Kota UEA).

Mimpi besar pertama sang Syeikh akhirnya kandas,  karena Raja Abdullah Arab Saudi yang berkuasa saat itu kurang berkenan.  Rupanya Pelayan Dua Tempat Suci Umat Islam itu,  tidak ingin Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tersaingi dengan Masjid yang akan dibangun Syeikh Zayed. "Cukup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang menjadi pusat peradaban dan simbul pemersatu umat Islam dunia,  "begitu permintaan bijak Raja Abdullah pada sang Syeik.

Rupanya permintaan itu cukup ampuh, mampu melunakkan ambisi besar Syeikh Zayed. Walaupun gagal membangun Masjid terbesar dunia,  proyek itu tetap berjalan,  namun tidak sebesar seperti mimpi awal. Pembangunan Masjid baru dimulai tahun 2000 M atau 29 tahun setelah berkuasa. Masjid ini menempati lahan 680.000 m2, dengan luas bangunan 50.000 m2 atau lima kali lapangan sepak bola. Kapasitas Masjid, mampu menampung tujuh puluh ribu jamaah.  Halaman cukup luas dengan area parkir yang tertata rapi dan modern.

Masjid terbesar ketiga dunia ini --setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi-- dirancang khusus para insinyur dan arsitek terbaik Inggris.  Tak heran beberapa sudut, bernuansa bangunan Eropa.  Eksekusi lapangan dikerjakan pekerja dari India,  Pakistan dan Banglades. Sedangkan pengawas bangunan sebagian besar para insinyur UEA.

Belum sempat menyaksikan keindahan dan kemegahan Masjid,  Syeik Zayed berpulang kehadirat Allah SWT (2004). Pembangunan dilanjutkan putra mahkota,  Syeik Khalifa bin Zayed. Rampung dan terbuka untuk umum pada tahun 2010. Menghormati penggagas dan pencetus, Masjid ini diberi nama Syeik Zayed Grand Masqoe (Masjid Besar Syeik Zayed).

Sekalipun tidak lagi menjadi terbesar di dunia,  Masjid Syeik Zayed ini tergolong berani dan spektakuler. Terbuka untuk umum. Setiap hari dikunjungi ratusan ribu wisatawan,   tidak hanya umat Islam,  tapi juga yang non Islam. Pikiran Syeik Zayed sangat maju, dengan Masjid ia ingin menunjukkan ke mata dunia bahwa Islam itu indah dan Islam itu damai.  Islam itu bukan ISIS dan bukan pula teroris (bersambung).

0 komentar:

Posting Komentar