Sabtu, 23 September 2017

Posted by hilmi Posted on September 23, 2017 | No comments

Drs. H.M. Sulthon Amien, MM: Jangan Mati seperti Burung Beo

Drs. H.M. Sulthon Amien, MM saat pengajian Daerah kab
 Malang di Jabung, Ahad (24/09/17)
Malangmu.or.id - JABUNG. Mengawali tausiyahnya, Ustadz Drs. H.M. Sulthon Amien, MM becerita, ada seorang kyai menangis terseduh-seduh ketika burung Beo nya mati. Santrinya bertanya-tanya, kenapa hanya burung saja yang mati itu koq ditangisi? Apa kata Kyainya? Hai murid-muridku, yang aku tangisi itu bukan burungku, tetapi kamu-kamu ini. Jawab kyai kepada muridnya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim ini melanjutkan cerita bahwa burungnya hafal yang telah aku ajarkan, dan selalu menyebut assalamualaikum, laailaaha illallah, innaalillahi, astagfirullah, dsb. Tetapi, ketika burung itu diterkam kucing hanya berteriak​ ciat-cet, ciat-ciet. Jelas Kyai yang menangisi burung Bionya mati itu.

Apa pelajaran dari cerita di atas? Tanya Sulthon kepada Jamaah pengajian. Kita ini sudah hafal seluruh kalimat tauhid, tapi sekedar hafal. Ayat-ayat Alquran banyak juga kita hafal, tetapi hanya sekedar hafal, tidak mengerti maknanya. Ajaran Islam  belum masuk ke dalam diri kita, belum menjelma dalam perilaku kita. Sehingga kalo mau mati tidak pernah menyebut kalimat tauhid seperti burung itu. Karenanya, mari kita praktikkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari ini, agar memberikan manfaat kepada seluruh ummat manusia.

Pengajian dwi bulanan Muhammadiyah Daerah kabupaten Malang yang diselenggarakan di Jabung ini, Ahad 24 September 2017 / 04 Muharram 1439H dihadiri oleh pengurus Muhammadiyah mulai tingkat Ranting, Cabang dan Daerah dan juga sebagian anggota/warga Muhammadiyah se-kab. Malang. Pimpinan Ortom dan Muspika Jabung turut  menghadirinya. Tak kurang dari 1000 orang hadir menyemarakkan pengajian di lapangan Kemantren Jabung ini. (Hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar