Minggu, 24 September 2017

Drs. H.M. Sulthon Amien, MM ketika pengajian Muhammadiyah  daerah kab. Malang (Ahad, 24/09/17)
Malangmu.or.id -- Ada keraguan dan pemutarbalikkan fakta sebagian masyarakat terhadap jiwa NKRI Muhammadiyah belakangan ini adalah tidak tepat. Itu  mengingkari sejarah.  Muhammadiyah itu berdiri karena berkobar jiwa NKRI para pendiri Muhammadiyah. KH Ahmad Dahlan tahun 1912 mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah, agar masyarakat Indonesia itu pintar, maju dan terbebas dari penjajahan.

Demikian kata Wakil Ketua PWM Jawa Timur,  Drs H Sulton Amin MM,  saat mengisi pengajian rutin PDM Kabupaten Malang di PCM Kecamatan Jabung (24/9/17). Lebih lanjut Sulton mengatakan,    jangan ajari Muhammadiyah itu NKRI.  Muhammadiyah itu sudah sangat NKRI sebelum NKRI ini berdiri.

Sementara itu,  Ketua PDM Kab Malang Dr Mursidi MM., dalam sambuatannya mengatakan,  Muhammadiyah itu sangat mencintai negeri ini,  maka setiap acara formal, Muhammadiyah senantiasa memulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Melihat adanya sebagian masyarakat Jabung yang belum bisa menerima dengan tulus kehadiran Muhammadiyah,  Ketua PDM yang juga Dosen FE UMM ini,  menitipkan Muhammadiyah kepada Kapolsek Jabung Bpk Samsul Arifin yang hadir  dalam pengajian itu.

Pengajian rutin dua bulanan PDM Kab Malang ini berlangsung semarak,  meriah,  dan mencerahkan. Tak kurang seribu jamaah berkumpul di Lapangan Kemantren Jabung. Mereka mendengarkan pengajian dengan hidmat dan khusyuk. Selepas pengajian sebagian jamaah meneruskan perjalanan dengan berlibur di tempat rekreasi di Jabung yang kaya dengan keindahan air terjun nya. Selamat dan sukses. (Pahri)

Sabtu, 23 September 2017

Prosesi pemberian penghargaan untuk sekolah unggulan di  ajang ME Award 2017
Malangmu.or.id -- Ajang Muhammadiyah Education (ME) Award 2017 tak sekadar memunculkan pamor dan prestise sekolah-sekolah unggul Muhammadiyah. Bagi sebagian pelajar dan guru, ME Award 2017 menjadi motivasi dan kebanggaan tersendiri karena mampu menjadi terbaik dengan berbagai prestasi yang diraihnya.

Harapan ini juga ditegaskan Dr Abdul Mu'thi MEd, sekretaris PP Muhammadiyah, yang memberikan sambutan closing statement ME Award di Dome UMM, Sabtu (23/9) malam. Abdul Mu'thi berharap, prestasi yang sudah diraih di ajang ME Award 2017 ini, akan meningkat di kancah lebih besar lagi, hingga level nasional dan internasional.

"Prestasi pada ME Award 2017 ini tentunya bisa menjadi spirit positif untuk membangun tradisi prestasi dan juara, dan bisa menjadi obor bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah," kata Mu'thi.

Lebih dari itu, Abdul Mu'thi mengimbau kompetisi Excellence Education in Muhammadiyah mampu menjadi spirit fastabiqul khoirat dan menjadi yang terbaik.

"Ini merupakan ikhtiar Muhammadiyah dalam mencerdaskan bangsa dan mewujudkan Indonesia berkemajuan. Bukti excellence education in Muhammadiyah," lanjutnya.

Dari berbagai prestasi olimpiade dan bidang yang dilombakan, akhirnya terjaring tiga uara umum Muhammadiyah Education Award 2017. Yakni, jenjang SD/MI diraih SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, jenjang SMP/MTs diraih SMP Muhammadiyah 12 Paciran Lamongan, dan jenjang SMA/MA/SMK diraih MA Muhammadiyah 1 Kota Malang. (amin)
Posted by hilmi Posted on September 23, 2017 | No comments

Panitia Pengajian Daerah Berbagi ke Warga Sekitar

Foto bersama jelang pembagian konsumsi ke warga sekitr, Ahad (24/09/17)
Malangmu.or.id -- Berbagi dan terus berbagi. Inilah salah satu slogan yang dipegang oleh para penggerak Muhammadiyah. "Muhammadiyah itu identik dengan memberi. Memberi dalam bentuk apapun." Ungkap singkat dan tegas Wakil Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten Malang, Alfie Nur Hidayat.

Pada acara pengajian daerah Muhammadiyah yang bertempat di Jabung, panitia berhasil mengumpulkan 2000 paket makanan yang terdiri dari nasi kotak dan kue. Jumlah yang besar itu tentu tidak hanya dihabiskan oleh peserta pengajian, tetapi sengaja disiapkan oleh panitia untuk dibagikan ke warga sekitar lokasi acara.

Yayasan Ponpes Al Muhajirin Tebelo, kec. Jabung salah satu tempat tujuan pembagian makanan itu. Hampir seratus bingkisan diterima oleh pengasuh ponpes Al Muhajirin, Gus Imam Mahsun. Lainnya diberikan kepada masyarakat sekitar Kemantren, termasuk Posko Brigif 18 yang bersebelahan dengan lapangan Kemantren, tempat pengajian berlangsung.
Gus Imam Mahsun (kanan) ketika menerima binglisan makanan di ponpes Al Muhajirin Tebelo, Jabung (Ahad, 24/09/17)
Segenap crew panitia, termasuk ibu ibu Aisyiyah dan Kokam turut terlibat dalam pembagian paket makanan itu. Ketua Panitia acara, Bpk. Nanang mengatakan, kami sangat senang dengan acara berbagi ini, terimakasih kepada semua yang sudah terlibat dalam membantu kelancaran dan kesuksesan semua rangkaian acara pengajian kali ini.

Senada dengan itu, Alfie menyampaikan bahwa kesuksesan acara. Muhammadiyah berada ditangan semua pihak. Bekerjasama, bahu membahu antar PCM, antar lembaga harus terus digalakkan seperti yang dicontohkan PCM Jabung dan Pakis ini, karena PCM Pakis dengan anak usahanya "Surya Regency" mampu menyumbang 800 nasi kotak untuk pengajian daerah di Jabung ini. Jelasnya kepada tim malangmu.or.id yang juga turut bersama Alfie dalam mengawal pembagian makanan itu.

Perlu diketahui, konsumsi yang terkumpul sebanyak 2000 bingkisan itu diperoleh dari ibu ibu Aisyiyah Jabung sebanyak 400 paket. Surya Regency PCM Pakis sebanyak 800paket. Lainnya dari bapak-bapak PCM Jabung dan PDM kab.Malang. (hil)
Posted by hilmi Posted on September 23, 2017 | No comments

Drs. H.M. Sulthon Amien, MM: Jangan Mati seperti Burung Beo

Drs. H.M. Sulthon Amien, MM saat pengajian Daerah kab
 Malang di Jabung, Ahad (24/09/17)
Malangmu.or.id - JABUNG. Mengawali tausiyahnya, Ustadz Drs. H.M. Sulthon Amien, MM becerita, ada seorang kyai menangis terseduh-seduh ketika burung Beo nya mati. Santrinya bertanya-tanya, kenapa hanya burung saja yang mati itu koq ditangisi? Apa kata Kyainya? Hai murid-muridku, yang aku tangisi itu bukan burungku, tetapi kamu-kamu ini. Jawab kyai kepada muridnya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim ini melanjutkan cerita bahwa burungnya hafal yang telah aku ajarkan, dan selalu menyebut assalamualaikum, laailaaha illallah, innaalillahi, astagfirullah, dsb. Tetapi, ketika burung itu diterkam kucing hanya berteriak​ ciat-cet, ciat-ciet. Jelas Kyai yang menangisi burung Bionya mati itu.

Apa pelajaran dari cerita di atas? Tanya Sulthon kepada Jamaah pengajian. Kita ini sudah hafal seluruh kalimat tauhid, tapi sekedar hafal. Ayat-ayat Alquran banyak juga kita hafal, tetapi hanya sekedar hafal, tidak mengerti maknanya. Ajaran Islam  belum masuk ke dalam diri kita, belum menjelma dalam perilaku kita. Sehingga kalo mau mati tidak pernah menyebut kalimat tauhid seperti burung itu. Karenanya, mari kita praktikkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari ini, agar memberikan manfaat kepada seluruh ummat manusia.

Pengajian dwi bulanan Muhammadiyah Daerah kabupaten Malang yang diselenggarakan di Jabung ini, Ahad 24 September 2017 / 04 Muharram 1439H dihadiri oleh pengurus Muhammadiyah mulai tingkat Ranting, Cabang dan Daerah dan juga sebagian anggota/warga Muhammadiyah se-kab. Malang. Pimpinan Ortom dan Muspika Jabung turut  menghadirinya. Tak kurang dari 1000 orang hadir menyemarakkan pengajian di lapangan Kemantren Jabung ini. (Hil)
Aksi Tarian binaan AUM ikut menyemarakkan acara Pengajian Daerah di lapangan Kemantren Jabung.

Malangmu.or.id - JABUNG. Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang yang digelar di Lapangan Desa Kematren Kecamatan Jabung, Ahad (24/9), cukup antusias diikuti warga dan jamaah Muhammadiyah. Beberapa saat sebelum pengajian, kegiatan dirangkai dengan semarak kegiatan dalam rangka 1 Muharram 1439 Hijriyah.

Pawai taaruf 1 Muharram 1439 H yang dilakukan para pelajar sekolah Muhammadiyah di wilayah Jabung mengawali penyambutan pengajian PDM Kabupaten Malang ini. Dengan berjalan kaki, peserta pawai taaruf ini berjalan beberapa meter dengan menampilkan kreasi masing-masing. Salah satunya, aksi drumband yang ditampilkan siswa-siswi SD Muhammadiyah Tumpang 3 Tumpang

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jabung telah menyiapkan tempat yang sangat strategis dan representative yaitu di lapangan Kemantren Jabung. Selain mudah aksesnya, lapangan ini juga sebagai media dakwah terbuka Muhammadiyah dalam rangka syiar ke Islaman kepada masyarakat sekitar maupun warga yang melewati jalan utama sekitar lapangan. Dengan menggunakan tenda utama untuk pengajian dan beberapa tenda luar yang digunakan sebagai bazar produk Muhammadiyah, acara ini terlihat sangat meriah dan menarik. Beberapa produk Kecapmu dan Yoghurt binaan Muhammadiyah Singosari terlihat ikut meramaikan stand bazar.

Kecapmu binaan ME PCM Singosari meramaikan bazar produk Muhammadiyah di Jabung.

Selanjutnya, pada pra-acara sambutan dan pengajian, sejumlah pelajar putri menampilkan tarian tradisional khas Malangan. Dengan kostum khas tari, mereka tampak tetap anggun dan Islami dengan jilbab yang dikenakan saat membawakan tarian. Paduan suara siswa SD Muhammadiyah 3 Tumpang juga menampilkan kemapuannya menghibur jamaah pengajian.

Tausiyah pengajian Muhammadiyah yang diikuti jamaah yang juga datang dari berbagai wilayah kecamatan ini disampaikan Drs. HM. Sulthon Amien, MM, Wakil Ketua PWM Jawa Timur. Hadir pula dalam acara ini muspika diantaranya Kapolsek Jabung dan dari TNI yang diundang. Seperti biasa, pengajian ini diikuti oleh seluruh pimpinan PDM, PCM, Ranting, Ortom  serta AUM Muhammadiyah se kabupaten Malang. (min/rid)


Malangmu.or.id -- Sejumlah 42 sekolah Muhammadiyah jenjang SD sampai SMA/MA/SMK di Jawa Timur ditetapkan sebagai Sekolah Unggul 2017 (branded schools). Predikat ini berdasarkan penilaian yang dilakukan Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) PWM Jatim.

Sebanyak 42 sekolah ini mendapatkan penghargaan dalam acara Muhammadiyah Education (ME) Award yang digelar di Dome UMM, Sabtu (23/9). Penghargaan diberikan di sela-sela sambutan mantan ketua PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin.

Dalam sambutannya, Din Syamsuddin mengatakan sangat mengapresiasi sekolah–sekolah Muhammadiyah Jawa Timur yang berpartisipasi di ajang ME Awards 2017 ini. Ia juga sangat bangga pada para sekolah yang telah meraih penghargaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur.

Terpisah, ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur DR Arba'iyah MA mengungkapkan, Instrumen Muhammadiyah Branded School dijadikan aspek penilaian terhadap Sekolah Unggul Muhammadiyah ini. Instrumen ini setidaknya mencakup 10 (sepuluh) indikator, diantaranya Clear Vision, Clear Value, Inspiring School Community, Community Trust, Financial Well Management, Islamic and Quality Culture, dan International Orientation.

Ada tiga kategori penghargaan dalam sekolah unggul Muhammadiyah ini. Yakni kategori outstanding, excellent, dan inspiring. Untuk kategori outstanding (4 sekolah), kategori excellent (22 sekolah), dan kategori inspiring (16 sekolah). Untuk kategori Excellent School tertinggi jenjang SD/MI, diraih SD Muhammadiyah Manyar dengan 398 poin. Sedangkan, jenjang SMP/MTs diraih SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (385 poin) dan jenjang SMA/MA/SMK diraih SMA Muhammadiyah 3 Surabaya (395 poin).

Predikat Inspiring School tertinggi diraih SD Muhammadiyah 1 Jember (334 poin); SMP Muhammadiyah 15 Surabaya (329 poin) dan SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (332 poin). Sedangkan, kategori Outstanding School diraih SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (413 poin);
SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (406 poin); SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang (401 poin); dan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (400 poin).

Selain SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, dua sekolah lain asal Kabupaten juga mendapatkan penghargaan. Yakni, SD Muhammadiyah 03 Tumpang kategori Inspiring dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen kategori Excellent School. (amin)

Kamis, 21 September 2017

Posted by hilmi Posted on September 21, 2017 | No comments

Unik, Tabligh Akbar Sambut Muharram Diawali Apel Pagi

Camat Dau ketika berpidato Apel Pagi Tabligh Akbar, Rabu (20/09/17)
Malangmu.or.id -- Berbeda dengan peringatan tahun baru Hijriyah tahun lalu, kini MUI dan segenap Ormas di Dau (Muhammadiyah, Hidayatullah, NU) mendesain acara peringatan tahun baru Hijriyah 1439 dengan format acara yang kreatif dan atraktif. Jikalau tahun lalu, murni pengajian dari perwakilan semua ormas, kini Tabligh Akbar ini diawali dengan Apel Pagi.

Apel pagi yang biasa dilakukan dalam acara-acara resmi pemerintahan, namun kini ditampilkan dalam acara Pengajian, Tabligh Akbar. Tak ayal, persiapanpun dilakukan secara matang. Sebelum hari H (H-1) diadakah gladi. Pada hari H, sebelum rombongan Muspika hadir dilokasi, juga dilakukan gladi bersih. Segenap petugas apel (upacara) bersiap siaga dan mengatur seluruh anggota (peserta) pengajian mengikuti instruksi. Susunan acara apel hampir mirip dengan upacara pada umumnya, kecuali pengibaran bendera yang tidak ada.

Sekitar pukul 08.45, Camat Dau dan jajaran muspika lain datang. Mereka memasuki lapangan dan menempati panggung kehormatan, apelpun dimulai. Dalam Pidatonya, Bapak Drs. Supanji selaku Camat Dau berharap agar momentum peringatan tahun baru Hijriyah ini digunakan untuk menggali makna-makna mendasar dari peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Menjauhkan diri dari apa-apa yang dilarang Allah adalah termasuk berhijrah.

Lebih lanjut, Pria asli Karang Ploso ini, yang kini dipercaya memimpin wilayah Dau memaparkan bahwa meningkatkan segala amal baik, amal ibadah kita sekaligus mengoreksi, menimbang untuk memperberat amalan baik ke depan adalah tugas kita bersama. Beliaupun berpesan dan mengajak seluruh peserta apel, agar tetap menjaga kerukunan, ukhuwah Islamiyah, kesatuan dan persatuan antar umat Islam, bekerjasama antara ulama' dan umara' demi tegaknya Indonesia. Kita jangan mudah terpengaruh terhadap Narkoba, Miras, tindakan kriminal. Mari kita tetap berpegang teguh kepada nilai nilai Islam, indonesia adalah negara berketuhanan dan beradab. Tegasnya dalam pidato apel pagi Tabligh Akbar, Rabu (20/09/17).

Senada dengan pesan diatas, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dau, Drs. Taufiq Burhan, M.Pd berpesan kepada seluruh warga Muhammadiyah dan umat Islam semuanya, agar kita senantiasa meningkatkan amal ibadah kita. Kedua, momentum pergantian tahun Hijriyah ini, semoga bisa kita petik hikmahnya. Hijrah bukan hanya berhenti ketika Nabi SAW saja, melainkan pada saat sekarang ini kita harus mengaktualisasikan maknanya dalam kehidupan. Beranjak dari kebiasaan negatif menuju hal-hal positif, salah satunya. Dan pesan ketiga adalah upaya membangun kebersamaan, kesatuan dan kekuatan demi tegaknya Islam harus terus diperjuangkan dan ditegakkan secara bersama-sama dari semua elemen masyarakat dan organisasi masyarakat Islam. Ini sesuai dengan keimanan kita yang telah tertuang dalam nash-nash baik al-Qur'an maupun Hadits. (Hilmi)
Posted by hilmi Posted on September 21, 2017 | No comments

Tabligh Akbar, Seru Wujudkan Ukhuwah Islamiyah yang Nyata

Penceramah dari Muhammadiyah dalam Tabligh Akbar sambut Tahun Baru Hijriyah 1439, Rabu 29 Dzulhijjah 1438H.
Malangmu.or.id -- "Umat Islam sudah saatnya bangkit, mempimpin ummat manusia, membangun peradaban yang mulia, seperti halnya ketika Nabi Muhammad SAW berada di Yatsrib (Madinah) setelah melakukan perjalanan hijrah dari Mekkah, kemudian membangun masyarakat yang damai di bawah kepemimpinan Rasulullah SAW." Inilah salah satu kesimpulan taushiyah Loch Mahfud yang mewakili Muhammadiyah dalam pengajian Tabligh Akbar.

Lulusan Pondok Modern Gontor ini mengajak kepada seluruh peserta yang hadir, yang memadati area parkir TR Sengkaling UMM ini agar muhasabah diri, "momentum pergantian tahun Hijriyah ini, mari kita gunakan untuk bermuhasabah (introspeksi diri) untuk melangkah menuju kebaikan, membangun sesuatu yang lebih produktif dan bermanfaat untuk ummat", serunya.

MUI, Muhammadiyah, Hidayatullah dan  NU yang telah bergabung dalam Forum Kesatuan Umat Islam Ini, berhasil melaksanakan kegiatan secara bersama-sama berupa Tabligh Akbar kedua dalam rangka menyongsong tahun baru Hijriyah. Kali ini bertema "Dengan Peringatan 1 Muharram, Kita Wujudkan Ukhuwah  Islamiyah, Wathaniyah, Bashariyah dalam Bingkai NKRI.

Tiga pembicara yang mewakili Muhammadiyah, Hidayatullah, NU dan sambutan dari Ketua MUI Dau menyerukan agar, forum bersama umat Islam harus terus digalakkan demi kesatuan dan kekuatan Islam itu sendiri.


"Di tengah suasana yang mencekam ini, karena memang ada upaya-upaya dsri pihak lain untuk memecah belah umat Islam, maka kita harus terus berkomunikasi, menjalin tali silaturrahmi, menjaga keharmonisan untuk tegaknya Islam. Ukhuwah Islamiyah harus bisa diwujudkan secara nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Jangan mudah dipecah belah." Tegas ketua MUI Dau, Drs. Abdul Malik.

Ustdaz Mawardi, S.Ag selaku perwakilan Hidayatullah juga menyeru agar ummat Islam terus memupuk diri, meningkatkan kualitas, dan membangun tatanan masyarakat yang unggul seperti halnya dilakukan Rasulullah SAW di Madinah. (Hilmi)
Grop Drumband SMP Muhammadiyah 06 Dau ketika Atraksi di depan seluruh peserta pengajian Tabligh Akbar, 20/09/2017.
Malangmu.or.id -- Kali kedua, Tabligh Akbar dalam rangka sambut tahun Hijriyah, digelar kembali oleh Muhammadiyah Cabang Dau yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Dau juga menggandeng organisasi masyarakat lain, seperti Hidayatullah dan Nahdlatul Ulama. Suasana terasa lebih meriah dan semarak jika dibandingkan dengan Tabligh Akbar tahun lalu.

Sambut tahun baru Hijriyah 1439 kemaren yang dilaksanakan di area parker Taman Rekreasi Sengkaling Universitas Muhammadiyah ini juga menggandeng DInas Pendidikan tingkat Dasar kecamatan Dau. Walhasil, massa yang berkumpul memadati seluruh halaman parkir yang mengarah ke sisi barat dan selatan tersebut.
Grop Drumband SD Muhammadiyah 08 Dau ketika Atraksi di Depan Seluruh  Peserta Pengajian Tabligh Akbar, Rabu 20/09/17.
Acara yang dikemas sangat menarik itu, membuat antusiasme peserta sangat tinggi. Siswa siswi dari tingkat dasar (SD) hingga atas (SMA) bersorak sorai gembira melihat tampilan seni drumband dari beberapa sekolah yang ada di kecamatn Dau. Bukan sekedar penampilan biasa, tetapi sekaligus dinilai oleh tim juri yang disiapkan oleh Pantia yang dibentuk MUI Dau. SD Muhammadiyah 08 Dau berhasil meraih posisi terbaik ketiga setelah SDN Mulyoagung 1. Adapun peringkat terbaik satu diraih oleh SMP Muhammadiyah 06 Dau. 

Selain seni Drumband, pada acara Tabligh Akbar kemaren juga disajikan Seni Nasyid dan Hadrami yang dibawakan oleh anak didik dari Arrohmah Hidayatullah dan Nahdlatul Ulama. Acara seremonila itu sangat luar biasa dalam menyemarakkan acara Tabligh Akbar, terbukti lebih dari 7000 peserta yang berkostum putih membajiri area parker TR Sengkaling UMM. (Hilmi)
Posted by hilmi Posted on September 21, 2017 | No comments

Sambut Tahun Baru Hijriyah 1439, Seluruh Ormas Dau Bersatu

Momen Foto Bersama para Pimpinan Ormas dan Muspika, Rabu (20/09/17)
Dalam rangka sambut tahun baru Hijriyah 1439, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan Dau menggandeng seluruh organisasi masyarakat yang terdiri dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Hidayatullah serta Dinas Pendidikan Dasar menyelenggarakan acara Tabligh Akbar pada hari Rabu 20 September 2017 / 29 Dzulhijjah 1438H.

Acara yang berlokasi di area parkir Taman Rekreasi Sengkaling Universitas Muhammadiyah Malang ini dihadiri oleh seluruh jajaran Muspika Dau. Bertema "Dengan Peringatan 1 Muharam 1439H, Kita Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, Basyariah dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia" acara ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari semua komponen masyarakat di kecamatan Dau. Tak ayal, seluruh ormas mengerahkan massanya untuk menyemarakkan acara tersebut. Termasuk dari Diknas kec. Dau juga mengerahkankan siswa siswi SD & SMP untuk turut meramaikannya.

Lebih dari 7000 peserta pengajian berkostum putih membanjiri area parkir TR Sengkaling yang digunakan acara tabligh akbar ini. Mayoritas peserta dari anak didik mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Atas (SMA) juga dari bapak ibu warga sekitar Dau. Satu tujuan utama dalam berkumpulnya semua komponen / ormas ini adalah silaturrahmi jalin persatuan kesatuan antar umat Islam dalam membangun negeri tercinta Indonesia.

Tiga penceramah dari perwakilan masing masing ormas, Muhammadiyah, NU dan Hidayatullah tampil menyeru kepada seluruh peserta yang hadir agar berhijrah. Hijrah dari perilaku yang kurang baik menuju perilaku yang baik. Dari yang baik menuju kepada yang lebih baik. Hijrah penuh dengan keimanan dan ketaqwaan agar mendapatkan ridlo dari Allah SWT.  (Hilmi)
Posted by hilmi Posted on September 21, 2017 | No comments

Mengimani Sang Khaliq, Kenali Jagad Raya dan Kebesaran Dzat-Nya

H. Agus Mustofa ketika memberi kajian di Kepanjen, Kamis (21/09/17)
Malangmu.or.id -- Kajian ketauhidan dan kebesaran Allah SWT banyak ditanamkan pada jamaah Masjid Nurul Hidayah PCM Kepanjen, Kamis (21/9) pagi. Kajian dalam rangka 1 Muharam 1438 Hijriyah ini disampaikan H. Agus Mustofa, cendekiawan muslim yang banyak dikenal dengan buku-buku serial Tasawwuf Moderen ini.

Agus Mustofa menyampaikan materi: Mengenal Allah lebih Dekat (pendekatan tasawuf moderen). Ia memulai tausiyahnya dengan menjelaskan kandungan makna surat Al Hajj (22) ayat 74. Menurutnya, Islam substansinya diawali dengan tauhid dan diakhiri dengan tauhid.

"Awal menjadi muslim, harus mengucapkan Syahadatain, begitu meninggalpun hrus dengan syahadat," kata Agus.

Dikatakan, sejumlah 6.236 ayat dalam Alqur'an, kandungan isi intinya ada dalam surat Alfatihah (ummul qur'an). Menurutnya dalam lafadz basmallah mengandung makna bahwa esensi beragama adalah bertauhid kepada kepada kebesaran Allah SWT, bukan pada ibadah. Sejumlah 3.000 ayat lebih dalam Alquran menyebut asma Allah SWT.

"Ibadah hanya kembangan (pengamalan sebagai orang beriman dan bertakwa). Terlebih, jika melaksanakan ibadah dimaknai sebuah tanggungan atau beban. (Beriman) adalah semua harus diniati dan kembali mengharap ridla Allah SWT," imbuh penulis 56 judul buku tasawuf moderen ini.

Mengimani Allah, lanjut Agus, berarti sungguh memahami dan mendekatkan diri pada Dzat Allah. Kata Allah, katanya, bukan sekadar tulisan empat huruf dan simbol. Tidak sesederhana seperti apa yang ada di Baitullah (Ka'bah), masjid, sajadah atau lainnya.

"Beriman adalah keyakinan; namun butuh proses dan tahapan. Yaknu, 'ilmul yaqin, 'ainul yaqin, haqqul yaqin," tegasnya.

Dalam surat yang lain [QS. Almaidah (5): 35], selain perintah beriman dan bertakwa, manusia juga diperintahkan mencari jalan ubtuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jalan mengenal Allah SWT ini, kata Agus, bisa dilakukan mengenali dan memahami diri sendiri dan jagat raya dan seisinya.

Terlebih, menurutnya dalam Alquran berisi setidaknya 750 ayat berisi perintah berilmu pengetahuan. Sisanya, sejumlah 60 ayat terkait ibadah Maghdah.

"Sebenarnya, Alquran adalah ayat-ayat Nyata di dalam dada orang-orang yang berilmu. Dan, jika diingkari maka termasuk zalim," demikian Agus menyitir ayat dalam Quran Surah lainnya.

Beberapa saat sebelum kajian berakhir, Agus Mustofa memutarkan video tentang jagad semesta serta proses penciptaan manusia. Disertai penjelasan secara ilmiah, Agus menyampaikannya dengan penuh penghayatan sehingga membuat larut jamaah.

"Kita bisa memahami Kebesaran Dzat Allah dari dahsyatnya jagat raya ini. Apa kita masih mau menyombongkan diri?," kata Agus. (amin)