Minggu, 27 Agustus 2017

Drs. Nadjib Hamid, M.Si saat memberikan materi pada acara Up Grading PC-PRM di RS UMM, Sabtu (26/08/17)
Malangmu.or.id -- Mengawali materinya, Drs. Nadjib Hamid, M.Si mengutip wasiat K.H. Ahmad Dahlan yang menyatakan bahwa “manusia semuanya itu sama dengan benda mati, kecuali orang yang berilmu, tetapi, mereka yang berilmu itu dalam kebimbangan, kecuali mereka yang beramal, demikian pula orang yang beramalpun dalam ketakutan kecuali mereka ikhlas”. Wasiat Kyai Dahlan ini, menurut Nadjib, meski sudah seabad lebih usianya tetapi masih sangat relevan untuk dibicarakan, karena menjadi semangat tersendiri dalam menggerakkan roda organisasi persyarikatan. Ilmu, amal dan ikhlas adalah kunci membesarkan Muhammadiyah.

Di hadapan lebih dari seratus peserta Up Grading Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Malang, Nadjib menjelaskan, dengan ilmu hidup menjadi mudah. Bayangkan, jika hidup ini tanpa ditopang ilmu pengetahuan? Karenanya orang Muhammadiyah harus gemar menuntut ilmu, termasuk ikut Up grading ini, ungkapnya sambil tersenyum. Lebih lanjut menurutnya, selain berilmu, orang Muhammadiyah itu gemar beramal. Dengan ikhlas hidup itu menjadi ringan. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti banyak yang akan didapatkan.

Acara yang diselenggarakan oleh PDM Kab. Malang di Aula lt.5 Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang ini, Nadjib menyampaikan bahwa ada tiga problem utama yang dihadapi dalam upaya pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Tiga persoalan tersebut adalah ideologi dan pemahaman keagamaan, leadership dan manajemen serta problem spirituaitas.

Dijelaskan oleh Nadjib, ada beberapa pimpinan Cabang atau Ranting itu tidak sungguh-sungguh mengembangkan Muhammadiyah, karena dia tidak begitu yakin bahwa paham kegamaan yang dianutnya sudah Islam betul. Dia tergoda oleh paham keagmaan lainyang dianggap lebih Islami. Karena ragu, dia pelan pelan mundur, atau masih di dalam tapi gerogoti. Berarti paham keagamaan yang dia dapati dari Muhammadiyah itu tidak menjadikn dia mantap. Jelasnya dihadapan ratusan peserta Up grading.
Berkaitan problem leadership dan manajemen, Nadjib menyinggung bahwa banyak pemimpin tetapi tidak memimpin. Masih terdapat Pemimpin yang tidak tahu manajemen, sehingga tidak bisa memimpin, akhirnya Cabang atau Ranting yang dipimpinnya tidak bisa berkembang.

Tifak kalah penting menarik dari uraian Nadjib adalah pernyataannya “Di Muhammadiyah itu kaya kajian, minim pujian. Berhasil itu biasa, tapi kalau gagal, ga habis-habis caciannya, tapi koq masih banyak yang suka?” kata Nadjib yang disambut geeer peserta Up Grading. (Hilmi)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar