Langsung ke konten utama

Muhammadiyah Diantara Dua Kekuatan Islam, Bagaimana Harus Bersikap?


Najib Hamid, Ketua PWM Jatim ketika menyampaikan materi di Up Grading PDM Kab Malang di Aula Rumah Sakit UMM.


Malangmu.or.id - RSUMM. KERAGAMAN ber-Islam di Indonesia adalah sebuah realita, setidaknya berkembang dua aliran (kekuatan) yang sama-sama ekstrim di kalangan masyarakat muslim, yakni salafi dan khalafi. Lantas dimana posisi Muhammadiyah?

Wakil Ketua PWM Jawa Timur H. Nadjib Hamid, MSi mengungkapkan, pandangan pertama sangat berorientasi pada masa lalu (salafi). Menurut kelompok ini, ber-Islam kaffah artinya ber-Islam yang sesuai persis seperti pada zaman Nabi, dalam semua hal, mulai dari masalah ta’abbudi hingga masalah ta’aqquli.

Pandangan kedua, lanjutnya, sangat berorientasi pada masa kini (khalafi). Kelompok ini meyakini, ada ajaran Islam yang sudah kedaluwarsa, yang tidak harus diikuti, tapi disesuaikan dengan perkembangan zamannya.

Dikatakan H Najib, Muhammadiyah dikenal sebagai Islam berkemajuan. Yakni, Islam yang cocok dengan syariatnya, tapi juga sesuai perkembangan zamannya. Jika terkait masalah ta’abbudi, prinsipnya harus merujuk pada perintah atau contoh dari Nabi. Artinya, selama tidak ada perintah berarti dilarang. Maka yang dilakukan adalah tajrid (pemurnian).

"Namun berkaitan masalah ta’aqquli, prinsipnya boleh kreatif (selama tidak ada larangan berarti boleh). Maka yang dilakukan Muhammadiyah adalah tajdid (pembaharuan)," demikian H. Nadjib Hamid, dalam paparannya saat acara Up Grading Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Malang, Sabtu (26/8).

Lebih lanjut, H Najib menegaskan, untuk memperkokoh posisi Muhammadiyah tersebut, maka dibutuhkan beberapa hal. Diantaranya, kesadaran pimpinan/pelaku organisasi akan ‘fungsi pimpinan’, unsur pembantu pimpinan yang terdiri dari majelis-majelis dan lembaga yang ada, yang akan menjadi modal memperkuat ‘fungsi dan kedudukan AUM’.

"Sejarah membuktikan, bahwa Muhammadiyah besar dan bertahan hingga satu abad, bukan karena uang melainkan karena gagasan besar, ketekunan dan keikhlasan para aktivisnya," tegasnya.

Agar warga Muhammadiyah terbentengi dari beragam ideologi tersebut, lanjutnya, perlu penguatan faham Islam berkemajuan, agar terbangun militansi, dan tidak bersikap mendua. Menurutnya, yang bisa dilakukan antara lain menggelorakan kajian dan pengajian, dengan manajemen sinergis, menggembirakan dan memudahkan.

"Tak kalah penting, memberikan keteladanan dalam penerapan nilai-nilai Al-Islam dan kemuhammadiyahan dalam kehidupan keseharian," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Pengembangan Lazismu PDM Kabupaten Malang Hariadi, SAP mengungkapkan, Muhammadiyah masih menghadapi sejumlah tantangan pengembangan. Melansir data 2016, didapati PDM Kabupaten Malang memliki 26 Cabang dari 33 Kecamatan (78%); 145 ranting dari 375 desa/kelurahan (38 %).

Menurutnya, tantangan dan tanggungjawab ini tidak ringan, khususnya bagi Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PDM Kabupaten Malang.

"Dibutuhkan sinergi dan komunikasi yang terus menerus dan berkelanjutan agar program-program persyarikatan berjalan efektif dan menghasilkan capaian optimal sebagaimana yang menjadi harapan warga masyarakat, ummat dan jama’ah," demikian Hariadi. (har/min)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…

Pengajian PDA Kabupaten Malang Wilker Barat Berlangsung di Masjid "Tajmahal" Malang

Malangmu.or.id -- Ahad, 04 Februari 2018, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kabupaten Malang menggelar acara rutin tiga bulanan, yaitu "Pengajian Wilayah Kerja (wilker) Barat" yang bertempat di masjid terindah di kecamatan Dau yakni masjid Salman Alfarisi di Karangwidoro, yang terkenal dengan masjid "Tajmahal" Malang.

Pengajian Wilker Barat yang beranggotakan lima Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) yakni Dau, Karangploso, Pujon, Ngantang dan Kasembon memiliki agenda rutin. Penyampaian profil masing masing-masing PCA, sejarah berdirinya, perkembangan dan tantangan yang sedang dihadapi serta keunikan dan keunggulan.

Sebagai penyelenggara, PCA Dau mengemas acara tersebut dengan Wisata Religi. Menyuguhkan kemasan acara yang berbeda dari biasanya, sekaligus menjadikan moment special bagi berdirinya PRA baru Karangwidoro yang ditempati sebagai tuan rumah.

Dalam acara ini, dilangsungkan Pelantikan PRA oleh PDA Kab.Malang, Ibu Dra.Hj.Siti Asmah, M.Pd. "PRA adalah penggerak …