Rabu, 30 Agustus 2017

Posted by hilmi Posted on Agustus 30, 2017 | No comments

Muhammadiyah: The Real Guru Bangsa


Malangmu.or.id -- Tidak jemu membincang Muhammadiyah apalagi ketika negara dalam keadaan tidak sentosa, kerap hadir memberi solusi ketika semua buntu berpikir. Penengah dan pengadil ketika lengah dan zalim, meski pada awalnya dianggap melawan logika publik tapi pikiran-pikiran para ulama Muhammadiyah sering menjadi rujukan karena keluar dari lisan yang tulus tanpa kepentingan yang melekat.

Sudahlah jamak bahwa ulama-ulama Muhammadiyah sudah teruji baik materi maupun non materi, mereka adalah orang-orang yang sederhana dan tulus berpikir bukannya menafikkan ulama lain tapi secara personal dan institusional Muhammadiyah jelas-jelas yang paling steril dari kepentingan politik apapun, juga tidak pernah menghamba kepada saudagar culas demi kepentingan sesaat dengan menjual masa umat sebagai taruhan dengan alasan apapun.

Lahir jauh sebelum Indonesia merdeka tepatnya tahun 1912 atau 33 tahun lebih tua ketimbang berdirinya Republik, Muhammadiyah telah menunjukkan dan berkeras meletakkan dasar-dasar Indonesia moderen dengan mambangun pendidikan sekolah, rumah sakit dan layanan publik lainnya yang kelak menjadi model.

Yang memproklamasikan negara ini orang Muhammadiyah, yang rela menghapus tujuh kata piagam Jakarta demi menjaga keutuhan NKRI juga tokoh Muhammadiyah, yang paling melawan ideologi komunis hingga diancam bubar padahal ormas lain sudah membentuk nasakom juga Muhammadiyah.

Arsitek tentara moderen adalah aktivis Hizbul Wathal kepanduan Muhammadiyah , Bapak pembangunan juga bibit Muhammadiyah dan sederet prestasi lainnya dan semua lahir pada saat negara sedang oleng hilang haluan. Bersyukur pula selalu dikaruniai pemimpin tepat pada saat tepat.

Gaduh Azas Tunggal ada Pak AR Fakhrudin yang bijak, geliat reformasi ada Pak Amien Rais yang cekatan, gaduh soal penistaan dan politisasi agama ada P Haidar yang santun. Dan karakter para pemimpin ini yang kemudian menjadi simbol gerakan.
Peran Muhammadiyah tidaklah gampang dihilangkan meski ada skenario marjinalisasi dari pusat-pusat kekuasaan dengan berbagai cara.

Bahkan secara institusional para pemimpin Muhammadiyah relatif bersih dan tidak ada yang tersandung dalam kasus-kasus korupsi, moral atau tindakan makar lainnya meski sama-sama pernah menempati posisi di pemerintahan pusat maupun daerah, berbeda dengan ormas atau partai lainnya yang sama sama mengaku Islam.

Realitas ini yang memperkokoh posisi dan peran Muhammadiyah sangat diperhitungkan meski dalam beberapa kasus Muhammadiyah identik dengan sikap agak kaku dan sedikit "sombong", karena agak sulit diajak kerja sama.

Keseluruhan, inilah model Persyarikatan moderen dengan tampilan sederhana. Meski moderen tetap mengedepankan kebersamaan dan urunan gaya ndeso, bahkan banyak amal usaha yang dikelola amat sederhana tapi tetap eksis meski jalan ditempat. Mungkin ini yang menurut Whiterington sebagai organisasi yang "diberkati".

Tulisan ini memang sangatlah subyektif karena saya juga salah seorang penggiat Muhammadiyah sejak lahir dan tumbuh di keluarga Muhammadiyah ortodok. Mungkin pula karena kecintaan berlebih terhadap Persyarikatan ini tapi tidaklah mengapa. Aku memang cinta mati dengan Persyarikatan ini, jadi agak sensi kalau ada yang mengusik ... ".

HBD MUHAMADIYAH.
8 Dzulhijjah 1330 – 8 Dzulhijjah 1438

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

Minggu, 27 Agustus 2017

Drs. Nadjib Hamid, M.Si saat memberikan materi pada acara Up Grading PC-PRM di RS UMM, Sabtu (26/08/17)
Malangmu.or.id -- Mengawali materinya, Drs. Nadjib Hamid, M.Si mengutip wasiat K.H. Ahmad Dahlan yang menyatakan bahwa “manusia semuanya itu sama dengan benda mati, kecuali orang yang berilmu, tetapi, mereka yang berilmu itu dalam kebimbangan, kecuali mereka yang beramal, demikian pula orang yang beramalpun dalam ketakutan kecuali mereka ikhlas”. Wasiat Kyai Dahlan ini, menurut Nadjib, meski sudah seabad lebih usianya tetapi masih sangat relevan untuk dibicarakan, karena menjadi semangat tersendiri dalam menggerakkan roda organisasi persyarikatan. Ilmu, amal dan ikhlas adalah kunci membesarkan Muhammadiyah.

Di hadapan lebih dari seratus peserta Up Grading Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Malang, Nadjib menjelaskan, dengan ilmu hidup menjadi mudah. Bayangkan, jika hidup ini tanpa ditopang ilmu pengetahuan? Karenanya orang Muhammadiyah harus gemar menuntut ilmu, termasuk ikut Up grading ini, ungkapnya sambil tersenyum. Lebih lanjut menurutnya, selain berilmu, orang Muhammadiyah itu gemar beramal. Dengan ikhlas hidup itu menjadi ringan. Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti banyak yang akan didapatkan.

Acara yang diselenggarakan oleh PDM Kab. Malang di Aula lt.5 Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang ini, Nadjib menyampaikan bahwa ada tiga problem utama yang dihadapi dalam upaya pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Tiga persoalan tersebut adalah ideologi dan pemahaman keagamaan, leadership dan manajemen serta problem spirituaitas.

Dijelaskan oleh Nadjib, ada beberapa pimpinan Cabang atau Ranting itu tidak sungguh-sungguh mengembangkan Muhammadiyah, karena dia tidak begitu yakin bahwa paham kegamaan yang dianutnya sudah Islam betul. Dia tergoda oleh paham keagmaan lainyang dianggap lebih Islami. Karena ragu, dia pelan pelan mundur, atau masih di dalam tapi gerogoti. Berarti paham keagamaan yang dia dapati dari Muhammadiyah itu tidak menjadikn dia mantap. Jelasnya dihadapan ratusan peserta Up grading.
Berkaitan problem leadership dan manajemen, Nadjib menyinggung bahwa banyak pemimpin tetapi tidak memimpin. Masih terdapat Pemimpin yang tidak tahu manajemen, sehingga tidak bisa memimpin, akhirnya Cabang atau Ranting yang dipimpinnya tidak bisa berkembang.

Tifak kalah penting menarik dari uraian Nadjib adalah pernyataannya “Di Muhammadiyah itu kaya kajian, minim pujian. Berhasil itu biasa, tapi kalau gagal, ga habis-habis caciannya, tapi koq masih banyak yang suka?” kata Nadjib yang disambut geeer peserta Up Grading. (Hilmi)

Sabtu, 26 Agustus 2017

Dr. Phil Ahmad Norma Permata, MA dalam Acara Up Grading Pimpinan Cabang dan Ranting, Sabtu (26/08/17)
Malangmu.or.id -- Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Phil Ahmad Norma Permata, MA setelah melakukan observasi mulai Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpulkan, terdapat 6 persoalan utama yang perlu diperhatikan dan dikembangkan dalam upaya pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah.

Pertama adalah organisasi. Mewujudkan system organisasi yang baik. Administrasi ditata kelola dengan baik. Misal dari yang sederhana saja, perihal undangan. Masih banyak yang belum paham aturan main yang seharusnya diperhatikan dalam penukisan surat menyurat.

Kedua adalah persoalan jama'ah. Kita bukan hanya sebuah organisasi​ keagamaan, tetapi juga organsasi dakwah. Dakwah pasti ada jamaahnya. Berdakwah pasti ada sasarannya, karenanya jama'ah perlu mendapat perhatian khusus. Strategi dan langkah-langkah jitu perlu diterapkan agar mendapatkan jumlah yang signifikan. Jelasnya.  Ada dua strategi dalam mengumpulkan jama'ah. Pertama, mari kita maknai pengajian secara lebih luas. Pengajian di level jamaah kita maknai sebagai bagian dari strategi mengumpulkan jamaah. Kita harus memahami apa yang diminati jamaah secara luas agar bisa mengumpulkan massa yg banyak. Kedua, agar menjalankan kajian Ahad Pagi secara rutin. Ahad pagi sudah menjadi​ trademark di Muhammadiyah yang sudah memiliki efek membangun kepercayaan diri Muhammadiyah dan efek keluarnya adalah mengenalkan kepada publik. Papar pria asli Kediri ini.

Persoalan ketiga yang perlu diperhatikan adakah keterlibatan angkatan Muda dalam kegiatan cabang ranting. Mari kita ajak dialog anak anak muda, misal memberikan stimulus, agenda apa yg bisa kita laksanakan untuk memajukan Cabang dan Ranting kita? Unggah rasa emosinya agar turut terlibat.

Keempat adalah Amal Usaha. Amal usaha menjadi aktualiassi kita dalam bermuhammadiyah. Beliau mencontohkan, di Cabang Cielensi sebagai Babang unggulan di Bogor sudah membantu Cabang-cabang lain untuk turut mengembangkan. Bagaimana dengan Cabang atau Ranting anda, apa yang sudah maju membantu yang belum maju? Tanyanya kepada peserta Up grading.

Persoalan kelima adalah ekonomi kreatif. Membangun ekonomi kreatif sudah menjadi keharusan demi berjalannya organisasi Muhammadiyah. Muhammadiyah maju pesat berkemajuan, warganya juga jaya.

Terakhir adalah media. Media massa dan elektronik menjadi penopang dakwah Muhammadiyah. Karenanya, meski di tingkat ranting, sudah saatnya memanfaatkan media yang ada sebagai syiar dakwah.

Keenam hal utama di atas disampaikan oleh Ketua LPCR dalam acara Up grading Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh PDM kab. Malang di Aula lt.5 RS UMM, Sabtu 26 Agustus 2017. (Hilmi)

Posted by hilmi Posted on Agustus 26, 2017 | No comments

Begini Pesan Ketua PDM kepada Pimpinan Cabang dan Ranting

Dr. Mursidi, MM ketika memberikan sambutan pada acara Up grading Pimpinan Cabang dan Ranting, Sabtu 26/08/2017.
Malangmu.or.id -- Pada acara Up grading ini, kita ingin meningkatkan kemampuan kita bersama. Kita sadar, dalam mengelola Muhammadiyah ini tidak penuh waktu. Tetapi, meski hanya paruh waktu, Muhammadiyah sudah besar seperti ini. Bayangkan, jika kita kelola penuh waktu, mungkin negara ini akan kalah, Muhammadiyah bisa jadi lebih besar dari negara ini, mungkin. Demikian Mursidi dalam mengawali sambutannya pada acara Up Grading Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Kab. Malang yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten Malang di Aula Lt.5 Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu 26 Agustus 2017.

Menurut Ketua PDM kab. Malang ini, acara yang bertema "Membangun Manajemen Persyarikatan yang Sehat dan Berkemajuan", bertujuan untuk mendinamisasikan organisasi, sehat organisasi. Pimpinan agar dapat mengelola organisasi dengan baik. Menata organisasi mulai administrasi, keuangan dan sebagainya. Misal dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), sekolah, mushollah dan masjid bisa dijalankan dengan baik. Semua ini sesuai dengan isyarat dan makna al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 7: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri….”

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Cabang dan Ranting se-Kabupaten Malang ini, Mursidi berbicara banyak tentang kondisi persyarikatan. Menyikapi berbagai macam corak karakter pimpinan organisasi ini, Mursidi menyampaikan bahwa kita sadar, orang yang masuk ke Muhammadiyah ini memiliki beragam corak, tetapi kalau sudah masuk maka seharusnya sudah bertemu dan menjadi satu dalam memajukan organisai, karena semuanya bertujuan untuk kebaikan. Etos kerja bagi pemimpin persyarikan semestinya diperhatikan. Kita harus selalu mengingat bahwa kita sedang mengemban amanah sebagai pimpinan. Ungkapnya dihadapan ratusan peserta Up grading.

Pria yang pernah menjadi Pembantu Rektor 2 UMM yang kini diberi amanah memimpin RS UMM ini memberikan sedikit tips dalam menjalankan persyarikatan. Menurutnya ada tiga pilar yang harus tetapditegakkan. Pertama adalah harapan positif. Termasuk di dalamnya adalah berpikir positif. Harapan merupakan energi yang luar biasa diberikan oleh Allah SWT dalam menggerakkan roda oraganisasi agar senantiasa aktif, kreatif dan inovatif. Kedua adalah iman. Kita semua sebagai manusia yang beriman, tentunya memiliki spirit yang kuat dalam membangun dan mengembangkan persyarikatan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan. Dan ketiga adalah memahami sunnatullah dengan baik. Bahwa, kehidupan organisasi ini terus berlangsung. Karenanya harus terus diupayakan berjalan secara dinamis, bukan statis.

Di akhir sambutannya, Lulusan Doktor Universitas Brawijaya ini berpesan, pertama, janganlah kita menyerah dengan keadaan. Marilah kita berusaha semaksimal mungkin dalam perbaikan. Kedua, Kenangan yang baik adalah umur yang panjang. Artinya, mari kita memberikan warisan yang terbaik pada generasi penerus kita. kita mengukir sejarah yang baik agar menjadi kenangan di generasi berikutnya. (Hilmi)

Najib Hamid, Ketua PWM Jatim ketika menyampaikan materi di Up Grading PDM Kab Malang di Aula Rumah Sakit UMM.


Malangmu.or.id - RSUMM. KERAGAMAN ber-Islam di Indonesia adalah sebuah realita, setidaknya berkembang dua aliran (kekuatan) yang sama-sama ekstrim di kalangan masyarakat muslim, yakni salafi dan khalafi. Lantas dimana posisi Muhammadiyah?

Wakil Ketua PWM Jawa Timur H. Nadjib Hamid, MSi mengungkapkan, pandangan pertama sangat berorientasi pada masa lalu (salafi). Menurut kelompok ini, ber-Islam kaffah artinya ber-Islam yang sesuai persis seperti pada zaman Nabi, dalam semua hal, mulai dari masalah ta’abbudi hingga masalah ta’aqquli.

Pandangan kedua, lanjutnya, sangat berorientasi pada masa kini (khalafi). Kelompok ini meyakini, ada ajaran Islam yang sudah kedaluwarsa, yang tidak harus diikuti, tapi disesuaikan dengan perkembangan zamannya.

Dikatakan H Najib, Muhammadiyah dikenal sebagai Islam berkemajuan. Yakni, Islam yang cocok dengan syariatnya, tapi juga sesuai perkembangan zamannya. Jika terkait masalah ta’abbudi, prinsipnya harus merujuk pada perintah atau contoh dari Nabi. Artinya, selama tidak ada perintah berarti dilarang. Maka yang dilakukan adalah tajrid (pemurnian).

"Namun berkaitan masalah ta’aqquli, prinsipnya boleh kreatif (selama tidak ada larangan berarti boleh). Maka yang dilakukan Muhammadiyah adalah tajdid (pembaharuan)," demikian H. Nadjib Hamid, dalam paparannya saat acara Up Grading Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Malang, Sabtu (26/8).

Lebih lanjut, H Najib menegaskan, untuk memperkokoh posisi Muhammadiyah tersebut, maka dibutuhkan beberapa hal. Diantaranya, kesadaran pimpinan/pelaku organisasi akan ‘fungsi pimpinan’, unsur pembantu pimpinan yang terdiri dari majelis-majelis dan lembaga yang ada, yang akan menjadi modal memperkuat ‘fungsi dan kedudukan AUM’.

"Sejarah membuktikan, bahwa Muhammadiyah besar dan bertahan hingga satu abad, bukan karena uang melainkan karena gagasan besar, ketekunan dan keikhlasan para aktivisnya," tegasnya.

Agar warga Muhammadiyah terbentengi dari beragam ideologi tersebut, lanjutnya, perlu penguatan faham Islam berkemajuan, agar terbangun militansi, dan tidak bersikap mendua. Menurutnya, yang bisa dilakukan antara lain menggelorakan kajian dan pengajian, dengan manajemen sinergis, menggembirakan dan memudahkan.

"Tak kalah penting, memberikan keteladanan dalam penerapan nilai-nilai Al-Islam dan kemuhammadiyahan dalam kehidupan keseharian," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Pengembangan Lazismu PDM Kabupaten Malang Hariadi, SAP mengungkapkan, Muhammadiyah masih menghadapi sejumlah tantangan pengembangan. Melansir data 2016, didapati PDM Kabupaten Malang memliki 26 Cabang dari 33 Kecamatan (78%); 145 ranting dari 375 desa/kelurahan (38 %).

Menurutnya, tantangan dan tanggungjawab ini tidak ringan, khususnya bagi Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PDM Kabupaten Malang.

"Dibutuhkan sinergi dan komunikasi yang terus menerus dan berkelanjutan agar program-program persyarikatan berjalan efektif dan menghasilkan capaian optimal sebagaimana yang menjadi harapan warga masyarakat, ummat dan jama’ah," demikian Hariadi. (har/min)

Jumat, 25 Agustus 2017

Posted by Ridlo Posted on Agustus 25, 2017 | No comments

6 Kunci Pengembangan Cabang dan Ranting

Dr Phil Ahmad Nurma Permata, MA, Ketua LPCR PP Muhammadiyah saat memaparkan materi Up Grading PDM Kabupaten Malang.
Malangmu.or.id - RSUMM. Sabtu (26/8/2017) Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PP Muhammadiyah, Dr. Phil. Ahmad Nurma Permata, P.HD, dalam paparan materi awal Up Grading Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Se-Kabupaten Malang di Aula Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang menyampaikan kunci-kunci dalam pengembangan Persyarikatan.

"Ada 6 faktor penting yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh Cabang dan Ranting Muhammadiyah dalam usaha mengembangkan diri. Yang pertama adalah organisasi, pengajian Ahad Pagi dengan berbagai ide dan kreativitasnya, keterlibatan Angkatan Muda Muhammadiyah, Amal Usaha, ekonomi kreatif dan media dakwah. Keberadaan faktor-faktor ini dapat disaksikan parameter sebuah Cabang dan Ranting itu dalam berdinamika", tegas ustadz yang telah 2 kali memimpin LPCR PP Muhammadiyah ini.

Pasca paparan materi pertama ini, dilakukan diskusi dan tanya jawab. Tema-tema semangat dinamika pergerakan hingga keluh-kesah Pimpinan Cabang dan Ranting banyak diangkat dalam sesi diskusi ini. (san)
Suasan pembukaan Up Grading pimpinan cabang dan ranting se kabupaten Malang.

Malangmu.or.id - Malang.  Sabtu (26/8/2017) pada sambutan pembukaan Up Grading Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Malang yang diselenggarakan di Aula Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang, Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. H. Mursidi, MM, menegaskan pentingnya pengelolaan organisasi secara sehat.

"Jika kita mampu sepenuh waktu dalam mengelola, maka Muhammadiyah akan berkembang luar biasa. Semangat bermuhammadiyah harus selalu menjadi pijakan. Investasi kebaikan akan kita peroleh di akhirat kelak. Ingat QS. Al-Isra' ayat 7. Kebaikan yang kita tebarkan kelak akan menjadi kebaikan kita di akhirat", tegas Ketua PDM yang berdomisili di Tumpang ini.

"Organisasi Muhammadiyah harus sehat. Jika badan kita sehat maka kita akan mampu bergerak dengan leluasa. Terutama dalam mengembangkan Persyarikatan. Jangan menyerah dengan keadaan. Kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk berbuat dan lebih baik", lanjutnya menyemangati seluruh peserta up grading.

Mengangkat tema "Membangun Manajemen Persyarikatan Yang Sehat dan Berkemajuan" agenda yang dilaksanakan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PDM Kabupaten Malang ini dihadiri pula oleh Ketua LPCR PP Muhammadiyah, Dr. Phil. Ahmad Nurma Permata, MA dan Wakil Ketua PWM Muhammadiyah Jawa Timur, Drs. Nadjib Hamid, M.Sc, dengan peserta seluruh Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting se-Kabupaten Malang (San).

Jumat, 11 Agustus 2017

Najib Hamid ketika memberikan sambutan di acara pembukaan workshop produksi audio visual dan media konvigersi di PWM Jawa Timur. (12/8/2017)
Malangmu.or.id -SURABAYA. Ratusan peserta bakal mendapatkan banyak materi dan pengalaman teknis terkait audio-visual dan konvergensi media yang digelar Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK) PW Muhammadiyah Jawa Timur, hari ini (12/8). Dalam acara workshop ini, peserta diajak bagaimana bisa menghasilkan produk jurnalistik secara utuh sekaligus bisa menyajikannya.

Moch. Kholid Assa'dullah, Ketua LIK PWM Jatim mengungkapkan, Muhammadiyah Jatim memiliki keinginan memiliki TV sendiri. Menurutnya, menuju harapan tersebut akan diawali dengan penyiapan konten melalui penguatan sumberdaya yang ada. Terlebih, lanjutnya, kompetensi videografi juga banyak dikuasi di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Terutama yang memiliki jurusan multimedia dan broadcasting.

"Ada 127 peserta yang terjaring ikut workshop ini. Mereka datang dengan kompetensi terutama di bidang produksi audiovisual," kata Kholid dalam sambutannya.

Workshop ini difasilitasi langsung narasumber teknis yang memang profesional di bidang jurnalistik elektronik, khususnya televisi. Termasuk, pengelola akun-akun web dan sosial media yang bisa terintegrasi dalam media konvergensi.

"Muhammadiyah adalah dakwah. Nah, bagaimana perkembangan teknologi komonikasi ini efektif bagi Muhammadiyah, ini lah salah satu alasan mengapa digelar acara workshop hari ini," demikian Dr Najib Hamid, wakil ketua PWM Jatim, Sabtu (13/8).

Para fasilitator yang menjadi pembimbing workshop, lanjutnya, adalah para profesional yang sehari-hari banyak bergelut diproduksi media mainstream. (amin)
Peserta Education Short Course  Foto bersama di plasa Yangwoon High School Busan Korea. (Foto: Pahri)


Malangmu.or.id - BUSAN. Hal menarik yang dapat diambil dari misi education short course ke Negeri Korea adalah tradisi melayani dan menghormati tamu yang dengan sepenuh hati. Seperti yang dilakukan Principal Yangwoon High School, Mr.  Choi Man Gong beserta tim.

Sejak masuk pintu gerbang sekolah, Mr.  Choi,  beserta Bpk/Ibu Guru,  Karyawan dan Siswa menyambut kedatangan saya dan rombongan dengan senyum senang dan kehangatan penuh kekeluargaan. Dengan bendera merah putih di tangan, mereka berkata, selamat datang di Yangwoon High School.

Di Auditorium Yangwoon itu, saya, para rektor dan principal disuguhi atraksi budaya dan tradisi asli masyarakat Korea. Dimainkan para siswa yang aktraktif, apik dan penuh improvisasi. Di meja dan tempat duduk sudah disiapkan dan ditata informasi sekolah,  seperti agenda kegiatan, booklet, brosur dan pendampingan.

Setelah dibagi beberapa kelompok education tour, pendampingan dilakukan para siswa. Dengan Bahasa Inggris yang fasih dan lancar, mereka mengajak saya dan grup untuk melihat fasilitas sekolah, seperti laboratorium,  perpustakaan,  kantin, ruang UKS,  ruang belajar dan  IT center. Para siswa ini yang memandu dan memberikan penjelasan. Mereka betul-betul terdidik dan terlatih.

Selepas education tour,  dan sesi foto bersama di plasa kampus, Principal Yangwoon High School beserta guru dan siswa lagi-lagi melepas kepergian saya dan rombongan sampai di pintu gerbang sekolah.  Senyum tulus terpancar dari aura wajah mereka yang good looking.

Team Work Yangwoon High School melayani tamu dengan sepenuh hati, tidak dengan setengah hati. Menyaksikan pelayanan ini,  saya teringat sabda Muhammad Rasulallah yang seringkali saya sampaikan pada Bpk/Ibu Guru SMK Mutu Gondanglegi, saat Morning Spiritual Ghatering (MSG)  di sekolah,  "Barangsiapa yang beriman pada Allah dan Rasul-nya,  maka muliakan tamu-nya".

Tepatlah jika sekolah mereka maju dan tekhnologi Korea terdepan, karena mereka terbiasa dengan memuliakan tamu dan memuaskan  pelanggan. Lantas bagaimana dengan pelayanan dan penghormatan pada tamu dan para pelanggan di sekolah kita ? (Pahri)

Busan Korea, 9 Agustus 2017
Selasar Public Zone DSU Korea.  Foto: Pahri

Malangmu.or.id - BUSAN. Menunggu sarapan pagi buka (jam 08.00 sd 09.00) waktu Busan Korea, saya mencari suasana yang bikin badan dan pikiran saya fress. Menghilangkan capek dan pegal-pegal karena kegiatan sehari sebelumnya sampai larut malam. Kebetulan sebelah kanan Food Room Dongseo University terdapat Area Public yang luas,  indah dan menyegarkan. Bisa melihat keindahan Kota Busan yang kontur nya berbukit dan berpantai.  Seperti di Hongkong.

Menikmati area public yang bersih,  tertata dan apik ini, saya teringat dengan selasar penghubung Kampus 1 dan Gedung TTB SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.  Lewat bank data foto di hp, saya coba bandingkan. Ada sedikit kesamaan,  tapi lebih banyak perbedaan.  Memang tidak mungkin dibandingkan fasilitas yang ada di negeri SAMSUNG ini dengan kondisi Gondanglegi.

Namun yang membanggakan bagi saya dan  juga Bpk/Ibu guru dan keluarga besar SMK Mutu Gondanglegi, kita sudah punya rencana dan cetak biru kampus yang indah dan berwawasan lingkungan.  Kita terus bergerak dan melangkah maju menuju sekolah yang ramah,  hijau,  bersih dan sehat.

Sekolah yang ramah lingkungan menjadikan siswa,  guru dan karyawan betah untuk berlama-lama berada di sekolah,  belajar,  bermain dan berbagi sains dan tekhnologi.  Seperti suasana dan tradisi edukasi yang terbangun di Dongseo University.

Saya yakin,  selama ada keinginan dan kemauan kita pun bisa. Seperti kata mantan President Muhammadiyah Prof Dr Din Syamduddin, MA., mereka maju kita pun juga bisa maju. Salam berkemajuan.  (Pahri)

Busan Korea, 9 Agustus 2017

Kamis, 10 Agustus 2017

Siswi Yangmoon School ketika memainkan alat tradisional di panggung. Merdu dan mempesona. (foto:Pahri)

Malangmu.or.id - Korea. Aura wajah kampus dan sekolah yang ada di Busan Korea, tampak rapi,  bersih dan tertata. Seperti di Dongsoe University, Sun Moon University dan Yangwoon High School.  Bahkan di tempat-tempat umum pun tak jauh beda, bersih dan rapi.

Di pojok-pojok sekolah,  tersedia area publik yang luas dan nyaman.  Taman hijau  mempesona. Aneka rumput,  pohon dan bunga tumbuh dan terawat dengan baik.  Tempat duduk pun tertata rapi menunggu kehadiran warga kampus.

Suasana sekolah yang asri menjadikan peserta didik nyaman dan enjoy. Anak-anak Yangwoon High School betah berlama-lama berada di sekolah. Sekolah menjadi rumah kedua bagi-nya dan sekolah menjadi kebanggaan bagi mereka. 

Perlu diketahui, sekolah di Korea seperti Yangwoon High School  tersedia bebagai fasilitas: sport center,  food center, unit kesehatan sekolah,  kantin, lab memasak,  ruang kesenian,  panggung pertunjukan,  lapangan olah raga dan kamar kecil yang bersih dan sehat. Pendek kata ada ruang untuk unjuk diri dan aktualisasi diri.  

Demikian pula,  para guru dan karyawan di sekolah atau di kampus lebih menempatkan diri sebagai orang tua, fasilitator dan motivator bagi peserta didik. Mr.  Choi Man Gong,  Principal Yangwoon High School, lebih mengedepankan mendidik dan membimbing daripada sekedar mengajar.  

Suasana dan kondisi seperti itu,  menjadikan anak-anak Korea senang berada di sekolah. Lingkungan belajar-nya jauh dari vandalisme dan kekerasan. Baik fisik maupun verbal. Inilah yang disebut dengan "Madrasatiy Jannatiy". Sekolahku Sorgaku. 

Bila sekolah menjadi taman surga, mka bakat dan minat siswa bersemi. Dan prestasi pun bersinar  menembus batas dunia. Lantas bagaimana dengan sekolah kita. (Pahri)

Senin, 07 Agustus 2017

Bersama siswa SMK Mutu,  Yasuke Yamazaki berbagi cerita tentang kultur,  bahasa,  pendidikan dan tekhnologi Jepang (foto: Fahri)

Malangmu.or.id-GONDANGLEGI. Sukses menjalin kerjasama dengan Syimfoni Sanee Wakoo Jepang beberapa waktu lalu,  SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi kembali memperkuat  jaringan internasional-nya, kali ini dengan  Nihon University Tokyo.

Kerjasana dengan Nihon University Tokyo fokus pada program student exchange dan teacher exchange.  Diawali dengan kedatangan Yasuke Yamazaki pada awal bulan ini (5/8).  Di SMK Rujukan Nasional,   Yasuke disambut 200 siswa program kelas internasional.

Bertempat di Mini Hall SMK Mutu, dialog lintas negara ini berlangsung meriah,  semangat dan penuh kekeluargaan.  "Kalau Ingin maju,  hidup harus punya impian dan kerja keras, " jawab Yasuke saat ditanya Vania siswa kelas XI Perbankan tentang kunci keunggulan tekhnologi orang Japan.

"Kerjasama SMK Mutu dengan Jepang memang telah terjalin selama sepuluh tahun lebih, tidak hanya dengan Nihon University Tokyo, tercatat beberapa universitas ternama seperti Wako University, Keio University pernah hadir pada kesempatan sebelumnya, "sebut Kepala SMK Mutu Gondanglegi H. Pahri, S.Ag MM dalam sambutannya.

Bahkan menurut pria kelahiran Bangkalan Madura ini, dua bulan ke depan, di SMK Mutu telah teragendakan kehadiran Mr. Shunta Hayafune (18-30 Agustus), Mayuko, Miki, dan Sena dari Takushoku University (4-7 September) .

Pada akhir sesi dialog, Yasuke terkesan dengan SMK Mutu sebagai sekolah yang ramah, serta memiliki gedung megah sekalipun  berada di desa (silvi)

Minggu, 06 Agustus 2017

Posted by Ridlo Posted on Agustus 06, 2017 | No comments

Al Birru Manittaqo, Gairah Nasyiatul Aisyiyah Wagir

PDNA Kabupaten Malang dan PCNA Kecamatan Wagir berfoto bersama sesaat setelah pelantikan.

Malangmu.or.id -Wagir. Gairah gerakan Puteri Muhammadiyah di Wagir kembali menemukan momentumnya. Ini nampak dalam prosesi pelantikan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Wagir periode 2016-2020 (6/8/2017).

Bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 9 Wagir, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Malang melantik 9 orang Pimpinan Harian Nasyiatul Aisyiyah Wagir.

Dalam sambutan pelantikan ini, Yenik Kholifatul Laila, S.Pd, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Malang menegaskan, "Kita jaga soliditas dan jaga terus semangat gerakan Puteri Muhammadiyah. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi kita untuk bersama berjuang. Terima kasih pada Ayah dan Bunda Muhammadiyah dan Aisyiyah di Wagir yang telah membantu memfasilitasi agenda pelantikan ini".

Adapun 9 orang Pimpinan Harian Nasyiatul Aisyiyah Wagir yang dilantik adalah : 1. Ekky Erliyani (Ketua), 2. Vena Aulisa Masfufah (Sekretaris), 3. Ika Sri Wulandari (Bendahara), 4. Hilya Nadhiha Maula El Hakeem, 5. Irhaini Vanidah, 6. Hazara Nadhifa Ramadina El-Hakeem, 7. Alfiyah, 8. Virda Faradila
9. Puteri Setya Salma Bila. (Santoko)

Posted by hilmi Posted on Agustus 06, 2017 | No comments

Empat Makna Qurban menurut Ketua PCM Dau

Pengajian PRM Jetis di masjid Ar-Roudhoh, Sabtu 05/08/17
Malangmu.or.id -- DAU. Hari ini tepat tgl 13 Dzulqo'dah, bulan ke sebelas dalam tahun Hijriyah, adalah hari yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan puasa. Puasa 3 hari dalam setiap pertengahan bulan yang dimulai pada tgl 13 hingga 15 besok. Karenanya, kita sebagai ummat Islam yang mencontoh perilaku nabi Muhammad SAW, hendaknya melaksanakan puasa mulai besok. Demikian pesan dan ajak Ketua PCM Dau dalam mengawali ceramahnya di masjid Ar Roudhoh Jetis, Mulyoagung.

Pengajian rutin yang digelar oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jetis sebulan sekali keliling ke Mushollah dan Masjid se wilayah Jetis ini selalu diramaikan oleh jamaah, anggota dan simpatisan Muhammadiyah ranting Jetis. Adapun tema yang diangkat pada pengajian kali ini adalah Makna Qurban. Tema yang pas karena sebentar lagi ummat Islam akan memasuki bulan Dzulhijjah, yang di dalamnya terdapat rangkaian ibadah Haji dan hari raya Iedul Adha (Iedul Qurban).

Makna yang bisa digali dari ibadah qurban menurut Drs. H. Taufiq Burhan, M.Pd minimal ada empat.  Pertama adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmatNya. Mewujudkan rasa syukur ini bisa berupa rela menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah baik ibadah ritual husus maupun sosial yang umum, karena keduanya memiliki hubungan erat yang tidak bisa dipisahkan.

Makna kedua adalah merupakan sarana untuk berbagi ke sesama. Berbagai dengan orang lain, kepada fakir miskin. Adapun makna ketiga dari qurban adalah sebagai bukti ketundukan kita. Qurban merupakan syariat khusus yang telah ditetapkan kepada ummat Islam untuk dipatuhi.

Makna terakhir yang bisa diambil dari kurban adalah sebagai wujud dari ketaqwaan kita. Seseorang yang benar-benar bertaqwa kepada Allah akan muncul​ ketulusan, keihlasan niat hati dalam menjalankan syariatNya. (Hil)
Posted by hilmi Posted on Agustus 06, 2017 | No comments

Al Birru Manittaqo - Gairah Nasyiatul Aisyiyah Wagir

PDNA Kabupaten Malang dan PCNA Kecamatan Wagir berfoto bersama sesaat setelah pelantikan (Ahad, 06/08/17)
Malangmu.or.id -- Wagir - Gairah gerakan Puteri Muhammadiyah di Wagir kembali menemukan momentumnya. Ini nampak dalam prosesi pelantikan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Wagir periode 2016-2020 (6/8/2017).

Bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 9 Wagir, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Malang melantik 9 orang Pimpinan Harian Nasyiatul Aisyiyah Wagir.

Dalam sambutan pelantikan ini, Yenik Kholifatul Laila, S.Pd, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Malang menegaskan, "Kita jaga soliditas dan jaga terus semangat gerakan Puteri Muhammadiyah. Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi kita untuk bersama berjuang. Terima kasih pada Ayah dan Bunda Muhammadiyah dan Aisyiyah di Wagir yang telah membantu memfasilitasi agenda pelantikan ini".

Adapun 9 orang Pimpinan Harian Nasyiatul Aisyiyah Wagir yang dilantik adalah :
1. Ekky Erliyani (Ketua)
2. Vena Aulisa Masfufah
 (Sekretaris)
3. Ika Sri Wulandari (Bendahara)
4. Hilya Nadhiha Maula El Hakeem
5. Irhaini Vanidah
6. Hazara Nadhifa Ramadina El-Hakeem
7. Alfiyah
8. Virda Faradila
9. Puteri Setya Salma Bila

(Al Birru Manittaqo)

Rabu, 02 Agustus 2017

Penyerahan batuan beasiswa prestasi oleh Lazismu PDM kab. Malang yang disaksikan orang tua/wali murid dan Ketua Majelis dikdasmen PCM Tumpang kab. Malang. [01/08/2017]

Malangmu.or.id - TUMPANG. Membanggakan, SD Muhammadiyah Tumpang yang notabene AUM "baru" yang memiliki gedung megah di sekitar candi Jago kecamatan Tumpang telah berkembang pesat dan tengah menjajaki prestasi internasional. Terbukti,  4 siswa telah berhasil menyabet medali emas kategori Road Chalengge dan medali perunggu kategori Robot Creative pada lomba Robotika Nasional (IYRC) Indonesia di Jakarta pada 14 Mei 2017 lalu. Bak Laskar Pelangi, mereka adalah M. Hashfi Rizal Rafiaska (kelas 3), Alifta Agnia Pratitya (kelas 4), Adika Akmal (kelas 5) dan Fairuz Anindya Salsabillah (kelas 6) SD Muhammadiyah 03 Tumpang kabupaten Malang.

Pasukan lascar pelanginya SDM Tumpang ini akhirnya berhak dan masuk kontingen Indonesia di ajang WORD IYRC [INTERNATIONAL YOUTH ROBOT COMPETITION] 2017 yang digelar di Resort World Genting Highland, Kuala Lumpur Malaysia pada 2-5 Agustus 2017. Sehari sebelum  bertolak menuju negeri jiran dan bergabung dalam team Garuda Muda Indonesia, tim lazismu yang dikomandani Hariadi, (Ketua Divisi Pengembangan), Rosyidi (Sekretaris), Sugiarti (Bendahara), dan Suziani (anggota Divisi Pengembangan) tiba di kampus SD Muhammadiyah yang terletak di Jalan Wisnuwardhana RT.15/RW.08 dusun jago desa Tumpang kec. Tumpang kab. Malang. Diterima perwakilan sekolah Ir. Bambang HW. (Wakil Kepala SD Muhammadiyah 03 Tumpang) yang juga sebagai ketua kontingen, beserta segenap jajaran dewan guru, ketua majelis dikdasmen PCM Tumpang (Drs. Chadar Usman) dan sesepuh (H. Achwan Burhanuddin) serta wali murid dari keempat peserta tim robotik, Tim lazismu PDM kab. Malang berkunjung menyampaikan apresasi berupa beasiswa prestasi sebagai implementasi program beasiswa bagi murid yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.

Hariadi, S.AP (ketua Divisi Pengembangan) saat menyampaikan kata sambutan atas nama tim Lazismu PDM kab. Malang di Tauditorium kampus SD Muhammadiyah 03 Tumpang. [01/08/2017]

Ir. Bambang HW selaku ketua kontingen menyampaikan permohonan doa restu dan terima kasihnya kepada Lazismu PDM kab. Malang atas apresiasi yang diberikan yang juga merupakan bagian dari program ataupun upaya lazismu untuk terus menebar kemanfaatan “berbagi bersama untuk sesama” dan senantiasa “memberi untuk negeri”. "Lazismu harus terus berjuang untuk meningkatkan kesadaran akan semangat “berinfaq”. Ini adalah satu-satunya lembaga zakat nasional yang memang “amanah dan terpercaya” dalam mengelola serta mengembangkan ZIS yang merupakan bagian dari gerakan filantropi persyarikatan muhammadiyah", pesan Bambang disela sela sambutannya kepada Lazismu PDM Kab Malang.

Pada database lazismu PDM kab. Malang, bahwasanya SD Muhammadiyah 03 Tumpang adalah salah satu sekolah mitra lazismu dalam menggerakkan semangat berinfaq baik itu oleh murid, guru dan karyawan. Hasilnya pun cukup membanggakan, kotak infaq lazismu PDM kab. Malang yang ada atau ditempatkan front office sekolah selalu penuh pecahan uang kertas dan logam dari civitas sekolah. Namun belumlah semua sekolah-sekolah muhammadiyah dan ‘aisyiyah di daerah kabupaten Malang menjadi mitra lazismu PDM kabupaten Malang dalam menghimpun dana umat meski instruksi dari pimpinan pusat muhammadiyah yang tertuang dalam surat nomor 259 sudah diedarkan sejak satu tahun yang lalu. Pada kesempatan itu dari tim lazismu yang diwakili oleh Hariadi, S.AP. menyampaikan selamat jalan dan sukses kepada segenap civitas SD Muhammadiyah 03 Tumpang yang selalu terus bersemangat untuk berjuang dalam menggapai prestasi (akademik/non akademik) bukan hanya di tingkat lokal kecamatan/kabupaten/kota, regional Jawa Timur tapi juga sampai go International. "Meski target juara adalah sebuah keniscayaan dalam setiap lomba, namun yang terlebih penting dari itu semua adalah dengan keberangkatan team garuda muda (Muhammadiyah) Indonesia “IYRC” kontingen SD Muhammadiyah 03 Tumpang kali ini adalah sebagai duta bangsa yang membawa nama besar Indonesia dan “merah putih” yang hikmahnya insyaAllah akan sangat besar tidak hanya bagi sekolah namun juga bagi masyarakat tumpang khususnya dan kabupaten malang pada umumnya.", pesan Hariadi kepada tim Robotic SD Muhammadiyah 3 Tumpang.