Minggu, 30 Juli 2017

Prof Dr Thohir Luth MA, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur selesai memberikan ceramah pada Pengajian Derah Muhammadiyah kab. Malang di Sengkaling Kuliner UMM.


Malangmu.or.id -- SENGKALING, Prof. Dr. H. Thohir Luth, MA selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan pernah menjabat sebagai ketua periode 2010-2015 memberikan taushiyah pada acara pengajian daerah dan Halal bihalal warga Muhammadiyah kabupaten Malang di area Taman Rekreasi Sengkaling, Ahad 30/07/17.

Berlokasi tepat di halaman Sekul (Sengkaling Kuliner) milik Universitas Muhammadiyah Malang ini, Prof. Thohir (sapaan akrabnya) di awal pengajiannya menyampaikan bahwa penampilan atau atraksi bela diri yang disajikan oleh pendekar tapak suci tadi adalah bukan hanya sekedar unjuk gigi saja, tetapi memiliki pesan yang lebih mendalam. Yakni, Muhammadiyah melalui Tapak Suci itulah sesungguhnya bukti konkret bahwa Muhammadiyah siap bela negara. "Tapak Suci disiapkan untuk bela negara, karenanya kita harus bangga". Demikian tegasnya di depan para undangan termasuk seluruh jajaran Muspika Dau dan warga Muhammadiyah yang hadir dari seluruh pelosok kabupaten Malang.

Guru besar Hukum Islam Universitas Brawijaya ini juga menyinggung hal-hal terkait kondisi mutakhir negeri ini. Menurutnya ada masalah utama yang sedang dihadapi oleh ummat Islam di negeri tercinta Indonesia ini.  Situasi terkini, terutama setelah diterbitkannya perppu  ormas no.2 th.2017. "Saya ingin katakan bahwa tentang Pancasila, NKRI, UUD dan Bhineka Tunggal Ika buat Muhammadiyah adalah sudah final, sudah selesai dengan sebutan daarul ahdi wa syahadah. Negara yang kita saksikan bersama, kita sepakati bersama dan kita perjuangkan, hidupi bersama dalam rangka kesejahteraan bangsa Indonesia.

Karenanya, menurut Prof Thohir, jika ada orang yang mencurigai Muhammadiyah tentang, Pancasila, NKRI, UUD dan Bhineka itu adalah orang blo'on gaya baru. Muhammadiyah jauh sebelum Indonesia merdeka telah memberi kontribusi yang luar biasa. Bukan hanya bidang dakwah agama, tetapi pendidikan dan pelayanan sosial yang tidak memandang golongan. Hingga kini, Muhammadiyah terus berbakti, memberi untuk negeri.

Dalam kalimat yang indah, pria yang kini tinggal di Sengkaling Dau ini mengungkapkan, "Indonesia tanpa sinar mentari Muhammadiyah, insyaallah akan gelap selamanya. Di era baru ini, Muhammadiyah
melakukan gerakan konkrit, yakni gerakan pencerahan, pencerahan dan pencerahan untuk negeri Indonesia tercinta ini". Karena kita tahu, lebih lanjut menurutnya, bangsa Indonesia yang dihuni mayoritas Muslim ini, banyak orang yang terbelenggu, tersesatkan karena ketidaktahuan mereka tentang ajaran Islam yang bersumber dari al Qur'an dan as Sunnah dan ketidaktahuan mereka tentang hak-hak dan kewajiban mereka dalam berbangsa dan bernegara.  (Hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar