Jumat, 14 Juli 2017



Wilayah Malang raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) sejak dahulu dikenal sebagai destinasi wisata di Jawa Timur. Setiap akhir pekan, objek-objek wisata yang ada di wilayah ini ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun manca negara. Selain itu, Malang juga dikenal sebagai kota pendidikan. Di kota ini banyak tersebar sekolah, universitas, akademi, maupun institut yang cukup baik kualitasnya. Tak heran jika banyak pelajar maupun mahasiswa yang memutuskan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di kota Malang.

Fenomena banyaknya pelancong ataupun pendatang yang mengunjungi kota malang, berimbas pada tumbuh suburnya usaha travel di kota ini. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa ketersediaan modal menjadi salah satu faktor utama dalam ketahanan usaha jenis ini. Banyak pengusaha-pengusaha travel dengan modal kecil akhirnya harus gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan usaha sejenis yang memiliki modal besar.

Melihat hal tersebut, Yufis Azhar, salah satu dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang menciptakan aplikasi yang bernama Travelmu. Menurut Yufis, aplikasi ini lahir berdasarkan pengamatan yang dilakukan olehnya. “Sebagian besar usaha travel gulung tikar akibat kurangnya pendapatan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya modal untuk melakukan pemasaran. Banyak usaha travel yang hanya menempel stiker di belakang kaca mobil untuk strategi pemasaranya. Hal ini tentu kurang efektif dibanding usaha sejenis dengan modal besar yang mampu memasarkan produknya lewat media cetak maupun elektronik. Akhirnya saya berpikir kenapa tidak mencontoh pabrikan kosmetik atau alat kesehatan yang menerapkan strategi MLM (Multi Level Marketing) untuk memasarkan produknya? Dengan cara seperti itu, biaya pemasaran dapat ditekan karena member juga ikut aktif untuk memasarkan produk tersebut”, paparnya.

Dengan menggunakan aplikasi Travelmu, seorang member dapat memesan travel secara online melalui smartphone. Setiap transaksi yang dia lakukan akan menghasilkan poin yang nantinya dapat ditukar dengan berbagai macam keuntungan. Selain itu, member juga dapat mengajak orang lain untuk menjadi member dengan menggunakan kode referral miliknya. Nantinya jika member baru ini melakukan transaksi pemesanan travel, member yang mengajaknya (uplink-nya) juga akan mendapatkan poin. Fitur lain yang dimiliki oleh aplikasi ini adalah pemesan dapat memantau lokasi mobil travel yang akan menjemputnya, sehingga pemesan tidak perlu menunggu terlalu lama di lokasi penjemputan. “Fitur ini muncul berdasarkan pengalaman pribadi. Saya seringkali harus menunggu cukup lama sampai mobil travel yang saya pesan datang. Alasan sopirnya karena rumah saya paling jauh, sehingga dijemput terakhir. Saya jadi berpikir kalau misal kita bisa mengetahui urutan penjemputan dari seluruh penumpang yang semobil dengan kita, dan kita tahu lokasi mobil sekarang ada dimana, alangkah senangnya. Jadi kita tidak perlu menunggu di lokasi penjemputan terlalu lama.”, tambahnya.

Melalui program IPTEKS bagi Masyarakat (IbM) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti, Yufis bersama Ir. Mulyono, MT (Dosen Teknik Mesin UMM) mencoba menerapkan aplikasi tersebut pada 2 buah perusahaan travel, yakni Manavin Tour & Travel serta M.H. Tour & Travel. Pelatihan kepada kedua perusahaan dilaksanakan pada tanggal 13 – 15 Juli 2017 di UMM. Muzammil, pemilik Manavin, mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dengan adanya program IbM ini. Karena pihak industri dapat merasakan manfaat secara nyata dari teknologi-teknologi baru yang dihasilkan oleh universitas. Rencananya mulai akhir Juli ini, kedua perusahaan tersebut akan mulai menggunakan aplikasi Travelmu. Nantinya, kedua perusahaan tadi akan didampingi selama 3 bulan untuk memastikan bahwa aplikasi dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar