Minggu, 30 Juli 2017

Prof Dr Thohir Luth MA, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur selesai memberikan ceramah pada Pengajian Derah Muhammadiyah kab. Malang di Sengkaling Kuliner UMM.


Malangmu.or.id -- SENGKALING, Prof. Dr. H. Thohir Luth, MA selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan pernah menjabat sebagai ketua periode 2010-2015 memberikan taushiyah pada acara pengajian daerah dan Halal bihalal warga Muhammadiyah kabupaten Malang di area Taman Rekreasi Sengkaling, Ahad 30/07/17.

Berlokasi tepat di halaman Sekul (Sengkaling Kuliner) milik Universitas Muhammadiyah Malang ini, Prof. Thohir (sapaan akrabnya) di awal pengajiannya menyampaikan bahwa penampilan atau atraksi bela diri yang disajikan oleh pendekar tapak suci tadi adalah bukan hanya sekedar unjuk gigi saja, tetapi memiliki pesan yang lebih mendalam. Yakni, Muhammadiyah melalui Tapak Suci itulah sesungguhnya bukti konkret bahwa Muhammadiyah siap bela negara. "Tapak Suci disiapkan untuk bela negara, karenanya kita harus bangga". Demikian tegasnya di depan para undangan termasuk seluruh jajaran Muspika Dau dan warga Muhammadiyah yang hadir dari seluruh pelosok kabupaten Malang.

Guru besar Hukum Islam Universitas Brawijaya ini juga menyinggung hal-hal terkait kondisi mutakhir negeri ini. Menurutnya ada masalah utama yang sedang dihadapi oleh ummat Islam di negeri tercinta Indonesia ini.  Situasi terkini, terutama setelah diterbitkannya perppu  ormas no.2 th.2017. "Saya ingin katakan bahwa tentang Pancasila, NKRI, UUD dan Bhineka Tunggal Ika buat Muhammadiyah adalah sudah final, sudah selesai dengan sebutan daarul ahdi wa syahadah. Negara yang kita saksikan bersama, kita sepakati bersama dan kita perjuangkan, hidupi bersama dalam rangka kesejahteraan bangsa Indonesia.

Karenanya, menurut Prof Thohir, jika ada orang yang mencurigai Muhammadiyah tentang, Pancasila, NKRI, UUD dan Bhineka itu adalah orang blo'on gaya baru. Muhammadiyah jauh sebelum Indonesia merdeka telah memberi kontribusi yang luar biasa. Bukan hanya bidang dakwah agama, tetapi pendidikan dan pelayanan sosial yang tidak memandang golongan. Hingga kini, Muhammadiyah terus berbakti, memberi untuk negeri.

Dalam kalimat yang indah, pria yang kini tinggal di Sengkaling Dau ini mengungkapkan, "Indonesia tanpa sinar mentari Muhammadiyah, insyaallah akan gelap selamanya. Di era baru ini, Muhammadiyah
melakukan gerakan konkrit, yakni gerakan pencerahan, pencerahan dan pencerahan untuk negeri Indonesia tercinta ini". Karena kita tahu, lebih lanjut menurutnya, bangsa Indonesia yang dihuni mayoritas Muslim ini, banyak orang yang terbelenggu, tersesatkan karena ketidaktahuan mereka tentang ajaran Islam yang bersumber dari al Qur'an dan as Sunnah dan ketidaktahuan mereka tentang hak-hak dan kewajiban mereka dalam berbangsa dan bernegara.  (Hil)
Dr. H. Mursidi, MM ketika memberikan sambutan pada pengajian Daerah dan Halal bi Halal Muhammadiyah kab Malang di Sengkaling Kuliner Taman Sengkaling UMM.


Malangmu.or.id -- SENGKALING, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang, Dr. Mursidi, MM dalam acara pengajian daerah dan Halal bihalal keluarga besar Muhammadiyah kabupaten Malang menyampaikan beberapa hal terkait dengan acara ini.

Pertama, menurut Mursidi, acara ini sbg silaturahmi dalam melaksanakan tugas kita bermuhammadiyah. Kedua, insyallah dengan silaturahim ini kita bisa berjumpa dengan teman-teman kita, sehingga kita menjadi lebih sehat dan semangat. Kita bisa berjumpa dengan teman-teman kita dari berbagai kecamatan, Kasembon, Tirtoyudo, Ampelgading, Donomulyo, dan sebagainya, semuanya hadir disini, memberikan kenyamanan, kebersamaan dan semangat tersendiri.

Ketiga, yang tidak kalah pentingnya adalah kita disini mencari ilmu dari prof Thohir. Karena, meski ada kajian setiap ahad pagi, atau sepekan lebih dari dua kali, ternyata ilmu kita masih terasa sedikit, masih banyak hal yang belum kita ketahui.

Dan keempat adalah sebagai wahana konsolidasi organisasi. Dengan semakin sering bertemu, kita semakin solid. Jangan sampai ada pengurus yang saling menyalahkan, tetapi saling melengkapi. Karenanya, mari kita selalu lakukan konsolidasi organisasi tanpa henti.

Di depan lebih dari 2000 peserta pengajian dan halal bihalal di area Sekul Taman Sengkaling Universitas Muhammadiyah pagi tadi, Ahad 30/07/17, Mursidi berpesan agar kita semua tidak boleh merasa lelah dalam mengurus organisasi ini. Kita jalankan dengan senang hati dan bergembira, apalagi sampai menyesal.

Pesan Mursidi selanjutnya adalah terkait gerakan filantropi. Menurutnya, di pertengahan tahun 2017 ini gerakan filantropi yg sudah mencapai nilai Rp 2,8 Milyar ini mari kita pertahankan, kalo bisa ditingkatkan.  Sehingga apa yang menjadi gerakan amal Muhammadiyah menjadi​ kenyataan. "Di mana mana Muhammadiyah selalu mengadakan kegiatan pengembangan, pembelian tanah dan pembangunan masjid, musholla, dan sekolah. Ini semangat yang harus terus ditingkatkan", pungkasnya mengakhiri sambutan pengajian daerah Muhammadiyah kab. Malang. (Hil)

Sabtu, 29 Juli 2017

Posted by Ridlo Posted on Juli 29, 2017 | No comments

Ngaji di Tempat Rekreasi, Nurani pun Tercerahkan

Suasana Pengajian Daerah dan Halal bi halal Muhammadiyah Kabupaten Malang di Sengkaling Kuliner Taman Sengkaling UMM. (Foto Pahri)

Malangmu.or.id -DAU. Pengajian dan Halal bi Halal PDM Kab Malang kali ini nuansanya agak berbeda.  Diadakan di Taman Sengkaling UMM. Di taman rekreasi ini selain mengaji jamaah juga berlibur. Ia menikmati indah-nya panorama dan nikmat-nya aneka kuliner Sengkaling.

Jamaah mengajak keluarga dan putra/putri-nya untuk mengaji.  Sejak pagi tak kurang dari tiga ribu lebih jamaah memadati Taman Sengkaling UMM. Taman milik UMM ini dihadiri jamaah Muhammadiyah dari ujung barat Malang (Kec Kasembon) dan ujung paling selatan Malang (Kec Donomulyo).

Ketua PDM Kab Malang Dr H Mursidi MM.,  dalam sambutannya mengingatkan jamaah untuk terus beramal shaleh.  Menggiatkan dakwah dan memajukan amal usaha. Kebajikan yang dilakukan kata Mursidi yang juga Dosen FEB UMM ini pada hakikat nya untuk diri kita sendiri. Bukan untuk orang lain.  "Maka jangan berhenti kita untuk beramal shaleh dan jangan berhenti pula untuk berbuat kebajikan, "Tegas Mursidi dengan penuh semangat.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur,  Prof Dr KH Tohir Luth MA., yang tampil sebagai pemateri dalam pengajian dan halal bi halal menegaskan bahwa Pancasila,  UUD 1945 dan NKRI bagi Muhammadiyah sudah final.

"Jadi kalau masih ada orang di Indonesia ini yang mencurigai akan kesetiaan Muhammadiyah terhadap NKRI,  maka orang itu termasuk orang "bloon" gaya baru. Orang yang tidak paham sejarah dan orang yang tidak mengerti persyarikatan yang berdiri sebelum NKRI ini lahir, "Tegas Prof Tohir Luth Guru Besar  Hukum Islam Universitas Brawijaya Malang itu.

Bukti kesetiaan Muhammadiyah pada NKRI, lanjut Prof Tohir Luth,  persyarikatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini ambil bagian dalam pembangunan dan membantu tugas pemerintah di bidang pendidikan,  kesehatan,  sosial keagamaan,  pengelolaan panti asuhan, gerakan ekonomi dan gerakan filantropi yang belakangan gencar dilakukan.

Pengajian PDM Kab Malang ini berakhir sebelum adzan duhur berkumandang.  Jamaah tampak senang dan tercerahkan.  Duduk manis dan khusyuk menyimak materi yang disampaikan Prof Tohir Luth sampai pengajian berakhir.  Selamat dan salam sukses yang berkemajuan (fahri).)
Poster pengajian yang telah viral di medsos Muhammadiyah.

Malangmu.or.id -SENGKALING. Pengajian rutin dua bulan sekali yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang besok bakal digelar di area Taman Rekreasi (TR) Sengkaling. Bertempat di Hall terbuka Sekul (Sengkaling Kuliner), besok Ahad 30 Juli 2017 pengajian tersebut dilaksanakan dengan menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur periode 2010-2015, Prof. Dr. H. Thohir Luth, MA.

Idul Fitri 1438H sebagai momentum acara kali ini, dijadikan wahana silaturrahmi dan halal bihalal segenap warga persyarikatan Muhammadiyah kab. Malang. Karenanya, diharapkan seluruh segenap pimpinan / pengurus dan anggota Muhammadiyah mulai tingkat daerah hingga ranting agar hadir dalam acara besok. Demikian harap Sekretaris PDM kab. Malang, Drs. M. Nurul Humaidi, M.Ag.

Lokasi acara yang sangat representatif, yang mampu menampung lebih dari 2000 peserta semoga dimanfaatkan dan dimaksimalkan oleh seluruh anggota Muhammadiyah dan segenap ortomnya, Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Tapak Suci, Hizbul Wathan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pelajar Muhammadiyah (IPM). Rencananya, acara akan dimulai pukul 08.30wib hingga 12.00wib.

"Acara ini jangan hanya dilihat dari sekedar pengajian atau halal bihalal biasa, tetapi silaturahim yang disitu kita ketemu saudara-saudara warga persyarikatan se-kab. Malang, itu yg terpenting", tegas Alfi Nurhidayat, MT, selaku wakil sekretaris PDM. "Meramaikan acara ini sekaligus merupakan syiar dakwah persyarikatan Muhammadiyah Kab. Malang ditengah situasi kondisi bangsa yang dinamis akhir-akhir ini. Tambahnya. (Hil)

Kamis, 27 Juli 2017

Penerimaan sertifikat tanah wakaf Faris Fathoni kepada PRM Sepanjang.

Malangmu.or.id - SEPANJANG. Pengajian Ranting Muhammadiyah Sepanjang Kepanjen (Kamis, 27/7/17) terasa istimewa meski hujan tapi tidak menyurutkan semangat jamaah Muhammadiyah untuk hadir. Pengajian rutin yang biasa dilaksanakan pada malam Jumat tidak hanya diisi dengan kajian keIslaman maupun keMuhammadiyahan, tapi ada momen istimewa yang sangat membahagiakan bagi warga persyarikatan.

Pertama, pengajian ini disertai dengan penyerahan tanah wakaf seluas 1120 meter persegi dari bapak Fariz Fathoni bin H Sujarwo (alm). Diserahkan oleh perwakilan almarhum dan diterima PRM Sepanjang untuk pengembangan amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah di Sepanjang.

Kedua, momen pengajian kali ini juga dilakukan pengucapan dua kalimat syahadat oleh Valentha Christy Febriawati, sebagai mualaf Islam yang berasal dari agama Kristen. Proses bimbingan kalimat syahadat dibimbing oleh Ust. Abd. Wahid,  Ketua Majelis Tabligh PDM Kab. Malang.

Prosesi pengucapan kalimat syahadat Valentha Cristy Febriyanti yang dibimbing oleh Ust. Abdul Wachid, SPd., Ketua Majelis Tabligh PDM Kab Malang.

Drs. Akhmad Satya Darmawan, Ketua PRM Sepanjang dalam sambutannya menyampaikan bahwa tanah wakaf yang baru ini adalah wakaf kedua dari Sdr. Fariz Fathoni dan menjadi tantangan bagi PRM periode ini untuk segera mewujudkan menjadi amal usaha seperti yang diinginkan oleh wakif.

Sementara itu Kristin kakak kandung dari Valentha Christy Febriawati mengatakan sangat berterima kasih kepada takmir masjid Al Khairat yang telah membantu memediasi adiknya untuk memeluk agama Islam. "Alhamdulillahi, sama seperti 8 tahun yg lalu ketika saya juga mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid ini juga," jelasnya ke pewarta malangmu.or.id.

Dalam tausiyahnya, Ust. Abdul Wahid, S.Pd menyampaikan bahwa terhitung mulai malam hari ini kita sebagai umat Islam punya tugas baru untuk membimbing saudara baru kita untuk mengamalkan ajaran Islam sesuai kemampuannya. Sedangkan sebagai warga Persyarikata Muhammadiyah kita punya tanggung jawab baru setelah menerima tanah wakaf yaitu mewujudkan dan mengelola sesuai keinginan dari dari wakif.

Fariz Fathoni sebagai wakif dan alumni TPQ masjid Al Khairat menyampaikan terima kasih kepada PRM Sepanjang yang telah membantu merealisasikan niatnya untuk bisa ikut berpartisipasi membangun masjid melalui wakaf yang pertama seluas 330 m2 dan dalam wakaf yang kedua ini dia juga berharap PRM Sepanjang bisa segera memanfaatkan tanah wakaf tersebut.

Itulah Muhammadiyah Sepanjang yang selalu dinamis bergerak untuk menyinari desa Sepanjang dengan kiprahnya dalam bidang sosial dan pendidikan,  dan akan terus bergerak untuk mengepakkan sayap organisasi dengan membina Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang potensinya cukup besar. Terlihat dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh PRM Sepanjang yang banyak dihadiri oleh anak-anak dan remaja maka prospek pengkaderan akan sangat menjanjikan pada masa yang akan datang. (Masturin)

Jumat, 14 Juli 2017




SURABAYA - Memasuki tahun ajaran 2017/2018, Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Jawa Timur. acara diikuti seribu lebih peserta dari unsur Kepala Sekolah/Madrasah,  Majelis Dikdasmen Kabupaten/Kota, dan Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur.

Rapat Koordinasi (Rakor)ini, menghadirkan Dirjen Dikmen Kemdikbud RI, Hamid Muhammad, M. Sc. Ph. D. Pria asal Madura ini mengingatkan para kepala sekolah untuk mewujudkan Sekolah Muhammadiyah yang maju dan unggul.

Sekolah maju dan unggul, Kata Hamid Muhammad, dimulai dari kemajuan pola pikir kepala sekolah. Kepala sekolah yang unggul akan melahirkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang unggul. Demikian pula guru yang unggul akan menghasilkan peserta didik yang unggul dan berkemajuan.

Di tengah ramai isu pendidikan mutakhir,   Dirjen Dikmen berpesan agar kepala sekolah Muhammadiyah rajin membaca Peraturan Pemerintah (PP)\ dan Permendikbud dari sumber asli-nya. Bukan dari koran atau pendapat orang. Belakangan ini marak orang berkomentar di media tentang pendidikan tapi yang bersangkutan belum membaca aturan. "Bahkan Permendikbud saja belum dibuat sudah ramai-ramai menolak, "kelakar Hamid Muhammad mencontohkan.

Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur, Dra Hj Arbaiyyah Yusuf MA,  pada closing ceremony menginstruksikan kepada para Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Jawa Timur untuk mensukseskan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan memulai tahun ajaran baru 2017/2018 dengan semangat baru, prestasi baru dan kemajuan baru. 

Saat diminta pendapat soal acara itu, M Fahri,  Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 7, Gondanglegi,  Malang mengungkapkan bahwa  Rakor awal tahun ini tradisi yang baik. Membiasakan kepala sekolah mendesain dan merancang kegiatan awal tahun.  Menyemangati dan memberi pencerahan serta inspirasi. "Maka dari itu, kepala sekolah harus berpikir maju, optomis dan unggul. Ini perlu sentuhan majelis Dikdasmen  PDM dan PWM", tegasnya kepada malangmu.or.id

Rakor yang berlangsung dari 08.00 sd 16.00 Wib di Auditorium KH Mansur PWM Jawa Timur ini menarik, mencerahkan dan berkemajuan (fahri/nrd).


Wilayah Malang raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) sejak dahulu dikenal sebagai destinasi wisata di Jawa Timur. Setiap akhir pekan, objek-objek wisata yang ada di wilayah ini ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun manca negara. Selain itu, Malang juga dikenal sebagai kota pendidikan. Di kota ini banyak tersebar sekolah, universitas, akademi, maupun institut yang cukup baik kualitasnya. Tak heran jika banyak pelajar maupun mahasiswa yang memutuskan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di kota Malang.

Fenomena banyaknya pelancong ataupun pendatang yang mengunjungi kota malang, berimbas pada tumbuh suburnya usaha travel di kota ini. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa ketersediaan modal menjadi salah satu faktor utama dalam ketahanan usaha jenis ini. Banyak pengusaha-pengusaha travel dengan modal kecil akhirnya harus gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan usaha sejenis yang memiliki modal besar.

Melihat hal tersebut, Yufis Azhar, salah satu dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang menciptakan aplikasi yang bernama Travelmu. Menurut Yufis, aplikasi ini lahir berdasarkan pengamatan yang dilakukan olehnya. “Sebagian besar usaha travel gulung tikar akibat kurangnya pendapatan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya modal untuk melakukan pemasaran. Banyak usaha travel yang hanya menempel stiker di belakang kaca mobil untuk strategi pemasaranya. Hal ini tentu kurang efektif dibanding usaha sejenis dengan modal besar yang mampu memasarkan produknya lewat media cetak maupun elektronik. Akhirnya saya berpikir kenapa tidak mencontoh pabrikan kosmetik atau alat kesehatan yang menerapkan strategi MLM (Multi Level Marketing) untuk memasarkan produknya? Dengan cara seperti itu, biaya pemasaran dapat ditekan karena member juga ikut aktif untuk memasarkan produk tersebut”, paparnya.

Dengan menggunakan aplikasi Travelmu, seorang member dapat memesan travel secara online melalui smartphone. Setiap transaksi yang dia lakukan akan menghasilkan poin yang nantinya dapat ditukar dengan berbagai macam keuntungan. Selain itu, member juga dapat mengajak orang lain untuk menjadi member dengan menggunakan kode referral miliknya. Nantinya jika member baru ini melakukan transaksi pemesanan travel, member yang mengajaknya (uplink-nya) juga akan mendapatkan poin. Fitur lain yang dimiliki oleh aplikasi ini adalah pemesan dapat memantau lokasi mobil travel yang akan menjemputnya, sehingga pemesan tidak perlu menunggu terlalu lama di lokasi penjemputan. “Fitur ini muncul berdasarkan pengalaman pribadi. Saya seringkali harus menunggu cukup lama sampai mobil travel yang saya pesan datang. Alasan sopirnya karena rumah saya paling jauh, sehingga dijemput terakhir. Saya jadi berpikir kalau misal kita bisa mengetahui urutan penjemputan dari seluruh penumpang yang semobil dengan kita, dan kita tahu lokasi mobil sekarang ada dimana, alangkah senangnya. Jadi kita tidak perlu menunggu di lokasi penjemputan terlalu lama.”, tambahnya.

Melalui program IPTEKS bagi Masyarakat (IbM) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti, Yufis bersama Ir. Mulyono, MT (Dosen Teknik Mesin UMM) mencoba menerapkan aplikasi tersebut pada 2 buah perusahaan travel, yakni Manavin Tour & Travel serta M.H. Tour & Travel. Pelatihan kepada kedua perusahaan dilaksanakan pada tanggal 13 – 15 Juli 2017 di UMM. Muzammil, pemilik Manavin, mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dengan adanya program IbM ini. Karena pihak industri dapat merasakan manfaat secara nyata dari teknologi-teknologi baru yang dihasilkan oleh universitas. Rencananya mulai akhir Juli ini, kedua perusahaan tersebut akan mulai menggunakan aplikasi Travelmu. Nantinya, kedua perusahaan tadi akan didampingi selama 3 bulan untuk memastikan bahwa aplikasi dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Rabu, 12 Juli 2017

Posted by Ridlo Posted on Juli 12, 2017 | No comments

Prof Anwar Abbas Terkesan dengan SMK MUTU

Prof Anwar Abbas memotivasi PTK SMK Mutu Gondanglegi untuk mengembangkan entrepreneur di sekolah. 

Malangmu.or.id - GONDANGLEGI. SMK Mutu (Muhammadiyah 7) benar-benar bermutu. Itu kesan pertama yang disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah,  Prof Dr  H Anwar Abbas, di hadapan guru dan karyawan SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi (12/7).

Prof Anwar Abbas yang juga Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini,  sengaja tidak memberitahu kapan ke SMK Mutu kepada kepala sekolah agar tidak dikomuflase. "Ternyata  sampai di sini, SMK Rujukan Nasional ini tampil bersih dan tertata rapi," ujar beliau disambut applause semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang hadir.

Kunjungan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi secara tiba-tiba ini memberikan motivasi sekaligus masukan. Khusus bagi guru pengajar kewirausahaan, dia berpesan agar tidak hanya sekedar menyampaikan materi teori saja di kelas, tapi harus mendorong siswa benar-benar mampu mempraktikkan di lapangan. Ia juga berharap, semoga nanti akan lahir pengusaha-pengusaha sukses dari sekolah Muhammmadiyah.

"Kalau kita baca di media, dari sepuluh orang terkaya di Indonesia hanya satu yang beragama Islam. Padahal penduduk kita 90% Muslim. Ini yang harus diubah dan diperjuangkan oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah," kata pria asal Sumatera Barat itu.

Dia juga berharap pada SMK Mutu yang awal bulan lalu dikunjungi Presiden RI Ir Joko Widodo,  untuk tidak berhenti  berinovasi. "Mobil Solar Car yang diciptakan sekolah ini adalah high technology. Perlu juga membuat low technology yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kita survei dulu apa  yang dibutuhkan masyarakat, baru bikin teknologinya," lanjut Abbas.

Interpreneur mentality, lanjutnya, penting ditanamkan pada siswa SMK. Agar nanti setelah lulus tidak hanya menjadi  orang pencari kerja tapi lulusan yang bisa menciptakan lapangan kerja.

Kunjungan PP Muhammadiyah Prof Anwat Abbas di SMK yang mengelola 14 jurusan ini,  berlangsung "gayeng", semangat dan penuh kekeluargaan. Maju dan terus berinovasi (fahri)

Minggu, 02 Juli 2017


Muhtar, ketika melantunkan ayat suci Al Quran di acara Halal bi Halal Universitas Muhammadiyah Malang, UMM Dome (3/7/17)


Malangmu.or.id - UMM. Halal bi Halal dalam rangkaian acara pamungkas kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri dilingkungan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang di selenggarakan di UMM Dome (Senin, 3/7/17). Acara rutin tahunan ini dihadiri seluruh dosen, karyawan dan pegawai pendukung beserta keluarganya memenuhi area dalam hall UMM Dome.

Pada tahun ini, seluruh petugas acara dilakukan oleh karyawan UMM. Mulai dari persiapan, petugas MC dan qoriah. Bertindak sebagai qoriah panitia menunjuk seorang karyawan dari bagian perlengkapan UMM yang sehari harinya sebagai petugas sound dan membantu kantor perlengkapan. Muhtar Cs, panggilannya ketika dulu masih mengawali kerjanya sebagai pertugas cleaning service kebersihan gedung UMM, ternyata memiliki suara yang merdu dalam melantunkan ayat ayat suci Al Quran. Bahkan, Muhtar tidak membaca, seperti biasanya qori, tapi dia hafal ayat alquran yang melantunkan surat al fath ayat 27 - 28. Semua hadirin nampak menikmati dan kagum dengan suara qori yang disuarakan oleh seorang office boy UMM.

Dalam sambutannya, Prof A Malik Fadjar menyampaikan apresiasi khusus kepada qori yang ditugaskan oleh seorang petugas OB dari bagian perlengkapan UMM. "Kita harus mengorangkan dan mengapresiasi pegawai yang memiliki kelebihan seperti qori tadi. Seorang Office Boy Cleaning Service yang memiliki suara merdu ketika melantunkan Ayat Suci Alquran" kesannya ketika memberikan sambutan selaku ketua BPH UMM.

Selesai mengikuti rangkaian acara halal bi halal, seluruh civitas akademika UMM melakukan salam salaman dengan pimpinan dengan tertib dilanjutkan dengan ramah tamah. Berbagai macam hidangan telah disediakan di area selatan UMM Dome yang dihidangkan untuk seluruh peserta yang hadir beserta keluarganya. Taqabbalallohu minna waminkun. Taqobbal ya kariim. (rs)