Langsung ke konten utama

Mursidi: Kesungguhan itu Kunci Pelaksananaan Filantropi


Mursidi ketika memberikan sambutan dalam Kajian Ramadhan 1438H di masjid Ulil Abshar Dau, Ahad (11/06/17)

Malangmu.or.id -- Selama ini, masyarakat sudah punya persepsi positif bahwa Muhammadiyah itu suka beramal. Itu tak lain karena gerakan amal menjadi fokus penting gerakan Muhammadiyah saat berdiri. Semua itu terus dilakukan sampai sekarang dan terus dikembangkan secara modern.

Demikian pesan penting yang dikemukakan Dr. Mursidi, MM ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Pesan penting Mursidi itu disampaikan saat memberikan sambutan pada acara kajian yang diselenggarakan  di Kompleks Ulil Abshar, Malang (11/6/17). Hadir dalam Kajian itu seluruh PCM di wilayah kabupaten Malang.

Mursidi kemudian menekankan, Muhammadiyah, termasuk PCM Dau kaya wakaf. Wakaf itu harus ditindaklanjuti  dengan sungguh-sungguh karena  amanah. “Pelaksanaan wakaf secara sungguh-sungguh ini menjadi salah satu gerakan yang selama ini dikenal dengan istilah Filantropi. Mengapa ini penting karena Muhammadiyah sejak awal memang dikenal dengan gerakan amal oleh masyarakat”.

Dalam Kajian Ramadhan PDM Kabupaten Malang yang bertema “Revitalisasi Gerakan Filantropi Muhammadiyah”, Mursidi berpesan filantropi hanya bisa dilaksanakan secara baik kalau warga Muhammadiyah istiqomah. Hal ini penting dilakukan karena juga bisa meningkatkan syiar dan dakwah Muhammadiyah. “Kita berdakwah dengan amal usaha, bukan sekedar wacana. Makan, bersungguh-sungguh dalam melaksanakan filantropi menjadi penting, “tegas doktor ilmu Ekonomi dari Universitas Brawijaya (UB) tersebut.

Mursidi kemudian berpesan agar semangat menggelorakan filantropi terus dilakukan sebagai perilaku kebaikan. Kebaikan yang dilakukan pada akhirnya untuk diri sendiri juga. Untuk itu, Muhammadiyah harus bisa mengelola secara modern dan sebaik mungkin.

Acara yang diselenggarakan di kompleks Ulil Abshar itu dipilih karena PCM Dau memiliki amal usaha. Ulil Abshar yang mempunyai kegiatan Panti Asuhan, Sekolah Dasar Muhammadiyah 8 (SD Mapan), dan KBIH Ulil Abshar dibawah pengelolaan PCM Dau.

Hadir sebagai pembicara dalam Kajian ini antara lain; Prof. Dr. Syafiq A. Mughni (ketua PP Muhammadiyah) yang akan membawakan tema umum dan Dr. dr. Sukadiono (Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya) serta drh. Zainul Muslimin (ketua Lazizmu PWM Jatim) yang mengambil tema Impelemtasi Gerakan Filantropi Muhammadiyah. (nrd/hil/ali).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Reuni Veteran Pemuda Muhammadiyah, Bangkitkan Semangat Ber-Muhammadiyah

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…