Sabtu, 03 Juni 2017

Dr. Haedar Nashir, M.Si, Ketua PP Muhammadiyah ketiak memberikan tausiyah pada Kajian Ramadhan 1438 H di UMM

Malangmu.or.id - MALANG. Pesan ukhuwah dan kearifan dalam menghadapi persoalan bangsa mengemuka dalam Kajian Ramadhan 1438 H PW Muhammadiyah Jawa Timur yang dilangsungkan di Dome UMM, Sabtu (3/6) siang. Dalam kajian ini, dihadiri Ketua umum PP Muhammadiyah Prof DR Haedar Nasir dan Presiden RI Joko Widodo yang menjadi keynote speaker memberikan kuliah umum.

Ketua umum PP Muhammadiyah Prof DR Haedar Nasir mengawali sambutan sebelum Presiden Jokowi naik panggung. Dalam sambutannya, Haedar menegaskan perlunya semangat ukhuwah otentik, tanpa kepentingan dalam memajukan dan mengatasi persoalan bangsa. Haedar juga menegaskan, bahwa seluruh komponen bangsa dan penguasa tidak mudah panik dalam menghadapi masalah bangsa.

Haedar Nasir juga mengajak para undangan dan warga Muhammadiyah se Jatim untuk selalu memupuk dan rawat ukhuwah hidup bersama dan mau berkurban.

"Spirit Almaun mengajak kita berbagi. Ciri pemimpin Muhammadiyah, tidak banyak bicara dalam ikut memecahkan persoalan bangsa," demikian Haedar Nasir.

Usai sambutan ketua PP Muhammadiyah langsung dilanjutkan kuliah Presiden Joko Widodo. Sebelum naik panggung memberikan sambutan, Jokowi terlebih dahulu dikenakan almamater Muhammadiyah oleh mantan Rektor UMM Prof Malik Fadjar.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi banyak menyinggung pesatnya perubahan dan persaingan di dunia. Jokowi menyinggung cepatnya perkembangan di bidang teknologi dan informasi .

"Dunia berubah sangat cepat. Saat bangsa kita sudah mulai mengenal internet, sudah ada mobile internet, berikutnya berkembang artificial intelligent. Perkembangan teknologi ini banyak dikuasi negara lain," kata Jokowi, Sabtu (3/6).

Perkembangan dan persaingan di sektor usaha dan perekonomian juga banyak disinggung Jokowi. Menurutnya, jika tahun 1970an Indonesia cukup terkenal dan berjaya dengan BUMN dan infrstruktur, namun semakin lama tertinggal dan kalah cepat dibanding yang dikembangkan negara lain seperti Korea, Malaysia, Singapura, dan Cina. (amn)

0 komentar:

Posting Komentar