Minggu, 25 Juni 2017

Posted by Ridlo Posted on Juni 25, 2017 | No comments

Memaknai Idul Fitri dalam Konteks Kehidupan Sosial

Jamaah Muhammadiyah Wagir memenuhi area masjid mengikuti sholah Idul Fitri 1438 H.

Malangmu.or.id - WAGIR. Pelaksanan shalat Idul Fitri 1438 H Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wagir dipusatkan di pelataran Masjid Thariqul Khair Wagir (Ahad, 25/6/17). Diikuti hampir seribu jamaah yang merupakan anggota, simpatisan Muhammadiyah dan masyarakat di wilayah Kecamatan Wagir, sholat Idul Fitri ini dilaksanakan di tengah cuaca yang cerah dan segar.

Berkesempatan menjadi Imam dan Khatib Sholat Idul Fitri adalah Ustadz Hafidz, M.PdI, Imam Masjid Khadijah Kota Malang sekaligus unsur PCM Klojen dan anggota CMM Malang. Dalam khutbah bertema Memaknai Idul Fitri Dalam Konteks Kehidupan Sosial Ustadz muda ini menyampaikan,"Kita dituntut untuk bersikap lebih arif, bijak, dan menggugah kepekaan dan kepedulian sosial antar sesama umat, jangan lagi ada perbedaan diantara kita, yang berujung pada perpecahan, dan berakhir pada kehancuran, dengan perbedaan yang ada, mari kita kikis dengan kesadaran diri dalam menerima sebuah ajaran agama yang bersumber dari Allah SWT dan Rasulullah SAW".

"Kita pererat hubungan kekeluargaan di antara kita, agar menjadi prima dan berwibawa, kita termasuk umat yang berkemajuan, yang selalu membangun mental-mental lemah menjadi mental yang kuat. Bukankah Rasulullah SAW telah berpesan pada kita semua, "Mukmin yang kuat lebih aku cintai dari pada mu'min yang lemah", imbuhnya.

Jumlah jamaah shalat Id yang diselenggarakan PCM Wagir dari tahun ke tahun semakin bertambah. Semoga hal Ini menjadi pertanda semakin diterimanya dakwah Muhammadiyah di Wagir. (cak san)
Posted by Ridlo Posted on Juni 25, 2017 | 1 comment

Khutbah Abu Bakar dengan Takbir Menggelegar

Ust Abu Bakar ketika menyampaikan khutbah Iedul Fitri di Lapangan Tumpang. (25/6/17)

Malangmu.or.id - TUMPANG. Bertempat di Stadion Tumpang pada Ahad 1 Syawal 1438 H./25 Juni 2017 Pimpinan Cabang Muhammadiyah tumpang menyelenggarakan sholat ‘iedul Fitri yang dimulai pada pukul 06:30 wib. yang kali ini bertindak selaku imam sholat dan khotib adalah ustadz Dr. Abu Bakar, M.Pd. (Dosen Luar Biasa bagian AIK Universitas Muhammadiyah Malang)

Sebagaimana lazimnya khutbah pada rangkaian sholat ‘ied, takbir selalu mengawali dan senantiasa dikumandang di sela-sela khotib menyampaikan khutbahnya. Demikian juga dengan yang dilakukan oleh ustadz abu bakar saat hampir lebih kurang sekitar 20 menit menyampaikan materi khutbah “Meraih Kesucian Jiwa Dengan Pandai Bersyukur Dan Menjauhi Takabbur” dihadapan jama’ah sholat ‘ied di stadion tumpang. Tidak kurang dari 1.500 jama’ah persyarikatan Muhammadiyah memenuhi dan memadati shaf-shaf yang disiapkan oleh panitia/pcm.

Ribuan jamaah memadati lapangan Tumpang mengikuti Sholat Iedul Fitri 1438 H.

Takbir yang sama kita gemakan, dipagi hari Idul Fitri seperti saat ini, dan digemakan oleh milyaran Muslim diseluruh dunia, menandakan bahwa Allah Tuhan sang Maha digjaya saja yang besar, sementara apapun yang dikatakan besar selain Dia adalah kecil, apapun yang dikatakan mulia selain Dia adalah hina, apapun yang dikatakan kuat selain Dia adalah lemah, apapun yang merasa memiliki selain Dia adalah termiliki, apapun yang berkuasa selain Dia adalah dikuasai, dan apapun yang dikatakan berilmu selain Dia adalah pencari ilmu, demikian ustadz abu bakar membuka/memulai khutbah dengan gaya khas suaranya yang keras dan lantang menggelegar penuh semangat, dialeg dan juga retorika penyampaian khutbah tanpa teks serta sesekali menggunakan bahasa tubuh yang membuat jama’ah begitu khidmat menikmati penyampaian materi khutbahnya.

Kesadaran akan posisi Allah yang Agung tersebut, mendidik kita untuk selalu membesarkan Allah SWT. Allah tahu persis prilaku kita, yang membesarkan Allah disaat kita puasa, sholat, haji, saat berdoa dan berdzikir, tapi kita lupakan kebesaran Allah saat kita di kantor, di tempat kerja, di pasar, di rumah sakit, kita melebihkan diri kita dibanding Allah SWT. Kita sering membesarkan Allah hanya di Masjid, begitu ditengah masyarakat kita takabbur, kita membesarkan diri kita, itu terbukti banyak orang yang khusuk sholatnya tapi khusuk juga dalam memperdaya orang lain, banyak orang yang fasih membaca Al-Quran tetapi fasih juga dalam merancang kesempatan untuk mengambil hak orang lain, banyak orang yang tak putus puasanya, tapi tak putus pula kezalimannya.

Sebelum mengakhiri khutbahnya dengan do’a, ustadz abu bakar juga berpesan agar kita saling memulyakan, saling memaafkan dengan sepenuh hati, hapuslah luka lama, tinggalkan dendam permusuhan dan kita hapus rasa kebencian. ‘iedul fitri hanya pantas dirayakan oleh orang-orang yang telah berpuasa Ramadhan dan orang-orang yang ikhlas untuk saling memaafkan, dan mau berlapang dada menerima kembali kehadiran orang-orang yang dulu sangat dibencinya. Sebaliknya bersedihlah orang-orang yang gagal memenuhi undangan Ramadhan, orang-orang yang tidak mau meminta maaf atau enggan memberi maaf pada orang lain. Allah SWT selalu memanggil hamba-hamba-Nya yang beriman agar mau membuka diri dan toleran seperti firman-Nya; “Dan hendaklah mereka mema`afkan dan berlapang dada. apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nuur : 22]

Sebagaimana tradisi pelaksanaan sholat ‘ied sebelum-sebelumnya, usai pelaksanaan sholat ‘ied kali ini pun digunakan dan dimanfaatkan oleh para jama’ah untuk bersilaturrahim dan saling memaafkan dalam kebersamaan dalam mensyiarkan islam. Selain daripada itu yang mesti diingat, utamanya bagi para pimpinan ataupun aktifis persyarikatan bahwa usainya pelaksaan sholat ‘ied dan rangkaiannya adalah awal untuk melanjutkan kembali gerakan/laju roda organisasi (administrasi) diantaranya adalah laporan penghimpunan zakat, infaq dan shodaqoh maupun wakaf-wakaf tunai yang diperoleh selama setahun yang lalu dari bulan juli 2016 hingga juni tahun 2017 ini, untuk kemudian diserahkan ke lazismu pdm kabupaten malang. ini sangat penting untuk dilakukan segera sebagai salahsatu wujud dukungan data dari seluruh elemen atau potensi besar yang dimiliki oleh persyarikatan muhammadiyah dalam upaya merevitalisasi dan meneguhkan kembali gerakan filantropi yang merupakan spirit al-ma’un sebagaimana yang diteladankan oleh KH. Ahmad Dahlan, terang Hariadi, S.AP. mantan sekretaris pcm tumpang yang juga selaku ketua divisi pengembangan lazismu PDM kabupaten Malang. (Hari)
Posted by Ridlo Posted on Juni 25, 2017 | No comments

Kejayaan Umat Islam Terpuruk Karena Lima Hal! Apa Saja?

H. Agus Mustofa, Khotib sholat Idul Fitri 1 Syawal 1438 H warga Muhammadiyah Kepanjen di Stadion Kanjuruhan Malang. (25/6/17)


Malangmu.or.id - MALANG. Pesan muhasabah atau refleksi diri umat Islam banyak disampaikan dalam khutbah salat Idul Fitri 1438 H yang digelar PC Muhammadiyah Kepanjen di lapangan parkir stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Ahad (25/6) pagi. Khatib H Agus Mustofa banyak menyampaikan dua hal, tentang keteladanan umat Islam dan keterpurukan Islam.

Dalam sambutan khutbah ini, ustadz Agus Musthofa mengawali tausiyah tentang keteladanan muslim. Menurutnya, umat Islam didisain Allah sebagai ummat teladan. Dalam Alquran telah ditegaskan bahwa manusia diturunkan untuk saling berseru kebaikan dan mencegah kemungkaran.

"Umat Islam mestinya bisa menjadi teladan. Ada tigal hal yang menjadikan ummat Islam teladan dan membedakan dibanding yang lain, diantaranya suka yang baik dan mencegah yang buruk," demikian Agus Mustofa di hadapan ribuan jamaah salat Ied pagi itu.

Akan tetapi, lanjut Agus Mustofa,  akhir-akhir ini keteladanan tersebut banyak menghilang, dalam semua aspek. Bahkan, katanya, umat Islam terpuruk dan ketinggalaan. Padahal pada zaman Rasul sampai sahabat selama 700 tahun pertama, Islam sangat mengalami kejayaan.

"Selama Abad 6-13 Masehi, peradaban Islam menjadi kiblat dunia. Kekuasaan Islam bahkan bisa menguasai sepertiga dunia," imbuh penelis ternama buku-buku tasawuf moderen ini.

Kehancuran Islam setelah abad ke-13, disebabkan kelengahan umat Islam sendiri. Keterpurukan umat Islam bahkan berlanjut hingga abad 21. Menurut Agus, ada lima hal yang menyebabkan keterpurukan Islam. Berikut penjelasannya:

- Umat Islam telah jauh dari Alquran. Meski alquran mungkin sudah dibaca tiap hari, tetap masih belum diamalkan dan dijadikan petunjuk dalam kehidupan manusia.

"Semasa hidupnya, Rasulullah sudah menjalankan seluruh isi Alquran yang berisi 6 ribu lebih ayat," kata Ustadz Agus.

- Umat Islam kurang menggunakan akalnya. Padahal, syarat pertama memahami Islam jika sudah memasuki aqil baligh, yang artinya pemikirannya sudah sampai dalam memelajari Islam. Ditegaskan bahwa Allah SWT marah besar jika manusia tidak menggunakan akalnya.

- Umat Islam memisahkan agama dari ilmu pengetahuan. Belajar ilmu apapun adalah sejatinya belajar Ilmu agama. Perintah alquran terkait ibadah mahdhah hanya puluhan (sekitar 30). Sementara sejumlah 750 ayat berisi perintah memelajari sain.

"Teknologi Barat sudah menjelajah dan menjajah negara Islam sedemikian hebat tanpa kita sadari sedikitpun. Ilmuan Islam jumlahnya hanya sedikit terlahir setelah lewat masa kejayaan Islam," terangnya.

- Ibadah umat Islam sekadar ritual dan tidak berdampak. Salat misalnya, banyak sebatas di khusyuk atas sajadah. Bahkan, lanjut Agus, neraka Wail menjadi tempat orang yang salat yang sakadar ritual, gugur kewjiban, namun tetap melakukan maksiat sesudahnya.

- Umat Islam bertuhan tidak kepada Allah semata. Semua ibadah haruslah hanya berorientasi kepada Allah SWT. Karena orientasi ketauhidan yang tidak utuh, umat Islam menjadi mudah bertengkar dan saling menyalahkan satu sama lain. (amin)

Jumat, 23 Juni 2017

Posted by hilmi Posted on Juni 23, 2017 | No comments

Gerakan Filantropi ala PRM Sumbersekar Dau

Bpk. Ngalil, ta'mir masjid An Nur sedang memberikan bingkisan kepada anak yatim 
Malangmu.or.id -- DAU -- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Ranting Aisyiyah Sumbersekar mengadakan acara bakti sosial (baksos) pada hari Kamis, 22 Juni 2017 yang diselenggarakan di masjid An Nur Sumbersekar Dau Malang.

Kata panitia acara, Irfan "Acara ini tergolong bersifat spontan, disemangati dan diinspirasi oleh Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim beberapa waktu lalu di Dome UMM, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang di masjid Ulil Abshar (Ahad, 11/06/17) yang bertema Implementasi Gerakan Filantropi Muhammadiyah.

Kali ini, di masjid An Nur Sumbersekar juga turut ambil peran dalam gerakan filantropi yang digadang-gadang Muhammadiyah akhir-akhir ini. Mengawali acara, Kajian bertema Implementasi Gerakan Filantropi yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Nuh, M.Si. Beliau mengajak, "mari kita tingkatkan ketakwaan dengan mewujudkan amal soleh dan peduli  kaum duafa, salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi, karena ini merupakan  gerakan filantropi yang harus digiatkan."
Ketika acara kajian filantropi di dalam masjid An Nur
Setelah acara kajian sebagai siraman ruhani para hadirin, dilanjutkan dengan acara berbuka puasa bersama dengan menu yang bervariasi hasil sumbangan sukarela warga setempat. Kemudian pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa dan pemberian reward untuk guru ngaji TPQ. Santunan tersebut berupa sembako sejumlah 90 paket untuk dhuafa dan 14 paket untuk anak yatim plus uang saku.

Acara yang dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan kepala desa Sumbersekar bisa dibilang sukses. "Kami bangga dan semoga acara seperti ini bisa diikuti dan diselenggarakan oleh masjid-masjid lain di desa Sumbersekar ini", harap bpk. Kades, Hasan Asyari. "Gerakan filantropi ini tidak cukup hanya di bulan Ramadhan saja tetapi ayo digiatkan di bulan-bulan selanjutnya," tutur dan ajak ketua PCM Dau, Taufiq Burhan.
Lokasi berbuka puasa bersama di halaman masjid An Nur
Ada yang menarik di saat acara belum di mulai. Di antara jamaah yang hadir, ada yang mengusulkan agar kegiatan ini rutin diadakan, entah 4 bulan sekali atau setahun sekali. Usul salah satu jamaah yang kemudian diiyakan oleh jamaah lain. Terlihat betul antusiasme warga dalam mewujudkan gerakan filantropi.

Semoga warga dan Muhammadiyah di Ranting Sumbersekar semakin maju dan sukses dalam semua hal. (irfan/khozin/hil)
Posted by Ridlo Posted on Juni 23, 2017 | No comments

Pasar Murah dan Pembagian Sembako Aisyiyah Wagir


Pembagian paket sembako oleh PC Aisyiyah Wagir.

Malangmu.or.id - WAGIR. Di penghujung Ramadhan 1438 H Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Wagir menggelar Pasar Murah dan Pembagian Sembako kepada masyarakat umum di lingkungan Wagir pada Kamis-Jumat (22-23/6/2017). Acara dipusatkan di desa Parangargo. Sebagai salah satu usaha untuk memberdayaan organisasi ini  mendapatkan sambutan yang antusias dari masyarakat sekitar.

Acara ini juga diselenggarakan atas kerjasama dengan Lazismu PDM Kabupaten Malang.  "Agenda ini kami gelar selama dua hari. Untuk pembagian 50 paket sembako, kami menghimpun dana dari Pimpinan, Anggota dan donatur Aisyiyah Wagir sendiri. Sementara untuk bahan pasar murah, kami kerjasamakan dengan Lazismu PDM Kabupaten Malang. Alhamdulillah masyarakat menyambut dengan baik, "kata Ketua Aisyiyah Wagir,  Diana Mustofa kepada malangmu.or.id.

Dia menambahkan,  masyarakat menyambut antusias acara ini. Aisyiyah berharap agar ke depan acara ini lebih maksumal.

Sebagai wujud amanah organisasi,  pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Wagir berusaha sebaik mungkin dalam menjalankan roda organisasi dan pelaksanaan program serta kegiatannya. Semangat dakwah amar ma'ruf nahi munkar serta ikhtiar untuk mengangkat derajat kaum perempuan menjadi dasar kaum Ibu-Ibu Muhammadiyah Wagir ini untuk berfastabiqul khairat. Salah satunya dengan pebagian sembago saat Ramadhan. (san)

Kamis, 22 Juni 2017

Posted by hilmi Posted on Juni 22, 2017 | No comments

Baksos SMK Mutu Disambut Hangat Warga Gedangan

Foto bersama: Bpk. Handoko, kepala UPJ SMK Mutu (paling kiri), Ibu farida (kepala Taus), 2 orang warga dan Kades serta Bpk. Siyanto guru Ismuba (paking kanan)
Malangmu.or.id -- GEDANGAN - Sekitar 600 warga Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang berbondong-bondong datang ke aula balai desa untuk menerima paket sembako dari SMK Muhammadiyah 7 (SMK MUTU) Gondanglegi ( 22/6/17).
Paket sembako yang dikemas rapi itu  berisi beras,  minyak goreng dan mie. Acara itu diselenggarakan dalam rangka  bakti sosial Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Mutu sekaligus distribusi zakat fitrah pada pekan akhir Ramadhan 1438 H ini.

Kepala Desa Sidorejo, Sudarman, didampingi staf dan sejumlah warga yang hadir menyambut ramah kehadiran tim SMK Mutu yang dipimpin Direktur BKK Drs. Handoko Suyitno. Kepada tim, Sudarman menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar SMK Mutu atas kepedulian kepada warga-nya.  Ia tak lupa  mendoakan untuk kejayaan SMK Rujukan Nasional ini. ”Kami berdoa bersama semoga ke depan SMK Mutu semakin berjaya dan bisa menyentuh masyarakat secara rutin untuk menggelar aksi sosial seperti ini,” kata Sudarman.

Dia juga mengapresiasi aksi yang digelar di desanya. Dan berharap sekolah lain bisa terinspirasi dan meniru apa yang sudah dilakukan oleh civitas akademika SMK Mutu Gondanglegi. Kegiatan itu tidak saja membantu warga di desanya, tetapi juga melatih kesadaran dan sikap sosial siswa.

Mewakili kepala sekolah, Drs. Handoko Suyitno menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian warga Sindurejo, yang telah berkenan menerima paket Sembako dari SMK  Muhammadiyah 7  Gondanglegi. ”Ke depan kami berharap bisa memberikan yang lebih dari hari ini dan semakin banyak bermanfaat bagi masyarakat, ”harap Handoko.

Salah satu penerima paket Sembako, Sutiyani warga RT 7 Desa Sindurejo mengaku sangat berterimakasih atas perhatian kongkrit yang diberikan SMK yang dipercaya Kemendikbud menjalankan Program Revitalisasi ini. Program itu sangat membantu ekonomi keluarga, terlebih ketika hasil pertanian tidak dapat diharapkan saat ini.

Aksi filantropi ini menjadi wujud nyata amal usaha Muhammadiyah bagi kemaslahatan, kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. (Silvy/nrd)

Senin, 19 Juni 2017

Posted by Ridlo Posted on Juni 19, 2017 | No comments

Sekolah Muhammadiyah Jatim Tetap Solid

Suasana rapat koordinasi dan konsoslidasi kepala sekolah Muhammadiyah se Jawa Timur di SMAMDA Sidoarjo (20/6/17)

Malangmu.or.id - Sidoarjo. Merespon berbagai isu mutakhir seputar Full Day School (FDS) dan isu pembubaran pendidikan agama di sekolah, maka Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PWM Jawa Timur menyelenggarakan rapat koordinasi dan konsolidasi kepala sekolah Muhammadiyah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK se-Jawa Timur.

Pertemuan ini bertempat di SMAMDA Sidoarjo (20/6/2017), diikuti lima ratus lebih kepala sekolah mulai dari ujung Barat Jatim Ngawi dan paling Timur Banyuwangi.  Pertemuan berlangsung menarik, mencerahkan dan berkemajuan.

Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur Dra Hj Arbaiyyah Yusuf MA.,  dalam sambutan nya menegaskan bahwa istilah Full Day Scholl di Permen No 23 Th 2017 sesungguhnya tidak ada, yang ada itu Program Penguatan Karakter (P2K).  Demikian pula tidak benar adanya isu yang berkembang di medsos bahwa pendidikan agama akan dihapus.

"Saya yakin kepala sekolah Muhammadiyah itu cerdas dan rasional. Bisa memfilter setiap berita yang ada.  Maka para kepala sekolah tidak akan mudah percaya begitu saja terhadap isu-isu miring yang tak bertanggung jawab, "kata Arbaiyyah Yusuf yang juga Dosen Universitas Islam Negeri Surabaya.

Diharapkan oleh Arbaiyyah, sekolah Muhammadiyah tidak boleh gamang dan tidak boleh ragu. Sejak dulu sekolah Muhammadiyah itu pelopor, inovatif,  kreatif dan berkarakter.  "Sebab itu jangan berhenti untuk bekerja dan berkarya," kata Arbaiyyah mengingatkan.

Selain itu,  dalam rapat koordinasi dan konsolidasi yang berlangsung satu hari ini,  juga dibahas tentang kesiapan sekolah Muhammadiyah Jawa Timur menerapkan 12 jam Mapel Ismuba dalam satu minggu. Tambahan 12 jam Ismuba tersebut (awal nya 6 jam) dalam rangka penguatan program pendidikan karakter yang menjadi ciri khas dan keunggulan sekolah Muhammadiyah.

Selamat.  Salam dan tetap semangat.  Mencerahkan dan berkemajuan. (pahri)

Posted by Ridlo Posted on Juni 19, 2017 | No comments

"PESTA" Unik MPK PCM Wagir

Peserta dan Panitia "PESTA" MPK PCM sedang foto bersama.

Malangmu.or.id - Wagir. Memanfaatkan momentum Ramadhan 1438 H, Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wagir pada Sabtu-Ahad (17-18/6/2017) menggelar perkaderan dengan format berbeda dari biasanya. Kali ini MPK PCM Wagir menyajikan "PESTA" atau Pesantren Wisata yakni sebuah kegiatan pondok Ramadhan yang memadukan kajian keislaman dengan game baik in door maupun outdoor.

Sadar dengan pentingnya perkaderan di Persyarikatan Muhammadiyah, MPK PCM Wagir fokus menghadirkan peserta dari tingkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi yang merupakan putera dan puteri dari Keluarga Muhammadiyah Wagir.

"Gelaran "PESTA" tahun ini adalah angkatan yang ke-5. Kami memformat perkaderan ini secara berbeda agar anak-anak Muhammadiyah ini merasa bahwa berislam itu menyenangkan, asyik dan menggembirakan. Belajar agama itu menyenangkan", kata Jemi Anggara, S.Pd.I Ketua MPK PCM Wagir.

Berkempatan hadir sebagai nara sumber dalam agenda ini adalah Prof. Wahyudi, M.Pd Guru Besar Universitas Negeri Malang dan PDM Kabupaten Malang, DR. Hery Susanto, M.Si Ketua TIM Olimpiade Matematika Indonesia, Dra. Hj. Mutini praktisi pendidikan dan Jemi Anggara, S. Pd.I dari unsur MPK PCM Wagir. (caksan)

Minggu, 18 Juni 2017

Pemberian paket sembako oleh PCA Kabupaten Kepanjen di Masjid Nurul Hidayah (18/6/17)

Malangmu.or.id - Kepanjen. Dalam rangka mewujudkan kesalehan sosial di bulan ramadhan 1438 H, Pimpinan Cabang Aisyiyah Kepanjen kabupaten Malang menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial pada hari Ahad (18/6/17. Ini merupakan program kegiatan rutin PCA yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan. Baksos dibulan suci ini sekaligus untuk memeriahkan Milad 1 abad Aisyiyah.

Rangkaian Bakti sosial ini diawali dengan pengajian, buka bersama dan pemberian paket sembako kepada 150 dhuafa. Bertempat di masjid Nurul Hidayah yang merupakan masjid pusatnya muhamadiyah Kepanjen diharapkan syiar persyarikatannya akan lebih mengena dan menggema karena lokasinya yang strategis di jalan protokol sehingga mudah dilihat orang.

Pengajian sebelum berbuka yang diisi oleh Ustadzah Siti Fatimah dari CMM.

Acara pengajian di mulai pukul 15.00 WIB dan sebagai penceramah adalah ustadzah Siti Fatimah dari Corp Mubalighot Aisyiyah kabupaten Malang. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan buka bersama dengan menu yang telah dipersiapkan. Menu takjil seperti es puter ala cak rozy pakisaji, es buah segar dan lumpia hangat terlihat banyak dinikmati oleh semua peserta. Tampak semua peserta kenikmatan seluruh menu takjil dengan suasan keakraban dan kenikmatan berbuka

Suasan buka bersama dengan aneka menu yang disediakan, menambah keakraban dan kenikmatan berbuka.

Setelah berbuka, seluruh peserta melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Ba’da maghrib, acara dilanjutkan pembagian sembako untuk kaum dhu'afa. Sekitar 150 paket sembako diberikan kepada yang berhak untuk membantu mereka yang membutuhkan. Semoga kegiatan akan bermanfaat untuk dakwah persyarikatan dan ikut mensukseskan filantropi Muhammadiyah untuk kemajuan bangsa. (Joko/rs)

Pemenang lomba ketika berpose didepan panggung. 

Malangmu.or.id - MALANG. Seperti nama acaranya 'Ramadhan Ceria', banyak keceriaan menyembul dari para peserta kegiatan ini. Acara yang digelar di Masjid Al Ikhlas Putat Kidul Gondanglegi, Ahad (18/6) ini pun memunculkan berbagai kreasi Islami dari peserta.

Acara Ramadhan Ceria 1348 H ini banyak dimeriahkan dengan lomba mewarnai kaligrafi dan fashion show busana muslim. Peserta masing-masing jenis lomba, mulai anak balita sampai usia 12 tahun. Acara ini ditangani sejumlah remaja putri  masjid Al Ikhlas Putat Kidul yang juga pelajar di SMP Muhammadiyah 9 dan beberapa siswi SMK Mutu Gondanglegi.

Sebanyak 32 anak usia SD di lingkungan Ranting Muhammadiyah Putatkidul Gondanglegi yang menjadi peserta ini pun terlihat asyik dan  semangat mewarnai lukisan kaligrafi ayat Al Qur'an yang telah disiapkan panitia. Diantaranya, tulisan dzikir
(Bismillah, Alhamdulillah, Allahu Akbar) dan surat Al Ikhlas.

Panitia sekaligus juri lomba Ramadhan Ceria Silvia Rachman mengungkapkan, kegiatan ini digelar untuk memeriahkan pekan terakhir Ramadhan kariim. Dengan mengadakan acara lomba mewarnai kaligrafi dan fashion show ini, diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap AlQur'an  sekaligus menciptakan karakter berbusana Islami sejak dini.

Ditambahkan, untuk melanjutkan agenda tahunan ini, kakak-kakak SMP di lingkungan setempat berinisiatif akan mengadakan kegiatan lomba-lomba bertema Islami. Rencananya, kegiatan digelar ketika jadwal sekolah sudah mulai masuk menjelang lebaran.

Lomba mewarna dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan usia 5-7 tahun, 8-10 tahun, dan usia 11-12 tahun. Sementara, peserta fashion show dibagi 2 kelompok berdasarkan kelas, yakni kelompok usia Kelas 1-4 SD/MI dan kelas 5-6 SD/MI. (min)

Sabtu, 17 Juni 2017

Posted by hilmi Posted on Juni 17, 2017 | No comments

400 Orang Dhuafa' dapat Santunan dari PCA Kasembon

PCA Kasembom  ketika membagikan santunan, Ahad (18/06/17)
Malangmu.or.id -- KASEMBON, Masjid Darussalam Kasembon yang berlokasi di pinggir (sebelah utara)  jalan raya desa Kasembon kec. Kasembon menjadi salah satu saksi kegiatan rutin ibu-ibu Aisyiyah Cabang Kasembon.  Melalui kegiatan amal atau kini disebut gerakan filantropi ini, setiap Ramadhan mengumpulkan massa tak kurang dari 400 orang.

Masyarakat yang diundang mewakili dari seluruh desa (6 desa) yang ada di kec. Kasembon. "Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Milad Aisyiyah. Di bulan Mei sudah diselenggarakan Pengobatan gratis. Pada bulan ramadhan ini diselenggarakan buka bersama sebulan penuh di masjid Darussalam yang dilanjutkan sholat Magrib dan Isya' serta terawih berjamaah." Tutur ketua PCA Kasembon, ibu Balgis.

Aisyiyah di Kasembon ini berdiri sejak tahun 1995. Kami turut mewarnai kec. kasembon ini. Di setiap tahun, tepatnya di sepuluh hari terahir bulan Ramadhan kami Selenggarakan santunan dhuafa. Jelasnya ketika memberikan sambutan pada acara baksos (Ahad, 18/06/17). Hari ini dan tahun ini adalah tahun ke 12. Awalnya hanya 70 orang, tetapi kini sudah bisa mengundang hingga 400org. Alhamdulillah. Lanjut ibu pemilik depot Amanah Kasembon ini. Mudah-mudahan tahun tahun yang akan datang bisa mengundang lebih banyak lagi. Harapnya ketua yang sudah 5 periode ini.

Untuk santunan dhuafa ini, PCA bekerjasama dengan bapak-bapak Muhammadiyah berhasil mengumpulkan dana dari 67 donator sebesar Rp. 27.875.000. Dana ini dibelanjakan untuk santunan sebesar Rp. 26.100.000. Sisa uang diberikan kpd pesuruh masjid dan anak yatim.
Warga penerima santunan mendapatkan arahan dari PCA Kasembon di masjid Darussalam, Ahad (18/06/17)
Dalam sambutannya, ia juga memaparkan bahwa Aisyiyah Kasembon telah membuka lembaga pendidikan Paud dan TK yang sudah berjalan dua tahun. Tahun ini menginjak tahun ke 3. Hebatnya, semua peserta didik tdk pernah dipungut biaya sedikitpun. Mulai biaya masuk (pendaftaran), seragam, SPP, dan sebagainya. Total hingga saat ini sudah 56 anak siswa.  Biaya pendidikan ditanggung oleh donator ibu-ibu pengurus Aisyiyah Kasembon. Jelasnya di depan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kab. Malang, ibu Ida Muhtadawati, ibu Nurul Qoyyimah dan ibu Mia, yang juga turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut.

Di masjid Darussalam ini telah lama diselenggarakan pengajian tiap bulan oleh PCA, tepatnya tiap tgl 11 siang, paling sedikit dihadiri 100 org. Tetapi banyak yang masih simpatisan, semoga ke depan jamaah bisa bergabung di Asiyiyah. Keluh dan harap bu Apang (panggilan akrab ibu Balgis). (Hilmi)
Posted by hilmi Posted on Juni 17, 2017 | No comments

Ustadz Iwan: Puasa adalah Saat-saat yang Ijabah

Ustadz Insan Muhtadawan, S.Ag saat memberi Taushiyah pada acara Baksos PCA Kasembon (Ahad, 18/06/17)
Malangmu.or.id -- KASEMBON, "Kita banyak dimudahkan oleh Allah, banyak orang yang suka kepada kita, kita banyak dikasi tempat, ini semua adalah buah dari hati yang tidak mudah dengki". Demikian ungkap ustadz Insan Muhtadawan, S.Ag dalam taushiyahnya pada acara Baksos Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kasembon di masjid Darussalam.

Acara yang diselenggarakan pada Ahad, 18 Juni 2017 mulai pukul 08.30 hingga 11.00 wib itu dihadiri oleh 400 orang undangan yang akan diberi santunan. Sebelum diberi santunan, PCA Kasembon menghadirkan pembicara untuk memberikan siraman ruhani kepada masyarakat yang diundang. Sehingga selain santunan (sembako), masyarakat mendapatkan juga mendapatkan ilmu untuk memantapkan kebaragamaan.

Karenanya, ust. Iwan (panggilan akrabnya) banyak menguraikan hal-hal mendasar yang perlu dipegang teguh oleh masyarakat. Niat yang tulus dalam menjalankan semua kegiatan atau aktivitas. Mengorientasikan semua kegiatannya hanya untuk ibadah krpada Allah hingga mengelelolah hati (manajemen qalbu).

Menurut pengasuh Padepokan Hizbul Wathan Malang ini, Orang yang hatinya selamat (qalbun salim) itu hanya berharap keridloan Allah SWT. Jadi, seluruh ibadah kita itu sebenarnya adalah hanya mencari ridlo Allah SWT. Bukan mengharap pujian manusia, bukan mengharap imbalan dari manusia, dan sebagainya.

Banyak hikmah dan keistimewaan yang bisa dimabil dalam puasa Ramadhan yang kita jalankan ini, salah satunya adalah mendidik kita agar ihlas. Jelasnya. Namun ada yang sangat penting dalam pelaksanaan puasa ini yang harus kita ketahui. Apa itu? Puasa adalah saat-saat yang ijabah, saat dikabulkan segala doa atau permintaan kita. Tegasnya diakhir ceramah. (Hilmi)
Posted by Ridlo Posted on Juni 17, 2017 | No comments

Puasa Sebagai Wahana Konsolidasi Batiniah

Rektor UMM, Drs. H. Fauzan ketika menyampaikan ceramah di Baitul Arqom UMM, Sabtu (17/6/17) (photo: Humas UMM)

Salah satu makna puasa adalah adanya konsolidasi batiniah manusia terhadap Tuhannya. Ini adalah tahapan fundamental untuk bisa menata kembali, meredesign, bermuhasabah untuk instrospeksi baik personal maupun sosial. Konsolidasi batiniah merupakan tahapan untuk memproses menjadi manusia lebih lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.

Begitu penjelasan Rektor UMM, Fauzan, M.Pd dihadapan peserta Baitul Arqom bagi Dosen dan Karyawan Universitas Muhammadiyah Malang di UMM Dome, Sabtu (17/6/17). Lebih lanjut, Fauzan memaparkan mengenai puasanya ulat yang mulanya dari makhluq yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang indah dan bermanfaat serta menyenangkan.

 ‘Proses metamorfosa dari ulat, kepompong sampai kupu-kupu yang indah adalah perumpamaan puasa ramadhan bagi manusia. Dengan puasa bisa mengantarkan manusia menjadi hamba yang berderajat tinggi di hadapan Allah SWT’, papar Rektor UMM ini.

Makna imsya’, menurut Fauzan, tidak hanya menahan lapar dan minum serta berhubungan suami istri disiang hari, tapi lebih dalam adalah menahan hal-hal negatif yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan, instabilitas dan kerugian bagi yang lain. Menahan mulut untuk tidak bicara yang tidak baik dan merugikan juga bagian dari imsya nya orang berpuasa. Disamping itu juga, menahan untuk tidak menulis hal-hal yang bisa menyebabkan kebencian, ketidakstabilan dan tidak bermanfaat seperti era sosial media ini merupakan ihtiar imsyak kita agar puasa kita benar-benar memberikan pahala bagi kita hingga mengantarkan kita menjadi manusia yang berkualitas dihadapan Allah SWT.

Menyimpulkan sambutannya, Fauzan sekali lagi menekankan akan pentingnya konsolidasi batiniyah yang sangat penting agar menjadi hamba yang la’allakum tattaqun dengan berderajat paling tinggi seperti yang Allah janjikan.

 ‘Semoga, sebagai bagian dari civitas akademika Islam, puasa ini benar-benar memberikan andil untuk memberikan ghiroh kerja dan spirit untuk menjadikan kampus UMM lebih maju dan berkembang dan bisa membaggakan baik persyarikatan maupun bangsa,’ pungkasnya (rs/nrd)
Posted by Ridlo Posted on Juni 17, 2017 | No comments

Baitul Arqom Bertabur Doorprize Ala UMM


Beberapa peserta yang mendapatkan door prize pada Baitul Arqom di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang di UMM Dome (17/6/17)

Malangmu.or.id -UMM. Menyemarakkan Gema Ramadhan 1438 H, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Baitul Arqom bagi seluruh Dosen dan Karyawan tetap maupun kontrak. Tidak hanya itu, semua staf pendukung seperti juru parkir, security dan petugas cleaning service ikut menyemarakan kegiatan Ramadahn yang baru pertama kali ini diadakan dilingkungan kampus putih ini.

Acara bertema  ‘Spiritualitas Ramadhan, Berkhidmat untuk Gerakan Berkemajuan’,  berlangsung mulai pukul 08.00 – 17.30 WIB yang terdiri dari 3 sesi pemateri. Beberapa pemateri terkebal,  seperti Prof. H.A. Malik Fadjar, Prof. Dr. Muhadjir Effendy., Prof. Imam Suprayogo, Dr. H. Mursidi, MM, Drs. H. Wakidi, Drs. H. Fauzan dan beberapa pimpinan lain akan mengisi acara ini.

Kegiatan Baitul Arqom, yang biasanya serius dan monoton, dibuat suasana yang beda dengan disediakan aneka door prize bagi seluruh peserta. Ketika registrasi, mereka diberikan secuil kertas untuk ditulis nama dan unit yang akan diundi pada waktu acara. ‘Door prize ini sengaja kita sediakan untuk lebih menarik peserta mengikuti seluruh acara ini. Alhamdulillah, kita dapat sponsor hadiah-hadiah dari Bank Syariah Mandiri dan juga dari anggaran kepanitian yang telah disediakan’, jelas M. Fatoni, M.Ag, Ketua Panitia Gema Ramadhan UMM 1438 H kepada reporter malangmu.or.id.

Sementara iru,  undian pengambilan hadiah  diumumkan disela-sela acara dan hadiah langsung diberikan kepada peserta. Berbagai macam doorprize seperti setrika, kipas angin, magic jar dan lain-lain diberikan secara Cuma-Cuma kepada pemenang undian. ‘Syukur Alhamdulillah, saya dapat handuk tebal. Lumayan ini ngaji plus dapat undian,’ ujar Hari Wijaya, staf BPM Ar Fachruddin yang nomornya disebutkan sebagai penerima doorprize peserta Baitul Arqom.

Disamping bertabur hadiah, kegiatan kajian ini juga dihibur dengan nyayian lagu-lagu Islami diiringi music electon. Peserta juga bisa langsung request maupun menyumbangkan lagu Islami untuk menghibur peserta.

Dengan nuansa beda ini, diharapkan peserta bisa lebih enjoy, terhibur dan khidmat mengikuti seluruh rangkaian acara Baitul Arqom sampai selesai. Acara diakhiri dengan buka puasa bersama di UMM DOME. (RS/Nrd)

Jumat, 16 Juni 2017

Posted by kholimi Posted on Juni 16, 2017 | No comments

Malik Fajar: Generasi Muda Harus Miliki Spirit Kemajuan

Malik Fajar saat mengisi materi dalam Baitul Arqam Dosen & karyawan UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  itu perguruan tinggi yang besar. Ke depan,  kampus ini hanya akan bisa bersaing dan berdiri tegak jika digerakan dengan spirit kemajuan.  Spirit itu harus ada pada jiwa generasi mudanya.

Pesan penting di atas disampaikan Malik Fadjar, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres),   dalam acara Baitul Arqam di UMM Dome (17/6/17). Hadir dalam acara itu seluruh dosen dan karyawan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM)  ternama di Indonesia itu.

Untuk mewujudkan itu semua,  generasi muda di UMM khususnya harus berwawasan ke depan,  mampu melihat kecenderungan zaman dengan spirit kemajuan.  "Mengapa spirit penting,  karena ia akan menjadi daya dorong.  Dan spirit itu ada pada spirit ibadah dan amal sholih. Ini penting  dilakukan karena UMM sekarang berada dalam masa transisi", tegas mantan rektor UMM itu.

Lebih lanjut Malik menekankan pentingnya menjadi orang hanif,  bebas dari rasa khawatir.  Juga,  tak boleh patah semangat.  Semua harus dicapai dengan ilmu.  Orang berilmu tidak mengenal tak memiliki semangat.

Pandangan jauh ke depan untuk bangsa ini harus berada pada generasi mudanya,  tegas mantan Menteri Agama itu lebih lanjut (ali/nrd)
Posted by kholimi Posted on Juni 16, 2017 | No comments

Fauzan: Berpuasalah Seperti Ulat

Fauzan saat memberikan sambutan pembukaan Baitul Arqam Dosen dan Karyawan UMM 1438 H.


Malangmu.or.id - UMM. Selama ini,  orang sudah merasa berpuasa jika sudah mampu menaham diri dari makan dan munum.  Juga, kuat menahan hubungan suami istri.  Padahal inti puasa itu juga harus mampu menahan diri dari pernyataan yang tidak  berguna.

Demikian,  pendapat Fauzan,  Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat membuka acara Baitul Arqam di UMM Dome (17/6/17). Acara yang berlangsung sehari itu diikuti seluruh dosen dan karyawan UMM.

Fauzan juga menekankan bahwa puasa itu menahan diri dari membuat gaduh. "Menahan diri tidak membuat gaduh itu juga inti puasa. Kalau sekadar menahan makan dan minum mungkin mudah. Menahan gaduh di tengah suhu masyarakat yang panas seperti saat ini sangat bagus".

Mantan Wakil Rektor  2 UMM itu juga memberikan teladan dengan mencontohkan seekor ulat.  Ulat itu juga melakukan ritual puasa.  Setelah sekian lama,  dia menjadi makhluk baru.

"Jadi proses sangat penting dalam berpuasa.  Ulat contohnya.  Sekian waktu puasa jadi makhluk baru yang lebih menarik.  Ini beda dengan ular. Ular berpuasa tetapi wujudnya tetap ular, meski berganti kulit.  Ulat berpuasa jadi kupu-kupu, "tegasnya lebih lanjut.

Rektor juga berpesan agar ramadhan bisa menjadi cermin dan muhasabah diri.

Adapun salah satu tema menarik yakni bertema "Pemaknaan Nilai Ramadhan dalam Meningkatkan Spirit Berkhidmat untuk UMM Berkemajuan"  dengan pembicara Malik Fadjar (Watimpres) ,  Muhadjir Effendy (Mendikbud) ,  dan Imam Suprayogo (mantan rektor UIN Malang) (nrd/ali)
Wahyu Suci Utomo, Wakil Ketua PDPM Kab. Malang ketika kultum di masjid Aisyiyah.


Malangmu.or.id. Kamis (15/5) kuliah tujuh menit yang disampaikan oleh Wahyu Suci Utomo, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Malang ini sengaja mengenakan seragam KOKAM.

Diawal tausiyahnya, Wahyu menyampaikan bahwa, "Saya sengaja berdiri dimimbar ini dengan berseragam KOKAM, dengan maksud mengenalkan KOKAM di masjid-masjid, dan juga merupakan salah satu strategi dakwah Pemuda Muhammadiyah", ujarnya dihadapan jama'ah sholat isya' dan tarawih di masjid Aisyah Radhiyallahu Anhu.

Wahyu melanjutkan tausiyahnya​, bahwa Allah SWT memerintahkan kepada umat manusia untuk bertaqwa, "Dan dengan taqwa tersebut insyaa Allah akan kita dapatkan kemenangan yang sesungguhnya", ucapnya.

Secara umum makna Taqwa Adalah menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Lebih luas menurut Wahyu, 'Taqwa juga bisa dimaknai dengan sikap kita tentang ke-hati-hati-an dalam kehidupan sehari-hari", jelasnya. Seperti kisah dialog sahabat nabi saat ditanya jika berjalan dijalan yang penuh duri, maka sahabat tersebut menjawab maka harus berjalan dengan hati-hati.

Kemudian Wahyu menceritakan contoh ketaqwaan dengan kisah sahabat nabi yaitu Abdurrahman bin Auf saat diuji ketaqwaannya dengan 3 hal yaitu saat perniagaan, harta kekayaannya yang diwakafkan, dan saat Abdurrahman bin auf ditawari isteri sahabat Sa'ad bin Robi' Al-ansori untukuk dinikahkan ke Abdurrahman bin Auf namun jawabannya luar biasa, yaitu mendoakan sahabat tadi semoga di berkahi Allah anda, keluarga. Kemudian istrinya yang rela diceraikan untuk diserahkan dan dinikahi oleh saudaranya.

Kemudian taqwa itu sendiri adalah juga bisa berbentuk ujian dan ketulusan kita terhadap sesama saudara yang benar-benar membutuhkan, dan sebagainya masih banyak lagi ujian untuk mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT. (Hil)

Kamis, 15 Juni 2017

Posted by hilmi Posted on Juni 15, 2017 | No comments

Kontroversi Full Day School

Dr. Biyanto, wakil sekretaris PWM Jatim
PERMENDIKBUD Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah diminta untuk ditahan dulu (dihold). Keputusan itu diambil Presiden Joko Widodo ( Jokowi) setelah meminta penjelasan Mendikbud Muhadjir Effendy. Pengertian ditahan dulu tidak berarti presiden meminta pembatalan permendikbud ( Jawa Pos, 15 Juni). Konsekuensinya, Permendikbud 23/2017 belum bisa diimplementasikan mulai tahun pelajaran baru 2017–2018 sebagaimana dicanangkan Mendikbud.

Perdebatan Permendikbud Hari Sekolah memang luar biasa. Pemberitaan di media sosial (medsos) turut memperuncing perdebatan. Hebatnya, kritik sudah mulai dikemukakan. Sebagian pengkritik juga mengaitkan permendikbud dengan full day school (FDS). Padahal, sudah sejak lama mereka mengelola sekolah dengan konsep FDS. Mereka juga alumni pendidikan keagamaan model FDS.

Jika dibaca lebih utuh, permendikbud sama sekali tidak menyinggung FDS. Permendikbud justru menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai karakter peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Pada konteks itulah, terbitnya permendikbud harus dilihat dalam suasana kepri- hatinan semua elemen terhadap karakter bangsa.

Rasanya semua orang sedih tatkala mengamati kasus separatisme, radikalisme-terorisme, intoleransi, korupsi, narkoba, pornografi-pornoaksi, tawuran masal, dan kekerasan terhadap anak. Apalagi, dalam sejumlah insiden itu, pelakunya diketahui kelompok terpelajar. Fakta tersebut menunjukkan bahwa sebagai bangsa kita memiliki keprihatinan terhadap tergerusnya nilai-nilai karakter dari unsur-unsur di lembaga pendidikan.

Karena spiritnya adalah untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter peserta didik, Permendikbud 23/2017 tampak sejalan dengan agenda Nawacita pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Poin kedelapan rumusan agenda Nawacita tegas ingin mewujudkan ”Penguatan revolusi karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari revolusi mental”. Rumusan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015–2019 juga mengungkapkan pentingnya penguatan pendidikan karakter pada anak-anak usia sekolah di semua jenjang pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai moral, akhlak, dan kepribadian peserta didik dengan memperkuat pendidikan karakter yang terintegrasi dalam mata pelajaran. Karena itu, penting melihat permendikbud dalam perspektif yang lebih positif.

Permendikbud Hari Sekolah sejatinya dimaksudkan untuk memastikan implementasi program penguatan pendidikan karakter (PPK). Sejak digulirkan pada 2016, kegiatan sosialisasi dan pelatihan PPK sudah menjangkau banyak sekolah sasaran (piloting). Data Kemendikbud menyebutkan, pada 2016 sasaran program PPK mencapai 538 sekolah (270 SD dan 268 SMP). Pada 2017, sasaran program PPK ditargetkan mencapai 9.830 sekolah (6.199 SD dan 3.631 SMP).

Bukan hanya sekolah, pejabat terkait dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota juga sudah memperoleh sosialisasi PPK. Bahkan, kini sudah banyak daerah yang resmi mengajukan diri sebagai pelaksana PPK. Mereka siap melaksanakan Permendikbud Hari Sekolah sebagai bagian menyukseskan PPK. Dinas Pendidikan Jawa Timur termasuk salah satu yang siap menerapkan sekolah lima hari ( Metropolis Jawa Pos, 15 Juni). Sejumlah dinas pendidikan kabupaten/kota di Jatim juga sudah lama menerapkan kebijakan sekolah lima hari.

Sementara itu, pejabat dan madrasah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) belum tersentuh sosialisasi program PPK. Karena itu, dapat dipahami jika Kemenag yang membawahkan ratusan ribu lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah, madrasah diniyah, (madin), pesantren, dan taman pendidikan Alquran (TPA/TPQ) merasa khawatir. Yang dikhawatirkan adalah dampak kebijakan lima hari sekolah terhadap eksistensi pendidikan keagamaan yang dikelola masyarakat. Kekhawatiran itu muncul karena ada kesalahan pemahaman mengenai kewajiban guru dan peserta didik berada di sekolah delapan jam per hari.

Kekhawatiran tersebut semestinya tidak terjadi jika ada komunikasi yang baik antara Kemendikbud dan Kemenag. Pada konteks inilah ikhtiar untuk saling bertegur sapa antara Kemendikbud dan Kemenag mutlak perlu dilakukan. Itu penting agar tidak ada perasaan saling ditinggalkan. Juga tidak ada prasangka bahwa kebijakan yang satu berdampak negatif pada yang lain. Persoalan yang juga sensitif adalah eksistensi madin dan pesantren. Dalam hal ini Mendikbud menegaskan bahwa kebijakan lima hari sekolah justru bisa memperkuat institusi pendidikan keagamaan yang dikelola masyarakat.

Durasi waktu delapan jam per hari tidak harus dimaknai guru dan peserta didik selalu berada di kelas. Sebagian aktivitas peserta didik bisa dilakukan di madin, pesantren, dan lembaga lain yang dikelola masyarakat. Pembelajaran keagamaan di madin dan pesantren sekaligus menjadi bagian kegiatan sekolah. Dengan begitu, guru madin dan pesantren berhak memperoleh gaji dari alokasi anggaran sekolah. Praktik itulah yang dinamakan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Praktik baik tersebut sekaligus menjadi contoh sinergi tripusat pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat. (*)

Penulis: BIYANTO (Anggota Dewan Pendidikan Jatim, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, dan wakil sekretaris PW Muhammadiyah Jatim)

Sumber: Jawa Pos16 Jun 2017

Rabu, 14 Juni 2017

Posted by Ridlo Posted on Juni 14, 2017 | No comments

Spirit Maju Bersama

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Ir.  H. Tamhid Mashudi (tengah) saat menyampaikan materi dalam Rapat Koordinasi KS SMA/SMK/MA se Jawa Timur di Auditorium KH Mas Mansur PWM Jatim.

Malangmu.or.id -SURABAYA. Pendidikan Muhammadiyah harus maju dan unggul.  Oleh sebab itu perlu kebersamaan, saling membantu dan saling menolong.

Demikian yang disampaikan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Ir.  H.  Tamhid Mashudi pada Rapat Koordinasi SMA/SMK/MA Muhammadiyah se-Jawa Timur di Auditorium KH. Mas Mansur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Sebab itu lanjut Mashudi sekolah Muhammadiyah harus komitmen memenuhi kewajiban dalam membayar UIS/UIK dan Dana Ta'awun. "Dana yang terkumpul ini digunakan untuk membantu sekolah Muhammadiyah lainnya. Sehingga sekolah Muhammadiyah sama-sama maju dan unggul," terang Mashudi penuh semangat.

Sementara itu Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur,  Dra. Hj Arbaiyyah Yusuf, MA, mengingatkan sekolah Muhammadiyah untuk ambil bagian dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)  dan keikutsertaan dalam Program Full Day School. Termasuk program lima hari sekolah,  Senin sampai dengan Jum'at. Kalau tidak,  sekolah Muhammadiyah akan tertinggal.

Rakor yang berlangsung selama satu hari ini,  juga dibahas tentang Tata Kelola Kepegawaian, Tata Kelola Keuangan dan Peraturan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah. Materi tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo,  Dr. Hidayatullah,  M.Si

Rakor berlangsung hangat,  kekeluargaan dan kebersamaan.  Terpancar semangat kebersamaan, kemajuan dan keunggula (fahri).

Selasa, 13 Juni 2017



Malangmu.or.id.  Beredarnya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan meniadakan Pendidikan Agama di sekolah adalah tidak benar. Upaya untuk meniadakan pendidikan Agama itu tidak ada di dalam agenda reformasi sekolah sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Demikian diungkapkan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (Ka BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso, usai mengikuti Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan dengan Unit Pelaksana Teknis di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa sore (13/6).

“Justru pendidikan keagamaan yang selama ini dirasa kurang dalam jam pelajaran pendidikan agama akan semakin diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler,” jelas Ari Santoso .

Dijelaskannya bahwa pertanyaan wartawan kepada Mendikbud Muhadjir Effendy usai Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI mengenai apakah dengan penerapan lima hari sekolah akan meniadakan madrasah atau mengaji.

Pertanyaan tersebut dijawab Mendikbud dengan tegas bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017, sekolah dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan karakter yang sesuai dengan nilai karakter utama religiusitas atau keagamaan.

“Judul pemberitaan tersebut tidak tepat. Ada konteks yang terlepas dari pernyataan Mendikbud usai Raker dengan Komisi X tadi siang,” jelas Ari.

Ari menambahkan, bahwa Mendikbud mencontohkan penerapan penguatan pendidikan karakter yang dilakukan beberapa kabupaten seperti Kabupaten Siak yang memberlakukan pola sekolah sampai pukul 12 lalu dilanjutkan dengan belajar agama bersama para uztad. Siswa diberi makan siang yang dananya diambil dari APBD.

Kemudian Mendikbud juga menyampaikan pola yang diterapkan Kabupaten Pasuruan. Seusai sekolah, siswa belajar agama di madrasah diniyah.

Pernyataan Mendikbud telah sesuai dengan pasal 5 ayat 6 dan ayat 7 Permendikbud tentang Hari Sekolah yang mendorong penguatan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler.

“Termasuk di dalamnya kegiatan di madrasah diniyah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, retreat, katekisasi, baca tulis Al Quran dan kitab suci lainnya,” pungkas Ari. (sumber: pwmu.co)