Jumat, 26 Mei 2017

Posted by hilmi Posted on Mei 26, 2017 | No comments

Muhammadiyah Tetap Memakai Metode Hisab

Agus Purwanto, Wakil Ketua MTT PWM Jatim
Tanggapan Tulisan Agus Mustofa di Jawa Pos (26/5/17)

Di harian Jawa Pos (26/5/17) telah dimuat tulisan  Agus Mustofa (AM) dengan judul "Muhammadiyah pun Melakukan Rukyat". AM mendasarkan tulisannya berdasar surat edaran   Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah yang ditandatangani ketuanya, Prof. Dr. Syamsul Anwar, MA. Tentu saja, artikel AM tersebut menimbulkan tanda tangan warga Muhammadiyah khususnya bahwa Muhammadiyah telah beralih ke metode Rukyat dalam menetapkan puasa. Bagaimana sebenarnya menyikapi hal ini?

Sebagai anggota MTT PP dan MTT PWM Jatim yang biasa turun memberi pelatihan, dan sempat muncul di TV saat jelang sidang itsbat Ramadhan 1434/2013, saya pun ketiban sampur. Tentu saja itu berkaitan dengan pertanyaan  serupa tentang  tulisan AM  dari beberapa warga dan simpatisan.

Kaitannya dengan hal itu, perlu saya jelaskan sebagai berikut; pertama, surat edaran MTT PP kepada beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang ada pusat studi astronomi atau sejenis dengan isi himbauan melakukan  observasi hilal benar adanya.

Kedua, himbauan tersebut  tidak serta merta dapat dimaknai Muhammadiyah kembali ke rukyat.

Ketiga, beberapa PTM sebagai amal usaha Muhammadiyah mempunyai fasilitas teleskop dan pusat studi astronomi (UMM, UMS, UAD, dan UMSU). Pusat studi ini mempunyai kegiatan observasi bulan sabit, bulan purnama dan gerhana serta pengamatan lain seperti cahaya penanda shubuh. Dus, pengamatan fenomena langit khususnya hilal menjadi kegiatan rutin dari pusat studi astronomi PTM.

Keempat, kegiatan ini bertambah dengan bergabungnya beberapa PTM ini dengan kelompok Astrofotografi yang dimotori oleh Agus Mustofa. Astrofotografi sendiri merupakan pemotretan fenomena langit dengan rekor yang menjadi identitasnya yaitu memotret hilal beberapa menit setelah konjungsi di siang hari. Kegiatan mengamati keadaan ini yang kemudian oleh AM disebut Rukyat Qablal Ghurub, (RQG). Bagi Muhammadiyah, secara konseptual Astrofotografi mengukuhkan hisab Muhammadiyah, wujudul hilal.

Kelima,  Muhammadiyah mempelopori Kalender Hijriyah Global dan menjadi narasumber aktif pada konferensi Turki Mei 2016.

Keenam, saya sendiri pernah mengingatkan agar tidak membuat instruksi yang rawan disalahpahami, seperti instruksi observasi hilal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah tahun ini.

Jadi, sementara ini Muhammadiyah masih dengan hisab wujudul hilalnya, sambil sosialisasi gagasan kalender Hijriyah Global tunggal.


Agus Purwanto, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua MTT Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar