Langsung ke konten utama

MPM Gelar Workshop Microhidro dan Cell Surya untuk Wujudkan Muhammadiyah Mandiri Energi

Poster Kegiatan yang telah menyebar ke medsos Muhammadiyah

Ketergantungan kita pada bahan bakar fosil sudah mencapai angka 98%. Hal ini akan menimbulkan masalah pengurasan sumber daya fosil seperti minyak, batu bara, dan gas bumi yang lebih cepat jika dibandingkan dengan penemuan cadangan energi baru, sehingga tidak menutup kemungkinan dalam jangka yang tidak lama lagi cadangan energi fosil Indonesia akan habis dan kebutuhan energi dalam negeri akan sangat bergantung pada impor. Jika kondisi ini dibiarkan, Indonesia akan menjadi negara pengimpor penuh pada tahun 2030. Dengan kondisi demikian, tidak ada cara lain untuk dapat memenuhi kebutuhan energi dalam negeri selain dengan memanfaatkan energi baru terbarukan seperti tenaga air, surya, biomassa, angin, dan panas bumi.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai amal usaha Muhammadiyah telah mengantisipasi masalah tersebut dengan melakukan kerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak tahun 2008.  UMM membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). PLTMH tersebut mulai beroperasi dengan menghasilkan energi sebesar 100 KwH. Energi sebesar itu sanggup menyuplai 30% kebutuhan listrik kampus pada siang hari ketika beban listrik memuncak, dan  100% beban listrik pada malam hari. Bersamaan dengan itu, di setiap lampu taman kampus juga dibangun instalasi listrik bertenaga surya (solar cell). Semuanya bermanfaat selain menjadi sumber energi juga menjadi laboratorium Fakultas Teknik. Maka tak heran, banyak instansi pemerintah, perguruan tinggi, maupun masyarakat yang melakukan studi banding untuk mempelajari secara langsung upaya UMM ini.
Mengacu pada pernyataan Ketua PP Muhammadiyah di acara Tabligh Akbar di Batam Tanggal 26 Maret 2017, bahwa hal yang harus selalu dimiliki oleh setiap kader Muhammadiyah dalam rangka mewujudkan penguatan kader untuk mewujudkan Muhammadiyah Bekemajuan adalah mampu berperan aktif di semua lini kehidupan masyarakat. Kader berkemajuan hakikatnya adalah kader yang memiliki kesungguhan dan kesabaran dalam menjalankan misi organisasi. Dengan dua kata kunci itu, jika dijalankan dengan tekun dan istiqamah, maka Muhammadiyah akan mampu melahirkan kader-kader terbaik di semua lini kehidupan, tentu termasuk masalah energi listrik di Indonesia.
Workshop dengan tema “Menuju Muhammadiyah Mandiri Energi” MPM PDM Kabupaten Malang ini dilaksanakan sebagai usaha mengintegrasikan aktivitas lembaga pendidikan Muhammadiyah dengan program pengembangan masyarakat di lingkungan Kapupaten Malang sebagaimana telah dicanangkan di dalam salah satu Visi Misi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu menjadikan pusat-pusat kajian dan perpustakaan di lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah terutama di perguruan tingginya sebagai penyuplai, penyangga, pendukung, dan sumber-seumber pengembangan bagi kepentingan-kepentingan strategis Persyarikatan, termasuk dalam hal kepentingan penyusunan konsep-konsep atau pemikiran-pemikiran strategis Muhammadiyah.
Workshop “Menuju Muhammadiyah Mandiri Energi” ini bertempat di Laboratorium Peternakan yang berada dsamping PLTMH UMM akan diikuti oleh 65 orang personil perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Guru-Siswa SMK Muhammadiyah, Ortom, serta warga Muhammadiyah di wilayah kerja PDM Kabupaten Malang.
Sebagai pemateri ahli, MPM menghadirkan dosen Fakultas Teknik UMM Ir. Suwignyo, MT Pakar Mikrohidro dan Ir. Diding Suhardi, MT pakar cell surya UMM. Kedua dosen tersebut telah berpengalaman dalam bidangnya dan telah menorehkan banyak prestasi untuk  UMM. 

Semoga Workshop “Menuju Muhammadiyah Mandiri Energi” ini bermanfaat dan berkontribusi pada upaya mewujudkan Masyarakat Islam Berkemajuan.

Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes. 
Ketua MPM PDM Kab. Malang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Reuni Veteran Pemuda Muhammadiyah, Bangkitkan Semangat Ber-Muhammadiyah

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…