Sabtu, 13 Mei 2017

Poster Kegiatan yang telah menyebar ke medsos Muhammadiyah

Ketergantungan kita pada bahan bakar fosil sudah mencapai angka 98%. Hal ini akan menimbulkan masalah pengurasan sumber daya fosil seperti minyak, batu bara, dan gas bumi yang lebih cepat jika dibandingkan dengan penemuan cadangan energi baru, sehingga tidak menutup kemungkinan dalam jangka yang tidak lama lagi cadangan energi fosil Indonesia akan habis dan kebutuhan energi dalam negeri akan sangat bergantung pada impor. Jika kondisi ini dibiarkan, Indonesia akan menjadi negara pengimpor penuh pada tahun 2030. Dengan kondisi demikian, tidak ada cara lain untuk dapat memenuhi kebutuhan energi dalam negeri selain dengan memanfaatkan energi baru terbarukan seperti tenaga air, surya, biomassa, angin, dan panas bumi.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai amal usaha Muhammadiyah telah mengantisipasi masalah tersebut dengan melakukan kerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak tahun 2008.  UMM membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). PLTMH tersebut mulai beroperasi dengan menghasilkan energi sebesar 100 KwH. Energi sebesar itu sanggup menyuplai 30% kebutuhan listrik kampus pada siang hari ketika beban listrik memuncak, dan  100% beban listrik pada malam hari. Bersamaan dengan itu, di setiap lampu taman kampus juga dibangun instalasi listrik bertenaga surya (solar cell). Semuanya bermanfaat selain menjadi sumber energi juga menjadi laboratorium Fakultas Teknik. Maka tak heran, banyak instansi pemerintah, perguruan tinggi, maupun masyarakat yang melakukan studi banding untuk mempelajari secara langsung upaya UMM ini.
Mengacu pada pernyataan Ketua PP Muhammadiyah di acara Tabligh Akbar di Batam Tanggal 26 Maret 2017, bahwa hal yang harus selalu dimiliki oleh setiap kader Muhammadiyah dalam rangka mewujudkan penguatan kader untuk mewujudkan Muhammadiyah Bekemajuan adalah mampu berperan aktif di semua lini kehidupan masyarakat. Kader berkemajuan hakikatnya adalah kader yang memiliki kesungguhan dan kesabaran dalam menjalankan misi organisasi. Dengan dua kata kunci itu, jika dijalankan dengan tekun dan istiqamah, maka Muhammadiyah akan mampu melahirkan kader-kader terbaik di semua lini kehidupan, tentu termasuk masalah energi listrik di Indonesia.
Workshop dengan tema “Menuju Muhammadiyah Mandiri Energi” MPM PDM Kabupaten Malang ini dilaksanakan sebagai usaha mengintegrasikan aktivitas lembaga pendidikan Muhammadiyah dengan program pengembangan masyarakat di lingkungan Kapupaten Malang sebagaimana telah dicanangkan di dalam salah satu Visi Misi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu menjadikan pusat-pusat kajian dan perpustakaan di lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah terutama di perguruan tingginya sebagai penyuplai, penyangga, pendukung, dan sumber-seumber pengembangan bagi kepentingan-kepentingan strategis Persyarikatan, termasuk dalam hal kepentingan penyusunan konsep-konsep atau pemikiran-pemikiran strategis Muhammadiyah.
Workshop “Menuju Muhammadiyah Mandiri Energi” ini bertempat di Laboratorium Peternakan yang berada dsamping PLTMH UMM akan diikuti oleh 65 orang personil perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Guru-Siswa SMK Muhammadiyah, Ortom, serta warga Muhammadiyah di wilayah kerja PDM Kabupaten Malang.
Sebagai pemateri ahli, MPM menghadirkan dosen Fakultas Teknik UMM Ir. Suwignyo, MT Pakar Mikrohidro dan Ir. Diding Suhardi, MT pakar cell surya UMM. Kedua dosen tersebut telah berpengalaman dalam bidangnya dan telah menorehkan banyak prestasi untuk  UMM. 

Semoga Workshop “Menuju Muhammadiyah Mandiri Energi” ini bermanfaat dan berkontribusi pada upaya mewujudkan Masyarakat Islam Berkemajuan.

Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes. 
Ketua MPM PDM Kab. Malang

0 komentar:

Posting Komentar