Rabu, 31 Mei 2017

Suasana kultum usai salat tarawih di Masjid Al Firdaus Semanding, Curungrejo Kepanjen, Selasa (30/5)
KEPANJEN - Selasa (30/5) malam, Masjid Al Firdaus Semanding, Curungrejo Kepanjen, menjadi tempat singgah penulis menjalani salat tarawih Ramadan 1438 H malam keempat. Suasana masjid cukup tenang, terlebih kebetulan shaf kedua jamaah laki-laki terisi tidak sampai penuh.
Sehari-hari, masjid Al Firdaus menjadi tempat ibadah dan pusat kegiatan keIslaman warga Muhammadiyah dusun setempat. Masjid yang terletak di wilayah perbatasan utara kecamatan Kepanjen ini terletak di sisi jalan poros yang menghubungkan Kepanjen dengan Kota Malang.

Dalam perbincangan usai salat tarawih dengan Kalis Prihartono, ketua PR Muhammadiyah Curungrejo Kepanjen, disebutkan bahwa keberadaan Muhammadiyah di Semanding ada sejak 1982 silam.
Sementara, kepengurusan Ranting Muhammadiyah Semanding baru terbentuk tiga tahun setelahnya.

"Jamaah Muhammadiyah di sini awalnya hanya terpusat di musala kecil. Baru sejak 2011 pindah di masjid sekarang," demikian Kalis memulai ceritanya.

Menurutnya, awal-awal hadir di tengah warga Curungrejo, Kepanjen, pengajian Muhammadiyah di musala sebelumnya tidak begitu jalan. Kajian juga harus dilakukan door to door di rumah jamaah dalam kurun waktu sekali per bulannya.
Kenyataannya, keberadaan Muhammadiyah di wilayah ini dihadapkan pada beberapa kelompok masyarakat dengan kepercayaan (agama) yang memiliki tradisi kental. Menurut Kalis, sekitat 1970an Muhammadiyah Semanding berdekatan dengan pemukiman yang 60 persen warganya beragama Hindu di Semanding.

"Kami tetap eksis dan bisa diterima masyarakat setempat. Awal-awal kajian kami sempat dicurigai dan dianggap aliran baru," kenang pria yang mengenal Muhammadiyah sejak kecil ini.

Dengan pendekatan yang penuh kesabaran, Muhammadiyah di dua dusun wilayah Semanding dan Boro Utara ini tetap bisa diterima. Bahkan, jumlah jamaah terus bertambah. Ada juga jamaah yang awalnya menganut agama Hindu dan mualaf bergabung.

Berikutnya, jamaah warga Muhammadiyah yang awalnya hanya berjumlah 10 KK, ditambah sejumlah warga dari Dusun Boro, kini menjadi lebih banyak. Kurang lebih 230 anggota kini menjadi warga Muhammadiyah Ranting Semanding, Kepanjen ini.

Bagi Kalis, perjuangan dakwah membentuk atau merintis jamaah Muhammadiyah harus lah banyak dibekali ilmu fiqih dan tauhid. Berdakwah juga jangan terlalu kaku dan perlu banyak pendekatan.

"Isi dakwah Muhammadiyah dahulu terlalu antiTBC minded, sehingga memicu penolakan saat itu. Baru sekitar 2005, dakwah kultural diterapkan dengan tetap mengikuti tradisi keagamaan setempat," terang pria kelahiran Surabaya ini.

Masjid Al Firdaus sendiri berdiri di atas tanah wakaf dari keluarga pak Mansyur dan Supar. Masjid berukuran 10 x 12 meter persegi dibangun hanya dalam waktu 3 bulan.
Rencananya, PRM Curungrejo akan melakukan pengembangam TK ABA, dan lahannya sudah diuruskan status aset wakafnya ke PP Muhammadiyah. [choirul amin]

Jumat, 26 Mei 2017

Posted by Ridlo Posted on Mei 26, 2017 | No comments

Puasa Harus Menciptakan Empati

Drs.  H. Fauzan, M.Pd, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang. (foto: humas UMM)

Tujuan akhir berpuasa memang untuk mencapai derajad takwa sebagaimana digariskan dalam Surat Al Baqarah ayat 183. Tetapi lebih dari itu, puasa itu harus dapat menumbuhkan sifat empati ada pada lingkungan sekitar. Puasa juga harus menumbuhkan jiwa sosial dan menekan sifat individual.

Demikian rangkuman isi ceramah shalat tarawih hari pertama (26/5/17) di Masjid AR Fachruddin (ARF) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ceramah perdana disampaikan oleh Fauzan (Rektor UMM) dan sekaligus ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang.

Dalam pesannya, Fauzan menekankan bahwa dimensi penting dari puasa adalah menciptakan empati pada sesama. Takwa sebagaimana tujuan berpuasa salah satu implikasi positifnya adalah kepedulian pada sesama tersebut.

“Itu penting ditekankan karena kita itu manusia unik. Manusia itu tempatnya lupa. Kita sering lupa bahwa kita ini manusia karena seringnya kita melakukan kegiatan”, tegasnya. Fauzan mencontohnya, kita sering lupa pada manfaat bernafas setelah kita sakit sesak nafas. Puasanya mengingatkan pada manusia bahwa ada hal-hal lain di luar yang rutin dan sering dilupakan, termasuk sifat empati itu.

Kita juga sering lupa bahwa puasa sebaiknya bisa menciptakan jiwa sosial. Kita itu manusia individualis. Kita sering berkumpul dan berkelompok namun nilai sosialnya tidak ada. Mantan Dekan FKIP itu menegaskan, “Jati diri manusia ada pada nilai sosialnya juga, dan itu bagian dari ciri pelaksanaan takwa. Puasa harus punya dampak sosial jika tidak maka akan susah mencapai derajad orang bertakwa”.

Fauzan memberikan perumpamaan sebagaimana mengutip pendapat Al Ghazali. Hiduplah bagaikan makan buah, bukan makan makanan pokok. Jika kita menganggap hidup ibarat makan makanan pokok, manusia mudah lupa karena sering memakannya. Namun, hidup ini perlu seperti makan buah. Karena jarang makan buah manusia akan menjadi ingat. Puasa melatih seseorang untuk ingat jati diri manusianya.

Rektor UMM juga mengingatkan bahwa masjid AR Fachruddin diharapkan mampu menebar kebaikan bagi lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan itu, Syamsurizal Yazid (ketua Badan Pemakmuran Masjid/BPM) masjid ARF memberikan informasi, bahwa masjid ARF tidak hanya melaksakan tarawih dan shalat shubuh berjamaah, tetapi juga kajian-kajian keislaman.

“Kita akan membuka kajian tafsir sehabis shubuh dan kajian hadits sehabis dhuhur. Disamping juga ada acara i’tikaf Ramadhan dan bakti sosial sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, “katanya lebih lanjut (nrd).
Posted by hilmi Posted on Mei 26, 2017 | No comments

Muhammadiyah Tetap Memakai Metode Hisab

Agus Purwanto, Wakil Ketua MTT PWM Jatim
Tanggapan Tulisan Agus Mustofa di Jawa Pos (26/5/17)

Di harian Jawa Pos (26/5/17) telah dimuat tulisan  Agus Mustofa (AM) dengan judul "Muhammadiyah pun Melakukan Rukyat". AM mendasarkan tulisannya berdasar surat edaran   Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah yang ditandatangani ketuanya, Prof. Dr. Syamsul Anwar, MA. Tentu saja, artikel AM tersebut menimbulkan tanda tangan warga Muhammadiyah khususnya bahwa Muhammadiyah telah beralih ke metode Rukyat dalam menetapkan puasa. Bagaimana sebenarnya menyikapi hal ini?

Sebagai anggota MTT PP dan MTT PWM Jatim yang biasa turun memberi pelatihan, dan sempat muncul di TV saat jelang sidang itsbat Ramadhan 1434/2013, saya pun ketiban sampur. Tentu saja itu berkaitan dengan pertanyaan  serupa tentang  tulisan AM  dari beberapa warga dan simpatisan.

Kaitannya dengan hal itu, perlu saya jelaskan sebagai berikut; pertama, surat edaran MTT PP kepada beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang ada pusat studi astronomi atau sejenis dengan isi himbauan melakukan  observasi hilal benar adanya.

Kedua, himbauan tersebut  tidak serta merta dapat dimaknai Muhammadiyah kembali ke rukyat.

Ketiga, beberapa PTM sebagai amal usaha Muhammadiyah mempunyai fasilitas teleskop dan pusat studi astronomi (UMM, UMS, UAD, dan UMSU). Pusat studi ini mempunyai kegiatan observasi bulan sabit, bulan purnama dan gerhana serta pengamatan lain seperti cahaya penanda shubuh. Dus, pengamatan fenomena langit khususnya hilal menjadi kegiatan rutin dari pusat studi astronomi PTM.

Keempat, kegiatan ini bertambah dengan bergabungnya beberapa PTM ini dengan kelompok Astrofotografi yang dimotori oleh Agus Mustofa. Astrofotografi sendiri merupakan pemotretan fenomena langit dengan rekor yang menjadi identitasnya yaitu memotret hilal beberapa menit setelah konjungsi di siang hari. Kegiatan mengamati keadaan ini yang kemudian oleh AM disebut Rukyat Qablal Ghurub, (RQG). Bagi Muhammadiyah, secara konseptual Astrofotografi mengukuhkan hisab Muhammadiyah, wujudul hilal.

Kelima,  Muhammadiyah mempelopori Kalender Hijriyah Global dan menjadi narasumber aktif pada konferensi Turki Mei 2016.

Keenam, saya sendiri pernah mengingatkan agar tidak membuat instruksi yang rawan disalahpahami, seperti instruksi observasi hilal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah tahun ini.

Jadi, sementara ini Muhammadiyah masih dengan hisab wujudul hilalnya, sambil sosialisasi gagasan kalender Hijriyah Global tunggal.


Agus Purwanto, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua MTT Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim.
Jadwal Sholat Idul Fithri 1438 H ( 2017 M ) bersama Muhammadiyah se Malang Raya meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu

*Jika ada kekeliruan atau kekurangan dengan informasi di bawah ini harap segera menghubungi Korps Muballigh Muhammadiyah (CMM) Malang Raya dan Majelis Pustaka & Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang.



Informasi Sholat Idul Fithri 1438 H Kabupaten Malang

PenyelenggaraLokasiImam / Khotib
SingosariHalaman Pendopo Agung Pusat Kerajinan Ken De Des Singosari ( depan pasar Singosari )
LawangStadion Lawang
LawangMasjid al Falah/ lapangan sepak bola RSJ WEDIODININGRAT SumberporongMoh Zaini, M.Pd
PCPM DauLapangan Desa Mulyoagung, Dau
NgantangHalaman Masjid Manjuri
NgantangHalaman Masjid Baitus Syukur
PCM KepanjenLapangan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen
PCM KepanjenHalaman masjid Fastabiqul Khairat
PRM Sepanjang-
PRM Putat Kidul-
NgantangStadion Ngantang
LawangHalaman Masjid al-Islam Bedali Lawang
BululawangMasjid Takwa/Stadion BululawangH. Imam Abdai, SH, MM
PakisajiHalaman Masjid Darul Arqom PakisajiDr. H.Muhammad Ghozali, MA.
PakisajiMasjid PG Kebon AgungDrs. Rusdi, M.Si.
NgantangHalaman Masjid Nurul Huda Jl. Ngantang 19Agusliansyah, S.Pd. 
PRM Curungrejo KepanjenHalaman Masjid Firdaus Curungrejo
PCM TumpangStadion Tumpang
PCM PagakLapangan Olah Raga Sumbermanjingkulon
PCM KasembonHalaman KUD Tani Luhur Kasembon-
KepanjenHalaman Masjid Nurul Hidayah Kepanjen
PCM PujonLapangan Pujon
TajinanHalaman Masjid Nurul Islam Tajinan
TajinanSumbersuko Tajinan
WagirHalaman Masjid Thariqul Khair Wagir
PagelaranHalaman Masjid al Muttaqien Kademangan Pagelaran
PagelaranHalaman Masjid Mujahidin Brongkal Pagelaran
DauHalaman Masjid Khatijah Kucur, Dau
PCM Jabung-Hendra Sukma Wijaya
GondanglegiStadion GondanglegiDrs. H. Fadlan
SumberpucungHalaman masjid Nurul Qayyimah (FH) SumberpucungDrs. H. Soemarto
PCM Poncokusumo
Dr. Ajang Kusmana
Dauhalm. Baitul Makmur (CX) Villa Sengkaling Abdurrohim Isma'il
PCM TumpangStadion TumpangDr. Abu Bakar M.Pd.
Ngijohalm. Masjid KH. Ahmad Dahlan Ngijo  Drs. H. Umar Qusayyin Nurma
KepanjenHalm. Masjid Firdaus Semanding KepanjenLatif Usman, Lc
Wagirhalm. Masjid Thariqul Khair Wagir  Hafidz JM, S.Pd. M.Pdi
KepanjenHalm. Masjid Firdaus Semanding KepanjenLatif Usman, Lc




Informasi Sholat Idul Fithri 1438 H Kota Malang

PenyelenggaraLokasiImam / Khotib
-Halaman Masjid M Hatta, Jl. Simpang Flamboyan
BlimbingHalaman Masjid al-Hidayah, Jl. Cisadea Blimbing
-Halaman Samsat Kota MalangSyarif Hidayatullah
-Lapangan RAMPALDrs. H. Dlo'ul Qomar Suyuthi
PRM Wetan PasarHalaman Masjid al-Muttaqien
KedungkandangHalaman Masjid Manarul IslamHM Fathul Chamdani Lc. M.Ag
KedungkandangGor Ken Arok KedungkandangDrs. H. Hedher Tuakia  MAg.
-Halaman Masjid Arofah Jl. Vinolia
-Stadion GajayanaH. Fathurrahman Kamal, Lc. M.Si (MT PP Muh.)
KedungkandangMasjid Abdullah bin Baz, Tlogowaru
SukunSukun Pondok Indah / masjid Firdaus (DV) Kemantren, MalangMoh. Zainul Abidin, SHI
KedungkandangHalaman Masjid Baitur Rochmah Jl Singkarak Sawojajar
KlojenSimpang BalapanM. Subkhi, M.Pd.
-Lapangan PT. Ijen Nirwana
KlojenHalaman Masjid Al Ikhlas Jl. Raya Langsep
LowokwaruLapangan Masjid Hidayatullah Perum ABM
KedungkandangHalaman Masjid al Fadlilah jl. Raya Tutut Arjowinangun
-Halaman Masjid panglima Sudirman SD Muhammadiyah 9
KedungkandangMasjid Mujahidin Mergosono
-Lapangan Kanjuruhan, Dinoyo
GadangStadion GadangDrs. H. Radix Mursenoaji
KedungkandangHalaman Masjid Al Islah Bumiayu
KedungkandangMasjid Kiageng Gribig
-Halaman RSI Aisyiyah MalangH. Dwi Triyono, S.H.
SawojajarMasjid Nurul Mujahidin Sawojajar
-Halaman Masjid Imam Buchori kantor PDM kota Malang Jl. GajayanaIr. H. Ichtibar Nawa Atmaja
-Masjid Ahmad Yani MalangDr. H. Moh.Nurhakim, M.Ag.
PakisajiStadion KendalpayakDrs. Sirojuddin, A.Ma.
-halaman Taman Krida BudayaDr. H. Sihabudin, M.Hum-
-Panti Asuhan KH. Mas Mansyur SulfatDrs. H. Sudjoko Santoso
Sukunhalaman Masjid al FurqanBudiaji, S. Pd
SawojajarHalm. Al MaghfirahZiyad At Tamimi, Lc. M.Hi




Informasi Sholat Idul Fithri 1438 H Kota Batu

PenyelenggaraLokasiImam / Khotib
-Stadion Glora BrantasH. Amrizal Arief, Lc
-Selekta Batu
-halaman Masjid Al Hikmah (EN) BejiDrs.H.Awis Ahmad Wisuno
-halaman Masjid Padang Makhsar SDN 01 GunungsariMujaini, S.Ag, M.Pd.I
-Lap. Sidomulyo BatuDrs. H. Taufiq Burhan, M.Pd.
-halaman Masjid Padang Makhsar SDN 01 GunungsariMujaini, S.Ag, M.Pd.I




Informasi Sholat Idul Fithri 1438 H Universitas Muhammadiyah Malang

PenyelenggaraLokasiImam / Khotib
UMMHelypad UMM Kampus 3Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas,  Lc., M. Ag (PP. Muhammadiyah)
UMMHalaman Kampus 2 UMMProf. Dr. H. Tobroni, M.Si.




Minggu, 21 Mei 2017

Posted by hilmi Posted on Mei 21, 2017 | No comments

PCM Wagir Ngaji Ahad Pagi Bersama Pak Mursidi

Ketua PDM kab. Malang ketika memberikan pengajian Ahad Pagi di PCM Wagir, (21/05/17) 

Malangmu.or.id -- WAGIR, Mengangkat tema tentang keutamaan menjaga tradisi keilmuan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang Dr. H. Mursidi, MM, berikan tausiah di hadapan para jamaah Pengajian Ahad Pagi PCM Wagir di masjid Thariqul Khair (21/5/2017).

"Menjaga tradisi keilmuan adalah sebuah kewajiban yang harus terus diikhtiarkan. Sampai-sampai Allah SWT memberikan keutamaan dan kedudukan tempat  yang begitu mulia bagi para penuntut ilmu", demikian Ketua PDM yang akrab dipanggil Pak Mur ini dalam salah satu paparannya.

Di dalam QS. Al-Fathir Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun", imbuhnya.

Majelis Tabligh PCM Wagir menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi di Masjid Thariqul Khair yang merupakan pusat gerakan dakwah Muhammadiyah di Wagir. Demikian juga Pimpinan Ranting Muhammadiyah di Wagir. Dengan menghadirkan pemateri dari unsur Pimpinan, diharapkan mampu merekatkan komunikasi secara organisatoris dan dijadikan sarana agar Pimpinan mengetahui dinamika dakwah di bawahnya secara langsung. (San/hil)

Ketua PCA Dau ketika memberi sambutan dalam Milad Aisyiyah ke 100, Ahad (21/05/17)
Malangmu.or.id -- DAU, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Dau menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Milad Aisyiyah ke 100 tahun. Tema besar yang diusung dalam Milad seabad ini adalah "Memuliakan Martabat Umat, Berkiprah Memajukan Bangsa". Dalam Pengajian ini, Drs. Hj. Siti Dalilah Candrawati M.Ag selaku Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur menjadi pembicara inti (penceramah).

Sebelum ketua PWA Jatim memberikan taushiyah, Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Dau, ibu Choiruniswati memberikan sambutan. Beliau menjelaskan, gerakan dakwah Aisyiyah lahir sebelum Indonesia merdeka. Mulai awal berdiri hingga kini mencapai usia satu abad lamanya Aisyiyah hadir di tengah-tengah umat melalui program dan gerakan yang mampu membantu meringankan sebagian tugas pemerintah.

Lebih lanjut ia menegaskan, "peran serta Aisyiyah cukup berarti dalam proses pembaharuan Muhammadiyah dan pembangunan bangsa, baik secara fungsional maupun profesional. Sebagai bukti konkrit saat ini TK Aisyiyah se Indonesia mencapai lebih dari 5.000. Angka tersebut belum termasuk dengan play group, rumah sakit, panti asuhan dan lembaga lainya." Paparnya.

Choiruniswati juga menyampaikan, melalui peran serta ‘Aisyiyah yang begitu besar, maka wajar jika dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Alwi Shihab, mantan Menteri Luar Negeri pada masa Gusdur menyatakan bahwa ‘Aisyiyah merupakan sayap gerakan perempuan Muhammadiyah yang paling kondusif dan progresif di dunia muslim manapun.

‘’Selamat Milad Aisyiyah yang ke 100, semoga kita semua diberi kekuatan serta keridoan Allah supaya tetap istiqomah dalam berjuang di Aisyiyah,’’ harapnya. izna/hil
Ketua PWA Jatim ketika berceramah di Milad Aisyiyah ke 100 yang diselenggarakan PCA Dau, Ahad (21/05/17)
Malangmu.or.id -- DAU, Pengajian akbar sebagai puncak acara perayaan Milad Aisyiyah  ke 100 tahun yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Dau sukses digelar di gedung ex Vivi TR. Sengkaling pada Ahad (21/05/17). Sekitar 200 lebih jamaah pengajian yang mayoritas kaum hawa memadati ruangan.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dra. Hj. Siti Dalilah Candarawati, M.Ag selaku penceramah menyampaikan, memasuki usia yang ke 100 tahun ini Aisyiyah sudah harus mampu memaksimalkan dakwah dan kiprahnya guna memuliakan martabat umat. Beliau mengutip Q.S An-Nahl ayat 97 yang artinya; "barang siapa mengerjakan kebajikan baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka Allah akan memberikan kehidupan yang lebih baik baginya". Karenanya, melalui wadah persyarikatan Aisyiyah, seluruh kader gerakan harus berlomba dalam kebaikan. Tegasnya.

Aisyiyah adalah gerakan dakwah yang bersumber pada Qur’an dan Sunnah, sehingga baik di bidang sosial, bidang ekonomi ataupun bidang yang lain, semua harus diniatkan untuk berdakwah. ‘’Minimal kegiatan Aisyiyah di tingkat ranting adalah membentuk kelompok pengajian, kalau sudah ditingkat cabang maka harus mampu meneguhkan peran dakwah ke berbagai bidang,’’ paparnya di depan jamaah pengajian yang juga turut hadir di dalamnya adalah Jajaran PDA kab. Malang, Wakil Ketua PCM Dau dan Sekretaris Camat Dau.

Ketua PWA ini pun menyampaikan tentang pesan K.H Ahmad Dahlan kepada warga persyarikatan mengenai peran penting perempuan dalam membangun masyarakat, ditegaskan pula dalam bait syair Mars Aisyiyah yang berbunyi ‘’di telapak kakimu terbentang syurga, di tanganmu lah nasib bangsa’’. Aisyiyah adalah sarana dakwah, sehingga jangan sampai urusan dapur dan karir melalaikan tanggung jawab perempuan dalam berdakwah. izna/hil

Sabtu, 20 Mei 2017

Pemeriksaan kesehatan gratis dalam gebyar Milad Aisyiyah ke 100 di TR. Sengkaling, Ahad (21/05/17)
Malangmu.or.id -- DAU, Pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar dalam Gebyar Milad Aisyiyah ke 100 tahun Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Dau di area Sekul Taman Rekreasi Sengkaling, Ahad (21/05/2017) ramai diikuti oleh peserta jalan sehat dan ibu-ibu aisyiyah. Bahkan para bapak-bapak yang tergabung dalam komunitas Trail pun turut memeriksakan kesehatannya.

Salah seorang yang turut memeriksakan kesehatannya mengatakan, cukup senang dan bangga serta berterimakasih terhadap Aisyiyah Cabang Dau atas kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat, semoga di usianya yang sudah seabad ini bisa terus maju dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat umum.

Pemeriksaan kesehatan gratis ini diikuti oleh 52 pasien dan ditangani langsung oleh dokter Fajar, dokter yang bertugas di balai pengobatan Aisyiyah Dau dan dokter Ferti, anggota majelis kesehatan, dibantu 6 orang Mahasiswa dari PMI UMM. Adapun pemeriksaan ini meliputi gula darah, tensi (tekanan darah) dan konsultasi dokter.



Ketua Majelis Kesehatan PCA Dau, Iis Siti Aisyah ST. MT. PhD berharap "lewat syiar Milad Aisyiyah ini, Majelis Kesehatan bisa turut mewujudkan masyarakat yang peduli terhadap kesehatan, dengan rutin melakukan cek/pemeriksaan, sehingga terwujud cita-cita masyarakat sehat jasmani dan rohani.

"Kami telah menyediakan balai pengobatan yang berlokasi di komplek Gedung Dakwah Aisyiyah yang beralamat di jalan Dermo Mulyoagung Dau Malang, semoga masyarakat di wilayah Dau ini bisa memanfaatkan balai tersebut dengan baik dan maksimal." Demikian tutur dosen Teknik Mesin UMM ini.  (Hil)

Jumat, 19 Mei 2017


Dalam rangka Milad Aisyiyah ke 103 (dalam hitungan Hijriyah), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Dau kabupaten Malang menggelar 5 rangkain kegiatan yang bakal diselenggerakan seharian penuh, Ahad 21 Mei 2017 di Taman Rekreasi Sengkaling Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Rangkaian kegiatan tersebut adalah:

Pertama adalah jalan sehat. Jalan sehat akan mengambil start di halaman parkir Rumah Sakit UMM pada pukul 06.00 dan diperkirakan tiba (finish) pukul  07.00 wib di halaman parkir TR. Sengkaling UMM.

Adapun pesertanya terbuka untuk umum mulai dari warga Aisyiyah se-kecamatan Dau, Amal Usaha Aisyiyah (PG, TK, TPA, Panti Sosial), Guru  dan siswa murid SD dan SMP, serta warga lainnya. Sebagai acara seremonial jalan sehat, di tempat finish akan disuguhkan penampilan-penampilan anak-anak dari PG dan TK serta SD, sekaligus pengundian kupon berhadiah dan pembagian dooprice.

Agenda kedua adalah Bazar. Bazar dari ibu-ibi Aisyiyah dilaksanakan mulai dari pukul 06.30 hingga pukul 10.00wib di halaman gedung ex vivi TR.Sengkaling UMM. Diharapkan semua peserta jalan sehat bisa mengunjungi stand-stand bazar yang menyediakan berbagai macam produk.

Ketiga adalah Baksos. Baksos ditujukan kepada para fuqoro dan masakin serta warga lainya yang berhak menerima, yang telah ditentukan oleh panitia Milad Aisyiyah di wilayah kec. Dau.

Agenda keempat adalah pemeriksaan kesehatan gratis. Pemeriksaan kesehatan secara gratis ini dilakukan oleh tim medis balai pengobatan Aisyiyah Dau pukul 08.00 hingga 09.30wib di area halaman parkir TR. Sengkaling UMM.


Sedangkan kegiatan yang terakhir (kelima) adalah puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Semarak Milad ini, yakni Pengajian Akbar. Pengajian Akbar ini akan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dra. Hj. Siti Dalilah Candrawati, M.Ag yang akan digelar di dalam Gedung ex vivi TR. Sengkaling UMM mulai pukul 10.00wib hingga 12.00wib.

"Kami mengundang bapak ibu warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Dau hususnya, dan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Malang pada umumnya untuk berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut, harap Ketua Pimpinan Cabang Asiyiyah Dau, ibu Khoirun Niswati. "Bagi bapak dan ibu yg mau berpartisipasi husus baksos, kami masih menerima donasi amal paket baksos senilai 100rb/Paket (5 kg beras, 2liter minyak, 1kg Gula, 1pouch Kecap). Tambahnya." (Hil)

Minggu, 14 Mei 2017

Suasana Sidang Komisi pada Musyawarah Daerah Nasyiatul Aisyiyah Pimpinan Daerah Kabupaten Malang yang bertempat di Sengkaling Kuliner UMM. 


MALANG - Pimpinan Daerah Nasyiatul 'Aisiyah (NA) melangsungkan musyawarah daerah (Musyda) dan suksesi kepemimpinan PD Nasyiatul 'Aisiyah 2017- , Ahad (14/5). Agenda Musyda ini salah satunya memilih dan menetapkan 9 (sembilan) formatur yang bakal mengisi kepenguruasan PD Nasyiatul 'Aisiyah Kabupaten MATAN satu periode mendatang.

Sejumlah 18 bakal calon formatur telah ditetapkan untuk dipilih peserta sebagai 9 formatur dalam Musyda NA yang dilangsungkan di Sengkaling Kuliner UMM ini. Sejumlah bakal calon diantaranya merupakan pengurus lama yang bersiap memimpin gerbong ortom Muhammadiyah ini.

Ketua PDM Kabupaten Malang Dr Mursidi MM berkesempatan hadir membuka Musyda Nasyiatul 'Aisiyah ini. Dalam sambutannya, beliau berpesan setidaknya tiga hal kepada peserta dan bakal calon yang nantinya menjadi pengurus NA Kabupaten Malang. Yakni, memegang komitmen loyalitas dan AD/ART, serta menjaga keteladanan dan kepercayaan yang diemban.

Dari daftar nama 18 bakal calon formatur PD Nasyiatul 'Aisiyah Kabupaten Malang, dedikasi mereka di Persyarikatan, Ortom, maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memang sudah tidak diragukan lagi. Sebut saja, Silvi Rachman SPd, bakal calon nomor 5 yang sehari-hari aktif bekerja di AUM SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi.

Menariknya, perempuan ini termasuk kader yang belum lama mengenal Muhammadiyah. Pasalnya, ia terlahir dan dibesarkan dari lingkungan keluarga nahdliyin tulen.

"Saya ini 'mualaf' di Muhammadiyah, baru mengenal dan memahami Muhammadiyah sekitar 2006 silam. Tiba-tiba diamanahi menjadi pimpinan cabang ortomnya," seloroh Silvi, yang juga ketua PCNA kecamatan Gondanglegi sejak 2016 ini, Ahad (14/5).

Dalam musyda PDNA ini, diagendakan enam kali sidang pleno dan dua sidang komisi sebagai rangkaian acara musyda. Sidang pleno II dan III diisi laporan pertanggungjawaban pengurus PD NA yang bakal demisioner dan pemilihan calon formatur yang akan dipilih. Sementara, dalam sidang pleno VI, diagendakan pembacaan ketetapan hasil musyda, termasuk hasil pemilihan ketua formatur. (amin)

Sabtu, 13 Mei 2017

Poster Kegiatan yang telah menyebar ke medsos Muhammadiyah

Ketergantungan kita pada bahan bakar fosil sudah mencapai angka 98%. Hal ini akan menimbulkan masalah pengurasan sumber daya fosil seperti minyak, batu bara, dan gas bumi yang lebih cepat jika dibandingkan dengan penemuan cadangan energi baru, sehingga tidak menutup kemungkinan dalam jangka yang tidak lama lagi cadangan energi fosil Indonesia akan habis dan kebutuhan energi dalam negeri akan sangat bergantung pada impor. Jika kondisi ini dibiarkan, Indonesia akan menjadi negara pengimpor penuh pada tahun 2030. Dengan kondisi demikian, tidak ada cara lain untuk dapat memenuhi kebutuhan energi dalam negeri selain dengan memanfaatkan energi baru terbarukan seperti tenaga air, surya, biomassa, angin, dan panas bumi.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai amal usaha Muhammadiyah telah mengantisipasi masalah tersebut dengan melakukan kerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak tahun 2008.  UMM membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). PLTMH tersebut mulai beroperasi dengan menghasilkan energi sebesar 100 KwH. Energi sebesar itu sanggup menyuplai 30% kebutuhan listrik kampus pada siang hari ketika beban listrik memuncak, dan  100% beban listrik pada malam hari. Bersamaan dengan itu, di setiap lampu taman kampus juga dibangun instalasi listrik bertenaga surya (solar cell). Semuanya bermanfaat selain menjadi sumber energi juga menjadi laboratorium Fakultas Teknik. Maka tak heran, banyak instansi pemerintah, perguruan tinggi, maupun masyarakat yang melakukan studi banding untuk mempelajari secara langsung upaya UMM ini.
Mengacu pada pernyataan Ketua PP Muhammadiyah di acara Tabligh Akbar di Batam Tanggal 26 Maret 2017, bahwa hal yang harus selalu dimiliki oleh setiap kader Muhammadiyah dalam rangka mewujudkan penguatan kader untuk mewujudkan Muhammadiyah Bekemajuan adalah mampu berperan aktif di semua lini kehidupan masyarakat. Kader berkemajuan hakikatnya adalah kader yang memiliki kesungguhan dan kesabaran dalam menjalankan misi organisasi. Dengan dua kata kunci itu, jika dijalankan dengan tekun dan istiqamah, maka Muhammadiyah akan mampu melahirkan kader-kader terbaik di semua lini kehidupan, tentu termasuk masalah energi listrik di Indonesia.
Workshop dengan tema “Menuju Muhammadiyah Mandiri Energi” MPM PDM Kabupaten Malang ini dilaksanakan sebagai usaha mengintegrasikan aktivitas lembaga pendidikan Muhammadiyah dengan program pengembangan masyarakat di lingkungan Kapupaten Malang sebagaimana telah dicanangkan di dalam salah satu Visi Misi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu menjadikan pusat-pusat kajian dan perpustakaan di lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah terutama di perguruan tingginya sebagai penyuplai, penyangga, pendukung, dan sumber-seumber pengembangan bagi kepentingan-kepentingan strategis Persyarikatan, termasuk dalam hal kepentingan penyusunan konsep-konsep atau pemikiran-pemikiran strategis Muhammadiyah.
Workshop “Menuju Muhammadiyah Mandiri Energi” ini bertempat di Laboratorium Peternakan yang berada dsamping PLTMH UMM akan diikuti oleh 65 orang personil perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Guru-Siswa SMK Muhammadiyah, Ortom, serta warga Muhammadiyah di wilayah kerja PDM Kabupaten Malang.
Sebagai pemateri ahli, MPM menghadirkan dosen Fakultas Teknik UMM Ir. Suwignyo, MT Pakar Mikrohidro dan Ir. Diding Suhardi, MT pakar cell surya UMM. Kedua dosen tersebut telah berpengalaman dalam bidangnya dan telah menorehkan banyak prestasi untuk  UMM. 

Semoga Workshop “Menuju Muhammadiyah Mandiri Energi” ini bermanfaat dan berkontribusi pada upaya mewujudkan Masyarakat Islam Berkemajuan.

Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes. 
Ketua MPM PDM Kab. Malang

Selasa, 02 Mei 2017

PC Aisyiyah Wagir bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang dan para undangan (Selasa, 2/5/17)
Malangmu.or.id -- WAGIR, Selasa (2/5/2017) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Wagir kembali mendapatkan kehormatan. Kali ini Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang berkesempatan mengunjungi salah satu Amal Usaha Pendidikan Aisyiyah PAUD Mentari As-Sakinah. Lembaga pendidikan milik PCA Wagir yang berada di dusun Codo Petungsewu ini adalah satu dari beberapa amal usaha pendidikan yang merupakan aset PCA Wagir.

Diana Mustofa, Ketua PC Aisyiyah Wagir dihadapan seluruh peserta yang terdiri dari Tim Penggerak PKK Wagir, guru dan staf PAUD, undangan, wali murid dan seluruh hadirin, menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas kunjungan ini. "Paud Mentari As -Sakinah telah 11 tahun berdiri. Alhamdulillah, tahun ini dapat menempati bangunan baru atas dukungan dari ibu-ibu Aisyiyah dan seluruh pihak yang peduli. Kami berharap, dengan kunjungan ini dapat membawa dampak positif bagi amal usaha Aisyiyah", demikian tegas Ketua Aisyiyah Wagir ini.

Sementara itu, Ibu Afniar Sihombing Wakil dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang dalam sambutan kehormatannya menyampaikan, "Kami berterima kasih atas sambutan yang baik dan hangat ini. Mohon maaf, kami hanya dapat mencatat usulan atau masukan dari seluruh pihak. Nanti akan saya sampaikan ke Bu Rendra sebagai Ketua Tim Penggerak PKK. Nanti beliau yang bisa memutuskan".

Sementara itu bagi PC Aisyiyah Wagir, program kunjungan ke amal usaha pendidikan Aisyiyah seperti ini dapat dijadikan media sosialiasi bagi amal usaha pendidikan Aisyiyah agar lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat. (San)

Senin, 01 Mei 2017

Peserta Evakuasi Mandiri dan Apel Siaga HKN 2017 berpose di depan Gedung SMK Mutu Gondanglegi.

Malangmu.or.id -- GONDANGLEGI. Semakin tinggi gedung semakin tinggi pula potensi bencana yg dihadapi, Guna meminimalisir potensi terjadinya bencana di sekolah siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dibekali teori dan simulasi tanggap darurat bencana. Acara yang berbentuk simulasi penaganan kebakaran gedung tersebut digelar pada tanggal 26 April 2017 bertepatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.

Kegiatan yang menerjunkan 200 siswa dari berbagai jurusan tersebut diselenggarakan bersama SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, LPB Muhammadiyah (Muhammadiyah Disaster Managemen Center) Kab. Malang dan PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kab. Malang.

Acara simulasi tanggap darurat tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan HKBN 2017, acara yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran warga negara Indonesia tentang pentingnya sikap kepedulian terhadap tanggap darurat bencana.

Rosi Novi Hendrawan atau yang biasa akrap dipanggil Rosi selaku Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (MDMC) Kab. Malang mengatakan bahwa MD di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi adalah untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan partisipasi warga sekolah dalam menghadapi resiko bencana setempat. Harapannya, agar tercipta budaya aman di sekolah, rumah dan masyarakat.

Penyematan Rompi Peserta Peserta Evakuasi Mandiri dan Apel Siaga HKN 2017

Di Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC ) di Divisi pengurangan resiko bencana ada tiga claster yaitu Sekolah Aman Bencana, Rumah Sakit Aman Bencana dan Jamaah Tangguh Bencana. Pada HKBN 017 ini tema yang dipilih BNPB adalah Pelajar dan sekolah “Sekolah Aman Bencana” maka dari itu Muhammadiyah melibatkan tiga komponen di Muhammadiyah yaitu MDMC, Majelis Dikdasmen dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Sekolah aman di Muhammadiyah memiliki tiga tujuan yaitu Menciptakan lingkungan aman bagi guru, kariyawan dan murid, kedua menjaga aset dari muhammadiyah tanpa kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita kebakaran bisa terjadi menghabiskan aset yg telah dibangun puluhan tahun, dan ke tiga dengan Branding sekolah aman bencana lembaga penanggulangan bencana mencoba berkontribusi pada Dikdasmen untuk meningkatkan nilai tawar sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Masturin Adiwijaya selaku Sekretaris PCM Gondanglegi sangat bangga apa yang dilakukan Muhammadiyah Disaster managemen Center bekerjasama dengan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dan berharap sesuai prosedur yang ada kegiatan seperti ini dilakukan rutin 6 bulan sekali karena berkaitan dengan disiplin, disiplin itu yang pertama harus dipaksa dan pemaksaan itu ada diaudit, lama kelamaan dengan seiring waktu diharapkan semua akan sadar bencana.

Nurcholis Dwi R Sekretaris MDMC Kabupaten Malang menjelaskan bahwa  Dasar BNPB menggagas HKBN 2017 ini bahwa Berdasarkan Undang Undang No 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, disebutkan bahwa Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non-alam maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional.

Namun demikian upaya terpadu untuk melakukan latihan kesiapsiagaan secara serentak se-Indonesia dalam menghadapi bencana masih rendah dan belum menjadi budaya sadar bencana. Hasil survey di Jepang, Great Hansin Earthquake 1995, korban yang dapat selamat dalam durasi “golden time” disebabkan oleh : (1) kesiapsiagaan diri sendiri sebesar 35 %, (2) dukungan anggota keluarga sebesar 31,9 %, (3) dukungan teman/tetangga sebesar 28,1%, (4) dukungan orang disekitarnya sebesar 2,60%, (5) dukungan Tim SAR sebesar 1,70 % dan (6) lain-lain sebesar 0,90%.

Berbagai kendala dan tantangan yang pada umumnya dihadapi pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri antara lain : (1) kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap karakteristik bencana dan risikonya, (2) kurangnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman yang ada di sekitarnya, dan (3) belum adanya pelatihan secara terpadu dan periodik karena kewaspadaan dan kesiapsiagaan belum
menjadi budaya.

Oleh karenanya, edukasi untuk meningkatkan pemahaman risiko bencana akan dikemas dalam kegiatan “Latihan Kesiapsiagaan Bencana Nasional” dengan tagline “Siap, untuk Selamat !” merupakan pesan utama bersama yang diusung dalam proses penyadaran (awareness) kampanye ke depan. Azas dan filosofi yang hendak dibangun dari Gerakan latihan kesiapsiagaan serentak ini adalah membangun partisipasi dan kemitraan publik serta melibatkan lembaga usaha dengan semangat gotong royong, kesetiakawananan kedermawanan. (Nur)