Rabu, 05 April 2017


Wilayah yang luas dan kondisi warga Muhammadiyah yang sangat beragam, menjadi tantangan sekaligus dorongan dakwah yang besar bagi setiap Majelis Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kab. Malang. Atas dasar itulah Majelis Tarjih dan Majelis Tabligh PDM Kab. Malang, melakukan turba ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lebakharjo Cabang Ampelgading, Minggu, 02 April 2017.

Kegiatan turba yang dikemas dengan acara pengajian tersebut, dihadiri oleh beberapa Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Lebakharjo, serta warga setempat.   Menurut Abdul Wahid, selaku ketua Majelis Tablig PDM Kab. Malang menyebutkan bahwa pelaksanaan turba ke Lebakharjo merupakan salah satu agenda prioritas Mejelis Tabligh. “Lebakharjo selain sebagai daerah terjauh di kawasan dakwah PDM Kab. Malang juga merupakan salah satu Ranting yang baru didirikan, sehingga masih sangat membutuhkan pembinaan,” ujar Wahid.

Pernyataan Ketua Majelis Tablig tersebut dibenarkan oleh ketua PCM Ampelgading, bahwa kondisi warga Muhammadiyah di Lebakharjo selain jumlahnya masih sedikit juga masih sangat membutuhkan bimbingan, baik yang bersifat keorganisasian maupun bimbingan keagamaan. Minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) kader Muhammadiyah di Lebakharjo menjadi salah satu tantangan sekaligus kendala yang sangat berarti dalam pengembangan cabang dan ranting yang ada di kecamatan Ampelgading.

Hal serupa juga disampaikan oleh Siswadi, ketua Majelis Tablig  PCM Ampelgading, dengan sikapnya yang merendah beliau menyampaikan bahwa warga Muhammadiyah di Lebakharjo masih sangat membutuhkan pembinaan keagamaan. “Bimbingan keagamaan yang dibutuhkan, yang sifatnya praktis  sebagai bentuk amalan ibadah harian yang sesuai dengan tuntunan Muhammadiyah,” harap beliau.

Dalam kesempatan yang sama, Soleh Subagja selaku ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kab. Malang, memberikan pengarahan yang sangat mendasar tentang paham agama di Muhammadiyah. Menurut beliau, di beberapa pelosok yang didominasi muslim tradisionanlis masih ada anggapan bahwa Muhammadiyah merupakan agama baru. “Bagi mereka, dapat dikatakan Islam sudah sesuai dengan keyakinan dan amaliyah yang selama ini mereka lakukan,” paparnya.

Pria asal Garut ini menjelaskan bahwa pemahaman yang sangat mendasar tentang paham agama Islam bagi segenap pimpinan dan warga muhammadiyah suatu keniscayaan mutlak yang harus dikuasai. Kemampuan pemahaman dapat membantu memberikan jawaban sekaligus sebagai pencerahan bagi segelintir orang yang masih “mencibir” Muhammadiyah.

Pemaparan ketua Majelis Tarjih tersebut sekaligus menjadi penghibur bagi  PRM Lebakharjo yang prihatin atas minimnya jumlah warga Muhammadiyah  di daerah tersebut. Menurut ketua PCM Ampelgading, dari sekitar 10.000 penduduknya, tidak lebih dari 50 orang  yang menjadi warga dan terlibat aktif di Muhammadiyah. Namun ia bersyukur bahwa penduduk Lebakharjo masih beragama Islam. (Shl-hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar