Senin, 24 April 2017

Posted by hilmi Posted on April 24, 2017 | No comments

Tatkala Apel Pagi Gunakan Bahasa Jawa

Suasana Apel Pagi SD Mapan dalam rangka Semarak Kartini, Selasa (25/04/17)
Malangmu.or.id -- Dau, Selasa (25/04/2017) di Perguruan Muhammadiyah Dau kabupaten Malang berlangsung Apel pagi atau upacara dalam rangka menyambut hari Kartini. Berbeda dari kebiasaan umumnya, upacara kali ini, yang diselenggarakan oleh Sekolah Dasar Muhammadiyah 8 (SD Mapan) Dau menggunakan bahasa Jawa sebagai pengantar dan komunikasi para petugas upacara. Unik bukan?

"Ya memang tidak biasa, bahasa Jawa (Kromo) menjadi pengantar dan komunikasi pada upacara kali ini sebagai wujud kecintaan kami terhadap bahasa Jawa. Anak-anak lebih kita dekatkan dengan bahasa Jawa, meski dalam mata pelajaran telah diberikan. Kesemuanya itu dimaksudkan untuk melestarikan budaya Jawa yang kian hari kian menyusut dan bahkan nyaris hilang." Demikian ungkap Kepala Sekolah SD Mapan, Siti Alfiyah, S.Pd saat ditemui malangmu.or.id di kantornya sesaat sebelum upacara dimulai.

Perbedaan dan sekaligus menjadi keunikan tersendiri dalam upacara kali ini, selain menggunakan bahasa Jawa adalah, seluruh peserta upacara, mulai dari kelas 1 sampai 6 yang berjumlah 384 anak didik, ditambah tenaga kependidikan yang berjumlah 32 orang itu seluruhnya menggunakan kostum atau busana adat.

Nampak di antara mereka ada yang menggunakan busana adat jawa yang akrab disebut dengan kebaya, sebagai simbol Kartini. Juga, ada yang menggunakan busana adat lain, seperti Maluku, Sumatra, Bali, bahkan Madura serta lainnya. (Hilmi)

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar