Sabtu, 08 April 2017

Ridlo Setyono saat introductory session dan mengenalkan Muhammadiyah ke peserta Training Mobility di Lublin University of Technology, Senin (03/04/17)
POLANDIA -- Memasuki musim semi di Lublin, kota besar ke-9 di Polandia ini memang membuat pendatang dari negara tropis masih terasa dingin, apalagi bila ada hembusan angin. Badan serasa ditusuk jarum es. Telapak tangan jadi seperti kram. Lutut bergetar dan mulut terasa ngilu menahan dinginnya cuaca di bumi eropa. Demikian ungkap Ridlo Setyono, salah satu partisipan Erasmus Staf Training Mobility dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menceritakan kepada media online Muhammadiyah, malangmu.or.id ini.

Sesuai dengan jadual hari pertama training (3/4/17), peserta mengikuti welcoming remark dari International Exchange Education LUT dan sambutan dari Małgorzata Wilczyńska, MA, IE Officer. Kemudian di sesi perkenalan, semua peserta diberi waktu 5 menit untuk mengenalkan dirinya, pekerjaan, dan sedikit mengenai kampusnya. Ridlo selaku wakil dari UMM memanfaatkan waktu itu untuk tidak hanya mengenalkan diri dan kampusnya, tetapi menyelipkan untuk mengenalkan Muhammadiyah di hadapan semua peserta dan tentunya dengan bahasa Inggris.

“ini adalah saat tepat bagi saya untuk mengenalkan kampus dan juga Muhammadiyah. Setelah perkenalan pribadi dan kampus, saya tambahkan dengan mengatakan kalau UMM adalah salah satu dari kampus besar yang dimiliki organisasi Islam terbesar di Indonesia." Pungkasnya melalui WhatsApp.

Muhammadiyah adalah pioner pendidikan di Indonesia sejak sebelum berdirinya Muhammadiyah itu sendiri, di tahun 1912M. Sekarang telah memiliki ribuan sekolah dan perguruan tinggi menyebar di seluruh Indonesia bahkan telah dibuka kampus Muhammadiyah di luar negeri seperti  Malaysia. Oleh karena itu, untuk urusan pendidikan, pemerintah Indonesia mempercayakan kepada Muhammadiyah, terbukti Menteri Pendidikan sekarang berasal dari jajaran pimpinan Muhammadiyah. Demikian paparnya di depan forum yang terhormat itu.

"Peserta terlihat terkesima dengan ada yang mengatakan “Wow great” dan sebagainya sambil menyimak dan penasaran dengan penjelasan saya mengenai Muhammadiyah. Terlihat peserta dengan Hikmat mengikuti apa yang saya sampaikan” Jelas sekretaris MPI PDM Kab Malang.

Dengan bangganya Ridlo juga menceritakan, ketika menjelaskan mengenai Muhammadiyah, salah satu peserta dari Maroko Hanae, mengacungkan tangan sambil berkata “I am also from Muhammadiyah. That’s one of the name of my city in Maroko” , hadirin terlihat geerr dengan pernyataan itu dan semakin penasaran dengan apa yang disampaikan. Ternyata di Maroko, nama Muhammadiyah sudah terkenal karena di sana ada kota yang bernama Mohammedia.

Menutup presentasi singkat itu, Ridlo menyampaikan bahwa UMM dan Muhammadiyah membuka pintu kepada semua delegasi kampus bila berkeinginan untuk research, studi banding, sharing dan diskusi mengenai kampus dan Muhammadiyah. “Semoga ini adalah salah satu media untuk promosi dan mengenalkan Muhammadiyah di belahan dunia lain yang belum paham organisasi Muhammadiyah." Harapnya. Terlihat peserta antusias dan penasaran dengan saya, yang satu-satunya peserta dari Indonesia. Mereka dari timur tengah sangat appreciate dan mengagumi dengan mengatakan “Indonesia is a good country”. Tambah pria lulusan bahasa Inggris UMM ini. (Hil)
Categories:

2 komentar:

  1. Organisasi Islam yang besar telah memberikan kontribusi yang besar pula untuk negeri ini.

    BalasHapus
  2. Organisasi Islam yang besar telah memberikan kontribusi yang besar pula untuk negeri ini.

    BalasHapus