Sabtu, 01 April 2017

Posted by hilmi Posted on April 01, 2017 | No comments

PCPM Dau Adakan Diskusi Panel Malam Ahad di Masjid

Acara Silaturrahmi dan Diskusi PCPM Dau di masjid Ar-Raudhoh, Sabtu malam (01/04/17)
"Sebaik-baik air adalah air yang bergerak. Begitu juga organisasi. Organisasi yang baik adalah organisasi yang bergerak." Demikian salah satu pernyataan Sukma Jaya yang disampaikan dalam acara Silaturrahmi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Dau, Sabtu (01/04/17) di Masjid Ar-Raudhoh Perguruan Muhammadiyah Dau.

"Pengurus PCPM Dau secara personal bisa dikatakan luar biasa, karena banyak yang terlibat di lembaga atau majelis-majelis di Muhammadiyah baik tingkat Cabang maupun Daerah. Artinya, mereka sebenarnya memiliki potensi yang sangat cukup untuk memajukan organisasi Pemuda di tingkat Cabang dengan berbagai pengalamannya". Papar Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau ini dalam memberikan motivasi peserta yang hadir.

Selain Sukma, yang menjadi pemantik diskusi malam Ahad itu adalah Kahar Mashur, mantan Ketua PCPM Dau yang kini menjadi penggerak Lazismu di PDM kab. malang, juga Khilmi Arif, Ketua Majelis Kader PCM Dau.

Kahar mengingatkan bahwa Pemuda adalah sosok masa depan. Karenanya, kader-kader Muhammadiyah yang bergerak di kepemudaan harus menjadi pemuda yang tangguh, kuat, dan baik demi masa depan yang baik. Masa depan Muhammadiyah berada di tangan pemuda. Tegasnya.

Senada dengan kedua pemantik di atas, Khilmi menyampaikan bahwa kecerdasan manusia itu bisa diukur dari seberapa jauh ia membaca realitas sosial. Perkembangan cepat di bidang IT (Teknologi dan Informasi) sekarang ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas diri, sehingga bisa berperan aktif dan memerankan diri untuk berdakwah secara digital.

Lebih lanjut menurut Khilmi, yang juga sebagai anggota Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM kab. Malang ini, pemuda sudah selayaknya sadar diri, sadar potensi dan selalu mengembangkan kualitas dan integritas demi ummat. Ingat, nabi Muhammad SAW diutus untuk menghidup sempurnakan manusia sehingga benar-benar menjadi manusia. Artinya, kita harus segera mentas dari problematika diri sendiri kemudian melangkah bergandeng tangan membangun ummat.

Acara silaturrahmi dan diskusi tentang kepemudaan dan perkaderan berlangsung hangat. Peserta yang hadir mayoritas pengurus PCPM inj nampak antusias memberikan pertanyaan dan menyampaikan problematika seputar gerakan kepemudaan. Suasana sangat dialogis dan penuh kehangatan curahan dari hati ke hati, berfikir bersama membangun pemuda Muhammadiyah yang berkemajuan, meski dengan suguhan kopi dan camilan/gorengan.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar