Minggu, 16 April 2017

Posted by hilmi Posted on April 16, 2017 | No comments

Liburan Sambangi Korban Bencana Banaran

Tim Lazismu dan MDMC PDM kab. Malang di Zona B lokasi longsor, Ponorogo (14/04/17)

Malangmu.or.id -- Selalu bergerak dan menggerakkan kesadaran akan keutamaan berbagi bersama untuk sesama agar senantiasa berbakti serta berusaha memberi untuk negeri, bukan sekedar slogan semata. Saat hari libur nasional [jum’at, 14/04/2017] pun Lazismu PDM kab. Malang berusaha tetap semangat dalam berbagi, yang pada kesempatan kali ini sambangi korban bencana tanah longsor di desa Banaran kec. Pulung kab. Ponorogo.

Sebagaimana diketahui, pada 1 april 2017 yang lalu sekitar pukul 07:40 wib. telah terjadi bencana longsor yang menimpa warga dusun Tangkil desa Banaran kec. Pulung kab. Ponorogo, puluhan rumah tertimbun material tanah, 29 jiwa dinyatakan hilang dan masih banyak lagi tempat/fasilitas umum seperti sekolah dan lainnya tertimbun ratusan bahkan ribuan kubik tanah, yang kini telah berubah jadi hamparan tanah setinggi puluhan meter dari permukaan jalan dusun/desa.

hingga berita ini diturunkan sebenarnya masih banyak korban jiwa yang belum ditemukan. Pemkab Ponorogo melalui dinas/instansi terkait (tim SAR dan BPBD) telah menyatakan menghentikan pencarian korban pada H+7, alat berat yang didatangkan ke lokasi saat terjadi bencana kini juga sudah mulai ditarik atau dihentikan pengoperasiannya, dikarenakan memang sudah tidak dimungkinkan lagi untuk dilanjutkannya proses pencarian korban dengan pertimbangan banyak hal, baik secara teknis maupun psikis dan lain hal. Yang lebih penting saat ini adalah merelokasi warga di sekitar lokasi bencana untuk mengantisipasi dimungkinkan terjadinya longsor susulan yang akan berakibat bertambahnya lebih banyak lagi korban.

profesionalitas Lembaga Penganggulan Bencana (LPB)/Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) dengan SOP yang ada pun setelah dua pekan membuka posko di lokasi bencana dan telah melakukan tahap I : tanggap bencana, tahap II : siaga bencana, pada pekan depan ini akan lebih fokus pada tahapan rehabilitasi trauma korban terdampak bencana yang selamat khusunya anak-anak yang kehilangan orang tua mereka yang hilang tertibun tanah longsor selama 3 bulan kedepan. sedangkan Lazismu juga akan melakukan support logistik dengan terus menyalurkan bantuan yang hingga kini juga masih terus berdatangan dari warga persyarikatan, ortom dan aum serta berbagai komunitas maupun ormas atau OKP (organinasi kemasyarakatan pemuda) dari seluruh pelosok negeri yang mempercayakan penyaluran bantuan ke Lazismu, terang Zulkarnain (ketua Lazismu PDM kab. Ponorogo).

Di saat yang bersamaan, Nurcholis Dwi R. (sekerataris LPB/MDC PDM kab. Malang) yang ikut bersama tim lazismu dalam pentasarufan bantuan bagi korban bencana, mengatakan bahwa penghimpunan dana juga masih terus dilakukan sampai batas waktu yang ditetapkan oleh Lazismu PWM Jawa Timur maupun Lazismu pusat. Selain logistik berupa bahan bahan makanan (sembako), bantuan pendampingan (bimbingan konseling) yang merupakan tahapan : rehabilitasi/pemulihan trauma bencana (tahap III) oleh relawan LPB/MDMC juga mesti jadi prioritas Lazismu untuk supporting pendanaannya hingga 3 bulan mendatang.

Komunikasi dan juga koordinasi yang sistematis secara berkala dan berkelanjutan juga mesti terus-menerus dilakukan dengan pihak dinas terkait Pemkab Ponorogo khususnya, Pemprov Jawa Timur hingga kementrian, lembaga/badan yang berwenang di pemerintah pusat. ini penting untuk dilakukan, harapannya agar bencana yang terjadi di negeri ini tidak dijadikan eksploitasi yang berlebihan dan jadi komoditas politik pencitraan dari komunitas/kelompok-kelompok dan orang-orang yang hanya ingin memancing di air keruh maupun mencari keuntungan diatas penderitaan para korban bencana. sebuah pilihan cerdas, tepat dan berkemajuan dari insan/warga persyarikatan (ortom, lembaga dan amal usaha muhammadiyah/aum) dalam upaya menghimpun dana masyarakat/ummat untuk kemudian diserahkan ataupun diintegrasikan, terpadu bersama lazismu yang merupakan lembaga zakat nasional (SK. Menteri Agama nomor 730 tahun 2016) sebagai implementasi undang-undang nomor 23 tahun 2011 dan juga instruksi pp muhammadiyah nomor 259 tahun 2016, terang Hariadi, S.AP. (ketua divisi pengembangan Lazismu PDM kab. Malang).
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar