Minggu, 30 April 2017

Posted by hilmi Posted on April 30, 2017 | No comments

Marching Band Aisyiyah Wagir Syiarkan Dakwah Persyarikatan

Tim "Aisyiyah Marching Band" TK ABA Muzdalifah Wagir berfoto bersama dalam festival drumband, Senin (01/05/17)
Malangmu.or.id -- WAGIR, Senin (1/5/2017) Pimpinan Cabang Aisyiyah Wagir mengirimkan "Aisyiyah Marching Band" yang merupakan didikan dari TK ABA Muzdalifah Wagir, berpartisipasi di festival drumband dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Wagir.

Agenda tahunan yang diikuti oleh seluruh kelompok marcing tingkat TK, SD, dan SMP se-Kecamatan Wagir ini menjadi momentum yang baik bagi Aisyiyah untuk mengenalkan dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah sekaligus untuk menunjukkan bahwa Amal Usaha Aisyiyah mampu berkompetisi dan menunjukkan prestasinya.

Sekretaris PC Aisyiyah Wagir Indah Rahayu, S.Pd saat dikonfirmasi terkait agenda ini menyatakan, "Melalui partisipasi seperti ini, kami berharap masyarakat di Wagir dapat mengenal dakwah Persyarikatan. Setidaknya, kami dapat memberikan warna lewat tampilan-tampilan dari siswa-siswa yang dididik di lingkungan AUM Aisyiyah Wagir".

Kedepan diharapkan agar agenda seperti ini dapat terus diselenggarakan demi peningkatkan kualitas lembaga pendidikan di bawah AUM Aisyiyah serta sebagai media sosialisasi dan syiar Persyarikatan. (San)
Posted by Ridlo Posted on April 30, 2017 | No comments

SMK Mutu Juara 1 Kontes Foto Kreatif

Bayu Saputra dan Sherly, S.Pd (Guru Pembimbing) ketika berpose di helipad UMM.

Malangmu.or.id. - Gondanglegi. Prestasi membanggakan kembali diukir pelajar  SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi. Kali ini, dipersembahkan Bayu Adi Saputra. Juara 1 Lomba Kontes Foto Kreatif Tema Puisi (1/5)

Lomba yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini (29/4), dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional. Diikuti lebih dari 200 peserta SMA/SMK/MA se-Indonesia.

Bayu Adi, berhasil menyisihkan ratusan kontestan tersebut dan menjadi yang terbaik. Siswa yang masih duduk di bangku kelas X Administrasi Perkantoran ini,  mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan.

"Alhamdulillah kerja keras kami membuahkan hasil. Saya senang bisa menjadi juara. Saya akan terus belajar untuk menjadi yang terbaik", tutur Bayu dengan penuh syukur.

Guru Pembimbing Lomba Foto Kreatif, Sherly Ayu S.Pd.  berharap siswa terus bersemangat untuk meningkatkan kompetensinya di bidang puisi, sehingga di perlombaan selanjutnya bisa mempersembahkan yang terbaik bagi SMK Mutu Gondanglegi. (Fahri)

Senin, 24 April 2017

Posted by hilmi Posted on April 24, 2017 | No comments

Semarak Kartini, SD Mapan Dau Gelar 5 Rangkaian Acara

Pawai Show of force Siswa SD Mapan di dusun Jetis Mulyoagung, Selasa (25/04/17)

Malangmu.or.id -- Meski digelar tidak bertepatan dengan hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2017 kemaren, rangkaian acara dalam rangka menyambut Hari Kartini yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 08 Dau pada Selasa, 25 April 2017 tetap semarak. Ada 4 agenda yang direncanakan dalam Semarak Kartini ini.

Pertama, Atraksi Drum Band oleh siswa-siswi SD Mapan di area lapangan  sekolah. Atraksi ini sekaligus dilangsungkan sebelum Apel pagi dimulai.

Kedua, Apel Pagi yang dilaksanakan dengan menggunakan bahasa Jawa (Kromo) sebagai pengantar dan komunikasi saat acara, dan seluruh peserta menggunakan kostum / busana adat.

Ketiga, pawai atau show of force berkeliling dusun Jetis. Seluruh peserta yang mayoritas mengenakan kostum adat Jawa (Kebaya) dan beberapa ada yang mengenakan busana adat lainnya berjalan mengelilingi dusun Jetis dengan kawalan drumband.

Keempat, Lomba mewarna diikuti oleh siswa kelas 1 sampai dengan kelas 5.

Kelima, Lomba menari dan fashion show yang diikuti oleh siswa kelas enam, yang berlokasi di kampus 2 (kompleks Ulil Abshar).

Seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka semarak Kartini ini diharapkan bisa menjadi ajang atau wahana penanaman nilai-nilai kekartinian. Sebagaimana yang disampaikan Kepala Sekolah SD Mapan, Hj. Siti Alfiyah, S.Pd bahwa "seluruh komponen kependidikan di SD Mapan ini bisa mengambil dan menerapkan nilai-nilai keKartinian, paking tidak semangat literasi, budaya membaca dan menulis harus membudaya. Selain itu semangat atau jiwa emansipasi harus melekat pada diri anak-anak didik kami di SD Mapan". (Hilmi)

Posted by hilmi Posted on April 24, 2017 | No comments

Tatkala Apel Pagi Gunakan Bahasa Jawa

Suasana Apel Pagi SD Mapan dalam rangka Semarak Kartini, Selasa (25/04/17)
Malangmu.or.id -- Dau, Selasa (25/04/2017) di Perguruan Muhammadiyah Dau kabupaten Malang berlangsung Apel pagi atau upacara dalam rangka menyambut hari Kartini. Berbeda dari kebiasaan umumnya, upacara kali ini, yang diselenggarakan oleh Sekolah Dasar Muhammadiyah 8 (SD Mapan) Dau menggunakan bahasa Jawa sebagai pengantar dan komunikasi para petugas upacara. Unik bukan?

"Ya memang tidak biasa, bahasa Jawa (Kromo) menjadi pengantar dan komunikasi pada upacara kali ini sebagai wujud kecintaan kami terhadap bahasa Jawa. Anak-anak lebih kita dekatkan dengan bahasa Jawa, meski dalam mata pelajaran telah diberikan. Kesemuanya itu dimaksudkan untuk melestarikan budaya Jawa yang kian hari kian menyusut dan bahkan nyaris hilang." Demikian ungkap Kepala Sekolah SD Mapan, Siti Alfiyah, S.Pd saat ditemui malangmu.or.id di kantornya sesaat sebelum upacara dimulai.

Perbedaan dan sekaligus menjadi keunikan tersendiri dalam upacara kali ini, selain menggunakan bahasa Jawa adalah, seluruh peserta upacara, mulai dari kelas 1 sampai 6 yang berjumlah 384 anak didik, ditambah tenaga kependidikan yang berjumlah 32 orang itu seluruhnya menggunakan kostum atau busana adat.

Nampak di antara mereka ada yang menggunakan busana adat jawa yang akrab disebut dengan kebaya, sebagai simbol Kartini. Juga, ada yang menggunakan busana adat lain, seperti Maluku, Sumatra, Bali, bahkan Madura serta lainnya. (Hilmi)

Posted by hilmi Posted on April 24, 2017 | No comments

Talk Show Parenting Aisyiyah Wagir

Eyang Wiwik, praktisi dan pemerhati dunia pendidikan anak saat menyampaikan materi parenting.

Malangmu.or.id -- Wagir, Senin (24/4/2017) bagi para aktivis Aisyiyah, libur panjang tidak serta merta menjadikan mereka bersantai atau asik berlibur bersama keluarga. Masa libur panjang justru dijadikan sebagai momentum untuk berkontribusi kepada masyarakat. Hal ini nampak pada gelaran Milad Asiyiyah sekaligus peringatan hari Kartini yang dilaksanakan PC Aisyiyah Wagir. Bertempat di Pendopo Kecamatan Wagir, PC Aisyiyah Wagir menyelenggarakan Talk Show Parenting dengan menghadirkan praktisi pendidikan sekaligus pemerhati dunia anak, Eyang Wiwik.

Dalam paparannya, Eyang Wiwik, wanita yang akrab muncul di media elektronik dan media massa di Malang Raya ini dengan tegas menyampaikan, "Mudahlah memberi maaf dan meminta maaf, terutama dengan anak kita. Ayo peluk anak-anak kita. Ayo jadi Kartini-Kartini yang cerdas. Kartini yang peduli dengan dunia anak kita. Anak adalah masa depan kita. Asuh mereka dengan maksimal".

Sementara itu Diana Mustofa, Ketua PC Aisyiyah Wagir menyampaikan bahwa, "Agenda talk show Parenting ini merupakan rangkaian Milad Aisyiyah tahun ini. Kami konsen pada dunia pendidikan anak. Kehadiran Eyang Wiwik, kami harapkan mampu memberikan suntikan semangat bagi kaum ibu dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya".

Selain itu PC Aisyiyah Wagir juga menggelar gerak jalan sehat yang diikuti oleh seluruh anak-anak​ didik di lingkungan Amal Usaha Aisyiyah Wagir, para wali murid, guru, warga dan simpatisan Muhammadiyah di Wagir. (San)
Posted by hilmi Posted on April 24, 2017 | No comments

Semarak Milad Aisyiyah dan Hari Kartini PCA Wagir

Ketua PC Aisyiyah Wagir Diana Mustofa saat pemberangkatan peserta gerak jalan Milad Aisyiyah.

Malangmu.or.id -- Wagir, Senin (24/4/2017) mengangkat tema "Aisyiyah Awal Abad Ke-2, Memuliakan Martabat Umat, Berkiprah Memajukan Bangsa", Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Wagir berusaha terus menggelorakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar dengan menggelar dua agenda dalam satu rangkaian pelaksanaan, yakni Milad Aisyiyah ke-100 tahun dan peringatan hari Kartini tahun 2017.

Dipusatkan di Pendopo Kecamatan Wagir, agenda Milad Aisyiyah dan peringatan Hari Kartini PCA Wagir ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Malang, Camat Wagir, perwakilan organisasi Islam, warga dan simpatisan Muhammadiyah serta eleman masyarakat lainnya.

Dalam sambutan iftitah, Herlina, SE, Wakil Ketua Majelis Pendidikan PDA Kab. Malang  menyampaikan, "Karakteristik Aisyiyah itu tauhidnya mantap, ibadahnya tekun, berakhlak mulia, tinggi ilmu dan ikhlas beramal. Maka jangan khawatir menyekolahkan putra-putri anda di sekolah Aisyiyah. Sebab putra-putri anda dididik oleh orang-orang yang baik". Demikian tegas wanita yang akrab disapa Bu Lina ini.

Sementara itu Ketua PCA Wagir, Diana Mustofa ketika memberikan sambutan dalam agenda ini menyatakan, "PC Aisyiyah Wagir berkomitmen untuk istiqomah berdakwah amar makruf nahy munkar, memberikan layanan yang baik bagi umat dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Melalui berbagai program dan kegiatan, serta lewat Amal Usaha yang dimiliki Aisyiyah, kami siap bekerja sama dengan semua elemen untuk kemaslahatan umat terutama kaum wanita", demikian tegas Ketua Cabang Asiyiyah yang masih muda ini.

Mewakili unsur Forum Pimpinan Kecamatan Wagir, dalam kesempatan ini Camat Wagir, Wahyu Kurniati, SS, M.Si, menyampaikan, "Saya sangat bangga sekaligus gembira melihat kemampuan PC Aisyiyah Wagir yang telah menyelenggarakan agenda ini. Aisyiyah yang merupakan bagian dari gerakan Muhammadiyah bersama ormas lain seperti NU mempunyai tujuan yang mulia. Semuanya bergerak demi kemajuan umat. Maka jangan lelah bergerak untuk maju. Selamat Milad Aisyiyah dan Hari Kartini", tegas Ibu Camat muda yang baru bertugas di wilayah Wagir ini di hadapan seluruh hadirin.

Hadir pula Kapolsek Wagir yang turut memberikan sambutan, "Kehadiran ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU merupakan berkah. Muhammadiyah dalam hal ini, harus terus berkontribusi kepada umat dan masyarakat. Terus berkontribusi untuk bangsa ini".

Untuk lebih menyemarakkan Milad Aisyiyah ke-100 tahun ini, PC Aisyiyah Wagir menggelar Talk Show Parenting dengan menghadirkan Eyang Wiwik seorang narasumber, pemerhati, praktisi dan pelaku pendidikan seputar dunia anak yang sudah dikenal di kawasan Malang Raya serta Gerak Jalan Sehat yang diikuti oleh sekolah, guru, staf dan karyawan amal usaha di bawah naungan PC Aisyiyah Wagir, warga dan simpatisan Muhammadiyah Wagir serta masyarakat pada umumnya. (san/hil)

Minggu, 23 April 2017

Para siswa anggota IPM SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen bersama relawan MDMC PDM Kabupaten Malang saat kegiatan kampanye kesiapsiagaan bencana di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Ahad (23/4).

Malangmu.or.id - MALANG. Ratusan pelajar sekolah Muhammadiyah di Kepanjen Kabupaten Malang turun ke jalan protokol sepanjang di Kepanjen, Ahad (23/4). Mereka turut serta dalam aksi mengkampanyekan kesiapsiagaan bencana nasional.

Keterlibatan pelajar sekolah Muhammadiyah ini merupakan kegiatan sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2017. Pelajar yang tergabung dalam IPM SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen bersama relawan Muhammadiyah Disaster Center (MDMC) ini melakukan longmarch mulai dari sekolah setempat menuju Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Sejak pagi sekitar pukul 06.00 WIB, sekitar 150 pelajar anggota IPM SMKM 1 Kepanjen didampingi oleh pegiat MDMC melakukan longmarch sambil membagi-bagikan selebaran dan stiker. Mereka melintasi Jalan Penarukan - Jalan Panji - Jl Trunojoyo dan finish di Stadion kanjuruhan Kepanjen.

Menurut pegiat MDMC PD Muhammadiyah Kabupaten Malang Nurcholish Dwi, tujuan utama sosialisasi kebencanaan di lingkungan sekokah diantaranya adalah mewujudkan sekolah aman sekaligus menyelamatkan aset sekolah terhindar dari dampak bencana.

Selain mengajak pelajar SMKM 1 Kepanjen, MDMC PDM Kabupaten Malang juga berencana mengadakan kegiatan serupa di SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi. Menurut Dwi, dipilihnya lokasi kegiata di SMK Mutu karena sekolah ini memiliki gedung tertinggi jenjang SMA/SMK.

"Dimilikinya gedung sekolah tertinggi seperti yang ada di SMK Mutu
otomatis harus dikenalkan kebencanaan atau lebih dikenal sekolah aman bencana. Di SMK Mutu tim siswa dibekali teknik dalam simulasi kesiapsiagaan kebencanaan pada 26 April 2017 nanti," terangnya, Ahad (23/4).

Menurutnya, acara peringatan HKBN 2017 sudah dilaunching pada tanggal 17 April 2017 lalu di Gedung PP Muhammadiyah di Jl. Ahmad Dahlan Yogyakarta dilanjutkan longmarch ke titik nol dan orasi. [amin]

Senin, 17 April 2017

Posted by hilmi Posted on April 17, 2017 | No comments

SMK Mutu Gandeng Jepang untuk Tampung Lulusan Keperawatan

Kepala Sekolah SMK Mutu Gondanglegi dan Ms Sanae ketika selesai menanda tangani MoU kerjasama dengan NPO Sympony Kanagawa Jepang.

Malangmu.or.id --Gondanglegi,  Selasa, 18/4/2017 SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi terus membina hubungan baik dengan instansi luar negeri. Kemarin SMK Rujukan Nasional ini melakukan penandatanganan MoU dengan Yayasan NPO Symphony, Kanagawa, Jepang. Sebuah yayasan yang bergerak di bidang kesehatan.

Penandatanganan kerja sama ini merupakan lanjutan dari komitmen tiga tahun lalu saat SMK Mutu pertama kali  membuka jurusan keperawatan.

Hadir dalam penandatanganan MoU Kepala SMK Mutu Gondanglegi H Pahri SAg MM, Prof Dr Bambang Rudyanto sebagai perwakilan dari Wakoo University of Japan dan Ms Sanae sebagai pembina Yayasan NPO Symphony.

Dalam sambutannya dengan bahasa Jepang yang ditranslate Prof Dr Bambang Rudyanto,  Ms Sanae menjelaskan jika kesempatan berkarir di negaranya terbuka lebar. Apalagi jurusan keperawatan sangat dibutuhkan.

Menurut Ms Sanae, jauh-jauh dia datang dari Jepang tujuannya untuk merekrut tenaga keperawatan SMK Mutu tentunya menginginkan SDM yang andal dan kreatif. Selain itu juga dituntut memiliki keuletan dalam merawat orang tua. ”Saya berkeyakinan, SDM dari sekolah ini akan memenuhi standar yang kami tentukan,” terangnya.

Kepala SMK Mutu Gondanglegi H Pahri SAg MM menuturkan, untuk memenuhi standar Jepang pihaknya tidak kesulitan. Itu karena beberapa kesempatan baik siswa maupun guru SMK Mutu sudah banyak yang pergi ke negeri sakura ini. ”Untuk standar kompetensi kami yakin dengan belajar selama tiga tahun di  jurusan keperawatan para alumni  bisa berkarier  di Jepang,” pungkas Pahri meyakinkan. (Sahrul)

Minggu, 16 April 2017

Posted by hilmi Posted on April 16, 2017 | No comments

Liburan Sambangi Korban Bencana Banaran

Tim Lazismu dan MDMC PDM kab. Malang di Zona B lokasi longsor, Ponorogo (14/04/17)

Malangmu.or.id -- Selalu bergerak dan menggerakkan kesadaran akan keutamaan berbagi bersama untuk sesama agar senantiasa berbakti serta berusaha memberi untuk negeri, bukan sekedar slogan semata. Saat hari libur nasional [jum’at, 14/04/2017] pun Lazismu PDM kab. Malang berusaha tetap semangat dalam berbagi, yang pada kesempatan kali ini sambangi korban bencana tanah longsor di desa Banaran kec. Pulung kab. Ponorogo.

Sebagaimana diketahui, pada 1 april 2017 yang lalu sekitar pukul 07:40 wib. telah terjadi bencana longsor yang menimpa warga dusun Tangkil desa Banaran kec. Pulung kab. Ponorogo, puluhan rumah tertimbun material tanah, 29 jiwa dinyatakan hilang dan masih banyak lagi tempat/fasilitas umum seperti sekolah dan lainnya tertimbun ratusan bahkan ribuan kubik tanah, yang kini telah berubah jadi hamparan tanah setinggi puluhan meter dari permukaan jalan dusun/desa.

hingga berita ini diturunkan sebenarnya masih banyak korban jiwa yang belum ditemukan. Pemkab Ponorogo melalui dinas/instansi terkait (tim SAR dan BPBD) telah menyatakan menghentikan pencarian korban pada H+7, alat berat yang didatangkan ke lokasi saat terjadi bencana kini juga sudah mulai ditarik atau dihentikan pengoperasiannya, dikarenakan memang sudah tidak dimungkinkan lagi untuk dilanjutkannya proses pencarian korban dengan pertimbangan banyak hal, baik secara teknis maupun psikis dan lain hal. Yang lebih penting saat ini adalah merelokasi warga di sekitar lokasi bencana untuk mengantisipasi dimungkinkan terjadinya longsor susulan yang akan berakibat bertambahnya lebih banyak lagi korban.

profesionalitas Lembaga Penganggulan Bencana (LPB)/Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) dengan SOP yang ada pun setelah dua pekan membuka posko di lokasi bencana dan telah melakukan tahap I : tanggap bencana, tahap II : siaga bencana, pada pekan depan ini akan lebih fokus pada tahapan rehabilitasi trauma korban terdampak bencana yang selamat khusunya anak-anak yang kehilangan orang tua mereka yang hilang tertibun tanah longsor selama 3 bulan kedepan. sedangkan Lazismu juga akan melakukan support logistik dengan terus menyalurkan bantuan yang hingga kini juga masih terus berdatangan dari warga persyarikatan, ortom dan aum serta berbagai komunitas maupun ormas atau OKP (organinasi kemasyarakatan pemuda) dari seluruh pelosok negeri yang mempercayakan penyaluran bantuan ke Lazismu, terang Zulkarnain (ketua Lazismu PDM kab. Ponorogo).

Di saat yang bersamaan, Nurcholis Dwi R. (sekerataris LPB/MDC PDM kab. Malang) yang ikut bersama tim lazismu dalam pentasarufan bantuan bagi korban bencana, mengatakan bahwa penghimpunan dana juga masih terus dilakukan sampai batas waktu yang ditetapkan oleh Lazismu PWM Jawa Timur maupun Lazismu pusat. Selain logistik berupa bahan bahan makanan (sembako), bantuan pendampingan (bimbingan konseling) yang merupakan tahapan : rehabilitasi/pemulihan trauma bencana (tahap III) oleh relawan LPB/MDMC juga mesti jadi prioritas Lazismu untuk supporting pendanaannya hingga 3 bulan mendatang.

Komunikasi dan juga koordinasi yang sistematis secara berkala dan berkelanjutan juga mesti terus-menerus dilakukan dengan pihak dinas terkait Pemkab Ponorogo khususnya, Pemprov Jawa Timur hingga kementrian, lembaga/badan yang berwenang di pemerintah pusat. ini penting untuk dilakukan, harapannya agar bencana yang terjadi di negeri ini tidak dijadikan eksploitasi yang berlebihan dan jadi komoditas politik pencitraan dari komunitas/kelompok-kelompok dan orang-orang yang hanya ingin memancing di air keruh maupun mencari keuntungan diatas penderitaan para korban bencana. sebuah pilihan cerdas, tepat dan berkemajuan dari insan/warga persyarikatan (ortom, lembaga dan amal usaha muhammadiyah/aum) dalam upaya menghimpun dana masyarakat/ummat untuk kemudian diserahkan ataupun diintegrasikan, terpadu bersama lazismu yang merupakan lembaga zakat nasional (SK. Menteri Agama nomor 730 tahun 2016) sebagai implementasi undang-undang nomor 23 tahun 2011 dan juga instruksi pp muhammadiyah nomor 259 tahun 2016, terang Hariadi, S.AP. (ketua divisi pengembangan Lazismu PDM kab. Malang).

Minggu, 09 April 2017

dr. H. Taufiqurrohamn, SpS, M.Kes ketika melakukan pengguntian pita tanda diresmikannya gedung baru Klinik Muhammadiyah PCM Sumberpucung kabupaten Malang

MALANG - Klinik rawat inap PKU Muhammadiyah Sumberpucung, Kabupaten Malang yang tahun ini bakal alih status menjadi rumah sakit, mendapatkan kunjungan dr H Agus Taufiqurrahman SpS MKes, Ketua PP Muhammadiyah, Ahad (9/4) siang. Ditemani sejumlah pengurus PDM Kabupaten Malang dan perwakilan RS UMM, dr Agus menyempatkan diri keliling melihat fasilitas layanan klinik Muhammadiyah ini.

Kunjungan Ketua PP Muhammadiyah bidang PKU ini setelah memberikan pengajian PP Muhammadiyah di aula gedung serbaguna Karangkates Sumberpucung pagi. Dalam kunjungan ini, dilakukan prosesi pengguntingan pita menandai diresmikannya gedung baru dan fasilitas layanan seiring menjadi RS Tipe D. Selanjutnya, dr Agus melihat-lihag fasilitas beberapa kelas kamar pasien yang masih baru dibangun.

"Semoga tetap optimis bisa memberikan pelayanan sesuai standar rumah sakit. Terus saja dikembangkan. Setelah dua tahun Saya berharap Pak Haedar (Ketua PP Muhammadiyah) bisa meresmikannya RS Muhammadiyah ini langsung," kata dr Agus di sela perbincangan dengan dr Siti J Susilo, kepala Klinik Muhammadiyah Sumberpucung dan segenap karyawan.

Sebelumnya, H Agus Taufiqurrahman SpS MKes menegaskan, dalam pengembangannya menjadi rumah sakit, Klinik Muhammadiyah Sumberpucung nantimya akan difasilitasi dan mendapatkan asistensi pihak Rumah Sakit UMM.

Dalam pesannya, ia menegaskan klinik harus menerapkan khas pelayanan kesehatan Muhammadiyah, yakni pelayanan harus dengan prinsip-prinsip syariah.

"Layanan RS Muhammadiyah itu obat-obatnya dan gizi untuk pasien harus dijamin halal, juga memberi layanan bina mental pada pasien bahwa kalau sakit ikhlas maka akan mengurangi dosa. Bahkan, jika pasien menemua ajal di RS Muhammadiyah, harus dibimbing dengan semestinya sehingga meninggal dalam khusnul khatimah," tegasnya. (amin)

Sabtu, 08 April 2017

Posted by Ridlo Posted on April 08, 2017 | No comments

Majelis Ilmu dan Mengaji Itu Ruhnya Muhammadiyah

dr. H. Agus Taufiqurrohman, SpS M.Kes, PP Muhammadiyah ketika menyampiakan ceramaha di Pengajian Daerah Muhammadiyah Sumberpucung Kabupaten Malang.

SUMBERPUCUNG - Malangmu.or.id. Majelis ilmu dan keharusan mengaji menjadi pesan moral yang banyak disampaikan pada ribuan jamaah Muhammadiyah Kabupaten Malang dalam Pengajian Pimpinan Muhammadiyah di aula serbaguna, Karangkates, Sumberpucung Kab Malang, Ahad (9/4). Ini karena pengajian menjadi hal tidak terlepas dari gerakan Persyarikatan Muhammadiyah.

Tausiyah ini disampaikan dr H Agus Taufiqurrahman SpS MKes, Ketua PP Muhammadiyah yang menjadi narasumber pengajian ini. Menurutnya, Muhammadiyah lahir dari aktivitas pengajian-pengajian yang ada di surau dan musala. Karena itu, pengajian dalam Muhammadiyah adalah ruh dan harus menjadi kebiasaan di kalangan warga persyarikatan.

dr Agus Taufiqurrahman kemudian menyitir sebuah hadist tentang ajaran yang harus selalu dikaji dalam pengajian.

"Rasul bersabda: Aku tinggalkan kamu dua hal, yang senantiasa kalian tidak sesat jika berpedoman pada keduanya. Yakni, Al-qur'an dan Sunnah," demikian tausiyah dr Agus (9/4).

Atas dasar tersebut, menurut Agus pantas jika mengaji adalah menjadi kebutuhan kita sebagai Muslim. Karena itu pula, lanjutnya, jika banyak orang yang melakukan hal-hal yang tidak disyariatkan dan tidak ada tuntunannya dalam Qur'an dan Sunnah, maka tidak harus diikuti.

"Awal seseorang mau dijadikan baik jika ia mulai senang dengan persoalan faqih dan mengaji. Jika suka mendatangi majelis dan menuntut ilmu maka akan insya Allah akan dimudahkan jalannya ke Surga Allah," imbuhnya.

Dalam kesempatan pengajian rutin 2 bulanan ini, dr Agus Taufiqurrahman  juga melakukan peresmian gedung baru dan pencanangan Klinik Rawat Inap Muhammadiyah menjadi Rumah Sakit Tipe D. Selain itu, juga diselingi acara pelantikam PC Pemuda Muhammadiyah kecamatan Donomulyo, Kalipare dan Pagak. (amin)
Posted by hilmi Posted on April 08, 2017 | 1 comment

KLZ Al-Furqon Hadirkan Surya LED dan Sun’s Water

Fajar Rohmanto & Hariadi (KL Lazismu al Furqan Tumpang) di Lokasi Bazar Pengajian PDM kab Malang di Karangkates, Ahad (09/04/17)

Sejak diluncurkan pada pertengahan januari 2017 yang lalu, lampu hemat energi bohlam 7 watt dengan nama ‘Surya LED’ yang diproduksi oleh Lazismu Pusat bekerja sama dengan PT. Makarim Berjaya, untuk kali pertama di hadirkan di daerah kabupaten malang bertepatan dengan acara pengajian rutin PDM kabupaten malang [09/04/2017]

Bertempat di gedung serbaguna Taman Wisata Bendungan Karangkates kecamatan Sumberpucung kabupaten Malang, KLZ Lazismu Al-Furqon kenalkan dan pasarkan ‘Surya LED’ kepada jama’ah/warga persyarikatan peserta pengajian PDM kab. malang yang dihadiri oleh dr. H. Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes. [Ketua PP Muhammadiyah] sebagai pemateri kajian.

Selain hadirkan ‘Surya LED’ pada kesempatan pengajian rutin PDM kabupaten Malang kali ini, KLZ Al-Furqon PRM Kulonpasar PCM Tumpang juga mengenalkan produk air minum dalam kemasan Sun's Water yang di produksi oleh PT. Mineral Sejahtera Malang. perusahaan yang awalnya melakukan penawaran kerjasama kepada Lazismu ini berharap Sun's Water bisa dijadikan sebagai salah satu sarana bagi Lazismu dalam menghimpun dana infaq masyarakat/ummat dan cara sederhana dalam mengembangkan dana infaq yang didapat, terang Lukman Hakim ketua pcm pakis kab. malang yang juga pemilik PT. Mineral Sejahtera Malang.

Senada dengan Lukman, Hariadi, S.AP. [Sekretaris takmir masjid al-Furqon PRM Kulonpasar PCM Tumpang] mengatakan, bahwa prinsip dasar dari tujuan kerjasama ini bukan hanya bisnis atau profit oriented semata, akan tetapi lebih pada sebuah inovasi/kreasi ikhtiar dalam mengembangkan sayap dakwah dari dana infaq yang dihimpun oleh kantor layanan/KL Lazismu al-Furqon setiap bulannya yang rata-rata mencapai 4 juta rupiah. Jumlah perolehan infaq yang tidak bisa dibilang kecil untuk ukuran masjid di sebuah dusun di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas non Muhammadiyah. Bahkan hampir 80% dari jumlah donatur melalui kotak infaq keluarga yang disebar dilingkungan masjid al-Furqon di dusun Tumpang/Kulonpasar adalah warga/masyarakat non Muhammadiyah. Berkah sekaligus juga merupakan tantangan, bahwasanya amanah serta kepercayaan warga/masyarakat ini menuntut kita untuk senantiasa istiqomah dalam merawatnya.

Tersirat sebuah harap akan kerjasama KL Lazismu al-Furqon dengan PT. Mineral Sejahtera Malang ini nantinya bisa berlanjut ke tingkat struktur organisasi/persyarikatan di daerah (PDM) wilayah (PWM) bahkan pusat (PP) sebagaimana ‘Surya LED’. karena dengan begitu maka sebaran manfaat dari kerjasama ini bisa lebih luas dan sesegera mungkin terimplementasi serta dapat dijadikan tambahan motivasi bagi kantor-kantor layanan Lazismu yang ada di ranting, cabang maupun AUM di kabupaten Malang khususnya dan di jawa timur bahkan di seluruh pelosok negeri ini pada umumnya.

Tantangan Lazismu hingga saat sekarang ini adalah belum dijalankan bahkan mungkin belum dipahaminya terjemahan dari instruksi pimpinan pusat muhammadiyah nomor: 259 tahun 2016 tentang: pendirian dan pengelolaan Lazismu pada struktur dan amal usaha Muhammadiyah. Untuk data struktur PDM kabupaten Malang saja menunjukkan ada sekitar 30 lebih PCM dan ratusan PRM, belum lagi AUM. Di bidang pendidikan (sekolah-sekolah dari SD/MI, SMP/Mts., SMA/SMK/MA). Di bidang kaderisasi/ortom-ortom yang ada, di bidang pelayanan sosial (panti-pantii asuhan, klinik-klinik kesehatan/RS) dan lain-lainnya. Data yang cukup besar, yang sudah semestinya harus mulai dan terus dipacu laju kerja lazismu dalam menggarap potensi besar dana ZIS di seluruh tingkat pimpinan organisasi, ortom dan AUM tersebut. untuk kemudian akan bisa di dapat data yang maksimal, realyble, integratif secara terus menerus, berjenjang dan berkelanjutan serta sistematis, pungkas Hariadi yang juga ketua divisi pengembangan lazismu pdm kabupaten malang. (BP/Hil)
Posted by hilmi Posted on April 08, 2017 | No comments

Semarak Pengajian PDM Kab. Malang


Malangmu.or.id -- Sumberpucung, 9/4/2017. Semarak pengajian PDM se-Kab Malang dari tahun ke tahun  semakin terasa. Aura wajah jamaah pengajian semakin berseri.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang menjadi tempat pengajian berusaha menyambut tamu dengan sebaik-baiknya. Implementasi  Hadits Nabi, "Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir hormati tamu-nya".

Sebagai shohibul bait, PCM selalu berusaha menampilkan produk, jasa, layanan dan AUM yang dimiliki.  Seperti pagi ini, anak-anak  PAUD, TK, SD, SMP dan SMA Muhammadiyah  Sumberpucung ambil peran. Tampil menghibur jamaah dhahiran wa al-bhatinan.

Demikian pula dengan produk-produk home industri dari ibu  Aisyiah senantiasa meramaikan setiap  pengajian digelar.  Lebih dari itu pengajian PDM ini, tali persaudaraan warga dan AUM  Muhammadiyah semakin kuat dan kokoh.

Saudaraku, ini keindahan dakwah di bawah tenda besar Muhammadiyah. Selalu  menggembirakan,  menyenangkan dan mencerahkan. Senyum bahagia berkhidmad  sepanjang masa. (Fahri)
Gedung Serbaguna Bendungan Karangkates telah siap ditempati pengajian PDM kab. Malang, Ahad (09/04/17)


‌Malangmu.or.id -- Hari ini, Ahad (09/04/17) Pimpinan Daerah Mihammadiyah (PDM) kabupaten Malang melangsungkan kegiatan rutin, pengajian dua bulan sekali di Taman Wisata Bendungan Karangkates kecamatan Sumberpucung. Bendungan Karangkates atau biasa disebut Bendungan Sutami telah dibangun sejak tahun 1975-1977 dan digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air, juga menjadi salah satu obyek pariwisata di Malang.

‌Sengaja dipilihnya Taman Wisata Bendungan Karangkates (TWBK) itu sebagai tempat pengajian menurut wakil Sekretaris PDM, Alfi Nurhidayat, ST, itu biar bervariasi saja, tidak mainstream. Seolah pengajian daerah harus di masjid atau Amal Usaha Muhammadiyah. Katanya. Selain itu, azas menggembirakan juga menjadi pertimbangan, "khan bermuhammadiyah itu harus dengan bergembira," jelas Alfie ketika dihubungi malangmu.or.id.

‌Di tempat terpisah, Agus Salim Budiono, selaku pengurus Pimpinan Cabang (PCM) Sumberpucung menyampaikan, area taman wisata bendungan Sutami sangat representatif untuk kegiatan yang massif seperti pengajian PDM ini. Gedung serbaguna serta halaman yang luas akan memberikan kenyamanan jamaah pengajian yang datang dari seluruh penjuru kabupaten Malang. Tuturnya. Karenanya, harap Agus, jamaah semoga bisa ikut menjaga ketertiban dan kebersihan wahana wisata itu, demi nama baik Muhammadiyah.

Pengajian yang rencana akan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dokter H. Taufiqurrahman, M.Kes sebagai pemberi taushiyah ini semoga mampu menambah pencerahan pimpinan dan warga Muhammadiyah kabupaten Malang. (Hil)
Ridlo Setyono saat introductory session dan mengenalkan Muhammadiyah ke peserta Training Mobility di Lublin University of Technology, Senin (03/04/17)
POLANDIA -- Memasuki musim semi di Lublin, kota besar ke-9 di Polandia ini memang membuat pendatang dari negara tropis masih terasa dingin, apalagi bila ada hembusan angin. Badan serasa ditusuk jarum es. Telapak tangan jadi seperti kram. Lutut bergetar dan mulut terasa ngilu menahan dinginnya cuaca di bumi eropa. Demikian ungkap Ridlo Setyono, salah satu partisipan Erasmus Staf Training Mobility dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menceritakan kepada media online Muhammadiyah, malangmu.or.id ini.

Sesuai dengan jadual hari pertama training (3/4/17), peserta mengikuti welcoming remark dari International Exchange Education LUT dan sambutan dari Małgorzata Wilczyńska, MA, IE Officer. Kemudian di sesi perkenalan, semua peserta diberi waktu 5 menit untuk mengenalkan dirinya, pekerjaan, dan sedikit mengenai kampusnya. Ridlo selaku wakil dari UMM memanfaatkan waktu itu untuk tidak hanya mengenalkan diri dan kampusnya, tetapi menyelipkan untuk mengenalkan Muhammadiyah di hadapan semua peserta dan tentunya dengan bahasa Inggris.

“ini adalah saat tepat bagi saya untuk mengenalkan kampus dan juga Muhammadiyah. Setelah perkenalan pribadi dan kampus, saya tambahkan dengan mengatakan kalau UMM adalah salah satu dari kampus besar yang dimiliki organisasi Islam terbesar di Indonesia." Pungkasnya melalui WhatsApp.

Muhammadiyah adalah pioner pendidikan di Indonesia sejak sebelum berdirinya Muhammadiyah itu sendiri, di tahun 1912M. Sekarang telah memiliki ribuan sekolah dan perguruan tinggi menyebar di seluruh Indonesia bahkan telah dibuka kampus Muhammadiyah di luar negeri seperti  Malaysia. Oleh karena itu, untuk urusan pendidikan, pemerintah Indonesia mempercayakan kepada Muhammadiyah, terbukti Menteri Pendidikan sekarang berasal dari jajaran pimpinan Muhammadiyah. Demikian paparnya di depan forum yang terhormat itu.

"Peserta terlihat terkesima dengan ada yang mengatakan “Wow great” dan sebagainya sambil menyimak dan penasaran dengan penjelasan saya mengenai Muhammadiyah. Terlihat peserta dengan Hikmat mengikuti apa yang saya sampaikan” Jelas sekretaris MPI PDM Kab Malang.

Dengan bangganya Ridlo juga menceritakan, ketika menjelaskan mengenai Muhammadiyah, salah satu peserta dari Maroko Hanae, mengacungkan tangan sambil berkata “I am also from Muhammadiyah. That’s one of the name of my city in Maroko” , hadirin terlihat geerr dengan pernyataan itu dan semakin penasaran dengan apa yang disampaikan. Ternyata di Maroko, nama Muhammadiyah sudah terkenal karena di sana ada kota yang bernama Mohammedia.

Menutup presentasi singkat itu, Ridlo menyampaikan bahwa UMM dan Muhammadiyah membuka pintu kepada semua delegasi kampus bila berkeinginan untuk research, studi banding, sharing dan diskusi mengenai kampus dan Muhammadiyah. “Semoga ini adalah salah satu media untuk promosi dan mengenalkan Muhammadiyah di belahan dunia lain yang belum paham organisasi Muhammadiyah." Harapnya. Terlihat peserta antusias dan penasaran dengan saya, yang satu-satunya peserta dari Indonesia. Mereka dari timur tengah sangat appreciate dan mengagumi dengan mengatakan “Indonesia is a good country”. Tambah pria lulusan bahasa Inggris UMM ini. (Hil)
Ketua Umum PP Muhammadiyah (tengah) saat memberi taushiyah di Aula BAU UMM, Sabtu (08/04/17)
 malangmu.or.id -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, M.Si menyampaikan bahwa masih banyak agenda besar yang harus diperjuangkan Muhammadiyah. Salah satunya adalah dalam konteks keislaman. Bagaimana menjadikan umat Islam Indonesia yang mayoritas ini sebagai khaira ummah (umat yang berdaya, terbaik). Berdaya secara ekonomi, politik dan sebagainya. Ungkapnya di Aula BAU Univ. Muhammadiyah Malang (UMM) siang tadi, Sabtu (08/04/17).

Dalam acara Pengajian Umum yang dihadiri oleh seluruh dosen UMM dan sebagian warga Muhammadiyah itu, Haedar juga menyampaikan keprihatinannya melihat realitas kondisi ummat Islam di Indonesia yang menunjukkan ketidakberdayaannya dalam banyak hal, ekonomi dan politik misalnya. Ummat Islam bisa dibilang masih tertinggal berada jauh di bawah, bahkan sebagai minoritas. Panggung politik meski sudah dipegang tetapi belum bisa mengartikulasikannya dengan baik. Begitu juga dalam bidang sains, ilmu pengetahuan. Jelasnya.

Haedar tidak menafikan segala keberhasilan yang telah diraih oleh Muhammadiyah terutama dalam hal pendidikan. Kader-kader Muhammadiyah telah banyak berkecimpung dalam panggung nasional dan juga ada yang mendunia. Keberhasilan itu wujud (hasil nyata) dari proses pendidikan dan mobilitas kader Muhammadiyah sehingga bisa memimpin lembaga-lembaga strategis negara. Bukan karena hasil konspirasi politik. Tegasnya.

Tetapi, lanjut Haedar, ini semua masih belum cukup, kita tidak boleh berhenti disini. Perjuangan Muhammadiyah masih panjang. Bagaimana melalui pendidikan yang digeluti Muhammadiyah ini mampu menciptakan manusia yang berdaya, bermanfaat untuk ummat. Inilah pekerjaan panjang kita. Paparnya dihadapan lebih dari 350 peserta pengajian.

Diakhir taushiyahnya, beliau mengingatkan bahwa folosofi matahari, yang selalu menyinari, memberikan pencerahan harus selalu tertanam dan terejawantahkan dalam semua langkah kader, terutama dosen dan guru. Kita harus tetap optimis, melalui berfikir jernih dan tauladan yang baik akan mampu membentuk karakter bangsa yang berdaya. (Hil)

Jumat, 07 April 2017


Dr. Mursidi, MM saat Presentasi Disertasinya di FEB, Sabtu (08/04/17)
Malangmu.or.id - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Drs Mursidi MM, menjalani Ujian Disertasi program Doktoral S3 di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Sabtu (8/4) pagi. Dalam ujian disertasi ini, Mursidi harus mempertanggung jawabkan disertasi ilmiahnya di hadapan lima penguji.

Manajemen Sumberdaya Manusia sebagai konsentrasi studinya pada Program Pascasarjana UB mengambil judul disertasi 'Gaya Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam Swasta (Studi fenomenologi di kampus Universitas Muhammadiyah Malang).' Dalam ujian yang dilangsungkan di Gedung C Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB ini, ia harus menghadapi berbagai pertanyaan lima penguji sekaligus. Diantaranya, Prof. Dr. Ubud Salim, MA, Dr. Haedar Nashir, M.Si, dan Prof. Dr. Ahmad Jainuri, MA.

Dari paparan Abstrak disertasinya, Mursidi menyimpulkan dihasilkannya teori bahwa Gaya Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam (UMM) adalah "gaya kepemimpinan yang memiliki filosofi profetik dan kuntul baris dengan manajerial pola paguyuban yang transformatif menuju profesional. Menurutnya, teori ini didasarkan fenomena dan pemaknaan beberapa proposisi dalam penelitian tersebut. Diantaranya, Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam (UMM) berfilosofi profetik dan penggerak, filosofi guru dan kuntul baris serta dipengaruhi oleh perjalanan hidup si pemimpin sejak dini.

Fenomenologi gaya kepemimpinan dua mantar Rektor UMM, Malik Fajar dan Muhajir Efendy (menjabat dua periode) menjadi obyek penelitian Mursidi. Dari beberapa tahun kepemimpinan dua rektor tersebut, Mursidi mendapati berbagai model kepemimpinan yang diterapkan keduanya di kampus yang dipimpin selama kurun waktu itu.

"Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam (UMM) mendasarkan pada banyak filosofi dengan menerapkan manajerial pola paguyuban, lurus dan dinamis. Bahkan, pola pemimpin juga menggunakan konsep jurnalisme, militer dan sepakbola," demikian Mursidi dalam paparan abstrak disertasinya, Sabtu (8/4).

Dari hasil ujian disertasi yang berlangsung sekitar empat jam, ketua PDM dua periode berturut-turut Mursidi akhirnya ditetapkan lulus dan mendapatkan nilai A (Sangat Memuaska). Ia pun menjadi Doktor ke 601 di kampus PTN tersebut. (amin)

Kamis, 06 April 2017

Rapat bersama di halaman Panti Asuhan Ulil Abshar, setelah Tim Perencanaan melakukan pengukuran tanah, Kamis (06/04/17)
malangmu.or.id -- Sebagai tindak lanjut dari survey lokasi/lahan yang akan dibangun gedung baru SMP Muhammadiyah 06 Dau sebagai sekolah MBS (Muhammadiyah Boarding School) pada tanggal 30 Maret 2017, tadi siang -sampai berita ini diturunkan-, Kamis 06 April 2017, segenap Tim dari Badan Pengawasan dan Pembangunan Kampus (BP2K) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hadir di lokasi dalam rangka pengukuran tanah.

“Saat ini, kami melakukan pengukuran memakai alat TS (Total Stationery) yang bertujuan untuk mengetahui luas tanah dan elevasi (ketinggian) tanah. Dari hasil pengukuran akan dibuat perencanaan gambar site plan/ lay out. Nantinya dipakai acuan untuk menentukan letak dan bentuk gedung.” Jelas Sandi Wahyudiono, ST, Kabag. Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan BP2K UMM ini.

Sandi, sebagai ketua Tim perencanaan Pembangunan gedung MBS ini lebih lanjut memaparkan bahwa, selain tujuan yang telah disebutkan di atas juga agar diperoleh hasil yang efektif secara ukuran, efisien sesuai anggaran yang dicroscek dengan kondisi eksisting di lapangan. “Setelah pengukuran, sambil menunggu desain dan perencanaan gambar, akan dilakukan sondir tanah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman tanah keras yang dipakai sebagai acuan menentukan pondasi gedung yang akan dibangun, yang direncakan lebih dari 2 lantai.” Jelasnya kepada malangmu.or.id tadi siang dilokasi pengukuran.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau, Drs. Taufiq Burhan, M.Pd menyampaikan banyak terimakasih kepada Pimpinan UMM yang telah menugaskan Tim dari BP2K untuk menjadi Tim Perencanaan Pembanguan MBS di Dau ini. “Secara husus, kami sampaikan terima kasih atas bantuan dalam merencanakan pembangunan MBS ini, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran,” ucapnya kepada Tim BP2K UMM yang telah melakukan pengukuran.

Dalam musyawarah bersama, yang terdiri dari beberapa pengurus PCM, Pimpinan SMP dan Tim BP2K di halaman Panti Asuhan Ulil Abshar itu, terungkap, direncanakan gedung yang akan dibangun itu mencapai empat lantai. PCM berharap agar maket atau gambar yang dibuat nanti memenuhi standart bangunan Sekolah Boarding School yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Selain ruang kelas, laboratorium, perkantoran dan asrama serta lainnya benar-benar dipresentasikan dan didesign dengan baik pada lahan seluas 5000m2 ini.

Mengenai model bangunan, Panitia Pembangunan, PCM dan segenap tim yang terlibat belum bisa memutuskan. Mereka masih akan melakukan studi banding dan membahas lebih lanjut dan detail dengan tim ahli lainnya dalam beberapa hari ke depan. (Hil)

Rabu, 05 April 2017


Malangmu.or.id -- Pagi ini (6/4/17) tepat pukul 08.30 di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang Kepala Sekolah SMKM 7 Gondanglegi H. Pahri, S.Ag, MM mengantarkan keberangkatan Nurul Faiza yang akan menimba ilmu ke Tokyo Jepang. Menjadi suatu kebanggaan karena Nurul Faiza tidak hanya mewakili sekolah namun Jawa Timur dan Indonesia.

Jawara National Speech English Contest itu, akan menuntut ilmu di Tokyo Jepang karena terpilih dalam 20 siswa se-Indonesia yang diberangkatkan pemerintah. Gadis yang memiliki cita-cita bisa studi hingga S3 di luar negeri ini berharap bisa mendapatkan banyak ilmu agar nantinya bisa dishare untuk sekolahnya.

Mulai dari teknologi, karakter disiplin dan perhatian pada lingkungan. Nurul Faiza menjadi siswa SMKM 7 Gondanglegi yang kesekian kalinya, bisa menikmati atmosfer menuntut ilmu di luar negeri. Saat ini ada Mario Andrianto yang juga dari SMKM 7 Gondanglegi yang tengah studi di Fecam Noermandy Prancis dan Rachman Pananto di Verginia Amerika Serikat.

Selamat dan semoga sukses sampai tujuan serta membawa pencerahan untuk Indonesia. (Sahrul)

Wilayah yang luas dan kondisi warga Muhammadiyah yang sangat beragam, menjadi tantangan sekaligus dorongan dakwah yang besar bagi setiap Majelis Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kab. Malang. Atas dasar itulah Majelis Tarjih dan Majelis Tabligh PDM Kab. Malang, melakukan turba ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lebakharjo Cabang Ampelgading, Minggu, 02 April 2017.

Kegiatan turba yang dikemas dengan acara pengajian tersebut, dihadiri oleh beberapa Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Lebakharjo, serta warga setempat.   Menurut Abdul Wahid, selaku ketua Majelis Tablig PDM Kab. Malang menyebutkan bahwa pelaksanaan turba ke Lebakharjo merupakan salah satu agenda prioritas Mejelis Tabligh. “Lebakharjo selain sebagai daerah terjauh di kawasan dakwah PDM Kab. Malang juga merupakan salah satu Ranting yang baru didirikan, sehingga masih sangat membutuhkan pembinaan,” ujar Wahid.

Pernyataan Ketua Majelis Tablig tersebut dibenarkan oleh ketua PCM Ampelgading, bahwa kondisi warga Muhammadiyah di Lebakharjo selain jumlahnya masih sedikit juga masih sangat membutuhkan bimbingan, baik yang bersifat keorganisasian maupun bimbingan keagamaan. Minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) kader Muhammadiyah di Lebakharjo menjadi salah satu tantangan sekaligus kendala yang sangat berarti dalam pengembangan cabang dan ranting yang ada di kecamatan Ampelgading.

Hal serupa juga disampaikan oleh Siswadi, ketua Majelis Tablig  PCM Ampelgading, dengan sikapnya yang merendah beliau menyampaikan bahwa warga Muhammadiyah di Lebakharjo masih sangat membutuhkan pembinaan keagamaan. “Bimbingan keagamaan yang dibutuhkan, yang sifatnya praktis  sebagai bentuk amalan ibadah harian yang sesuai dengan tuntunan Muhammadiyah,” harap beliau.

Dalam kesempatan yang sama, Soleh Subagja selaku ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kab. Malang, memberikan pengarahan yang sangat mendasar tentang paham agama di Muhammadiyah. Menurut beliau, di beberapa pelosok yang didominasi muslim tradisionanlis masih ada anggapan bahwa Muhammadiyah merupakan agama baru. “Bagi mereka, dapat dikatakan Islam sudah sesuai dengan keyakinan dan amaliyah yang selama ini mereka lakukan,” paparnya.

Pria asal Garut ini menjelaskan bahwa pemahaman yang sangat mendasar tentang paham agama Islam bagi segenap pimpinan dan warga muhammadiyah suatu keniscayaan mutlak yang harus dikuasai. Kemampuan pemahaman dapat membantu memberikan jawaban sekaligus sebagai pencerahan bagi segelintir orang yang masih “mencibir” Muhammadiyah.

Pemaparan ketua Majelis Tarjih tersebut sekaligus menjadi penghibur bagi  PRM Lebakharjo yang prihatin atas minimnya jumlah warga Muhammadiyah  di daerah tersebut. Menurut ketua PCM Ampelgading, dari sekitar 10.000 penduduknya, tidak lebih dari 50 orang  yang menjadi warga dan terlibat aktif di Muhammadiyah. Namun ia bersyukur bahwa penduduk Lebakharjo masih beragama Islam. (Shl-hil)

Selasa, 04 April 2017

Posted by hilmi Posted on April 04, 2017 | No comments

PCM Dau Realisasi Pemisahan SD - SMP



Segenap Tim UMM, PCM Dau, dan Pimpinan SMP saat Survey lahan rencana pembangunan SMP Boarding School, Kamis (30/03/17)

malangmu.or.id --  Pendidikan menjadi salah satu ciri has gerakan Muhammadiyah. Di mana ada Muhammadiyah, maka di sana ada pendidikan. Karenanya, tidak salah jika dikatakan Muhammadiyah identik dengan pendidikan. Ribuan lembaga pendidikan formal, mulai tingkat dasar hingga Perguruan Tinggi telah menghiasai wajah Muhammadiyah di berbagai penjuru negeri.

Kualitas yang ditampilkan oleh sekolah dan madrasah Muhammadiyah mulai tingkat dasar hingga menengah atas sangat beragam. Upaya perbaikan dan peningkatan kualitaspun tiada henti dilakukan demi pendidikan itu sendiri, yang salah satu tujuannya adalah menciptakan manusia yang sempurna (insan kaamil).

Di Cabang Muhammadiyah Dau, Malang, terdapat Perguruan Muhammadiyah yang terdiri dari SD Muhammadiyah 08 (SD Mapan) dan SMP Muhammadiyah 06. Kedua sekolah ini berada dalam satu lokasi, di Jl. Margobasuki No. 48 Mulyoagung Dau Malang.

Berdasarkan jumlah siswa dari dua sekolah itu yang kian tahun kian bertambah, sedangkan lokasi (ruang kelas, dsb) tidak memungkinkan untuk bisa bertambah lagi karena berbagai faktor, maka ide untuk pemisahan dua sekolah itu kian santer digelorakan. Puncak ide pemisahan sekolah itu dituangkan dalam sidang pleno, pada acara Turba PDM atau Konsolidasi Organisasi PDM – PCM Kelompok A (Dau, Pujon, Ngantang dan Kasembon) yang bertempat di Perguruan Muhammadiyah Dau, Ahad (15/01/2017) yang lalu.

Ketika itu, Sekretaris PDM, Drs. M. Nurul Humaidi, M.Ag menyampaikan dalam sesi akhir sidang pleno, setelah paparan dari masing-masing PCM yang hadir, bahwa PCM Dau mempunyai agenda besar yaitu pemisahan SD Mapan dan SMP  Muhammadiyah 06. Program besar ini diupayakan terealisasi dalam tahun ini. Rencananya, sekolah yang akan direlokasi adalah SMP. Adapun lokasi baru itu berada di komplek Panti Ulil Abshar Muhammadiyah yang beralamat di Jl. Margobasuki 43 Mulyoagung Dau Malang.

Sebagai tindak lanjut keputusan yang disampaikan oleh PCM Dau pada acara Turba PDM tersebut, Jumat (17/02/2017) segenap Pengurus PCM Dau, Majelis Dikdasmen PCM Dau, Majelis Dikdasmen PDM kab. Malang, Pimpinan SD dan SMP mengadakan rapat perdana dalam membahas rencana pemisahan SD-SMP itu. Walhasil, kesepahaman dan kesepakatan telah dicapai bersama untuk realisasi rencana pemisahan itu.

Dr. Ihsanul In’am, MM selaku Ketua Dikdasmen PDM kab. Malang menegaskan bahwa “kita jangan berpikir parsial, sudah saatnya kita bersatu, kerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk mensukseskan rencana besar ini”, pintanya kepada segenap pimpinan sekolah yang hadir dalam rapat itu. "SMP Muh. 06 akan dijadikan SMP Boarding School, konsep sudah ada, dan sudah matang". Tegasnya di hadapan seluruh peserta rapat.

Pada kesempatan terpidah, Sekretaris PCM Dau, Miseri, SH ketika dihubungi malangmu.or.id  menyampaikan, pemisahan SD-SMP ini segera kita realisasikan dengan maksud mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Dau. SD dan SMP harus menjadi sekolah-sekolah yang unggul, memberikan yang terbaik kepada masyarakat pada umumnya. Karenanya, segenap pimpinan SD, SMP dan semua yang terkait harus tulus ihlas dan berusaha keras saling membantu rencana pemisahan tersebut.

Senada dengan Ketua PCM di atas, Dr. Baiduri, M.Si selaku Ketua Majelis Dikdasmen PCM Dau juga menegaskan, proses pemisahan ini tidak mudah, butuh energy dan kekuatan besar, baik terkait materi maupun pikiran dan sebagainya. Kita akan bekerjasama dengan Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tuturnya.

Sebagai wujud realisasi kerjasama PCM Dau dengan Tim Perencanaan dan Pembangunan UMM, Kamis (30/03/17) telah hadir di lokasi lahan/tanah yang akan dibangun SMP Boarding School itu segenap Pimpinan SMP, PCM Dau dan Tim UMM dalam rangka Survey awal sebelum pengukuran dan penggambaran. (Hil)

Minggu, 02 April 2017

Jumain, S.Pdi saat memaparkan konsep Perkaderan Pemuda Muhammadiyah di Aula PDM Bojonegoro, Ahad (02/04/17)

Bojonegoro, Ahad (2/4) pagi pukul 10.00 WIB Perwakilan Pimpinan Daerah Pemudauhammadiyah (PDPM) Kabupaten Malang, memaparkan konsep Perkaderan Formal Pemuda Muhammadiyah di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro. Kegiatan Semiloka Perkaderan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) itu bertema 'Perkaderan yang Sistematis, Komprehensif, Dinamis Menuju Kohesi Persyarikatan'.

Menurut Jumain S.Pdi, yang juga Sekretaris PDPM Kabupaten Malang ini, perkaderan formal merupakan pondasi dan pokok. Karenanya perkaderan formal ini harus dikuati dan dikokohkan dengan materi-materi ideologi tentang Islam dan Muhammadiyah, dan penyampaiannya dengan runtut dan sistematis, ujarnya dihadapan Pemuda Muhammadiyah se-Jatim peserta Semiloka Perkaderan.

Perkaderan Formal yang dirumuskan ini sasarannya adalah seluruh calon kader yang akan masuk sebagai anggota Pemuda Muhammadiyah terutama di PDPM dan PCPM
 "Karena ini merupakan perkaderan pokok dan ujung tombak perkaderan maka materinya adalah bermuatan ideologis dan keorganisasian serta karakteristik kepemudaan dalam Muhammadiyah", lanjutnya.

Jumain juga mengatakan bahwa, "perekrutan kader Pemuda Muhammadiyah ini juga bisa dikonsep sesuai kondisi lokal daerah masing-masing. Untuk mengukur seberapa jauh keberhasilan proses perkaderan di Pemuda Muhammadiyah, maka ada pembacaan awal - proses - akhir/rencana tindak lanjutnya", lanjutnya sambil menjelaskan proses perekrutan dan tindak lanjutnya.

Harapannya, dari paparan konsep Perkaderan Formal Pemuda Muhammadiyah ini adalah semoga Pemuda Muhammadiyah mampu membentuk kader yang memiliki ideologi yang kuat, militan, progresif, dan loyal terhadap organisasi", pungkasnya. (Izd/hil)

Sabtu, 01 April 2017

Posted by hilmi Posted on April 01, 2017 | No comments

PCPM Dau Adakan Diskusi Panel Malam Ahad di Masjid

Acara Silaturrahmi dan Diskusi PCPM Dau di masjid Ar-Raudhoh, Sabtu malam (01/04/17)
"Sebaik-baik air adalah air yang bergerak. Begitu juga organisasi. Organisasi yang baik adalah organisasi yang bergerak." Demikian salah satu pernyataan Sukma Jaya yang disampaikan dalam acara Silaturrahmi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Dau, Sabtu (01/04/17) di Masjid Ar-Raudhoh Perguruan Muhammadiyah Dau.

"Pengurus PCPM Dau secara personal bisa dikatakan luar biasa, karena banyak yang terlibat di lembaga atau majelis-majelis di Muhammadiyah baik tingkat Cabang maupun Daerah. Artinya, mereka sebenarnya memiliki potensi yang sangat cukup untuk memajukan organisasi Pemuda di tingkat Cabang dengan berbagai pengalamannya". Papar Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau ini dalam memberikan motivasi peserta yang hadir.

Selain Sukma, yang menjadi pemantik diskusi malam Ahad itu adalah Kahar Mashur, mantan Ketua PCPM Dau yang kini menjadi penggerak Lazismu di PDM kab. malang, juga Khilmi Arif, Ketua Majelis Kader PCM Dau.

Kahar mengingatkan bahwa Pemuda adalah sosok masa depan. Karenanya, kader-kader Muhammadiyah yang bergerak di kepemudaan harus menjadi pemuda yang tangguh, kuat, dan baik demi masa depan yang baik. Masa depan Muhammadiyah berada di tangan pemuda. Tegasnya.

Senada dengan kedua pemantik di atas, Khilmi menyampaikan bahwa kecerdasan manusia itu bisa diukur dari seberapa jauh ia membaca realitas sosial. Perkembangan cepat di bidang IT (Teknologi dan Informasi) sekarang ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas diri, sehingga bisa berperan aktif dan memerankan diri untuk berdakwah secara digital.

Lebih lanjut menurut Khilmi, yang juga sebagai anggota Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM kab. Malang ini, pemuda sudah selayaknya sadar diri, sadar potensi dan selalu mengembangkan kualitas dan integritas demi ummat. Ingat, nabi Muhammad SAW diutus untuk menghidup sempurnakan manusia sehingga benar-benar menjadi manusia. Artinya, kita harus segera mentas dari problematika diri sendiri kemudian melangkah bergandeng tangan membangun ummat.

Acara silaturrahmi dan diskusi tentang kepemudaan dan perkaderan berlangsung hangat. Peserta yang hadir mayoritas pengurus PCPM inj nampak antusias memberikan pertanyaan dan menyampaikan problematika seputar gerakan kepemudaan. Suasana sangat dialogis dan penuh kehangatan curahan dari hati ke hati, berfikir bersama membangun pemuda Muhammadiyah yang berkemajuan, meski dengan suguhan kopi dan camilan/gorengan.
Posted by hilmi Posted on April 01, 2017 | No comments

Sekretaris MPI Kenalkan Muhammadiyah di Polandia

Ridlo Setyono ketika berada di depan kampus Lublin University of Technology Polandia, Sabtu (01/04/17)
Program beasiswa Erasmus + kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Uni Eropa telah, mengantarkan Ridlo Setyono berangkat menuju Lublin, salah satu kota indah di Polandia. Sekretaris MPI PDM kab Malang ini, berangkat melalui jalur penerbangan Jakarta - Doha - Warsaw menggunakan pesawat Qatar Airways pada 31/03/17 dini hari. Perjalanan ini menempuh kurang lebih total 16 jam terbang dari Bandara Cengkareng Jakarta menuju Chopin Airport di Warsaw Polandia.

"Alhamdulillah, perjalanan panjang nan melelahkan ini berjalan dengan lancar dan relatif mudah, meski menurut cerita beberapa mahasiswa yang kesini ada yang mengalami kesulitan, perihal mencari gate transit di bandara super megah dan besar Hammad Doha Qatar, sampai keimigrasian yang super ketat ketika memasuki eropa. Semua itu berkat doa dan restu dari keluarga dan semua teman dan kolega." Tutur Ridlo kepada malangmu.or.id melalui media WhatsApp.

Cuaca yang mendukung dan pesawat yang nyaman membuat penerbangan menuju Warsaw begitu menyenangkan dengan soft landing yang mengesankan. Eropa yang pada bulan April ini sudah memasuki musim semi, seakan menyambut kedatangan para pendatang yang akan menikmati di negara yang terkenal dengan mantapnya ramuan rasa coklat yang khas Polandia ini. Ceritanya kepada kami.

Keberangkatan staf UMM ini dalam rangkaian acara erasmus staf training  mobility program 2017, yang di gelar di kampus Lublin University of Technologi Polandia, selama kurang lebih 10 hari. Sebagai staf akademik, kegiatan yang akan diikuti meliputi presentasi, seminar, sharing manajemen struktur kelembagaan dan academic visit ke beberapa kampus.

Disamping itu, peserta diberi kesempatan untuk oral presentation kurang lebih 10 menit untuk mengenalkan dirinya, kampusnya, kerjaanya dan keunggulan kampus masing-masing. "Disela-sela presentasi itu, saya akan sisipkan pengenalan Muhammadiyah sebagai motor pengembangan pendidikan di Indonesia, sekaligus sebagai owner kampus UMM yang telah maju dan berkembang menjadi dari Muhammadiyah untuk bangsa dan dunia kedepan," jelasnya ke media news resmi website PDM Kabupaten Malang.

Dihadiri oleh perwakilan 60 staf kampus se Eropa plus Indonesia ini tentunya akan bisa digunakan sebagai media sharing ilmu dan pengalaman tentang hal manajemen kelembagaan, struktur organisasi dan pengelolaan kantor internasional untuk mendukung terwujudkan standar internasionalisasi kampus. "Semoga keikutsertaan staf UMM yang juga teman kita di Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kab Malang ini nantinya bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk pengembangan kampus UMM tapi juga untuk organisasi Muhammadiyah", kata Nurudin Ketua MPI sekarang. Selamat mas Ridlo semoga sukses dan lancar mengikuti seluruh rangkaian acara di Eropa. (Hil)