Minggu, 05 Maret 2017



Kursus Menjahid di Gedung Dakwah Aisyiyah, Ahad (05/03/17)

Malangmu.or.id – Pusat Kegiatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PKBM) di bawah naungan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Dau yang kini diketuai oleh ibu Evi Hasahudan telah menghasilkan berbagai karya. Berbagai jenis pelatihan atau kursus telah dijalankan oleh PKBM PCA Dau sejak berdirinya pada tahun 2012.

Di antara beberapa jenis kursus yang telah dibuka secara berkala adalah kursus menjahit, kursus bordir, kursus singkat melukis kain dan kursus singkat tata rias wajah minimalis. Khusus kursus menjahit, sejak berdirinya PKBM PCA Dau ini, telah meluluskan 7 angkatan.

Mulai bulan januari 2017, telah dibuka pendaftaran peserta kursus menjahit angkatan ke 8. Target pesertanya adalah umum, usia remaja hingga dewasa. Adapun daya tampung atau kapasitas pelatihan adalah 10 sampai 15 orang.

Lokasi kursusnya bertempat di Gedung Dakwah Aisyiyah, Jln Raya Dermo. Adapun Instruktur yang memberikan pelatihan adalah Ibu Sri Subekti. Peserta kursus akan digembleng selama 3 bulan. Pertemuannya dilakukan pada hari Ahad. 1 kali dalam seminggu selama 3 bulan. Peserta dikenakan kontribusi (biaya kursus) Rp. 500rb/orang.
Suasana pertemuan perdana kursus menjahit angkatan ke 8 PKBM PCA Dau, Ahad (05/03/17)

Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan fasilitas: peralatan pembuatan pola dan  menggunakan mesin jahit untuk praktek menjahit selama kursus. Adapun sistem pembelajarannya adalah teori dan praktek. Sedangkan materi yang disajikan adalah membuat pola, memotong kain dan menjahit. Dari materi kursus itu diharapkan peserta bisa membuat rok, baju, gamis, hem dan celana.

Berkaitan dengan berbagai pelatihan atau kursus yang dijalankan oleh PKBM, dan kini sedang menjalankan program kursus menjahit itu, Ketua PCA Dau, Ibu Choirun Niswati ketika dihubungi malangmu, beliau menyampaikan bahwa semua yang dilakukan itu adalah suatu bentuk nyata atau aksi dakwah komunitas. Hal ini dilandaskan pada realita di masyarakat, khususnya remaja dan ibu-ibu, yang ingin punya bekal ketrampilan, sering kali mengalami kendala-kendala dalam mengikuti kursus-kursus ketrampilan. Jelasnya.

Dalam pandangan Ketua PCA Dau, ada berbagai faktor/kendala yang harus diatasi misal, karena biaya yang cukup mahal, sibuk dengan urusan anak-anaknya yang masih balita, ataupun tempat kursus yang jauh, sehingga menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti kursus. PCA Dau melihat kondisi ini sebagai peluang untuk membantu menyediakan  ketrampilan yang dibutuhkan masyarakat, paparnya.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar