Rabu, 15 Maret 2017

Malangmu.or.id -- “Ibarat suatu negara yang memiliki undang-undang sebagai tata tertib atau pedoman harus dipatuhi oleh semua masyarakat. Begitu juga tarjih di dalam Muhammadiyah, sebagai suatu hasil produk hukum, maka harus ditaati oleh warga Muhammadiyah. Keputusan-keputusan yang telah disepakati dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) harus dilaksanakan oleh warga Muhammadiyah”. Demikian salah satu poin inti sambutan Bpk. Dr. Ajang Kusmana, M.Ag selaku wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang yang membidangi ketarjihan, dalam acara Kooordinasi dan Konsolidasi PDM dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) wilayah 6 (Pagak, Donomulyo, Kalipare) Ahad, 12 Maret 2017.

Acara yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 (SMK Muda) ini merupakan putaran akhir dari rentetan Turba PDM ke PCM se-kabupaten Malang. Seperti biasanya, setelah Ketua PDM memberikan sambutan, disusullah wakil-wakil pimpinan untuk memberikan uraian program mereka. Pada kesempatan ini, wakil ketua yang membidangi tarjih berbicara banyak seputar programnya diantaranya adalah sosialisasi hasil putusan tarjih di cabang dan ranting Muhammadiyah atau melalui pengajian-pengajian.

Dalam paparannya, masih banyak warga Muhammadiyah yang belum tahu atau memahami putusan-putusan yang telah ditetapkan dalam HPT. Sehingga, tidak heran sampai sekarang masih banyak yang memperdebatkan hal-hal yang sudah usang, yang seharusnya tidak perlu dibahas lagi. Misalnya, tentang isbal. Menurut Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyan (AIK) Univ. Muhammadiyah Malang (UMM) ini, “memakai celana yang kainnya melebihi mata kaki itu sah, tidak melanggar agama, karena tidak ada niatan sombong. Tentu, masih banyak alasan atau dasar yang bisa dikemukakan untuk dijadikan pegangan terkait isbal itu. Karenanya, jikalau ada pimpinan Muhammadiyah yang masih meragukan keputusan itu dan masih memakai celana cingkrang maka perlu dipertanyakan pemahaman agama dan kemuhammadiyahannya.” Tegasnya dihadapan para Pimpinan Cabang dan Daerah yang hadir dalam acara itu.

Lulusan Fakultas Agama Islam UMM ini mengatakan bahwa beliau tidak ingin kalah dengan Bapak Manan yang mulai muda hinggi diusia senja masih semangat berkeliling, berdakwah ke pelosok-pelosok desa. “Bapak Abdul Manan, yang juga pernah sebagai ketua PDM kab. Malang sangat mengispirasi saya agar tetap semangat berjuang, berdakwah membawa misi ideologi Muhammadiyah ke pelosok-pelosok desa. Karenanya, saya tidak segan untuk menerima undangan sebagai penceramah dalam pengajian-pengajian meski lokasi atau tempatnya jauh dari rumah saya, yang penting masih bisa dijangkau.” Tuturnya dengan wajah senyum, yang kemudian disambut applous oleh peserta konsolidasi. (Hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar