Sabtu, 04 Maret 2017


Nurbani Yusuf saat menyampaikan tausiyah di Baitul Arqom AUM Guru dilingkungan sekolah Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang riil mencontohkan dan mempraktekkan dakwah pemurnian Islam di tengah masyarakat.  Seperti  apa yang telah dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan saat awal mendirikan organisasi Muhammadiyah, beliau selalu menekankan perbuatan amal ketika melihat fenomena dukun, Maka yang dilakukan adalah mendirikan rumah sakit, dan sebagainya. Demikian ungkap Nurbani Yusuf mengawali penyampaian materi di Baitul Arqom bagi Guru Muda Amala Usaha Muhammadiyah (AUM) se kabupaten Malang.

"Mengimplementasikan nilai-nilai Islam harus menjadi rujukan warga Muhammadiyah, Dalam menjalankan amalan-amalan ibadah sebaiknya bisa membedakan mana ibadah yang wajib dengan yang bukan wajib. Menjadi Kader Muhammadiyah itu sulit karena didalamnya banyak aturan yang dibuat untuk anggotanya", ucapnya Dosen UMM ini untuk memnatapkan keteguhan ber-Muhammadiyah. 

Nurbani mengingatkan semua peserta untuk jangan terlalu kaku dan keras serta gampang menghakimi orang lain dalam ber-Muhammadiyah.karena Muhammadiyah adalah satu kesatuan untuk menggerakkan roda dakwah Islam. Bermuhammadiyah sesuai kemampuan dan  profesi. Dakwah Islam dalam Muhammadiyah harus tepat sasaran untuk menyesuaikan strategi Muhammadiyah menyesuaikan dengan kondisi jamaah. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh warga atau jamaah sekitar Muhammadiyah untuk mempermudah komunikasi dakwah, tambahnya.

Selanjutnya Nurbani mencontohkan dakwah dengan mendukung tradisi bantengan. "Muhammadiyah menyumbang dana untuk acara tersebut tapi kemudian pada saat acara bantengan berlangsung saya tidak segan menhentikan kegiatan tersebut ketika terdengar adzan.  Kami melanjutkan dengan sholat bersama peserta bantengan", sindirnya disambut tawa oleh peserta Baitul Arqom AUM Guru.

Kegiatan Baitul Arqom AUM ini akan berlangsung selama 2 hari pada 4 - 5 Maret 2017 yang bertempat di Pusat Kegiatan Bakti Masyarakat (PKBM) Zamzam Jln. Cakalang Malang Jatim. (Izzudin/Rid)

0 komentar:

Posting Komentar