Sabtu, 11 Maret 2017

Koordinasi dan Konsolidasi pertama di PCM Dau pada 15 Januari 2017 di Perguruan Muhammadiyah Dau Kabupaten Malang

Malangmu.or.id - PAGAK. Gelaran Turba Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Malang, seri pertama diakhiri di Sumbermanjing Kulon Kec. Pagak. Secara substansi rangkaian turba ke kelompok- kelompok cabang ini dimaksudkan, selain untuk konsolidasi organisasi juga sebagai media monitoring dan evaluasi program-program Majelis dan Lembaga PDM Kab. Malang.

Kegiatan ini akan kita lakukan secara terus menerus karena inti pergerakan adalah adanya dinamika atau gerakan yang kontinyu dan berkemajuan, begitu pernyataan Alfi Nurhidayat, Wakil Sekretaris PDM Kab. Malang. “Hal seperti ini akan kita lakukan lagi untuk seri berikutnya agar Persyarikatan Muhammadiyah Kab. Malang semakin baik, berkembang dan berkemajuan”, tambahnya. Sesuai dengan semangat kita selama ini Meneguhkan Dakwah Persyarikatan Untuk Kabupaten Malang Yang Berkemajuan. Fastabiqul Khairaat

Berawal dari Cita-Cita
Semua berawal dari cita-cita. Ritme dan langkah hidup memang harus dibangun dari sebuah cita-cita. Tanpa cita-cita, mungkin kita akan salah orientasi dan tak akan pernah meraih prestasi. Itulah kamus prestasi dalam hidup ini. Begitu juga Muhammadiyah Kabupaten Malang. Ia menancapkan cita-cita gerakannya dalam berbagai bentuk usaha dan karya. Cita-cita “Muhammadiyah Berkemajuan” tidak dapat digapai tanpa cita-cita besar yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan.

Muhammadiyah Kabupaten Malang memang harus bercita-cita. Karena cita-cita tidak lain adalah misi utama yang diemban oleh persyarikatan ini. Dari cita-cita itulah, maka ada denyut gerakan di pelosok-pelosok jauh seantero Malang. Muhammadiyah hidup, Muhammadiyah bergerak dan Muhammadiyah maju. Tanpa ada cita-cita dari para pendahulu kita, mungkin kita tak akan pernah ada ranting-ranting muncul di belahan bumi Kabupaten Malang. Tak akan melihat AUM-AUM berdiri tegak sebagai simbol gerakan Muhammadiyah. Inilah kekuatan cita-cita yang dapat merubah dunia.

Perwakilan Majelis-Lembaga PDM saat Koodinasi & Konsolidasi PDM - PCM di Pagak, Ahad (12/03/17)

Dari Dau Hingga Pagak
Cita-cita itu dibangun dari setiap langkah. Satu langkah dirangkai dengan langkah yang lain hingga jauh sampai tujuan. Nah, Muhammadiyah Kab. Malang telah melakukan itu. Langkah awal telah dijejakkan pada gelaran pertama di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Dau. Inilah awal cerita dari cita-cita Muhammadiyah untuk menancapkan jauh gerakannya. Ada harapan, asa dan impian yang terus digoreskan setiap langkahnya.

Setiap gelaran turba PDM, ada banyak cerita, kisah dan “keluh kesah” tentang perjuangan di Muhammadiyah. Ada Tanya, ada jawab, ada usul, ada respons. Itulah dialektika yang tercatat dalam rangkain turba PDM di tiap-tiap kelompok Cabang Muhammadiyah. Dan semua persoalan harus diatasi bersama dengan sinergi dari berbagai level pimpinan dan majelis.

Pada akhirnya, gelaran Turba seri pertama telah usai. Pagak sebagai persinggahan terakhir atas perjalanan kisah dan cerita Muhammadiyah Kab. Malang. Tapi, ini bukanlah akhir, karena masih banyak cerita dan kisah indah perjuangan Muhammadiyah yang harus digoreskan. “Tak ada kata berhenti berjuang dalam Muhammadiyah”, itulah kalimat yang selalu digelorakan oleh Ketua PDM Kab. Malang, Mursidi.

Tak Ada yang Instan
Hidup adalah berproses. Yaitu berproses untuk “menjadi”. Begitu juga Muhammadiyah, ia selalu berproses untuk menjadi. Tak ada kata instan dalam hidup. Cita-cita dan perjuangan tidak akan diperoleh dengan instan. Apalagi hanya sekedar diimpikan tanpa diusahakan dengan perbuatan.  Gelaran Turba ini merupakan salah satu wujud dari upaya Muhammadiyah merealisasikan cita-citanya. Cita-cita tentang “Muhammadiyah Berkemajuan” untuk menyinari Kab. Malang yang berkemajuan.

Akhirnya, mengiringi kisah dan cerita Turba PDM ini, kami ungkapakan rindu perjuangan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Malang, “Kutinggalkan Jejakku Bersamamu, kan Kubawah Kisah Indah Bersamaku”. (Haeri)

0 komentar:

Posting Komentar