Sabtu, 04 Maret 2017

Tim MDMC, Lazismu dan MPKU ketika gelar Apel Gerakan SekolahMu di Bima.

Malangmu.or.id - BIMA. Hujan deras yang mengguyur wilayah Bima dan Sumbawa, pada Rabu 21 Desember 2016, menyebabkan banjir besar di beberapa daerah. Ribuan rumah terendam banjir di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperkirakan sekitar 6.000 pelajar terdampak banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 39 sekolah di Kota Bima dan 5 di Kabupaten Bima terdampak langsung banjir bandang.

Bangunan lembaga pendidikan, khususnya sekolah Muhammadiyah, yang tidak tahan bencana sangat rentan dari segi keamanan, bukan saja mengancam jiwa anak-anak, tapi kerusakan atau kehancuran prasarana fisik ini merupakan kehilangan aset ekonomi Muhammadiyah dan juga negara.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Jumat (3/3/2017), Lembaga Penanggulangan Bencana- Muhammadiyah Disaster Management Center (LPB – MDMC), Lazismu dan MPKU melaksanakan apel bersama SekolahMu Aman dan Bersih di Kota Bima. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca banjir Desember 2016 lalu.

Sebagai kota yang memiliki resiko tinggi bencana (IRBI 2013), pengurangan resiko bencana di sekolah merupakan kunci untuk menekan angka dampak kerusakan yang terjadi akibat bencana. “Dengan melibatkan empat sekolah, yaitu SMA Muhammadiyah Kota Bima, MA Muhammadiyah Kota Bima, MTs Muhammadiyah Kota Bima dan SMK Kesehatan Muhammadiyah Kota Bima, MDMC bersama Lazismu dan MPKU bermaksud untuk menyebarkan pengetahuan mengenai pengurangan resiko bencana berikut fasilitas sekolah yang aman”, demikian Priyo A. Sancoyo selaku koordinator program SekolahMu Aman dan Bersih.

“Pada akhir pelaksanaan program ini, diharapkan Kota Bima memiliki fasilitas sekolah yang tangguh bila terjadi bencana dan menjadi tempat yang aman dan nyaman dalam kegiatan belajar mengajar”, kata Eka Iskandar Zulkarnain, M.Si, Ketua PDM Kota Bima.

“Komitmen Muhammadiyah mewujudkan Sekolah Aman di kawasan Indonesia Timur diawali dari Kota Bima”, ujar Priyo A. Sancoyo. (Nur)

0 komentar:

Posting Komentar