Langsung ke konten utama

Dr. Mursidi, MM: Ada Sembilan Emosi yang Perlu Dipahami dalam Memimpin Persyarikatan

Dr. Mursidi, MM (kanan) ketika memberikan sambutan pada acara Turba PDM ke PCM wilayah 6 di Pagak, Ahad (12/03/2017) (foto:Ridlo)

malangmu.or.id - PAGAK -- Acara Koordinasi dan Konsolidasi Organisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) wilayah 6 (Pagak, Donomulyo, Kalipare) berlangsung di SMK Muhammadiyah 2 Pagak, Ahad (12/03/2017). Pada kesempatan ini, Dr. Mursidi, MM selaku ketua PDM menyampaikan tips-tips berorganisasi, terutama bagi pimpinan dalam mengambil suatu keputusan.

Mursidi mengingatkan bahwa ketua PCM itu ibarat pilot pesawat yang dituntut untuk senantiasa fokus dan waspada dalam membawa dan mengendalikan pesawatnya, dalam hal ini adalah persyarikatan. Karenanya, pimpinan harus mengenali, memahami dan mengendalikan emosinya agar bisa membawa organisasi yang dipimpinnya bisa berjalan dengn baik. 

Di depan para pimpinan/pengurus PCM wilayah 6, Ketua PDM dua periode ini memaparkan jenis-jenis emosi dalam pengambilan keputusan. Pertama adalah emosi apathy (apatis/ketidakpedulian). Emosi ini memunculkan sikap dan tindakan yang asal-asalan. Sikap apatis ini menjadikan orang tidak berbuat apa-apa, atau tidak bisa memutuskan suatu apapun. Kedua adalah emosi grief (kesedihan). Seseorang mudah merasa kehilangan atau kekecewaan karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, sehingga bisa memudarkan hasrat yang baik.

Emosi ketiga adalah fear (ketakutan). Seseorang yang merasa takut akan dimanifestasikan dalam bentuk kepanikan. Panik yang berlebihan berakibat pada ketakutan dan tidak bisa berpikir jernih. Selanjutnya adalah emosi keserakahan (lust) yang membuat orang kehilangan kendali, dan ketelitian yang berakibat fatal terhadap organisasi. Kelima adalah emosi kemarahan (anger). Keputusan yang diambil dengan kemarahan akan jauh dari pertimbangan akal yang sehat, selanjutnya bisa berpotensi pada ketidakbaikan bahkan menyakiti.

Emosi berikutnya adalah kesombongan (pride). Keputusan yang diambil dalam sifat ini bisa berdampak pada penggunaan sumberdaya yang berlebihan dan tindakan yang tidak berguna karena memaerkan kemampuan yang dimiliki. Ketujuh adalah emosi keberanian (courageus). Memunculkan semangat yang kuat, tindakan yang gigih tiada bandingannya. Biasanya keputusan yang diambil selalu hati-hati dan mendapat hasil yang baik.

Kedelapan adalah acceptance (penerimaan). Emosi ini memunculkan sikap yang siap menerima segala kemungkinan yang terjadi. Biasanya ini muncul setelah usaha terbaik dilakukan. Acceptance ini berbeda dengan apathy. pada posisi acceptance telah terbentuk, maka emosi-emosi 1-6 akan mulai pudar dan bahkan hilang. Selanjutnya yang kesembilan adalah emosi kedamaian (peace). Yakni, keinginan untuk menciptakan kedamaian. Tindakannya tidak mengandung kepentingan pribadi. Selalu obyektif, arif bijaksana, menggali kemungkinan yang terbaik.

Jikalau pimpinan sudah mengenali jenis-jenis emosi di atas, tentu dalam membawa organisasinya akan bisa berjalan dengan baik. Demikian tegas Mursidi dalam Turba putaran akhir periode ini. (BP-Hil)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammadiyah Malang Buka Pesantren Putri

Malangmu.or.id -- Lembaga pendidikan pesantren yang dinanti-nanti oleh warga Muhammadiyah Malang kini telah hadir. Berlokasi di Kepanjen, Pesantren Muhammadiyah Al-Amin Putri mulai beroperasional. Tahun ajaran baru ini 2018/2019 dibuka pendaftaran dengan kuota yang terbatas.

Kelas terbatas, hanya 20 santriwati yang bakal menjadi santri perdana di pesantren ini. Didesain Program khusus yang bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 03 dan SMA Muhammadiyah 1 Kepanjen.

Ada banyak keunggulan yang ditawarkan dalam program ini, yakni:
1) Semua kegiatan pembelajaran terpadu dan terintegrasi di Pesantren.
2) Kurikulum nya mengikuti Sisdiknas dan KMI (Pondok modern).
3) Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya adalah Inggris dan Arab.
4) Qiroatul Kutub (membaca kitab).
5) Tahfidz Qur'an.
6) Tahsin Al-quran.
7) Pengajar dan mentor alumnus pondok pesantren modern.


Adapun kegiatan ekstra kurikulernya adalah sebagai berikut:
1) Ketangkasan; memanah
2) Bela diri; tapak suci
3) Kepanduan; Hizbul Wat…

Bazar Meriahkan Pengajian Halalbihalal PDM di Kromengan

Malangmu.or.id -KROMENGAN- Mengawali syawalan 1440 H, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar pengajian dwi bulanan sekalgus Halal-bihalal di Cabang Kromengan (23/6). Salah satu Cabang Muhammadiyah yang terletak di penghujung perbatasan kabupaten Blitar ini, dipilih sebagai tempat pengajian, tepatnya di Masjid Al Ikhlas desa Kromengan kec. Kromengan. Kromengan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang dikelilingi desa yang banyak non Muslim.

Seperti lumrahnya, pengajian daerah ini selalu dimeriahkan oleh Bazar Produk usaha Muhammadiyah yang dikoordinir oleh Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM. Beberapa aneka produk usaha seperti busana muslim, es puter cak rozi, makanan olahan, kecapmu, helm dan lain sebagainya ikut menghiasai stand stand bazar. Menurut Bahtiar, Ketua Majelis Pemberdayaan dan Ekonomi PDM Kab. Malang, event Bazar produk usaha Muhammadiyah selalu hadir dalam acara seperti pengajian daerah. Disamping untuk memberikan kesempatan kepada p…

Pengajian PDA Kabupaten Malang Wilker Barat Berlangsung di Masjid "Tajmahal" Malang

Malangmu.or.id -- Ahad, 04 Februari 2018, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kabupaten Malang menggelar acara rutin tiga bulanan, yaitu "Pengajian Wilayah Kerja (wilker) Barat" yang bertempat di masjid terindah di kecamatan Dau yakni masjid Salman Alfarisi di Karangwidoro, yang terkenal dengan masjid "Tajmahal" Malang.

Pengajian Wilker Barat yang beranggotakan lima Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) yakni Dau, Karangploso, Pujon, Ngantang dan Kasembon memiliki agenda rutin. Penyampaian profil masing masing-masing PCA, sejarah berdirinya, perkembangan dan tantangan yang sedang dihadapi serta keunikan dan keunggulan.

Sebagai penyelenggara, PCA Dau mengemas acara tersebut dengan Wisata Religi. Menyuguhkan kemasan acara yang berbeda dari biasanya, sekaligus menjadikan moment special bagi berdirinya PRA baru Karangwidoro yang ditempati sebagai tuan rumah.

Dalam acara ini, dilangsungkan Pelantikan PRA oleh PDA Kab.Malang, Ibu Dra.Hj.Siti Asmah, M.Pd. "PRA adalah penggerak …