Sabtu, 11 Maret 2017

Dr. Mursidi, MM (kanan) ketika memberikan sambutan pada acara Turba PDM ke PCM wilayah 6 di Pagak, Ahad (12/03/2017) (foto:Ridlo)

malangmu.or.id - PAGAK -- Acara Koordinasi dan Konsolidasi Organisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) wilayah 6 (Pagak, Donomulyo, Kalipare) berlangsung di SMK Muhammadiyah 2 Pagak, Ahad (12/03/2017). Pada kesempatan ini, Dr. Mursidi, MM selaku ketua PDM menyampaikan tips-tips berorganisasi, terutama bagi pimpinan dalam mengambil suatu keputusan.

Mursidi mengingatkan bahwa ketua PCM itu ibarat pilot pesawat yang dituntut untuk senantiasa fokus dan waspada dalam membawa dan mengendalikan pesawatnya, dalam hal ini adalah persyarikatan. Karenanya, pimpinan harus mengenali, memahami dan mengendalikan emosinya agar bisa membawa organisasi yang dipimpinnya bisa berjalan dengn baik. 

Di depan para pimpinan/pengurus PCM wilayah 6, Ketua PDM dua periode ini memaparkan jenis-jenis emosi dalam pengambilan keputusan. Pertama adalah emosi apathy (apatis/ketidakpedulian). Emosi ini memunculkan sikap dan tindakan yang asal-asalan. Sikap apatis ini menjadikan orang tidak berbuat apa-apa, atau tidak bisa memutuskan suatu apapun. Kedua adalah emosi grief (kesedihan). Seseorang mudah merasa kehilangan atau kekecewaan karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, sehingga bisa memudarkan hasrat yang baik.

Emosi ketiga adalah fear (ketakutan). Seseorang yang merasa takut akan dimanifestasikan dalam bentuk kepanikan. Panik yang berlebihan berakibat pada ketakutan dan tidak bisa berpikir jernih. Selanjutnya adalah emosi keserakahan (lust) yang membuat orang kehilangan kendali, dan ketelitian yang berakibat fatal terhadap organisasi. Kelima adalah emosi kemarahan (anger). Keputusan yang diambil dengan kemarahan akan jauh dari pertimbangan akal yang sehat, selanjutnya bisa berpotensi pada ketidakbaikan bahkan menyakiti.

Emosi berikutnya adalah kesombongan (pride). Keputusan yang diambil dalam sifat ini bisa berdampak pada penggunaan sumberdaya yang berlebihan dan tindakan yang tidak berguna karena memaerkan kemampuan yang dimiliki. Ketujuh adalah emosi keberanian (courageus). Memunculkan semangat yang kuat, tindakan yang gigih tiada bandingannya. Biasanya keputusan yang diambil selalu hati-hati dan mendapat hasil yang baik.

Kedelapan adalah acceptance (penerimaan). Emosi ini memunculkan sikap yang siap menerima segala kemungkinan yang terjadi. Biasanya ini muncul setelah usaha terbaik dilakukan. Acceptance ini berbeda dengan apathy. pada posisi acceptance telah terbentuk, maka emosi-emosi 1-6 akan mulai pudar dan bahkan hilang. Selanjutnya yang kesembilan adalah emosi kedamaian (peace). Yakni, keinginan untuk menciptakan kedamaian. Tindakannya tidak mengandung kepentingan pribadi. Selalu obyektif, arif bijaksana, menggali kemungkinan yang terbaik.

Jikalau pimpinan sudah mengenali jenis-jenis emosi di atas, tentu dalam membawa organisasinya akan bisa berjalan dengan baik. Demikian tegas Mursidi dalam Turba putaran akhir periode ini. (BP-Hil)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar