Sabtu, 25 Maret 2017

Posted by Ridlo Posted on Maret 25, 2017 | No comments

Daya Dukung Kuat, Media Muhammadiyah Harus Rebut Audien

Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah Iwan Setiawan ketika diwawancarai malangmu.or.id.


YOGYAKARTA - Media-media miliki Muhammadiyah dan simpatisannya masih menghadapi persoalan daya dukung dan pengelolaan. Dengan kekuatan sumberdaya dan infrastruktur yang kuat, media Muhammadiyah masih belum mampu tampil sebagai media yang bisa menguasai concern pembaca dari semua segmen.

Ulasan sekaligus kritik ini mengemuka dalam sesi Dialog dan Curah Gagasan dengan tema Pemetaan Media & Segmentasi Pembaca/Audiens yang dipandu Iwan Setiawan, dari MPI PP Muhammadiyah, dalam acara Silaturahmi Media Muhammadiyah, di Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (25/3). Dalam presentasinya soal data dan realitas, Iwan menegaskan bahwa media Muhammadiyah belum sepenuhnya berhasil menguasai segmentasi audien.

"Syiar Digital Muhammadiyah melalui media online atau medsos masih kalah dari kelompok lain. Padahal, Muhammadiyah sudah berdiri lebih dari satu abad, tersebar dimana-mana," tegasnya, Sabtu (25/3).

Segmentasi pembaca yang harus dikuasi, lanjut iwan, adalah netizen atau pengguna medsos, terutama kalangan muda. Dikatakan, sekitar 69,9 % informasi diakses secara mobile, bisa dimana saja. Sementara, 75% pengguna internet Indonesia adalah usia muda.

"Konten dan cara penyajian media online dan medsos haruslah fokus range pembaca usia 20-44 tahun.
Jadi konten media Muhammadiyah juga harus pop up dan kekinian," tegasnya.

Dengan kenyataan Muhammadiyah kuat di sumberdaya dan infrstruktur, namun output sajian media online masih belum sebanding, sehingga perlu sinergi. Menurutnya, semuanya perlu dibentuk dan disatukan dalam jejaring dengan visi yang sama.

Acara Silaturahmi Media Muhammadiyah ini dihadiri dan dibuka Ketua MPI PPM: Dr. Muchlas, MT. Hadir pula Prof Dadang Kahmad, Ketua MPI PP Muhammadiyah. Selain Dialog dan Curah Gagasan tentang Pemetaan Media & Segmentasi Pembaca/Audiens), juga dibahas Penguatan dan Sinergi Jaringan Pemandu, yang dibantu Gunawan Ardiyanto dan Rusydi Umar. (amin)
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar