Selasa, 28 Maret 2017

Posted by hilmi Posted on Maret 28, 2017 | No comments

SD Mutu Kesamben Sukses Gelar Budaya Internasional


Acara Pagelaran Budaya Internasional 2017 yang berlangsung di SD Muhammadiyah 1 (Mutu) Kesamben pada hari sabtu 25 maret 2017 berlangsung sangat meriah dan exited.

Para siswa,  wali siswa dan tamu undangan menyambut dengan penuh ceria acara unik dan inspiratif ini,  saya bangga bisa mengikuti acara unik dan inspiratif ini karena belum ada di sekolah lain pungkasnya. Tutur wali siswa yang tidak mau di sebutkan namanya. Hanif asyhar,  M. Pd selaku kepala sekolah menuturkan bahwa acara di helatnya Pagelaran budaya internasional ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya kita orang indonesia kepada orang mancanegara,  begitu juga sebaliknya kita juga perlu memahami budaya dari negara lain sejak dini agar tercipta harmoni kehidupan yang baik antar sesama manusia.

Sementara itu, kepala dinas pendidikan kabupaten Blitar yang di wakili kepala Uptd kecamatan Kesamben dalam sambutannya menyampaikan, sangat bangga dan terinspirasi dengan kegiatan Pagelaran budaya internasional yang dilaksanakan di SD Mutu Kesamben ini. Masih menurut Poniran,  M. Pd berharap acara inspiratif ini bisa di tiru sekolah - sekolah lain untuk mengadakan kegiatan yang serupa.


Muhajirin selaku kepala bidang (kabid) pendidikan TK / SD dinas pendidikan kabupaten Blitar mengungkapkan,  memberikan apresiasi kepada SD Mutu Kesamben yang selalu membuat acara yang inspiratif dan berharap sekolah lain pun untuk mengadopsinya. Beliau melanjutkan "acara Pagelaran budaya internasional ini sangat penting untuk diperkenalkan kepada siswa sejak dini, agar mereka melek budaya lokal dan juga budaya internasional, sehingga akan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia."

Anthony peserta dari Tiongkok mengaku kagum dengan konsep pendidikan yang ada di SD Mutu Kesamben ini,  karena memberikan wadah berkreasi bagi siswa untuk berani tampil di atas panggung. Sementara itu, Marja Kovanda mengungkapkan kagum dan senang karena bisa joint di acara Pagelaran budaya internasional ini karena bisa menambah wawasan dia akan budaya indonesia dan budaya negara lain. (HNF)

Sabtu, 25 Maret 2017

Posted by hilmi Posted on Maret 25, 2017 | No comments

PERKUAT AQIDAH, PERKUAT MUHAMMADIYAH

Ustadz Muhammad Ashuri, S.Ag, Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Sidoarjo menjadi pemateri Kajian Ahad Pagi di Wagir (26/03/17).


Malangmu.or.id -- Wagir, Ahad (26 Maret 2107) di tengah deras hujan yang terus mengguyur kawasan Malang, Majelis Tabligh PCM Wagir kembali menggelar Kajian Ahad Pagi. Dihadiri lebih dari 100 orang jamaah dari warga dan simpatisan Muhammadiyah di Wagir, Kajian Ahad Pagi ini dihadiri oleh Ustadz Muhammad Ashuri, S.Ag, Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Sidoarjo yang terjadwal sebagai penceramah.

Di hadapan seluruh jamaah Kajian Ahad Pagi, Ustadz Muhammad Ashuri memaparkan materi Aqidah Islam. Disarikan dari buku Kuliah Aqidah Islam karya Prof. Dr. Yunahar Ilyas, MA, Ustadz Ashuri menegaskan kepada jamaah agar terus dan tetap menjaga aqidah dalam ber-Islam dan bersyarikat di Muhammadiyah. "Kita warga Muhammadiyah ini harus terus dan tetap menguatkan diri, keluarga, jam'iyah dan masyarakat dalam menjaga aqidah. Surat Al-An'am ayat 162-162 harus menjadi orientasi. Shalat kita, ibadah kita, hidup dan mati kita semata-mata hanyalah bagi Allah" dengan penuh semangat Ustadz yang juga Pimpinan KOKAM  PWPM Jawa Timur ini menyemangati jamaah.

Selama satu jam penuh dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab, Kajian Ahad Pagi di Masjid Pimpinan Ranting Temu Sitirejo Wagir ini diakhiri dengan sarapan pagi bersama. Tradisi yang baik ini bertujuan untuk terus menjaga silaturahim dan kebersamaan antara Pimpinan dan anggota Muhammadiyah di Wagir. (San)
Posted by hilmi Posted on Maret 25, 2017 | No comments

SMK Mutu Launcing Video Metode Pembelajaran



"Anda harus bangga menjadi guru SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang. Karena sejak tahun 2014  sekolah ini menjadi Rintisan SMK Rujukan Nasional".

Demikian ungkapan jujur yang disampaikan Kasi Pembelajaran Direktorat PSMK Kemendikbud RI, M. Widiyanto, S.Pd., MM., di hadapan PTK saat memberi materi Pengembangan Metode Pembelajaran, Sabtu, 25 Maret 2017.

Tahun ini, kata Widiyanto, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dipercaya pemerintah  menjadi Pusat Belajar dan Pusat Pembuatan Video Metode Pembelajaran  pendukung materi K13.

Pada kegiatan ini, ditampilkan 2 video metode pembelajaran karya guru TKR SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Drs. Catur Sunariyadi M.Pd dan Guru Bahasa Inggris,  Imawati S.Pd. M.Pd. Durasi untuk masing-masing video lebih kurang 15 menit.

Pasca penayangan, dua hasil karya guru tersebut dikritisi dengan serius oleh peserta. Dengan harapan, sebelum dilaunching ke publik, kedua video metode pembelajaran tersebut layak edar, baik dari sisi konten maupun tampilan.

Sebagai pihak yang bertanggungjawab, Widiyanto,  menyambut positif dan  mengapresiasi kedua karya tersebut. "Bagus dan layak untuk publik, "pungkas nya.

Selamat dan Sukses. Terus berkarya untuk negeri. (Fahri)
Posted by Ridlo Posted on Maret 25, 2017 | No comments

Daya Dukung Kuat, Media Muhammadiyah Harus Rebut Audien

Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah Iwan Setiawan ketika diwawancarai malangmu.or.id.


YOGYAKARTA - Media-media miliki Muhammadiyah dan simpatisannya masih menghadapi persoalan daya dukung dan pengelolaan. Dengan kekuatan sumberdaya dan infrastruktur yang kuat, media Muhammadiyah masih belum mampu tampil sebagai media yang bisa menguasai concern pembaca dari semua segmen.

Ulasan sekaligus kritik ini mengemuka dalam sesi Dialog dan Curah Gagasan dengan tema Pemetaan Media & Segmentasi Pembaca/Audiens yang dipandu Iwan Setiawan, dari MPI PP Muhammadiyah, dalam acara Silaturahmi Media Muhammadiyah, di Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (25/3). Dalam presentasinya soal data dan realitas, Iwan menegaskan bahwa media Muhammadiyah belum sepenuhnya berhasil menguasai segmentasi audien.

"Syiar Digital Muhammadiyah melalui media online atau medsos masih kalah dari kelompok lain. Padahal, Muhammadiyah sudah berdiri lebih dari satu abad, tersebar dimana-mana," tegasnya, Sabtu (25/3).

Segmentasi pembaca yang harus dikuasi, lanjut iwan, adalah netizen atau pengguna medsos, terutama kalangan muda. Dikatakan, sekitar 69,9 % informasi diakses secara mobile, bisa dimana saja. Sementara, 75% pengguna internet Indonesia adalah usia muda.

"Konten dan cara penyajian media online dan medsos haruslah fokus range pembaca usia 20-44 tahun.
Jadi konten media Muhammadiyah juga harus pop up dan kekinian," tegasnya.

Dengan kenyataan Muhammadiyah kuat di sumberdaya dan infrstruktur, namun output sajian media online masih belum sebanding, sehingga perlu sinergi. Menurutnya, semuanya perlu dibentuk dan disatukan dalam jejaring dengan visi yang sama.

Acara Silaturahmi Media Muhammadiyah ini dihadiri dan dibuka Ketua MPI PPM: Dr. Muchlas, MT. Hadir pula Prof Dadang Kahmad, Ketua MPI PP Muhammadiyah. Selain Dialog dan Curah Gagasan tentang Pemetaan Media & Segmentasi Pembaca/Audiens), juga dibahas Penguatan dan Sinergi Jaringan Pemandu, yang dibantu Gunawan Ardiyanto dan Rusydi Umar. (amin)

Jumat, 24 Maret 2017

Posted by kholimi Posted on Maret 24, 2017 | No comments

Selamat Datang di Perang Maya, Siapkah Muhammadiyah?

Mustofa Nahrawardaya saat memandi sesi dialog dalam acara Silaturahmi Pengelola Media Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (25/3/17).

YOGYAKARTA - Tantangan dan ancaman perang maya (cyber war) sudah di depan mata. Media Muhammadiyah harus bisa menjadi alternatif untuk menangkal berbagai konten dan propaganda yang terpublikasi secara bebas melalui media sosial (medsos).

Perang di dunia maya yang tentunya harus dihadapi Muhammadiyah ini banyak dibahas Mustofa Nahrawardaya dan Iwan Setiawan, dalam sesi Dialog dan Curah Gagasan saat Acara Silaturahmi Media Muhammadiyah di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (25/3). Dalam paparannya, Mustofa Nahrawardaya banyak mengupas tema tentang 'Kesiapan Muhammadiyah Menuju Perang Maya'.

"Mendekati 2019 perang maya semakin nyata. Medsos Muhammadiyah harus siap sebagai alternatif yang menyajikan sisi lain di tengah adanya media-media mainstream. Terlebih, yang bisa merusak citra Islam dan Muhammadiyah sendiri," demikian disampaikan Mustofa, Sabtu (25/3).

Praktisi media TV nasional ini juga mengingatkan, bahwa Muhammadiyah harus mewaspadai false flag operation via medsos. Medsos ini sengaja menyiarkan konten yang mengatasnamakan dan yang meminjam nama Muhammadiyah untuk keuntungan pengelola yang bisa merugikan.

Di sisi lain, Mustafa juga mengimbau para peserta yang juga pengelola portal online Muhammadiyah untuk memikirkan keakuratan dan kemaslahatan sebelum posting informasi di sosmed. Dalam Fiqih informasi Muhammadiyah, menurutnya harus dipastikan benar konten informasi yang akan disiaarkan tidak merugikan publik.

"Pikirkan sampai akhirat jika mau update atau pun posting di sosmed. Jangan asal sebarkan informasi. Jika kurang yakin kebenarannya, apalagi tidak bermanfaat, jangan mudah sebarkan informasi," katanya. (amin)
Posted by kholimi Posted on Maret 24, 2017 | No comments

Mewaspadai False Flag Operation

Mustofa Nahrawardaya saat memandi sesi dialog dalam acara Silaturahmi Pengelola Media Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (25/3/17).

YOGYAKARTA - Tantangan media Muhammadiyah ke depan sangatlah berat. Media Muhammadiyah tidak lagi berurusan dalam dakwah Muhammadiyah yang selama ini dilakukan tetapi harus ikut melawan semua bentuk manipulasi isu yang mengatasnamakan Muhammadiyah.

Hal demikian dikatakan oleh Mustofa Nahra, Pengurus Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah dalam acara “Silaturahmi Pengelola Media Muhammadiyah” (25/3/17) di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.

Mustofa mengungkapkan, saat ini berkembang media yang mengatasnamakan Muhammadiyah, membawa bendera Muhammadiyah, menginformasikan soal Muhammadiyah tetapi tujuannya menghancurkan Muhammadiyah. “Dalam kegiatannya, isi berita yang dikemukakan justru memojokkan Muhammadiyah. Para pengelola memang bertujuan bukan untuk syiar Muhammadiyah. Diharapkan berita-berita itu diyakini sebagai opini publik masyarakat dan harapannya sebagai sebuah kebenaran. Itulah yang disebut dengan false flag operation, ”tegasnya.

Untuk itu, sinergi antar media Muhammadiyah sangat penting dilakukan. Media Muhammadiyah harus cerdas dalam memberikan berita yang benar. Tokoh muda Muhammadiyah yang punya akun twitter @tofalemon itu menekankan tidak semua berita yang benar itu bermanfaat bagi masyarakat, apalagi yang tidak bermanfaat dan juga tidak benar. Gerakan Muhammadiyah tetap ada pada amar ma’ruf nahi munkar. Tujuan Muhammadiyah tak lain adalah berdakwah.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh pengurus MPI seluruh Indonesia dan media di bawah Muhammadiyah di Yogyakarta itu memberikan beberapa poin penting antara lain; (1) perkembangan dunia cyber semakin pesat, (2) fokus Range Usia 10-44 tahun (konekuensi pada konten dan cara penyajian), (3) pergeseran alat media tayang adalah mobil, (4) aplikasi media sosial semakin harus menjadi perhatian yang tidak bisa dikesampingkan, (5) perlu strategi jejaring dalam dimensi ideologis, dan (6) semakin banyak dan beragam saluran media semakin baik.

Sementara itu dalam bermedia, Muhammadiyah menghadapi beberapa realitas konkrit di lapangan antara lain; (1) persyarikatan Muhammamdiyah berdisi lebih dari 1 abad, (2) Muhammadiyah  tersebar secara sistematis dan organisatoris secara resmi, (3) para kader dan warga Muhammadiyah merupakan SDM yang berada dipenjuru dunia yang merupakan sebuah jejaring besar, (4) bahwa dalam hal penguasaan informasi (syiah) digital/cyber di beberapa lini Muhammadiyah kalah, baik dari beberapa organisasi lain maupun kelompok/komunitas religi (parameter alexa, google dan sosmed), dan (5) kurang beragamnya visual isi (audio, video, creative, graphic atau visual lain) (nrd).
Prof Dadang Kamad, M.Si (ki) dan Dr. Muchlas, MT saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Pengelola Media Muhammadiyah (25/3/17) di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.


YOGYAKARTA - Media yang dikelola Muhammadiyah atau media yang berafiliasi pada gerakan Muhammadiyah sudah banyak. Namun, kebanyakan pemberitaan yang ada masih sepotong-potong. Sehingga bahasan yang ada masih dangkal. Fakta seperti itu memicu penyamaan  dalam gerakan penyebaran pesan.

Demikian dikatakan oleh Dr. Muchlas, MT, ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah dalam acara “Silaturahmi Pengelola Media Muhammadiyah” (25/3/17) di kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta. Acara dihadiri oleh   pengurus MPT seluruh Indonesia dan pengelolaa media Muhammadiyah.

Dalam sambutananya, Muchlas menekankan dibutuhkan jaringan antara media pengelola media, “Jaringan penting, karena di sana kita bisa saling belajar. Misalnya, ada media yang sudah terindeks tinggi di sebuah wilayah bisa dibagi pengalamnnya ke wilayah yang lain, “katanya lebih lanjut.

Ia menambahkan, kita membutuhkan sebanyak-banyaknya media agar segala gerakan dan informasi Muhammadiyah bisa cepat dan tersebar secara masif. Maka, dibutuhkan strategi khusus untuk meraih keinginan itu.

Saat menjelaskan untuk apa tujuan acara Silaturahmu dilaksanakan, Muchlas mengungkapkan sebagai sarana untuk penyamaan persepsi antar pengelola media dan penguatan jaringan. “Kita memiliki banyak media juga yang tidak berafiliasi dengan Muhammadiyah tetapi gerakannya sejalan dengan Muhammadiyah. Ini harus terus dipupuk”.

Apalagi sekarang banyak bermunculan citizen journalism yang tentu saja itu punya potensi dalam dakwah Muhammadiyah. Era sekarang bukan era mass to mass, tetapi sudah beralih ke one to mass. MPI punya peran strategis dalam usaha mendukung gerakan Muhammadiyah.

Era Paperless
Sementara itu, dalam sambutannya Prof Dadang Kahmad, salah seorang Ketua PP Muhammadiyah mengungkapkan, saat ini kita sudah harus berorientasi pada media online. Era cetak sudah banyak ditinggalkan. “Sekadar contoh sederhana saja, undangan rapat tidak lagi dikirim secara cetak tetapi sudah melalui online. Ini gejala umum. Apalagi berkaitan dengan  pemberitaan. Kita sudah berada dalam era paperless, “pungkasnya.

Untuk itu, perlu kiranya membuat aplikasi-aplikasi online yang bisa dibutuhkan masyarakat. bahkan konvergensi (gabungan antar jenis media dalam satu atap, red) sangat penting dilakukan, tekan Dadang lebih lanjut  (nrd)

Selasa, 21 Maret 2017

Posted by hilmi Posted on Maret 21, 2017 | No comments

John Fontain; Islam Mengajarkan Ketuhanan secara Utuh

John Fontain saat memberikan kuliah umum di masjid AR. Fachruddin UMM, Rabu (22/03/17)
Malangmu.or.id -- John Fontain, Da'i yang berasal dari Inggris ini melakukan Roadshow ke Indonesia sejak kemaren Selasa, 21 Maret 2017. Uhamka Jakarta menjadi tempat perdananya dalam memberikan kuliah umum. Kini, Rabu 22/03/2017, Kristolog itu sudah menginjakkan kakinya di Masjid AR. Fachruddin Univ. Muhammadiyah Malang.

Dalam kuliah umumnya yang bertajuk "How I Come to Islam", John Fontain, menyampaikan rasa bangganya bisa berkunjung di Indonesia dan terutama di Malang. Negara yang mayoritas Muslim penduduknya ini, menurutnya sangat luar biasa, bisa menjadi contoh negara-negara lain dalam menerapkan nilai-nilai Islam. Islam yang ramah, Islam yang damai telah menjadi ciri has penduduk Muslim Indonesia ini. Paparnya di hadapan mahasiswa UMM.

Meski penyampaiannya menggunakan bahasa Inggris, namun antusiasme mahasiswa tetap tinggi. Karena memang disela-sela pidatonya itu ada penterjemah yang lebih memahamkan audiens. Pria yg menjadi muallaf sejak tahun 2008 ini mengingatkan hadirin bahwa Kita mesti bisa (harus) bersyukur, di Indonesia bisa beribadah secara nyaman, sedangkan di beberapa negara lain tidak. Karenanya, sangat disayangkan jika masih ada muslim yang tidak mengamalkan ajarannya.

Dalam sesi dialog (tanya-jawab), seorang mahasiswi bertanya, apa yang anda rasakan setelah masuk Islam, menjadi muallaf? Bukankah di Kristen juga mengajarkan ketuhanan? Jawabnya secara singkat adalah benar, di Kristen juga mengakui tuhan, tetapi tidak mengajarkan tuhan secara utuh. Utuh dalam artian, memahami hakikat Tuhan. Islam mengajarkan semuanya. Sifat-sifat Tuhan harus dimasukkan dalam diri manusia untuk diamalkan. Dengan masuk Islam, hati ini menjadi tenang, damai. Jawabnya.

Direncanakan, Da'i yang dulunya artis ini melakukan roadshow hingga 26 Maret 2017. Rencananya, nanti malam akan memberikan ceramah di Aula kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Malang ba'da Isya. Kemudian, besok Kamis (23/03/17) akan memberikan kuliah umum di Univ. Negeri Malang. Selanjutnya, Kemudian beliau akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan diteruakan ke Jawa Barat. (Hil)

Minggu, 19 Maret 2017

Posted by hilmi Posted on Maret 19, 2017 | No comments

PCM Tumpang Robohkan Masjid



Ahad, 19/03/2017, pagi hari saat dimulainya kerja bakti pembongkaran bangunan (lama) masjid At-Taqwa PRM Kebonsari, PCM Tumpang.

malangmu.or.id – TUMPANG, Dikomandani langsung oleh ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tumpang Drs. Moch. Anwar, pada Ahad 19/03/2017 di basecamp Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kebonsari,  warga, jama’ah, dan simpatisan Muhammadiyah melakukan kerja bakti pembongkaran/merobohkan bangunan lama masjid At-Taqwa. Pembongkaran masjid yang berdiri sejak tahun 1981 itu bukannya tanpa dasar, melainkan dikarenakan mulai hari Jum’at, 24/02/2017 yang lalu, pusat pelaksanaan ibadah sholat dan keagamaan serta persyarikatan telah menempati bangunan baru yang berada diatas tanah seluas 2.700m². 

Warga masyarakat sekitar pun membaur dalam kerja bakti pembongkaran bangunan masjid lama tersebut. Turut hadir dan berbaur di tengah kerumunan warga yang sedang kerja bakti itu, adalah ketua PDM kab. Malang Drs. H. Mursidi, M.M. Beliau Nampak semangat dan kerja keras, meski sempat terkena musibah kecil, telapak kakinya berdarah karena tanpa sengaja menginjak paku.

Masjid baru nampak berdiri kokoh, meski finishing bangunan masjid masih terus dilakukan. Dengan demikian, PCM Tumpang kini memiliki atau menambah satu lagi asset persyarikatan, berupa bangunan masjid dan pusat kegiatan keagamaan. Selain itu adalah gedung kantor PCM dan Ortom yang cukup representative, karena letaknya sangat strategis, di jalan protokol menuju kec. Poncokusumo, Wajak dan Turen.
Tampak bagian dalam (kiri) dan depan/teras (kanan) masjid At-Taqwa Kebonsari, Tumpang

Bangunan baru masjid At-Taqwa Kebonsari ini sudah menghabiskan dana sekitar 500 juta. Pembangunannya dimulai pada 13 Maret 2016 yang lalu. Saat itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Thohir Luth, MA sebagai peletak batu pertamanya. Kini, masjid itu telah dipergunakan. Rencananya, di areal tersebut juga segera dibangun gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Boarding School Malang, yang akan dipadukan dengan pendidikan pesantren modern “Tahfidzul Qur’an”.

“Masjid At-Taqwa PRM Kebonsari ini boleh dibilang kini menjadi icon baru Muhammadiyah Tumpang. Jika tadinya, sejak tahun 1981 bangunan masjid At-Taqwa adalah yang paling memprihatinkan, maka nantinya insyaAllah akan menjadi masjid terbagus yang dikelilingi bangunan sekolah dan pesantren berkemajuan yang dimiliki Muhammadiyah Tumpang. Diharapkan juga, nantinya masjid ini lebih dapat berfungsi rahmatan lil ‘alamin, menjadi pusat kegiatan Muhammadiyah di berbagai bidang dakwah, pendidikan, pengkaderan, ekonomi, social dan budaya. Pada akhirnya akan memberikan manfaat serta kemashlahatan ummat di kecamatan Tumpang khususnya dan di daerah kabupaten Malang pada umumnya.” Terang Hariadi, S.AP. (Sekretaris panitia pembangunan yang juga ketua divisi pengembangan Lazismu PDM kab. Malang). (BP-Hil)

Sabtu, 18 Maret 2017

Posted by hilmi Posted on Maret 18, 2017 | No comments

Pentingnya Tabayyun Berita


 
Nurudin, Ketua MPI PDM kab. Malang
“Berita yang beredar di sekitar kita itu sudah dibingkai (framing) oleh kepentingan lembaga media massa. Lembaga media massa punya bingkai dari hasil kesepakatan sebuah sistem…. Orang yang cenderung “sinis” tentu akan berkomentar sinis. Jika sinisme yang sudah dibingkai itu didengar orang lain lalu dipercaya hasilnya akan menjadi informasi yang membodohi.
 --- Nurudin ---

malangmu.or.id -- Pertanyaannya adalah mengapa kita susah-susah perlu tabayyun (meneliti atau selektif menerima informasi) terhadap berita? Bukankah benar tidaknya sebuah berita tergantung si pembuat berita? Bukankah jika ada kesalahan bukan pembaca berita itu yang berdosa atau terkena akibatnya? Bukankah kita hanya konsumen?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tentu saja sangat relevan dengan kasus-kasus beredarnya informasi di sekitar kita akhir-akhir ini. Coba kita lihat di media sosial (medsos). Beberapa informasi yang beredar tumpang tindih, simpang siur, untuk tak mengatakan membingungkan. Apakah lantas kita memercayai begitu saja informasi-informasi tersebut?

Nanti dulu. Pengguna media sosial itu beragam kepentingan dan tujuannya. Akibatnya, beragam pula apa yang disebarkan. Tak sedikit diantara mereka sekadar menyebarkana informasi yang belum tentu tahu kebenarannya. Bisa jadi informasi itu sesuai dengan kecenderungan dirinya, lalu dengan sangat emosional mereka menyebarkan.

Lihat saja bagaimana informasi yang berkaitan dengan perbedaan pendapat pendukung dan bukan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Ibukota (DKI). Baik pendukung atau bukan pendukung sering sama-sama punya motif tertentu. Bagi pendukung Ahok, asal ada informasi yang mendukung Ahok akan disebar atau informasi yang menyerang anti Ahok juga akan cepat disebar.  Sementara itu yang sengaja membuat bingkai pesan itu menjadi bengkok bersorak sorak. Ternyata masyarakat kita masih sedemikian bodoh dengan membabi buta menyebar informasi yang belum tentu benar.

Yang mengerikan, jika informasi tersebut kemudian disebarkan lagi kepada orang yang belum tentu paham sumber kebenarannya. Jadilah informasi itu sangat mengacaukan masyarakat. Bagaimana jika informasi salah yang kemudian disebar ke masyarakat itu menyangkut perbedaan pendapat atau konflik di masyarakat? Dampaknya bisa mengerikan, bukan?

Itulah kenapa kita perlu bertabayyun terhadap berita. Berita yang tidak benar-benar akurat jika sampai pada haters atau penyinta setengah mati hasilnya sangat berbahaya. Beritanya saja sudah tidak benar, kemudian akan disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan sangat emosional. Hasilnya tentu saja akan semakin memperkeruh suasana di masyarakat.

Yang perlu diketahui, berita yang beredar di sekitar kita itu sudah dibingkai (framing) oleh kepentingan lembaga media massa. Lembaga media massa punya bingkai dari hasil kesepakatan sebuah sistem, apalagi jika hanya menyangkut media sosial dengan bingkai individu? Orang yang cenderung “sinis” tentu akan berkomentar sinis. Jika sinisme yang sudah dibingkai itu didengar orang lain lalu dipercaya hasilnya akan menjadi informasi yang membodohi. Orang sinis selamanya akan dianggap sebagai orang bodoh yang tidak mau belajar memahami kelemahan diri dan keunggulan orang lain.

Sebenarnya, perintah bertabayyun pernah dikemukakan dalam surat Al Hujurat ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman. Apabila datang seorang fasiq dengan membawa suatu informasi maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan, sehingga kalian menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan”.

Orang-orang yang memberitakan informasi tidak benar itu bisa masuk dalam kriteria fasiq. Artinya pula, orang-orang yang aktif di media sosial dengan hanya menyebarkan link tanpa meneliti kebenarannya bisa masuk dalam kriteria tersebut. Tak terkecuali mereka yang dengan penuh kebencian menyebarkan informasi-informasi yang tidak benar dan hanya menuruti syahwat emosinya tidak perlu dipercaya karena mempunya bibit-bibit fasiq. Juga, pasukan maya yang pekerjaannya hanya “copy paste” informasi di grup-grup media sosial. Maka terhadap orang-orang seperti itu selayaknya kita perlu hati-hati. Bahkan orang-orang seperti itu jangan-jangan berada tak jauh dari kita.

Penulis: Nurudin, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kabupaten Malang; dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang
 
(Tulisan di atas pernah dimuat di majalah MATAN, edisi 128, Maret 2017)

Jumat, 17 Maret 2017

Posted by Ridlo Posted on Maret 17, 2017 | No comments

Maksimalkan Peta Dakwah, PCM Kepanjen Bentuk CMM Handal

Beberapa anggota CMM yang telah dibentuk oleh PCM Kepanjen untuk memaksimalkan dakwah persyarikatan.
Seiring dengan hasil Seminar dan Konsolidasi Majelis Tabligh PWM Jatim (18/3) yang diantaranya mengenai pemetaan  dakwah Muhammadiyah, PCM Kepanjen telah melakukan invetarisasi mubaligh untuk memaksimal wilayah dakwahnya. Salah satu cabang yang memiliki 14 desa dan 4 kelurahan ini memerlukan penataan untuk mengefektifkan dakwah Muhammadiyah.

“PCM Kepanjen yang terletak di kabupaten Malang memang memerlukan kiprah dakwah yang konkrit dari persyarikatan Muhammadiyah, untuk itu diperlukan CMM yang cukup dan handal”, jelas  As’ad Joko S, Ketua Majelis Tabligh Kepanjen kepada malangmu.or.id. Maka diperlukan inventarisasi mubaligh dan sekalgus memetakan wilayah kerjanya. Untuk memaksimalkan itu, PCM Kepanjen pada Rabu (15/3) telah resmi membentuk CMM (Corps Mubaligh Muhammadiyah) yang sementara ini berjumlah 15 orang.


Pelantikan dan penyerahan SK CMM nantinya akan diagendakan pada hari Ahad setelah pengajian rutin Ahad Pagi di masjid Nurul Hidayah Kepanjen. Majelis Tabligh PCM Kepanjen berharap dengan akan dibentuknya CMM ini akan bisa menghidupkan geliat dakwah persyarikatan di daerah Kepanjen dan sekitarnya.  Selain itu, diharapkan akan terjalin kedekatan antara para mubaligh dengan jamaah dan  komunikasi  yang intens antara pengurus ranting, dan takmir masjid binaaan. (Joko) 
Posted by hilmi Posted on Maret 17, 2017 | No comments

Nikmati Hidup Layaknya Minum Kopi

Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si ketika memberikan pengajian Ahad Pagi (12/03/2017)
Malangmu.or.id -- "Dalam menyikapi hidup ini, kita seperti minum secangkir kopi. Jika kita bisa merasakan nikmatnya kopi itu, maka tidak ada lagi kopi itu manis atau pahit, yang ada hanyalah kopi yang penuh dengan kenikmatan." Inilah salah satu poin penting dari taushiyah Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si dalam pengajian rutin Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh PDM kab Malang, Ahad 12 Maret 2012.

Acara yang digelar kali kedua di Sengkaling Kuliner (Sekul) Taman Rekreasi Sengkaling UMM ini dihadiri tidak kurang dari 150 peserta pengajian. Dihadapan jamaah pengajian, Prof. Syamsul mengajak agar kita bisa menikmati perjalanan kehidupan, apapun kondisinya, layaknya kita sedang menikmati secangkir kopi. "Seperti itulah hidup kita, harus senantiasa menikmati hidup ini dengan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Karena begitulah hakikat hidup ini." Ujarnya.

Wakil Rektor 1 UMM yang juga penikmat kopi ini menyampaikan bahwa, "ketika kita dalam kondisi dekat dengan Allah misal sedang melakukan ibadah-ibadah, tahajud misalnya, kita tetap jaga kenikmatan ibadah itu dan menjadi rahasia kita dengan Sang Khaliq saja."

Melihat fenomena yang beredar di sosial media, dengan mudahnya orang-orang posting sholat tahajud atau ibadah ritual yang bersifat private. Beliau berpesan agar sikap seperti itu dijauhi. "Kita tidak perlu lah sebar-sebar melalui Whats App (WA) dan lain sebagainya, karena khawatir nanti membuat kita lalai dari kenikmatan keheningan bersama Allah dalam tahajud kita." (Wahid/Hil)
Posted by hilmi Posted on Maret 17, 2017 | No comments

PRM Brongkal Peduli Sosial, Perbaiki Rumah Warga

Warga bergotong-royong memperbaiki rumah Bpk. Hoyyat, Jumat (17/03/17)
Malangmu.or.id – PAGELARAN. Jum’at, 17 Maret 2017, warga Muhammadiyah Ranting Brongkal, nampak antusias dalam bergotong royong memperbaiki salah satu rumah warga setempat yang roboh atapnya. Meski diiringi cuaca mendung dan rintik hujan, tidak menyurutkan semangat warga dalam mensukseskan kerja bakti sebagai wujud peduli sosial tersebut.

Salah satu rumah warga yang terletak di desa Brongkal, kecamatan Pagelaran kabupaten Malang sudah terbilang tidak layak huni, karena atapnya ambruk. Pemilik rumah tersebut adalah bapak Hoyyat. Melihat kenyataan itu, salah satu anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah Brongkal, bapak Bahrun mengajak anggota lainnya beserta warga setempat untuk memperbaiki rumah tersebut. “Inilah bentuk kerja nyata sosial yang dilakukan warga Muhammadiyah,” tutur Bahrun. Pemilik rumah, bpk Hoyyat mengaku senang karena melihat kekompakan yang dilakukan warga, yang sangat membantu bagi dirinya.

Dari pantauan kontributor malangmu.or.id, segala kebutuhan pembangunan mulai dari material, perkakas sampai konsumsi telah disiapkan oleh warga setempat. Bahkan dari awal camilan pembuka sudah disiapkan sebagai bentuk kepedulian warga.

Lebih lanjut menurut Bahrun, bahwa ini adalah salah satu wujud cita-cita atau program dari Ranting Muhammadiyah Brongkal. "Cita-cita atau program Ranting di sini sangatlah besar, kita ingin membentuk beberapa amal usaha. Salah satunya diperuntukkan kegiatan semacam ini,” ujarnya. Untuk merealisaikan program-program sosial itu adalah salah satunya dengan langkah mendekati warga yang memiliki usaha yang sudah mapan agar menyisihkan sodaqoh, infaq dan zakat dari hasil usahanya diperuntukkan Ranting.

Selain itu, anggota Ranting Brongkal juga berjibaku, berusaha mencari beberapa link yang dirasa bisa membantu mensukseskan program-program dan pengembangan Ranting. Tidak kalah pentingnya adalah pemberdayaan pemuda setempat yang jumlahnya cukup besar dan cukup menjanjikan. Meski kurang terjamah oleh Pimpinan Daerah, Ranting Muhammadiyah Brongkal optimis mampu mewujudkan cita-cita tersebut demi Muhammadiyah yang berkemajuan. Jelasnya kepada kontributor (Harrid/Hil)

Kamis, 16 Maret 2017

Posted by Ridlo Posted on Maret 16, 2017 | No comments

KH. Hasyim Muzadi Di Mata Ketua PDM Kab Malang

Almarhum KH Hasyim Muzadi ketika di suatu acara dengan ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir.

Malangmu.or.id. - Meninggalnya tokoh besar bangsa KH. Hasyim Muzadi sangat menggetarkan kita semua. Sosok kiai yang kharismatik dan mantan Ketua PB Nahdatul Ulama ini telah benar-benar meninggalkan dunia yang fana. Kamis pagi (16/2/17) sekitar pukul 6.20 WIB, berita wafatnya anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini telah menyebar melalui media sosial dan langsung menjadi viral berita utama semua media online dan televisi nasional di Indonesia.

Tidak hanya umat NU yang merasa kehilangan sosok yang menyejukkan ini tapi juga Muhammadiyah yang memiliki hubungan baik karna beliau selalu menjaga kekeluargaan dengan semua umat Islam di Indonesia khususnya. Bagi Muhammadiyah khususnya di Kota dan Kabupaten Malang, KH Hasyim Muzadi merupakan tokoh yang baik dalam menjaga kekeluargaan dengan organisasi lain apalagi Muhammadiyah. Sudah seringkali beliau selalu menghadiri acara yang diundang oleh Muhammadiyah baik berupa pengajian maupun acara resmi di kampus UMM.

Drs. H. Mursidi, MM Ketua PDM Kabupaten Malang ketika ditemui malangmu.or.id mengatakan bahwa atas nama seluruh warga Muhammadiyah sekabupaten Malang mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya mantan ketua PB NU dan juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini. "Semoga seluruh amal perbuatan beliau selama ini dicatat sebagai pahala kebaikan dan mengantarkannya ke tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Kami merasa kehilangan tokoh yang menjadi panutan semua ummat. Belum ada tokoh yang mempunyai kharisma dan perilaku yang sangat baik seperti beliau ini", ucap Mursidi saat ditemui di masjid AR Fachruddin yang dulu KH Muzadi pernah diundang oleh UMM untuk menyampaikan tabligh akbar disini.

Dosen UMM ini menambahkan bahwa sosok mantan ketua NU ini memiliki banyak perbedaan dengan ketua yang sekarang. "Beliau sangat moderat dan hampir tidak pernah mempersoalkan perbedaan khilafiyah antar NU dan Muhammadiyah. Pintar menjaga harmoni keorganisasian, mengedepankan kemaslahatan dan juga pandai dalam memberikan wejangan khas ala ke NU an yang ringan, santai dan menggelitik diiringi humor yang menyejukkan. Untuk urusan pendidikan, beliau juga memerdekaan kepada anaknya untuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang yang notabene bukan milik NU. Bahkan dengan bangga beliau menunjukkan anaknya yang kuliah di kampus Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur ini", papar Mursidi. Mengakhiri pembicaraannya, Beliau mendoakan kepada KH Hasyim Muzadi  mendapatkan tempat yang terbaik karna jasa dan perjuangan beliau telah menjadikan kesejukan dan kedamian ummat Islam di Indonesia bahkan dunia. (Setyo)




Rabu, 15 Maret 2017

Poster film Meniti 20 Hari yang sudah menyebar melalui media sosial.

MALANG - Peringatan Hari Perfilman Nasional yang jatuh setiap 30 Maret sepertinya menjadi momen paling unjuk kreativitas insan perfilman Indonesia. Sepanjang Maret 2017 ini, tercatat setidaknya ada 8 judul film nasional yang siap dirilis ke publik pencinta film.

Film anyar yang bakal tayang perdana ini diantaranya 'Bid'ah Cinta', sebuah karya terbaru dari sutradara Nurman Hakim. Sebelumnya, film yang disutradarai Nurman adalah: 3 Doa 3 Cinta, Khalifah, The Window. Film yang dibintangi oleh Ayushita Nugraha, Ibnu Jamil, dan Dimas Aditya ini bakal tayang mulai 16 Maret 2017.

Film anyar bergenre petualangan juga siap tayang pada 18 Maret 2017 mendatang. Yakni, film berjudul 20 Hari Meniti yang disutradarai Arimus Barijanto. Film yang berkisah pengalaman di organisasi kepanduan Hizbul Wathan Muhammadiyah ini bakal dirilis di gedung Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan rencananya diresmikan Ketua PP Muhammadiyah DR Haedar Nashir M.Si.

Lembaga Seni Budaya dan Olah Raga PP Muhammadiyah sebagai pemrakarsa pembuatan film ini menginginkan generasi Muhammadiyah mengingat kembali sejarah perjuangan gerakan HW yang sudah dijalankan di semua sekolah Muhammadiyah. Film ini juga disponsori PT. Gramasurya Percetakan milik PP Muhammadiyah yang dikembangkan dari swamandiri AUM besar Muhammadiyah se Indonesia. (amin)
"Elocco" Cristian Gonzales ketika menerima cinderama dari kepala SMK Mutu M. Pahri didepan Titanium Building.

Malangmu.or.id - GONDANGLEGI. SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK Mutu) kedatangan tamu istimewa, Rabu (15/3) sore. Bintang Arema FC sekaligus Top Score Piala Presiden 2017 Cristian "El Loco" Gonzales didampingi kapten tim Arema FC John Alfarizi dan gelandang bertahan Ferry Aman Saragih berbagi ilmu dan motivasi di sekolah yang memiliki siswa terbanyak di Malang Raya ini.

El Loco dkk hadir disambut antusiasme keluarga besar SMK Mutu dan Aremania serta warga di Teaching Factory. Selama 45 menit dipandu Kepala SMK Mutu H Pahri SAg MM, punggawa Arema FC ini membakar semangat audiens. Mulai dari bagaimana membangun karir, menjaganya dan mempertahankan dalam waktu yang cukup lama.
Selain itu, mereka juga berbagi suvenir untuk audiens di dalam gedung megah ini.

Setelah puas membakar semangat keluarga besar SMK Mutu, para pemain andalan Arema FC ini memberikan coaching clinic di lapangan kebanggan warga sekolah. Mereka mengajarkan bagaimana mengolah sikulit bundar dan mengasah mental di lapangan.

Secara khusus Gonzales dkk mengapresiasi sambutan keluarga besar SMK Mutu atas penyambutan istimewa. Menurutnya, sekolah rujukan nasional ini layak memiliki siswa terbanyak di Ka Malang. Karena dilihat dari gedungnya yang megah dan semangat siswanya untuk berprestasi sangat tinggi.

Semoga prestasi-prestasi bergengsi bisa didapatkan SMK Mutu di masa sekarang dan yang akan datang.
SALAM SUKSES. (Syahrul)
Malangmu.or.id -- “Ibarat suatu negara yang memiliki undang-undang sebagai tata tertib atau pedoman harus dipatuhi oleh semua masyarakat. Begitu juga tarjih di dalam Muhammadiyah, sebagai suatu hasil produk hukum, maka harus ditaati oleh warga Muhammadiyah. Keputusan-keputusan yang telah disepakati dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) harus dilaksanakan oleh warga Muhammadiyah”. Demikian salah satu poin inti sambutan Bpk. Dr. Ajang Kusmana, M.Ag selaku wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang yang membidangi ketarjihan, dalam acara Kooordinasi dan Konsolidasi PDM dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) wilayah 6 (Pagak, Donomulyo, Kalipare) Ahad, 12 Maret 2017.

Acara yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 (SMK Muda) ini merupakan putaran akhir dari rentetan Turba PDM ke PCM se-kabupaten Malang. Seperti biasanya, setelah Ketua PDM memberikan sambutan, disusullah wakil-wakil pimpinan untuk memberikan uraian program mereka. Pada kesempatan ini, wakil ketua yang membidangi tarjih berbicara banyak seputar programnya diantaranya adalah sosialisasi hasil putusan tarjih di cabang dan ranting Muhammadiyah atau melalui pengajian-pengajian.

Dalam paparannya, masih banyak warga Muhammadiyah yang belum tahu atau memahami putusan-putusan yang telah ditetapkan dalam HPT. Sehingga, tidak heran sampai sekarang masih banyak yang memperdebatkan hal-hal yang sudah usang, yang seharusnya tidak perlu dibahas lagi. Misalnya, tentang isbal. Menurut Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyan (AIK) Univ. Muhammadiyah Malang (UMM) ini, “memakai celana yang kainnya melebihi mata kaki itu sah, tidak melanggar agama, karena tidak ada niatan sombong. Tentu, masih banyak alasan atau dasar yang bisa dikemukakan untuk dijadikan pegangan terkait isbal itu. Karenanya, jikalau ada pimpinan Muhammadiyah yang masih meragukan keputusan itu dan masih memakai celana cingkrang maka perlu dipertanyakan pemahaman agama dan kemuhammadiyahannya.” Tegasnya dihadapan para Pimpinan Cabang dan Daerah yang hadir dalam acara itu.

Lulusan Fakultas Agama Islam UMM ini mengatakan bahwa beliau tidak ingin kalah dengan Bapak Manan yang mulai muda hinggi diusia senja masih semangat berkeliling, berdakwah ke pelosok-pelosok desa. “Bapak Abdul Manan, yang juga pernah sebagai ketua PDM kab. Malang sangat mengispirasi saya agar tetap semangat berjuang, berdakwah membawa misi ideologi Muhammadiyah ke pelosok-pelosok desa. Karenanya, saya tidak segan untuk menerima undangan sebagai penceramah dalam pengajian-pengajian meski lokasi atau tempatnya jauh dari rumah saya, yang penting masih bisa dijangkau.” Tuturnya dengan wajah senyum, yang kemudian disambut applous oleh peserta konsolidasi. (Hil)

Selasa, 14 Maret 2017

Tim Robot SMK Mutu Gondanglegi setelah menerima medali dan piala di sesi pemotretan dengan delegasi lainnya. 

Malangmu.or.id - SMK MUTU. Fantastis. Tidak berlebihan jika kata itu sebagai pembuka tulisan untuk M-Turbo (Muhammadiyah Tujuh Robotic Club). Ekskul favorit di SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi.

Kali ini M-Turbo menorehkan prestasi yang cukup gemilang di level Nasional. Dengan mendulang 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu dalam ajang "Wonderful Indonesia Robot Challenge". Ajang bergengsi yang diselenggarakan  Media Robot Indonesia di Eco Green Science Center Kota Batu Malang.

Masing-masing medali dipersembahkan oleh  Furqon Maulana dan Andi Kustiawan, satu emas kategori Low Cost. Satu emas dan satu  perunggu kategori Drone Racing atas nama Ferdiansyah dan Ahmad Dafa Nur Saudi serta  satu perak oleh Dava Ananda kategori Gathering.

Event ini berlangsung 12-14 Maret 2017. Diikuti 130 SMA/SMK se-Indonesia, dengan 9 kategori lomba, sedangkan 3 kategori diantara diborong SMK Mutu.

"Ada banyak kendala ketika mengikuti kompetisi ini, tetapi bisa teratasi dengan baik. Misalnya lupa bawa solder, dan akhirnya terpaksa kita beli," ujar Furqon salah satu siswa kelas X Ototronik.

Sedangkan Martono, ST selaku pembina menyatakan, ini ajang pemanasan sekaligus evaluasi  bagi tim M-Turbo sebelum tampil di ajang Internasional Robotic di Jepang Juli mendatang. Selamat dan sukses untuk tim M-Turbo. (M. Faruk)

Sabtu, 11 Maret 2017

Koordinasi dan Konsolidasi pertama di PCM Dau pada 15 Januari 2017 di Perguruan Muhammadiyah Dau Kabupaten Malang

Malangmu.or.id - PAGAK. Gelaran Turba Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Malang, seri pertama diakhiri di Sumbermanjing Kulon Kec. Pagak. Secara substansi rangkaian turba ke kelompok- kelompok cabang ini dimaksudkan, selain untuk konsolidasi organisasi juga sebagai media monitoring dan evaluasi program-program Majelis dan Lembaga PDM Kab. Malang.

Kegiatan ini akan kita lakukan secara terus menerus karena inti pergerakan adalah adanya dinamika atau gerakan yang kontinyu dan berkemajuan, begitu pernyataan Alfi Nurhidayat, Wakil Sekretaris PDM Kab. Malang. “Hal seperti ini akan kita lakukan lagi untuk seri berikutnya agar Persyarikatan Muhammadiyah Kab. Malang semakin baik, berkembang dan berkemajuan”, tambahnya. Sesuai dengan semangat kita selama ini Meneguhkan Dakwah Persyarikatan Untuk Kabupaten Malang Yang Berkemajuan. Fastabiqul Khairaat

Berawal dari Cita-Cita
Semua berawal dari cita-cita. Ritme dan langkah hidup memang harus dibangun dari sebuah cita-cita. Tanpa cita-cita, mungkin kita akan salah orientasi dan tak akan pernah meraih prestasi. Itulah kamus prestasi dalam hidup ini. Begitu juga Muhammadiyah Kabupaten Malang. Ia menancapkan cita-cita gerakannya dalam berbagai bentuk usaha dan karya. Cita-cita “Muhammadiyah Berkemajuan” tidak dapat digapai tanpa cita-cita besar yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan.

Muhammadiyah Kabupaten Malang memang harus bercita-cita. Karena cita-cita tidak lain adalah misi utama yang diemban oleh persyarikatan ini. Dari cita-cita itulah, maka ada denyut gerakan di pelosok-pelosok jauh seantero Malang. Muhammadiyah hidup, Muhammadiyah bergerak dan Muhammadiyah maju. Tanpa ada cita-cita dari para pendahulu kita, mungkin kita tak akan pernah ada ranting-ranting muncul di belahan bumi Kabupaten Malang. Tak akan melihat AUM-AUM berdiri tegak sebagai simbol gerakan Muhammadiyah. Inilah kekuatan cita-cita yang dapat merubah dunia.

Perwakilan Majelis-Lembaga PDM saat Koodinasi & Konsolidasi PDM - PCM di Pagak, Ahad (12/03/17)

Dari Dau Hingga Pagak
Cita-cita itu dibangun dari setiap langkah. Satu langkah dirangkai dengan langkah yang lain hingga jauh sampai tujuan. Nah, Muhammadiyah Kab. Malang telah melakukan itu. Langkah awal telah dijejakkan pada gelaran pertama di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Dau. Inilah awal cerita dari cita-cita Muhammadiyah untuk menancapkan jauh gerakannya. Ada harapan, asa dan impian yang terus digoreskan setiap langkahnya.

Setiap gelaran turba PDM, ada banyak cerita, kisah dan “keluh kesah” tentang perjuangan di Muhammadiyah. Ada Tanya, ada jawab, ada usul, ada respons. Itulah dialektika yang tercatat dalam rangkain turba PDM di tiap-tiap kelompok Cabang Muhammadiyah. Dan semua persoalan harus diatasi bersama dengan sinergi dari berbagai level pimpinan dan majelis.

Pada akhirnya, gelaran Turba seri pertama telah usai. Pagak sebagai persinggahan terakhir atas perjalanan kisah dan cerita Muhammadiyah Kab. Malang. Tapi, ini bukanlah akhir, karena masih banyak cerita dan kisah indah perjuangan Muhammadiyah yang harus digoreskan. “Tak ada kata berhenti berjuang dalam Muhammadiyah”, itulah kalimat yang selalu digelorakan oleh Ketua PDM Kab. Malang, Mursidi.

Tak Ada yang Instan
Hidup adalah berproses. Yaitu berproses untuk “menjadi”. Begitu juga Muhammadiyah, ia selalu berproses untuk menjadi. Tak ada kata instan dalam hidup. Cita-cita dan perjuangan tidak akan diperoleh dengan instan. Apalagi hanya sekedar diimpikan tanpa diusahakan dengan perbuatan.  Gelaran Turba ini merupakan salah satu wujud dari upaya Muhammadiyah merealisasikan cita-citanya. Cita-cita tentang “Muhammadiyah Berkemajuan” untuk menyinari Kab. Malang yang berkemajuan.

Akhirnya, mengiringi kisah dan cerita Turba PDM ini, kami ungkapakan rindu perjuangan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Malang, “Kutinggalkan Jejakku Bersamamu, kan Kubawah Kisah Indah Bersamaku”. (Haeri)
Dr. Mursidi, MM (kanan) ketika memberikan sambutan pada acara Turba PDM ke PCM wilayah 6 di Pagak, Ahad (12/03/2017) (foto:Ridlo)

malangmu.or.id - PAGAK -- Acara Koordinasi dan Konsolidasi Organisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Malang dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) wilayah 6 (Pagak, Donomulyo, Kalipare) berlangsung di SMK Muhammadiyah 2 Pagak, Ahad (12/03/2017). Pada kesempatan ini, Dr. Mursidi, MM selaku ketua PDM menyampaikan tips-tips berorganisasi, terutama bagi pimpinan dalam mengambil suatu keputusan.

Mursidi mengingatkan bahwa ketua PCM itu ibarat pilot pesawat yang dituntut untuk senantiasa fokus dan waspada dalam membawa dan mengendalikan pesawatnya, dalam hal ini adalah persyarikatan. Karenanya, pimpinan harus mengenali, memahami dan mengendalikan emosinya agar bisa membawa organisasi yang dipimpinnya bisa berjalan dengn baik. 

Di depan para pimpinan/pengurus PCM wilayah 6, Ketua PDM dua periode ini memaparkan jenis-jenis emosi dalam pengambilan keputusan. Pertama adalah emosi apathy (apatis/ketidakpedulian). Emosi ini memunculkan sikap dan tindakan yang asal-asalan. Sikap apatis ini menjadikan orang tidak berbuat apa-apa, atau tidak bisa memutuskan suatu apapun. Kedua adalah emosi grief (kesedihan). Seseorang mudah merasa kehilangan atau kekecewaan karena tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, sehingga bisa memudarkan hasrat yang baik.

Emosi ketiga adalah fear (ketakutan). Seseorang yang merasa takut akan dimanifestasikan dalam bentuk kepanikan. Panik yang berlebihan berakibat pada ketakutan dan tidak bisa berpikir jernih. Selanjutnya adalah emosi keserakahan (lust) yang membuat orang kehilangan kendali, dan ketelitian yang berakibat fatal terhadap organisasi. Kelima adalah emosi kemarahan (anger). Keputusan yang diambil dengan kemarahan akan jauh dari pertimbangan akal yang sehat, selanjutnya bisa berpotensi pada ketidakbaikan bahkan menyakiti.

Emosi berikutnya adalah kesombongan (pride). Keputusan yang diambil dalam sifat ini bisa berdampak pada penggunaan sumberdaya yang berlebihan dan tindakan yang tidak berguna karena memaerkan kemampuan yang dimiliki. Ketujuh adalah emosi keberanian (courageus). Memunculkan semangat yang kuat, tindakan yang gigih tiada bandingannya. Biasanya keputusan yang diambil selalu hati-hati dan mendapat hasil yang baik.

Kedelapan adalah acceptance (penerimaan). Emosi ini memunculkan sikap yang siap menerima segala kemungkinan yang terjadi. Biasanya ini muncul setelah usaha terbaik dilakukan. Acceptance ini berbeda dengan apathy. pada posisi acceptance telah terbentuk, maka emosi-emosi 1-6 akan mulai pudar dan bahkan hilang. Selanjutnya yang kesembilan adalah emosi kedamaian (peace). Yakni, keinginan untuk menciptakan kedamaian. Tindakannya tidak mengandung kepentingan pribadi. Selalu obyektif, arif bijaksana, menggali kemungkinan yang terbaik.

Jikalau pimpinan sudah mengenali jenis-jenis emosi di atas, tentu dalam membawa organisasinya akan bisa berjalan dengan baik. Demikian tegas Mursidi dalam Turba putaran akhir periode ini. (BP-Hil)