Minggu, 05 Februari 2017

Posted by Ridlo Posted on Februari 05, 2017 | No comments

Workshop Pembelajaran Berbasis Teaching Factory

Peserta Workshop Pembelajaran SMK Mutu Gondanglegi serius mengikuti paparan pemateri.

Menindaklanjuti Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Pendidikan Vocation, SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi menggelar Workshop Pembelajaran Berbasis Teaching Factoy (4/2/17).

Pembelajaran ini berorientasi pada proses, produk, kompetensi dan core business. Sehingga pembelajaran di SMK produk dan kompetensi nya  standar dunia usaha dan dunia industri.

Workshop bertempat di Ground The Titanium Building SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Diikuti 60 peserta; wakasek, kepala program keahlian, guru produkti dan guru kewirausahaan serta direktur unit-unit kerja.

Kepala SMK Mutu Gondanglegi, H Pahri S.Ag MM.,  dalam sambutannya,  mengatakan guru produktif dan guru kewirausahan harus merubah mindset dalam proses  pembelajaran yang berbasis Teaching Factory. Pembelajaran model ini senantiasa berorientasi pada kultur, tradisi dan etos kerja industri.

Sementara itu, Subdit Kurikulum Sie Pembelajaran Dir PSMK Kemdikbud RI, Widianto, ST MPd., menyampaikan materi tentang  perubahan dan pengembangan SMK  dari masa kemasa. Perubahan itu  bertujuan untuk  meningkatkan karakter dan kompetensi siswa yang standar Industri.                      
                
Lebih lanjut Widiyanto berharap SMK Mutu yang merupakan SMK Rujukan Nasional,  menjadi leader dalam pengembangan Teaching Factory di Indonesia.

Diharap pasca workshop menghasilkan dokumen, model perencanaan, proses pembelajaran dan produk kompetensi yang standar industri.

Selamat. Terus berkarya. Berinovasi dan berprestasi tanpa henti. Menuju SMK Mutu yang Berkemajuan. (Munali)

0 komentar:

Posting Komentar